
" Aaahh..." Teriak Anara saat dirinya tersentak kaget melihat Doni yang Dateng dengan tiba-tiba ke pantry. Dengan refleks Doni langsung membungkam mulut Anara dengan tangannya dan membawa Anara dalam dekapannya. Sehingga tak ada jarak. Sesaat mata mereka saling bertemu, sampai akhirnya Anara mencoba melepaskannya.
" Dasar pria mesum! Lepaskan! Berani-beraninya anda pegang saya!" ucap Anara ketus.
" Saya bukan pria mesum! Lagi pula jika saya ingin mesum, yang pasti bukan dengan kamu! Kamu itu sangat jauh dari kriteria saya!" ucap Doni ketus menutupi rasa malunya. Doni memilih keluar, dirinya telah melupakan niatnya yang ingin membuat kopi karna merasa sedikit mengantuk. Tapi tragedi dirinya dengan Anara di pantry, membuat dirinya sudah segar kembali dan justru kini sedang mengumpat kebodohan yang dia lakukan kepada Anara. Bisa-bisanya dia repleks memeluk Anara. Ini hal pertama kalinya bagi Doni memeluk kaum hawa.
Doni berusaha untuk fokus bekerja kembali, hal yang sama juga di lakukan oleh Anara. Meskipun hatinya terus menggerutu karna Doni lah pria pertama yang mendekap tubuhnya.
" Semua pria sama aja, mesum! Sombong sekali anda, berani-beraninya menghina saya! Untung saya ga suka sama anda, jika suka pasti saya akan merasa sangat geram dengan ucapan anda!" gerutu Anara. Ini bukan hal pertama kali yang di rasa Anara berada di posisi seperti ini, tapi entah mengapa dirinya masih merasa yakin jika suatu saat dirinya pasti akan menemukan pria yang benar-benar mencintai dirinya.
❤️❤️❤️
" Sayang... sepertinya malam ini aku ga bisa ikut ke acara reuni kamu. Tubuh ku terasa lemas sejak tadi." ucap Delia di sela-sela waktu kebersamaan dirinya dan juga anak dan suaminya. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari kebersamaan dirinya bersama keluarganya.
" What? Apa kamu hamil lagi?" sahut Daren membuat Delia memutar bola matanya malas dan memberi Capitan di pinggang suaminya. Masa dirinya hamil dengan kondisi suami yang sudah di vasektomi. Dan tentu saja pernyataan Daren membuat Delisa bersorak gembira karna dirinya menyangka akan memiliki adik.
Tiba-tiba saja Delisa mengeluarkan kata-kata yang membuat Ayahnya tercengang. Karna dirinyalah yang akan menjadi ajudan ayahnya. Yang akan menemani ayahnya ke acara reuni.
" Owh my God. Apa-apaan ini sih Delisa? Aneh saja ini anak, habislah aku kalau sampai dirinya ikut. Bisa-bisa aku di permalukan di depan para wanita. Sungguh posesif dirinya melebih Delia." ucap Daren lirih.
Melihat perubahan wajah suaminya, tentu saja membuat Delia merasa tak tega. Dia sangat tahu betul, jika anak gadisnya itu akan membuat suaminya pusing tujuh keliling.
__ADS_1
" Sayang...ini acara orang dewasa! Di sana tidak ada yang membawa anak kecil. Biar saja ayah datang sendiri! Lebih baik kamu temani bunda di rumah!" ucap Delia lembut mencoba memberi pengertian kepada anaknya.
" Tidak! Lisa akan tetap ikut sama ayah! Apa bunda mau jika ayah nanti di gigit ulat bulu membuat ayah kegatelan." ucap Lisa sambil menyilangkan tangannya dan wajah sudah menunjukkan wajah perang.
" Tidak! Tidak akan! Bunda yakin itu sayang. Ayah bisa jaga diri kan? Bisa jaga kepercayaan kita?" sahut Delia yang tatapannya beralih ke suaminya.
" Ini anak kebanyakan nonton sinetron ikan terbang seperti nya, heran ayahnya di samain seperti itu. Apa kebanyakan baca noveltoon tentang poligami dan memiliki ibu tiri." gerutu Daren dalam hati. Jika sudah begini Daren sudah tak bisa berkutik. Anaknya ini sangat keras kepala, jika memiliki kemauan selalu ingin di turutin. Bahkan hal seperti ini sejak dirinya dalam kandungan yang selalu membuat bundanya meminta aneh-aneh dan merepotkan dirinya.
" Ayah ini pria tampan meskipun sudah tua. Kalau aku bukan anak ayah dan aku sudah dewasa, pasti aku akan berusaha mengejar ayah!" ucap Lisa polos membuat Delia dan Daren tertawa terpingkal-pingkal. Sungguh ucapan anaknya benar-benar di luar nalar anak seusianya. Dan tentu saja membuat sang ayah merasa bahagia, karna anaknya sangat menyayangi dirinya.
" Apa ayah malu mengajak aku untuk berkenalan dengan teman-teman ayah?" ucap Delisa dengan wajah sesedih mungkin agar ayahnya akhirnya mengajak dirinya.
" Maafin aku ya sayang ga bisa menemani kamu datang reuni, dan akhirnya kamu harus berurusan dengan Delisa." ucap Delia merasa tak enak. Namun justru suaminya malah menanggapi nya dengan senyuman. Karna benar yang di katakan anaknya, kenapa dirinya malu harus membawa anaknya. Seharusnya dia merasa bangga mengenalkan anak gadisnya yang cantik pada teman-temannya.
" Ya ga apa sayang. Lagi pula aku juga tak akan lama kok di sana, hanya sekedar ikut serta aja! Lagi pula kamu tak perlu takut aku berlama-lama di sana, karna aku sudah membawa ajudan yang melindungi aku!" ucap Daren sambil terkekeh.
Kini mereka sudah sampai di hotel tempat acara reuni di selenggarakan. Jika teman-teman nya menggandeng istri dan juga kekasihnya. Daren datang ke acara itu menggandeng anak gadisnya yang sangat posesif dengannya.
" Senyum donk sayang, jangan seperti ini! Anak ayah lebih cantik jika tersenyum!" ucap Daren saat melangkahkan kakinya ke dalam tempat acara.
" Ayah tak perlu khawatir, aku akan tersenyum jika suasana sudah terlihat aman!" sahut Lisa ketus.
__ADS_1
Sungguh ucapan Lisa membuat Daren tersenyum bangga memiliki anak seperti nya yang sangat melindungi sang ayah dari pelakor.
" Hai...Daren..Wow kamu semakin tampan saja." sapa Audrey dengan gaya genitnya. Bahkan dirinya menyentuh sedikit pipi Daren membuat Lisa menatap tajam Audrey.
" Hai...Tante genit jangan coba-coba ganggu ayah aku ya! Tante ini gatal ya, kalau gatal garuk aja sendiri!" ucap Lisa ketus dan langsung menarik tangan ayahnya ke tempat lain.
" Aku peringatkan sama ayah, jangan pernah coba-coba melawan aku jika ayah tak ingin aku permalukan!" ancam Lisa membuat Daren menelan Saliva nya, dan memilih menganggukkan kepalanya bahwa dirinya mengerti. Kalau seperti ini dirinya seperti suami takut istri.
Lisa dengan setia mendampingi sang ayah menghampiri teman-teman SMA.
" Hai...ini buat kamu anak cantik!" ucap Laura sambil memberikan satu cup es cream.
" Terima kasih Tante, ga perlu membujuk aku! Aku ga mau! Lagi pula jika aku mau, aku bisa mengambil sendiri!" sahut Lisa ketus membuat wajah Laura memerah menahan malu. Dan hal itu saja membuat Daren tertawa geli dalam hati. Ternyata Lisa memang bisa di andalkan.
Hingga akhirnya para wanita janda yang dulu saat SMA mengagumi Daren, memilih mundur teratur. Bahkan Daren mencari aman untuk tidak mendekati wanita yang dulu dia sukai sewaktu SMA. Dia tak ingin jika sampai bermasalah dengan anaknya.
Jangan lupa dukungannya kakak 😃😍😘😄🙏
Mampir yuk di karya bestie author, dan beri dukungan
__ADS_1