
"Kita berpisah di sini saja tuan Doni yang terhormat! Biar saya naik taksi online sesuai perintah anda tadi!" ucap Anara membuat Doni melongo. Karna hanya Anara yang bisa membuatnya seperti itu.
"Silahkan saja sana! Jadi saya tidak perlu repot-repot mengantarkan kamu!" ucap Doni tak kalah ketus.
Anara memilih untuk memesan ojek online agar dirinya bisa cepat sampai di kantor. Entah mengapa Doni menjadi penasaran. Diam-diam dia mengikuti Anara dari belakang.
"Cih..ngapain juga tuh cowok ngikutin gw? Makanya jadi cowok jangan gede gengsi!" sahut Anara dalam hati saat melihat mobil Doni di belakangnya.
"Kalau dia nanya gw tinggal jawab aja mau ke kantor juga, gampang kan?" ucap Doni sambil terkekeh. Doni tak menyadari jika rasa penasarannya kepada Anara membuat dia tersenyum seperti orang yang sedang mengejar wanita yang di cintanya.
Anara sampai lebih dulu. Dia langsung berjalan menuju parkiran untuk mengambil motornya. Dan dia langsung menungganginya, keluar dari parkiran. Dan dia berpapasan dengan Doni yang sedang memarkirkan mobilnya. Anara membuka sedikit helmnya dan pamit kepada Security yang berjaga di depan.
"Seperti mengenal motor itu? Di mana ya?" ucap Doni sambil mengingat-ingat.
"Jadi dia Anara? Pengemudi motor sport yang hampir saja membuat aku dan tuan Daren kecelakaan dan aku harus mendapatkan Omelan dari tuan Daren? Sepertinya ada yang aneh? Siapa kamu sebenarnya? Motor sport itu mahal, kenapa dia bisa memakainya? Apa sebenarnya dia menyamar untuk menggangu tuan Daren? Kalau sebenarnya dia hanya wanita penggoda yang menyamar sebagai gadis culun dan kampungan? Breng*sek kau Anara! Aku akan buat perhitungan dengan kamu! Tak akan aku biarkan kamu mengganggu rumah tangga tuan Daren dengan Nyonya Delia." ucap Doni geram. Salah pahamnya semakin kuat kepada Anara, dia berniat untuk mencari tau siapa Anara sebenarnya.
❤️❤️❤️
"Ayah, gimana keadaanmu sekarang? Apa sudah merasa baikan?" ucap Lisa sambil memandang wajah ayahnya sedang sedang terbaring di tempat tidur.
__ADS_1
"Ayah sudah merasa baikan, sinilah mendekat! Ayah ingin memelukmu!" ujar Daren yang sudah siap untuk membawa sang anak dalam pelukannya.
"No, ayah! Aku masih belum bisa percaya dengan ucapan dokter itu! Aku masih mau menunggu sampai 2 Minggu dulu." sahut Lisa membuat Daren mengerutkan keningnya. Mengapa sang anak bicara seperti itu, dirinya harus menunggu waktu 2 Minggu untuk memeluk putrinya yang sangat menggemaskan.
Lisa langsung menjelaskan panjang lebar yang dia ketahui tentang covid 19. Lisa memang anak yang kritis dan berwawasan tinggi. Karna rasa keingintahuan yang sangat besar, membuat dia lebih pintar dari seusianya. Dan Daren hanya menyimak setiap ucapan sang anak.
"Ayah bulan depan aku ulang tahun. Bolehkah aku meminta untuk di rayakan seperti teman-teman aku lainnya?" ucap Lisa.
"Tentu boleh sayang...bukankah ayah dan bunda sudah sering menawarkan hal ini kepada kamu dan Daffa? Tapi kalian yang tak mau? Ayah akan mewujudkan permintaan kamu, ayah akan buat pesta semeriah mungkin kalau perlu di hotel berbintang." sahut Daren. Tapi Lisa menolaknya. Dia tak ingin pesta yang berlebihan. Lisa ingin di rayakan di rumah. Hanya sekedar berkumpul dengan teman-temannya. Bagi Lisa itu suatu pemborosan yang ga penting. Sepertinya sifat perhitungan Lisa menurun dari sang bunda. Meskipun berlebih, Delia selalu mengelola dengan baik.
Seperti saat ini, meskipun suaminya kaya raya. Namun dia tetap berkarya. Usaha konveksinya dan butiknya semakin maju. Terlebih sekarang di kembangkan di dunia e-commerce. Daren benar-benar beruntung mendapatkan istri seperti Delia, bukan mantan istrinya dulu yang lebih suka menghabiskan uangnya saja.
❤️❤️❤️
"Aku ingin pindah saja dari sekolah itu, aku sebal dengan wanita yang bernama Catherine. Dia selalu mengganggu aku." gerutu Daffa sambil melipatkan tangannya.
"Tak boleh seperti ini! Semua bisa di selesaikan secara baik-baik! Memangnya apa yang di perbuat wanita itu? Hingga kamu seperti ini sayang?" tanya Delia lembut.
Delia selalu ingin menjadi tempat pertama bagi anak-anak nya untuk mengungkapkan tentang apa yang dia alami atau dia dia lakukan. Meskipun Delia sibuk sebagai seorang pengusaha, namun dia tak pernah melupakan perannya sebagai seorang istri dan bunda bagi kedua buah hatinya. Untungnya sang suami pun cukup mengerti dengan kesibukannya. Meskipun masih ada perasaan cemburu. Saat malam hari Delia harus begadang mendesign pesanan orang, dan dia juga sering pergi ke butik saat hari Sabtu dan Minggu.
__ADS_1
"Aku tak suka dengan wanita yang centil! Dia selalu membuat aku emosi!" sahut Daffa masih tak terima.
Delia terkekeh dengan sikap anaknya. Daffa memang sangat dingin terhadap wanita. Terlebih sang ayah pernah bicara padanya. Wanita sexy dan cantik terkadang menipu, lebih baik mencari wanita yang terlihat sederhana tapi tulus. Penampilan dan wajah bisa di rubah dengan uang, tapi kalau sifat dan sikap sulit di rubah karna dia berubah karna uang. Contoh nya ada pada diri Delia, karna uang Delia bisa berubah menjadi cantik dan menarik, berbeda halnya dengan Tasya yang justru tidak berubah jahat karna uang.
Delia sangat bangga dengan sang anak, di usianya yang masih anak-anak sudah bisa membedakan wanita yang tulus dengan yang tidak tulus. Kadar kepekaan Daffa memang tinggi sejak kecil. Dulu saat dirinya kecil, Reynaldi sempat berusaha dekat dengannya agar Daffa menganggap Reynaldi sebagai ayahnya. Tetapi Daffa tidak bisa melakukan hal itu. Daffa hanya menganggap Reynaldi sebagai om.
❤️❤️❤️
Untungnya tuannya belum masuk kerja, dan hal ini membuat Doni semakin mudah untuk menyelidiki Anara siapa sebenarnya. Seperti saat ini dia mengikuti Anara dari belakang. Dan sayangnya, Doni kehilangan jejak. Karna letak kosan Anara berada di dalam gang. Hingga akhirnya Doni terpaksa harus memarkirkan mobilnya di luar gang. Doni mengambil kaca mata hitam dan topi untuk melakukan penyamaran.
"Kemana wanita itu? Huhft...aku kehilangan jejak." gerutu Doni. Langkahnya terhenti saat melihat motor Anara terparkir di halaman kosannya, sebuah kosan sederhana.
" Itu motornya! Ternyata dia tinggal di sini! Lebih baik aku mengamati sebentar dari luar, semoga saja dia keluar dari kamar itu." ucap Doni.
Sedangkan Anara terpaksa harus keluar karna harus mengambil bungkusan fotocopy berkas-berkas untuk skripsinya. Anara keluar hanya memakai celana pendek dan juga tank top berwarna hitam. Menunjukkan tubuhnya yang sangat sexy. Dia juga melepas kacamata tebalnya. Dia pikir keadaan sedang sepi, tak akan ada yang melihatnya. Namun penafsirannya salah, dari ujung kontrakan terlihat Doni sedang memperhatikan dirinya. Bahkan menelan Saliva nya karna Anara aslinya cantik dan sexy. Tubuh Anara sangat ramping, dan memiliki buah dada sang jumbo.
"Anara? Apa itu dia? Ternyata dia menutupi kecantikan dan keseksiannya dengan berpenampilan culun dan kampungan. Pantas saja dia selalu menutupi tubuh sexy nya dengan memakai pakaian gombrong, model orang-orangan sawah. Tapi siapa dia sebenarnya?" gumam Doni saat melihat Anara dengan penampilan yang berbeda.
Hai...hai...sudah hari Senin lagi, boleh donk author minta sedekah vote nya untuk Anara dan Doni😍🙏
__ADS_1
Masih mau lanjut apa sudah membosankan, berakhir sampai sini saja?