
Fix, Kelak jika Lisa besar nanti dirinya akan lebih dekat sang ayah. Padahal Delia yang harus merasakan mengandung 9 bulan, mengalami morning sickness, ngidam macem-macem, dan merasakan melahirkan dirinya. Seperti saat ini yang sedang asyik bercanda dan mengajak ngobrol sang ayah. Usianya kini sudah 4 bulan. Sudah bisa tengkurep dan lincah.
" Dasar anak ayah ! " Sindir Delia saat Lisa selalu anteng jika sang ayah di dekatnya.
" Biarin donk bunda, aku kan sayang ayah ! " Ucap Daren seolah-olah jadi Lisa, dan Lisa pun tersenyum seperti mengerti apa yang di bicarakan sang ayah.
" Asal nanti udah gede ga nyusahin ayah aja ! Cukup pas kamu dalam kandungan bunda aja ya ! Kan Lisa sayang ayah..." Ujar Daren.
Daren berharap jika dirinya tak akan lagi di kerjain sang anak jika besar nanti.
Daren mencoba menidurkan sang anak, karna Lisa sudah terlihat mengantuk setelah bermain dengan sang ayah.
" Bobo ya nak yang pules ! Kasih kesempatan buat ayah ya biar bisa berduaan sama bunda ! " Ucap Daren. Namun ternyata ucapan sang ayah membuat dirinya tak jadi tidur dan justru malah rewel.
" Mas si ngomong begitu, Lisa kan jadi takut kalau kita melupakan dia ! Jadi rewel kan, padahal aku mau tidur ! " Gerutu Delia sambil mengambil sang anak dari gendongan suaminya.
Daren menggerutu dalam hati. Karna Lisa ternyata tak berpihak dengannya. Dan mau ga mau dirinya harus bersabar karna kini Delia jadi menyusui Lisa.
" Ayah kapan donk ? Kamu terus yang menyusu ! Udah tidur donk, nanti bunda ke buru ngantuk ! Dan akhirnya ayah puasa lagi deh ! " Ucap Daren dalam hati.
Delia menidurkan Lisa di dalam box, dia ingin membiasakan sang anak hidup mandiri tidur sendiri di dalam box.
" Sekarang giliran ayah donk ! Kamu udah selesai belum ? Kangen ni ayah ! " Bisik Daren di telinga Delia membuat Delia merona. Delia menganggukkan kepala dengan malu-malu. Dan akhirnya tanpa basa basi Daren langsung menggendong sang istri dan meletakkan di ranjang.
Daren langsung membuka pakaiannya dan melemparkan begitu saja, membuat dirinya kini sudah polos.
__ADS_1
Dan kemudian dirinya beralih ke sang istri, membuka satu persatu kancing kemeja piyama yang di pakai sang istri dan juga pengait bra.
" Mas, payuda** nya jangan di mainin ya ! Tar susu nya keluar lagi ! Terus mainnya pelan-pelan ya ! Aku masih takut banget mas. " Ujar Delia. Padahal aset miliknya itu tempat candu suaminya saat bercinta.
Dan akhirnya mau tak mau dirinya harus mengalah dan menerima. Karna dirinya tak bisa berkutik, dari pada tidak dapat sama sekali.
Baru saja Daren akan memulai permainannya yang sejak tiga bulan lalu sudah dia harapkan, Lisa malah terbangun.
Oek...oek...
Lisa menangis dan bahkan menjerit histeris. Hingga akhirnya Daren gagal melakukannya pada sang istri. Awalnya dia berusaha cuek terus melancarkan aksinya dan berharap Lisa akan tertidur lagi untuk bisa melanjutkan. Tapi semua hanya mimpi, Delia justru menghentikannya. Karna anak lebih penting dari urusan ranjang.
" Nasib...nasib..ternyata begini rasanya punya anak yang masih kecil. Udah ga bisa bebas tancep kapan pun mau. Terus ayah kapan donk ? " Ucap Daren lirih.
" Huhft...masih kecil aja udah ngerjain ayahnya ! Bunda nya ngoceh, dia malah seneng tertawai ayahnya. " Sungut Daren.
" Ini juga bukannya tidur lagi ! Udah tidur loh, gagal lagi kita kali ini ! Rasain Lo puasa lagi ! " Ujar Daren pada soulmatenya.
Daren menghentak-hentakkan kakinya memasuki kamar mandi, seperti anak kecil yang mengambil karna ga di kasih permen.
" Mas...mas...sama anak aja ga mau ngalah ! Heran takut banget ga kebagian. " Ucap Delia sambil tersenyum melihat tingkat suaminya yang memiliki kemesuman tingkat tinggi.
Dan akhirnya Daren terpaksa mengguyur tubuhnya dengan shower berharap sang soulmate bobo ganteng lagi.
" Aaaahhh... akhirnya ! Sabar..." Ucap Daren memberi semangat dirinya sendiri.
__ADS_1
Daren membuka pintu kamar mandinya dan keluar dari dalam kamar mandi. Dan ternyata sang istri dan anak sudah tertidur pulas.
" Huhft...kalian benar-benar puas ya ngerjain ayah ! Sekarang dengan tak berdosa, kalian sudah tertidur pulas meninggalkan ayah yang merana karna ulah kalian. Puas ? Puas kan udah bikin kepala atas bawah ayah cenat cenut ! " Gerutu Daren dalam hati. Dan akhirnya Daren memilih untuk tidur. Dia ga mau lagi memulai, takut nantinya dia juga yang akan menanggungnya.
Oek...oek... oekkk
Lisa terbangun lagi di tengah malam. Seperti yang biasa dia lakukan, minta ne*nen. Tentu saja hal itu membuat bukan hanya Delia saja yang terbangun, Daren pun menjadi terbangun.
Lisa sangat berbeda dengan Daffa bayi. Saat bayi Daffa sangat mengerti keadaan bundanya yang hidup tanpa di dampingi sang ayah. Dia tak pernah rewel dan merepotkan sang bunda. Meskipun dia sangat kuat minum asi. Tapi suara tangis nya tak membuat heboh dan menggelegar. Tak seperti Lisa yang rewel nya minta ampun. Dan nangisnya bikin panik seperti di gigit semut atau di cubit. Seperti malam ini.
" Kenapa sih yang Lisa ? Nangis kaya di cubit aja. " Gerutu Daren yang matanya masih mengantuk.
" Ga tau ni mas, di kasih ne*nen ga mau. Malam ini bener-bener rewel. " Sahut Delia lesu. Ya memang bukan malam ini saja Lisa rewel, tapi biasanya setelah di kasih ne*nen atau di gendong dia pasti diem.
Akhirnya Daren mengambil Lisa dari gendongan sang istri. Berharap caranya bisa membuat sang anak berhenti menangis.
" Cup...cup...cup. Kenapa sih nangis terus anak ayah yang cantik ? Kenapa juga ga mau ne*nen bunda ? Tar kalau ga mau, ayah ambil ni ne*nen nya bunda ! Padahal ayah kan udah ngalah, eh kamu malah PHP-in bunda. " Ujar Daren menenangkan sang anak. Tapi bukannya berhenti, Lisa justru tambah mengamuk menggerakkan tubuhnya sampai Daren kewalahan menggendong Lisa. Hingga akhirnya di ambil lagi sama Delia.
" Mas mah aneh ! Itu namanya bukan nenangin anak, tapi ga mau kalah sama anak ! Udah tidur lagi sana, Lisa biar sama aku ! Yang ada nanti mas di kantor ngantuk ! " Sahut Delia ketus. Sikap bar-bar suaminya, justru menambah dirinya menjadi pusing.
" Lisa yang salah, malah aku yang di Omelin ! Lihat aja nanti udah gede kambing hitamkan ayahnya, ayah ga kasih uang jajan ! " Ancam Daren dalam hati untuk anaknya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ππππ
Mampir yuk di karya author lainnya sambil menunggu up.
__ADS_1