Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Kamu pelabuhan cintaku


__ADS_3

"Lepasin, brengsek!" Anara mendorong tubuh Doni dengan kuat membuat Doni terjatuh. Doni membuat melongo, dia tak menyangka jika tenaga Anara begitu kuat.


"Lebih baik kamu pergi dari sini, kalau tidak aku akan berteriak kencang biar semua orang datang ke sini!" ancam Anara. Dan justru Doni malah tersenyum menanggapinya.


"Dasar orang gila! Di ancam begitu bukannya pergi, malah senyum-senyum." gerutu Anara.


Doni menatap wajah Anara dengan seksama, membuat Anara salah tingkah. Dan jantungnya pun berdegup kencang. Melihat sikap Anara seperti itu, tentu saja Doni merasa bahagia.


"Tampan kan wajah aku? Jangan galak-galak tar suka Loch sama aku!" goda Doni.


Blesh


Wajah Anara memerah. Entah merasa malu tertangkap basah oleh Doni atau merasa kesal dengan sikap Doni yang menggodanya.


"Jika kedatangan kamu kesini hanya untuk urusan tak penting, lebih kamu pulang sekarang dari tempat ku!" usir Anara untuk kedua kalinya.


"Aku ingin menginap di sini malam ini, agar segera di nikahi olehmu!" ujar Doni yang langsung merebahkan tubuhnya di karpet yang berada di ruangan bagian depan, dan berpura-pura memejamkan mata.


Hal itu membuat Anara naik pitam dan menarik tangan Doni untuk menyuruhnya bangun dan pergi. Doni langsung menarik tangan Anara hingga tubuh Anara kini berada di atas tubuhnya, membuat wajah mereka sangat dekat. Jantung mereka tak bisa di kondisikan lagi, berpacu sangat cepat. Bahkan milik Doni berusaha berontak minta di lepaskan dari bedongan. Terlebih posisi mereka sangat intim


"Kamu cantik." ucap Doni sambil merapihkan rambut Anara. Anara seakan terhipnotis mendapatkan perlakuan manis dari Doni.


Tanpa sadar bibir mereka sudah beradu. Ini merupakan ciuman pertama bagi mereka. Bahkan Anara tak menghindar, dan justru saling membelit lidah. Doni menarik tengkuk Anara untuk memperdalam ciuman mereka. Doni mendorong tubuh Anara hingga mereka bertukar posisi, Doni yang kini berada di atas tubuh Anara. Tangan Doni menyelusup masuk ke dalam pakaian Anara dan membuka pengait bra yang di pakai Anara.


"Apa kamu mau menikah dengan ku?" ucap Doni lembut, seakan terhipnotis Anara menganggukkan kepalanya. Dirinya mau menikah dengan Doni. Tentu saja hal itu membuat Doni tersenyum bahagia. Karna cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Mereka pun tak pernah tau kapan cinta itu hadir di antara mereka.


"Boleh aku menyentuh bukit kembar mu? Aku janji tak akan berlebihan sampai kita menikah! Aku akan melamar kamu ke orang tua kamu!" ujar Doni dan lagi-lagi Anara hanya menganggukkan kepalanya. Dia sudah mulai terhanyut permainan Doni. Mendapatkan angin segar seperti itu tentu saja membuat Doni menjadi bersemangat. Melancarkan aksinya, bahkan bukan hanya meremas tapi Doni menyusu susu gantung milik Anara. Membuat Anara mendesau.

__ADS_1


Merasa sudah kelewat batas, Doni menghentikannya. Dia tak ingin merusak wanita yang belum resmi menjadi istrinya. Meskipun sebagai pria normal sudah sangat menginginkannya.


"Aku pulang dulu ya! Jaga diri kamu baik-baik! Sabtu depan aku akan mengunjungi rumah kamu, bertemu dengan orang tua kamu!" ujar Doni.


"Besok kalau aku tak menjemput Tuan Daren, aku akan menjemput kamu! Mulai malam ini kamu sudah menjadi milik aku!" ujar Doni dengan posesifnya membuat Anara memutar bola matanya karna merasa malas.


❤️❤️❤️


Anara terbangun dari tidurnya, senyumnya terbit di ujung bibirnya. Membayangkan saat Doni mencium bibirnya tadi malam. Dia tak menyangka, pria yang dulu menjadi musuh bebuyutannya akan melamar dirinya menjadi istrinya.


"Sebaiknya nanti pulang kerja aku mampir ke rumah mama. Aku akan membicarakan hal ini kepada mama sama papa." gumam Anara.


Anara kini sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja. Sesuai janjinya Doni menjemput Anara pagi ini, karna Tuan Daren pergi ke kantor sendiri. Anara menyambut sang pujaan hati dengan senyuman manisnya.


"Yuk, kita berangkat!" ajak Anara.


Merasa pasokan oksigen hampir habis, Anara mendorong tubuh Doni.


"Dasar pria mesum, main nyosor aja mirip soang!" gerutu Anara membuat Doni terkekeh mendengar julukan dari wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


"Siapa suruh kamu rasanya nikmat, membuat aku menjadi kecanduan. Nanti kalau kita sudah menikah, kamu akan terbiasa dengan kemesuman aku!" bisik Doni membuat Anara tersipu malu.


Kini dirinya sudah dalam perjalanan menuju kantor. Dia akan menceritakan hubungannya dengan Anara kepada Tuannya. Doni tak peduli jika nantinya dia akan mendapatkan ejekan dari bosnya, karna dulu pernah bersikap sombong kepada Anara.


"Aku turun di sini aja! Nanti kalau kita jalan bareng pasti mereka akan curiga!" ujar Anara yang meminta Doni menurunkan dirinya di jalan yang jaraknya masih sekitar 200 meter ke kantor.


"Biar saja semua orang tahu tentang hubungan kita! Memangnya apa urusannya sama mereka? Justru aku mau memberitahu kepada semua orang jika kamu pelabuhan cintaku! Memangnya kamu merasa malu memiliki hubungan denganku?" ucap Doni membuat Anara terkekeh.

__ADS_1


"Malu, habisnya kamu kan lebih tua dari aku! Usia kita terpaut jauh." goda Anara.


"Usia boleh tua, tapi aku masih perkasa di ranjang! Aku yakin nanti kamu akan menjerit saat merasakan keperkasaan aku." sahut Doni.


Tak terasa mobil yang membawa mereka telah sampai di perusahaan. Doni meminta Anara untuk masuk ke dalam bersama. Setelah memarkirkan mobilnya mereka turun dan berjalan bersama memasuki perusahaan. Tentu saja mereka menjadi pusat perhatian orang yang melihatnya. Anara menundukkan wajahnya merasa malu, berbeda halnya dengan Doni yang justru menunjukkan kepada semua orang jika dirinya dan Anara memiliki hubungan lebih. Melebihi atasan dengan bawahan.


Anara langsung menuju mejanya dan Doni pun masuk ke ruangannya. Untuk memulai pekerjaan. Daren telah sampai di ruangannya dan menduduki kursi kebesarannya untuk memulai bekerja.


"Anara tolong masuk ke ruangan saya!" titah Daren. Mendengar nama Anara, membuat Doni tersentak kaget.


Doni memperhatikan Anara sejak dirinya masuk. Bahkan hal itu kepergok Daren membuat Dan tersenyum.


"Kalau suka ngomong makanya! Jangan di pendam sendiri, nanti yang ada di ambil orang nyesel!" sindir Daren membuat Anara tertunduk malu.


Dengan gaya gentlenya, Doni langsung bangkit dari tempat duduk dan menghampiri Anara dan juga Daren. Doni langsung menggenggam tangan Anara di depan Anara. Penampakan itu tentu saja membuat mata Daren membulat sempurna.


"Tuan, apa hari Sabtu ini anda bisa menemani saya ke rumah Anara untuk melamar Anara menjadi istri saya?" ucap Doni membuat Daren tersenyum. Karna akhirnya asistennya memiliki pelabuhan cintanya. Cintanya berlabuh di hati Anara.


" Selamat! Saya ucapkan selamat untuk kalian! Semoga semuanya berjalan lancar. Syukurlah kalian bisa secepatnya menyadari perasaan kalian, jika tidak kalian akan menyesalinya jika melakukan terlambat. Terlebih jika di antar kalian sudah menemukan pendamping hidup lebih dulu. Pastinya Don, saya akan menemani kamu melamar Anara Sabtu ini. Kamu sudah sangat berjasa untuk saya, saya ingin membuat pesta pernikahan kalian yang meriah. Sebagai bentuk ucapan terima kasih atas jasa-jasa yang telah kamu berikan untuk saya dan keluarga saya!" ucap Daren.


Hai-hai-hai author mau ucapkan terima kasih karna kalian masih tetap setia kepada karya ini. Author minta maaf baru bisa up hari ini, karna banyak karya yang harus di urus juga. Untuk kisah Doni dan Anara perlu di lanjut lagi ga ni? Apa sudah sampai sini saja?


Terus beri dukungannya ya untuk karya ini😄🙏😃


Sambil menunggu up mampir yuk di karya BESTie author yang ceritanya seru.


__ADS_1



__ADS_2