Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Cinta membuat ku pusing !!!


__ADS_3

Entah berapa kali Daren menenggak minuman yang telah dia pesan. Lagi-lagi dirinya mabuk, hal biasa yang dia lakukan untuk melepaskan rasa stres yang dia rasakan.


" Aaaahhh...cinta membuat ku pusing !!! Dulu aku ingin sekali menikahi Tasya, rasa nya aku sulit sekali terlepas dari nya hingga akhirnya aku memilih mempertahankan dirinya meskipun orang tua ku tak merestui hubungan kami. Tapi mengapa sekarang terasa hambar dan menjenuhkan. Aku tak menemukan Tasya yang dulu. Dan sekarang saat aku membuka hatiku untuk Delia, dia justru tak mempedulikan perasaan ku. Bahkan dirinya bermesraan dengan pria itu di depan ku ! " Daren terus meracu, dirinya pusing memikirkan kedua istri nya.


Doni sang asisten yang telah sampai di club tempat Tuannya berada, hanya bisa merasa kasihan dengan apa yang di alami sekarang.


" Mungkin ini balasan yang pantas untuk anda karna selama ini tak mempedulikan perasaan mereka ! Sekarang anda terima semua itu. Meskipun aku jomblo, namun aku tahu jika wanita itu memiliki hati dan perasaan. Mereka bisa saja berubah, jika hatinya sudah sangat tersakiti ! " Gumam Doni dalam hati.


" Delia aku tak ingin kehilanganmu. Hiks...hiks.." Teriak Daren dan di akhiri dengan tangisan. Terlihat sekali dirinya sedang mengalami frustasi.


" Dulu kau terus saja mempertahankan Tasya hingga berkali-kali menyakiti Delia dengan sikap mu, dan sekarang kamu justru tak ingin terpisah dengan Delia. Cinta membuat ku pusing !! " Gerutu asisten Doni.


" Tuan...Ayo aku antar pulang ! Anda sudah sangat mabuk ! " Ucap Doni, namun Daren tetap saja tak mau pulang.


Terpaksa Doni memaksa Daren pulang, dirinya sudah merasa stres dengan sikap Daren yang berbuat rusuh selam ni.


" Ya Tuhan, bikin pusing aja. Ni orang aku bawa ke mana ya ? Kalau bukan bos, aku udah tinggalkan saja. Punya istri dua, masih aja berkeliaran ga jelas. Malah merepotkan aku. Tuan anda mau saya antar ke rumah Nyonya Delia atau apartemen Nyonya Tasya ? " Asisten Doni mencoba bertanya, namun lagi-lagi Daren tak mampu berkata-kata. Dia hanya bisa melihat ke arah Doni sebentar seolah mengerti, namun langsung ambruk tak sadarkan diri.


Dan akhirnya dirinya memutuskan membawa Daren ke rumah Delia. Karna Doni malas berurusan dengan Tasya. Dia sering kali marah jika harus mengurus Daren dalam keadaan mabuk.


Namun saat dalam perjalanan, ponsel Daren berbunyi dan terpaksa Doni mengambilnya dari saku kemejanya.


" Tasya...? " Dan akhirnya Doni terpaksa menganggap telepon dari Tasya.


" Halo..." Jawab Doni ragu-ragu, dirinya sangat tau sikap istri kedua Daren yang sombongnya luar biasa. Tak pernah berbicara sopan, selalu ingin berbuat sesukanya sok berkuasa.

__ADS_1


Dan benar saja...


" Doni...mengapa ponsel Tuan mu, kamu yang angkat ? Lancang sekali kamu ! Di mana Tuan mu ? Saya mau bicara !" Ucap Tasya ketus.


" Maaf Nyonya...saya terpaksa. Karna jika saya tidak mengangkat nya, saya tidak bisa bicara langsung dengan anda. Tuan sedang mabuk parah, tidak sadarkan diri. Apa saya boleh bawa Tuan pulang ke anda ? " Ucap Doni pelan, dia takut jika ucapan nya salah dan membuat dirinya mendapat bom atom dari Tasya.


" Ya sudah, cepat bawa dia pulang ! Saya di apartemen ! " Sahut Tasya dan langsung mematikan percakapan dengan Doni.


" Huhft belum selesai ngomong, udah di matikan ! Kata nya model, tapi seperti orang g berpendidikan. " Gumam Doni dalam hati.


Mobil yang membawa Daren telah sampai di apartemen nya. Terpaksa Doni harus membopong Daren dengan bantuan petugas keamanan ke unit apartemen tempat Daren tinggal.


" Ya Tuhan menyusahkan sekali ni orang. " Dan dengan perjuangan cukup keras hingga membuat tubuhnya penuh keringat akhirnya Doni Daren dan 1 orang scurity telah sampai di apartemen Tasya.


Doni langsung memencet bel apartemen, dan tak Lama Tasya keluar dengan pakaian yang sangat minim.


Sepanjang keberadaan Doni, Tasya terus saja mengumpat Daren. Hingga membuat Doni merasa pusing. Berbeda hal dengan sikap Delia yang ramah dan sabar. Bahkan tak ada ucapan dari Tasya yang sudah menolong membawa suaminya pulang.


" Nyonya...maaf saya permisi dulu ! " Ucap Doni yang memilih segera meninggalkan tempat itu, dia sudah merasa lelah harus mendampingi Tuannya.


Doni telah pulang beserta Security yang membantu, dan kini tugas mengurus Daren pindah ke dirinya.


" Delia...Delia..." Daren terus meracu memanggil manggil nama Delia.


" Bisa-bisa nya saat bersama aku, dia memanggil wanita siala*n itu ! Seperti nya keadaan ku mulai tidak aman, dia sudah mulai jatuh cinta pada wanita siala*n itu. " Umpat Tasya.

__ADS_1


" Seperti nya aku harus hamil lagi anaknya, biar dirinya segera menceraikan wanita itu saat 2 tahun ! " Ucap Tasya dalam hati.


Tasya tersenyum licik, mungkin ini kesempatan untuk dirinya bercinta dengan Daren, agar dirinya segera mengandung kembali.


Tasya seolah seperti seorang jala**. Melepaskan pakaian yang menempel di tubuhnya begitu saja. Kemudian berlanjut membuka semua yang melekat di tubuh Daren.


Bukan hanya sebuah misi, dirinya juga sangat merindukan milik Daren. Selama 7 hari dirinya berlibur dengan Dion, dan mereka belum sempat melakukan kembali.


Tasya mencoba memberikan rangsangan pada tubuh Daren..


" Sayang aku merindukan mu...aku ingin bercinta dengan mu. " Bisik Tasya dengan suara yang sudah berat. Hasrat nya sudah bergelora.


Dan lagi-lagi Daren justru meracu menyebut nama Delia berkali-kali. Dan bahkan berucap tidak akan pernah melepas Delia, dia sangat mencintai Delia.


" Siala*n, membuat mood ku buruk saja. Bukannya memanggil nama ku, dirinya malah memanggil nama wanita siala*n itu. " Tasya terbakar emosi.


Dan dengan terpaksa Tasya tetap melanjutkan permainannya. Meskipun Daren hanya diam tak berdaya, namun tubuh Daren tetap menerima sentuhan-sentuhan dari jemari Tasya, hingga desa*** keluar dari mulut Daren, dan untungnya milik Daren sudah berdiri tegak hingga Tasya bisa memanfaatkan nya.


" Aaaahh...Daren..." Tasya terus memompa naik turun memimpin permainan. Tasya pun melahap bibir Daren dengan sangat rakus.


Daren sempat membuka matanya, dan tersenyum. Dirinya melihat Delia lah yang sedang berada di atas tubuhnya. Berbeda hal nya dengan Tasya yang mengira Daren menikmati permainannya.


" Jika kau sudah merasakan nikmatnya milikku dan permainan ku, walaupun kau tak sadar kan diri namun hal ini membuat dirimu membuka mata mu. " Ucap Tasya dalam hati dengan senyuman licik nya.


" Aaaahhh...Daren...." Teriak Tasya saat dirinya mengalami pelepasan. Tubuhnya langsung ambruk di atas tubuh Daren, sedangkan Daren justru sudah terdengar mendengkur.

__ADS_1


" Sia* bisa-bisa nya dia malah tidur sedang bercinta padaku ! Dan sepertinya dirinya belum mengeluarkan racunnya, aku bisa merasakan nya. Tapi mau lanjut lagi aku sudah tidak mood. Membosankan sekali bercinta dengan orang mabuk. " Gerutu Tasya dan akhirnya membiarkan Daren begitu saja masih dalam keadaan polos.


Berbeda hal nya saat mabuk dulu, tenaga Daren justru bertambah kuat dan bahkan memaksa Delia untuk berhubungan intim. Namun saat ini Daren justru hanya diam saja.


__ADS_2