Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Minta adik


__ADS_3

" Sepertinya aku harus punya alternatif lain untuk membuat diriku tak berpuasa terus menerus. " Daren mencoba berpikir tentang cara agar Delia mau haha hihi dengannya.


" Yes...dapet. Aku yakin cara ini akan berhasil. " Ucap Daren percaya diri dalam hati. Ya Daren akan mengiming-imingi adik kepada Daffa. Agar Daffa minta adik pada sang bunda. " Ucap Daren dalam hati. Dan tentu saja ide nya ini membuat dirinya kini sumringah.


Delia yang melihat suaminya tersenyum sendiri hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.


Daren menghampiri sang istri dan anak yang sedang bermain bersama.


" Lagi main apa sih ? Seru banget kayaknya ? " Ucap Daren yang ikut nimbrung dengan istri dan anaknya.


" Afa iat io afa ecil. Yayah au iat nda ? " Ucap Daffa sambil memperlihatkan ponsel sang bunda ke ayahnya.


Ya Daffa dan Delia sedang melihat video-video dan foto Daffa masih bayi. Saat merangkak, mencoba berdiri, belajar berjalan. Di sana juga terdapat foto-foto kebersamaan Daffa dan juga bundanya. Terlihat sangat menggemaskan.


Daren meraihnya dan melihatnya. Senyuman terbit di sudut bibirnya. Namun tak lama kemudian justru Daren malah meneteskan air mata. Ya tepatnya air mata penyesalan karna tak ada di saat momen seperti itu. Daren tak ada di samping Daffa sejak dirinya berada di kandungan sang bunda, terlahir ke dunia, dan menikmati momen saat Daffa mulai tengkurep merangkak belajar Duduk berdiri dan juga berjalan.


" Yayah ngapa angis ? " Pertanyaan polos terlontar dari bibir mungil Daffa.


Daren langsung menarik tubuh Daffa dan membawanya ke dalam dekapannya.


" Maafin ayah, nak ! Maafin ayah yang tak ada saat dirimu seperti itu. Ayah benar-benar menyesal tak merasakan momen-momen sejak kamu berada di kandungan bunda, di lahirkan ke duni, dan masa-masa kamu belajar tengkurep duduk merembet dan kamu belajar berjalan. " Ucap Daren lirih. Air mata terus mengalir hingga kini telah membasahi wajahnya.


Daffa berusaha melepaskan dekapan sang ayah dan menghapus air mata di wajah ayahnya.


" Yayah kan ata Bubun eja. Yayah ga alah, adi Yayah ga usah angis ya ! " Kata-kata yang keluar dari bibir Daffa terdengar sederhana namun begitu menusuk ke relung hati terdalamnya. Ya dirinya begitu bangga pada Delia istrinya. Meskipun dirinya terus menyakiti hati istri nya dan bahkan sang istri sangat membencinya, tapi Delia tak pernah mengatakan yang buruk tentang nya kepada Daffa. Delia mengatakan jika ayahnya pergi kerja dan belum bisa pulang bertemu mereka. Sungguh Daren hatinya sangat tersentuh. Penyesalan yang di rasanya semakin bertambah karna telah menyia-nyiakan wanita yang memiliki hati seperti malaikat.

__ADS_1


Dan kini Daren beralih ke Delia. Daren langsung mendekap hangat tubuh istrinya dan mengucapkan kata maaf kepada sang istri di depan anaknya dan berjanji tidak akan pernah menyakiti hati istri nya. Dan berjanji akan selalu membahagiakan istri dan anaknya.


Delia merenggangkan pelukan suaminya. Dan menampilkan senyuman indah di bibirnya.


" Aku sudah memaafkan dirimu ! " sebuah kata yang begitu nyes di hati Daren. Kata yang begitu di harapkan di ucapkan istri nya. Kata yang sejak lama dia tunggu keluar dari bibir sang istri.


Daren langsung memberikan kecupan di kening sang istri dan juga kedua pipi sang istri. Tentunya pemandangan itu membuat Daffa bersorak gembira. Melihat momen kebersamaan sang ayah dan bundanya.


" Daffa mau punya adik ? " Kata yang terlontar dari bibir Daren membuat Delia tersentak kaget. Bisa-bisanya sang suami berkata demikian, baru saja dirinya memaafkan dirinya sekarang udah langsung merayu sang anak untuk memberikan adik untuk nya.


Tentu saja Daffa menjawab mau. Bahkan dirinya bersikap antusias.


" Afa au. Ayo eli Dede Ayi nya ! " Ucap Daffa dengan polosnya. Mungkin dirinya berpikir Dede bayi itu seperti boneka yang bisa di beli.


" Bilang sama bunda Daffa sudah menginginkan adik bayi. Karna Dede bayi bukan di beli, tapi harus di buat sama ayah dan bunda seperti kamu yang terlahir ke dunia ini sayang. " Ucap Daren namun matanya kini justru melirik ke arah sang istri sambil mengerlingkan matanya, menggoda sang istri.


Dan kini Daffa sedang merengek minta adik pada sang bunda. Bahkan dirinya meminta dua sekaligus adiknya.


" Daffa sayang...bikin adik bayi itu ga seperti bikin kue. Daffa harus sabar dulu ya sampai waktunya tiba. " Ucap Delia mencoba memberikan pengertian sang anak.


Tapi bukannya Daffa yang jawab justru Daren lah yang berucap jika Daffa mau nya secepatnya bunda dapat adik bayinya. Jadi bunda sama ayah cepat bikin ya. Dan akhirnya Delia memberikan jeweran di telinga Daren hingga membuat Daren meringis kesakitan.


" Kamu itu udah terlalu banyak bicara ! Jangan percaya diri jadi orang ! " Ucap Delia ketus.


Daren terkekeh, dirinya merasa senang sudah menggoda istri nya. Dirinya merasa puas dengan respon istrinya yang galak.

__ADS_1


" Biasanya kalau kayak gini, mainnya galak ! Dan aku suka. " Bisik Daren di telinga sang istri membuat Delia memberikan tatapan tajam pada suaminya. Dan Daffa hanya bengong melihat tingkah kedua orang tuanya.


Demi menghentikan perbincangan yang berunfaedah bagi Delia, akhirnya Delia mengajak Daffa tidur. Dia tak mempedulikan suaminya lagi.


" Kamu sexy banget sih sayang ? " Saat Daren melihat daster istrinya menyibak dan menunjukkan paha mulus putih istri nya. Tentunya hal itu membuat Daren semakin menggila menahannya. Bukan hanya menahan Saliva nya tapi kini dirinya sudah ileran atas bawah. πŸ˜πŸ˜„


Daren tak kuasa lagi menahannya mata dan pikirannya sudah di tutupi gelora hasrat yang sudah menggebu-gebu.


Dan akhirnya dirinya naik ke atas ranjang dan mengukung tubuh istrinya.


" Yang...please jangan buat berpuasa lagi. Aku benar-benar ga tahan ! " Ucap Daren lirih dengan mata yang sudah terlihat sendu.


" Tapi aku belum bisa mas ! " Sahut Delia ketus.


Dan tanpa jawaban Daren langsung membungkam mulut istrinya dengan bibirnya.


" Jika kamu belum bisa, maka aku akan memaksanya ! " Ucap Daren ga mau mengalah.


( Ih Daren pemaksaan orang belum waktunya buka puasa ) 😁😁


Dan bukan dapat sambutan dari sang istri. Justru kini dirinya terjungkil ke bawah.


Delia langsung bangkit dan memberi tatapan tajam ke arah suaminya.


" Kalau aku belum mau jangan di paksa ! Emang mas mau kita melakukan nya dengan terpaksa ! Sabar mas, nanti juga akan waktunya aku melayani mas ! Aku masih nunggu feel nya dulu. Untuk kali ini aku ga mau melakukannya dengan terpaksa, tapi dengan hati dan perasaan ! " Ungkap Delia dan Daren hanya bisa menelan Saliva nya. Karna apa yang di ucapkan istrinya memang benar. Tak seharusnya dirinya lebih mengedepankan hawa nafsu. Pengalaman dulu seharusnya di jadikan pelajaran. Agar tak menaruh luka lagi di istrinya.

__ADS_1


ya suka cerita santai, mampir yuk



__ADS_2