
Ini adalah hari pertama Anara bekerja dengan penampilan barunya. Anara terus berjalan lurus, tanpa peduli dengan pria jahil yang berusaha menggodanya.
"Cih, jika melihat penampilanku seperti ini baru kalian menggodaku. Saat aku dulu berpenampilan culun dan kampungan, jangankan untuk menggoda, bicara dengan aku saja kalian tak mau." gerutu Anara dalam hati. Anara berusaha untuk tak mempedulikan orang-orang di sekitarnya. Tujuannya hanya satu agar dirinya cepat menyelesaikan magangnya untuk tugas akhir kuliahnya.
"Wow...tuan putri sudah berubah ke wujud aslinya." sindir Doni yang berpapasan dengan Anara saat di depan pantry. Anara lebih memilih untuk diam dan masuk ke dalam pantry, menganggap tak ada orang yang bicara dengannya. Kini dirinya sedang fokus membuat teh manis hangat untuknya. Tak sadar Doni justru malah memperhatikan wajah Anara yang tak peduli dengan kehadirannya.
"Cantik." satu kata terucap dari bibi Doni, tanpa sadar dirinya memuji Anara.
"Awas! B aja kali lihatnya! Yang ada tuh mata jereng!" sindir Alana pas di telinga Doni membuat bulu kuduk Doni merinding, aliran darahnya ser-seran.
Anara tersenyum sinis, dan pergi meninggalkan Doni begitu saja. Dalam hatinya merasa puas, membuat Doni menjadi tak karuan.
"Ini baru pemanasan lelaki sombong!" ujar Anara tersenyum licik. Sepertinya Doni sudah menjadi target untuk mainan Anara, dia sangat kesal dengan lelaki sombong terhadap wanita.
Pikiran Doni melayang akan sosok cantik yang tadi dia temui yang tanpa dia sadari telah mencuri hatinya. Membuat dirinya saat ini terlihat gelisah, sampai-sampai Daren merasa bingung dengan sikap Doni saat ini.
"Kamu kenapa Don? Apa kamu sedang sakit? Kalau sakit, lebih baik kamu sekarang pulang saja sana! Beristirahatlah!" ujar Daren. Namun Doni langsung menolaknya, dia mengatakan jika dirinya baik-baik saja.
Ponsel Doni berbunyi dari orang suruhannya. Orang yang di suruh mencari tahu tentang Anara. Doni langsung bergegas untuk keluar ruangan, agar dirinya bisa bicara lebih bebas. Doni terlihat tergesa-gesa keluar ruangan hingga dirinya bertabrakan dengan Anara. Membuat Anara berada di bawahnya. Wajah mereka sangat dekat, hingga otak Doni tiba-tiba menyuruh Doni untuk mencium Anara. Saat bibir Doni sudah mendekat, tiba-tiba si bos keluar dari ruangan.
__ADS_1
"Hei...apa yang kalian di kantor? Jika kalian ingin bermesraan, sebaiknya di tempat yang tertutup!" ucap Daren membuat mereka berdua tersentak kaget membuat Anara secara spontan mendorong tubuh Doni dengan kerasa membuat kepalanya terbentur ke meja.
"Dasar wanita aneh, kau kira kepala aku ini batu? Seenaknya saja kamu mendorongku." gerutu Doni yang masih memegang kepalanya yang terbentuk meja kerja Alana. Tapi bukannya meminta maaf, Anara justru malah mengumpat Doni dengan sebutan cowok mesum. Hal itu tentu saja membuat Daren tersenyum melihat tingkah kedua karyawannya yang sering kali berantem seperti kucing dan anjing.
Merasa dirinya di tertawakan, akhirnya Doni memilih untuk langsung segera menghubungi orang suruhannya balik. Dia ingin tahu berita terbaru tentang Anara. Dia ingin membalaskan dendam ya atas Anara yang telah lakukan padanya.
"Apa kamu menyukai Doni?" tanya Daren to the point. Sepertinya Daren berniat menjodohkan Anara dengan Doni. Dia ingin Doni segera menikah. Daren jadi berpikir ingin mengatur rencana untuk menjebak keduanya, agar mereka tidak berkutik untuk menolaknya. Daren rasa Anara cocok dengan Doni. Dia ingin mencarikan calon untuk Doni, terlebih Doni sudah banyak berjasa untuknya.
"Hah? Apa saya ga salah dengar? Mengapa tuan menanyakan hal itu kepada saya?" ucap Anara yang tersentak kaget dengan ucapan bosnya.
"Loch memangnya kenapa? Jika kamu menyukai Doni, saya akan membantu kamu untuk mendapatkan pria dingin itu. Saya yakin kamu akan beruntung jika menikah dengannya. Kamu akan menjadi satu-satunya wanita yang beruntung yang dia pilih. Doni aslinya sangat baik dan perhatian, saya sudah mengenal lama dengannya." ungkap Daren. Namun Anara menolaknya, karna dia ingin fokus dengan kuliahnya. Terlebih sebentar lagi dirinya akan lulus, dia ingin menjadi orang sukses.
Setelah mendapatkan keterangan, Doni masuk kembali ke dalam. Dan melewati Anara yang sibuk dengan berkas. Doni sempat melirik ke arah Anara yang fokus dengan pekerjaannya. Kata cantik terlontar kembali dari bibirnya.
"Dari mana kamu Don? Sepertinya ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan? Ceritalah! Mungkin saja, saya bisa membantumu!" ujar Daren yang kini menatap sang asistennya.
Doni mencoba berpikir dahulu tentang kegelisahan yang dia rasakan saat ini, apa sebaiknya dia ceritakan hal ini kepada bos nya. Terlebih nantinya akan ada hubungannya dengan tuannya. Semenjak kejadian bodoh yang di lakukan tuannya, Doni sang asisten menjadi lebih peka dengan kehadiran wanita aneh di hidup bosnya itu.
"Mengapa kau diam saja? Katakanlah!" ujar Daren sedikit memaksa. Baginya, Doni sudah di anggap adiknya sendiri. Doni sudah sangat lama ikut dengannya. Sejak Doni berusia 24 tahun dan sekarang usianya hampir 33 tahun. Doni sudah banyak berjasa bagi keluarga Agung. Terlebih saat Daren terpuruk dan sempat masuk rumah sakit jiwa. Doni juga yang menemukan Delia dulu.
__ADS_1
Dan akhirnya Doni mengungkapkan tentang kecurigaan dirinya terhadap Anara. Jika Anara kehadirannya di perusahaan untuk menyusup dan merusak rumah tangga Daren dan Delia. Doni menjelaskan jika Anara adalah putri dari tuan Fatah, pengusaha hebat. Tuan Fatah pemilik perusahaan besar, lantas mengapa Anara justru magang di perusahaan Daren.
"Tapi mana mungkin Anara menyukai saya? Perbedaan kami sangat jauh. Apa dia ingin menjadi sugar Daddy saya? Bodoh sekali jika dia berpikir ingin seperti itu, dia cantik dan pintar. Lebih baik dirinya mencari sosok pria yang seumur dengannya. Apa mungkin dirinya hanya ingin mencari sosok pria yang serius mencintainya? Karna untuk apa dirinya menyamar menjadi gadis culun dan kampungan yang melakukan magang di sini. Padahal dia aslinya cantik dan bisa magang di tempat ayahnya. Huhft bikin saya pusing saja! Tapi saya penasaran juga Don. Coba kamu cari tahu lebih jelas! Kalau perlu kamu temui saja tuan Fatah, bukan kah kalian sempat saling kenal?" ujar Daren. Doni berniat menanyakan hal ini kepada bapaknya Anara. Doni sangat mengenal sosok Tuan Fatah, dia tak mungkin berniat menusuk Daren lewat Anara.
Anara memilih untuk tetap tinggal di kosan. Kemarin-kemarin dirinya sempat kembali ke rumah orang tuanya. Tapi entah mengapa dirinya justru merasa senang menikmati menjadi anak kosan yang melakukan apapun sendiri, mandiri. Anara sudah siap jika kelak dirinya akan menjadi seorang istri dan ibu, dia ingin memulai belajar mengurus rumah tangga dari sekarang.
Jangan lupa dukungannya!
β€οΈ Mampir yuk di karya author terbaru, dan author minta dukungannya π
β€οΈ Jika menginginkan cerita ringan ga banyak konflik dan bikin senyum-senyum, mampir di karya author yang ini. Di jamin bikin baperππππ
β€οΈ Dan ini cerita tentang anak SMA, cerita awalnya begitu manis dan akhir cerita akan banyak bawang. Bikin baper.
__ADS_1