Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Kesedihan Daren


__ADS_3

" Sayang...ku mohon jangan tinggalkan aku ! Maafkan aku yang telah membuat kamu begini...! " Ucap Daren sambil menatap wajah wanita pujaannya. Bagaimanapun Tasya pernah menjadi bidadari di dalam hidupnya.


Mobil yang membawa Tasya dan Daren telah sampai di parkiran rumah sakit yang berkelas Internasional yang letaknya tidak terlalu jauh dari komplek perumahan Delia.


Daren langsung membopong tubuh Tasya ke dalam rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.


" Cepat lakukan tindakan untuk istri ku ! " Daren berteriak seperti orang yang tak waras, bahkan dia membuat suasana rumah sakit menjadi sangat heboh akibat banyak keluarga pasien yang berada di IGD melirik ke arahnya. Dirinya menjadi pusat perhatian. Dirinya benar-benar kehilangan jati dirinya sebagai seorang CEO.


Terlihat sekali wajah panik Daren, saat pihak dokter sedang berusaha melakukan tindakan.


" Maaf Tuan...Kami harus melakukan tindakan operasi sekarang juga ! Mohon tanda tangani terlebih dahulu persyaratan administrasi yang di perlukan. Kami akan mempersiapkan terlebih dahulu untuk operasi, dan memastikan stok darah golongan o. Pasien juga sangat membutuhkan transfusi darah, karna pasien banyak mengeluarkan darah. " Jelas dokter yang menangani Tasya.


" Baiklah aku akan mengurusnya secepatnya. Berikan pertolongan pertama dulu, untuk dirinya bertahan ! Lakukan sebaiknya, aku akan membayarnya berapa pun ! " Sahut Daren.


" Aku harus menghubungi Doni agar membawakan aku pakaian. " Gumam Daren karna kondisinya saat ini sangat memalukan, tak menggambarkan dirinya seorang CEO.


Daren langsung menghubungi Doni lewat ponselnya, tak butuh waktu lama Doni langsung mengangkat nya.


" Don, tolong bawakan saya pakaian ganti, dan ambil saja yang di rumah Delia ! Saya akan minta Delia siapkan ! Bawa pakaian itu ke rumah sakit Xxxx yang dekat dengan perumahan Delia. Tasya terjatuh dari tangga rumah Delia, dan saat ini kami sedang di rumah sakit. " Ucap Daren.


" Semoga mati aja wanita ular seperti dia, biar si bos tenang sama Nyonya Delia. " Gumam Doni dalam hati, diam-diam dia memang tak suka dengan sikap Tasya yang sombong.


Setelah menghubungi Doni, Daren langsung menghubungi Delia...


" Ya mas..." Ucap Delia membuka percakapan di telepon.


" Aku minta tolong dengan mu, tolong siapkan pakaian ku untuk beberapa hari ! Doni akan ke rumah mengambilnya. " Ujar Daren.


" Baik mas..Gimana keadaan Tasya ? " Sahut Delia.

__ADS_1


" Kondisinya masih sangat kritis. Tasya akan segera di operasi, dan dia juga harus melakukan transfusi darah karna banyak mengeluarkan darah. "


Tak butuh respon dari Delia, Daren langsung mengakhiri panggilan. Karna dia harus mengurus keperluan Tasya.


πŸ€πŸ€πŸ€


" Halo ma, Daren mau ngabarin Tasya jatuh dari tangga sekarang di rumah sakit keadaan nya kritis. " Ungkap Daren saat menghubungi mama Mila.


" Di rumah sakit mana ? Nanti mama sama papa ke sana. Mama kasih tau papa dulu. "


Mama Mila tak mau bertanya banyak hal tentang apa yang terjadi dengan Tasya, dirinya lebih memilih untuk langsung mendatangi rumah sakit mengintrogasi langsung anaknya.


Doni telah sampai di rumah sakit membawa keperluan Tuannya.


" Ya Tuhan, sangat memalukan sekali seorang CEO bergaya seperti itu. Untungnya aku datang dengan cepat. Terlalu bodoh si jadi orang. " Bukannya merasa iba, Doni justru malah menghujat Tuannya.


Tanpa banyak tanya, Daren langsung membersihkan diri dan berganti pakaian yang layak Setelah itu dirinya langsung mengurus semua administrasi Tasya. Agar Tasya segera di operasi.


πŸ€πŸ€πŸ€


" Pah...si Tasya kecelakaan, ayo kita ke rumah sakit ! " Ucap Mama Mila, saat papa Agung baru sampai rumah.


" Pantas saja tadi papa ke kantor, Daren ga ada sama si Doni. Makanya papa pulang lagi, padahal tadi ada yang mau papa obrolin sama Daren. Kecelakaan di mana si Tasya. " Ujar Papa Agung.


" Mama sih ga tau pasti penyebab nya, soalnya tadi mama ga banyak tanya. Makanya mama pengen kita ke rumah sakit, tanya langsung ke si Daren. " Sahut Mama Mila.


Dan akhirnya mama Mila dan Papa Agung memutuskan untuk segera berangkat ke rumah sakit untuk menemui sang anak. Kini mereka sudah sampai di rumah sakit dan langsung.mencari keberadaan sang anak.


Suasana di rumah sakit penuh dengan ketegangan, sejak tadi Daren mondar mandir di depan ruang operasi merasa tak tenang menunggu operasi Tasya yang sedang berlangsung.

__ADS_1


" Ya Tuhan...ku mohon selamatkan istri ku ! " Ucap Daren lirih. Dirinya merasa menyesal telah melupakan Tasya akhir-akhir ini.


" Daren...." Panggil Mama Mila, membuat Daren menengok.


" Mah...Tasya...Hiks...hiks..." Ucap Daren lirik dan terisak tangis. Daren langsung memeluk sang mama dengan lemah, meluapkan apa yang dia rasakan.


" Sabar...teruslah berdoa ! Jika Tuhan mengizinkan dirinya untuk hidup, pasti Tasya bisa melewati masa kritis nya. " Ucap Mama Mila mencoba menenangkan sang anak.


Memang mama Mila tak menyukai sang menantu kedua nya, dulu dia terpaksa menerima Tasya menjadi istri kedua anaknya karna Tasya sedang mengandung cucu nya. Namun melihat kondisi anak nya sekarang, Mama Mila merasa iba. Dia sangat yakin, saat ini anaknya merasa down.


Di ruang operasi, tim dokter sedang berjuang untuk menyelamatkan nyawa Tasya. Untungnya kepala Tasya tidak pecah, hanya mengalami luka dan benturan keras di sekitar kepala hingga mengalami pendarahan otak sehingga harus melakukan operasi.


Mama Mila memilih untuk diam tak menanyakan tentang kejelasan apa yang terjadi kepada sang anak, karna kondisi sang anak yang sangat mengkhawatirkan.


Setelah melakukan operasi selama kurang lebih dua jam, akhirnya dokter yang melakukan operasi keluar dan segera menemui Daren.


" Maaf apa saya bisa bicara dengan suami pasien ? " Ucap salah satu dokter yang melakukan operasi Tasya.


" Saya Dok..." Ucap Daren.


" Ayo ikut saya ke ruangan, ada yang saya mau bicarakan ! " Ajak Dokter Faisal, dokter yang menangani Tasya.


" Silahkan duduk ! Langsung saja tujuan saya memanggil anda ingin memberi tahu tentang kondisi Nyonya Tasya Kamila ! " Ucap Sang dokter to the point.


" Katakan Dok, apa yang terjadi dengan istri ku ? Bagaimana dengan operasi nya ? " Ucap Daren memburu pertanyaan.


" Saya sudah melakukan sebaik mungkin, memang untuk operasi semuanya berjalan lancar. Namun saat ini pasien belum melewati masa kritis, dia masih mengalami koma. Dan perlu saya beri tahu, jika pasien nanti sadar kembali. Pasien akan mengalami kelumpuhan di anggota tubuhnya. " Ungkap Dokter Faisal.


" Apa ? Istri ku akan lumpuh seluruh tubuh ? " Ucap Daren memastikan.

__ADS_1


" Ya...berdoa saja semoga kelumpuhan itu tak bersifat permanen ! " Sahut Dokter Faisal.


Daren berjalan ke luar ruangan Dokter Faisal dengan berjalan gontai tak semangat, bahkan pandangannya terlihat kosong, dan tak bergairah. Daren sangat yakin, jika Tasya sadar dirinya akan merasa tak terima dengan kondisinya. Tasya harus menikmati hidup selanjutnya yang sangat buruk. Dunia modelling akan pergi menghilang dari dirinya.


__ADS_2