
Daren mulai membuka matanya. Dan melihat sekeliling. Dirinya melihat Doni yang masih memakai seragam kerja sedang tertidur menyender di sofa.
" Brengse* kau Tasya ingin menjebakku kembali ! Sepertinya kamu sudah saatnya merasakan hidup di balik jeruji ! Besok aku akan buat perhitungan padamu ! " Gumam Daren geram.
" Huhft lengket sekali celanaku. Tasya...kau benar-benar buatku sangat marah ! Kenapa Doni tak membawaku ke rumah saja sih, biar aku bisa menyalurkannya pada Delia. Bukankah akan terasa sangat nikmat. " Daren terus saja mengomel mengumpat Tasya. Terlebih saat dia memegang celananya yang sangat lengket.
Daren akhirnya berteriak membangunkan Doni. Dirinya sudah merasa sangat risih dengan celana yang lengket akibat sperm* nya berceceran.
" Ya tuan...maaf saya ketiduran. " Ucap Doni sambil mengucek-ngucek mukanya.
" Cepat urus administrasi ! Saya ingin pulang ! " Titah Daren. Dan akhirnya Doni mengikuti keinginan tuannya.
Doni dan Daren sudah bersiap pulang.
" Don, sepertinya kesabaran aku sudah habis sama Tasya ! Brengse* tuh cewek, benar-benar ga punya harga diri. " Oceh Daren.
Doni pun menjelaskan tentang perkara yang di lakukan Tasya. Bahwa Tasya telah memasukkan obat perangsang dosis tinggi ke tubuh Daren. Hingga Daren merasakan hasrat yang luar biasa bahkan hampir saja mencium dokter yang menangani.
" Tuan itu sadar ga sih jika yang hampir saja Tuan gagahi itu Tasya wanita ular itu ! Jika saya telah sedikit saja, saya yakin Tasya pasti sudah habis sama anda. " Ucap Doni membuat Daren bergedik ngeri.
" Aku tuh seperti sadar ga sadar. Di bilang sadar, saya sadar jika itu Tasya. Bahkan beberapa kali saya sempat memanggil nama Tasya. Tujuan saya bukan karna saya mencintai Tasya dan merasa menikmati. Tapi antara mulut dan pikiran sudah tidak sinkron. Mulut pengen marah sama Tasya, tapi yang saya perbuat justru berbeda. Aaaahh...memang gila tuh wanita. " Ujar Daren
" Don, dua jam lagi jemput saya lagi ! Saya akan bicarakan dulu sama Delia. Saya ingin menyelesaikan semuanya hari ini ! " Perintah Daren sebelum dirinya turun dari mobil.
__ADS_1
Daren melenggang masuk ke dalam rumah, dan langsung mencari keberadaan sang istri. Dan ternyata Delia sedang memasak. Menyiapkan sarapan pagi.
" Del, ada yang ingin mas bicarakan ! Sekarang mas mau mandi dulu ! " Ucap Daren. Daren menghampiri Delia yang berada di dapur.
" Hampir saja kamu celup salah lubang ! Untung ga sampe terjadi, jika tidak tamat sudah riwayat kita ! Kau tak akan pernah bertemu lubang nikmat milik mama Delia. " Ucap Daren saat membersihkan miliknya. Berbicara dengan miliknya, seolah mengerti saja barang itu.
Daren sudah membersihkan seluruh tubuhnya dan memakai pakaian santai. Kemudian dia berteriak memanggil sang istri. Delia mendengar namanya di panggil, langsung menghampiri suaminya.
" Kenapa sih mas, teriak-teriak terus ? Ga sabaran aja ! " Gerutu Delia.
" Maaf, mas ga banyak waktu. Mas ingin cerita sama kamu ! Kemarin sempat terjadi insiden sama mas di kantor. Tasya berusaha menjebak mas dengan memberikan obat perangsang ke dalam minuman mas. Hingga hasrat kelelakian mas memuncak. Dan hampir saja terjadi hubungan terlarang antara mas sama Tasya. Untungnya Doni datang di waktu yang tepat. Dia menyelamatkan mas dan membawa mas ke rumah sakit. Sebenarnya jika mas bisa bicara, mas akan memilih pulang ke rumah menyalurkannya sama kamu. " Ucap Daren tanpa malu. Dan justru malah terkekeh melihat ekspresi istrinya yang mata nya sudah mau keluar.
" Aaahh..itu mah emang mas kepingin kali, kangen sama lubang si Tasya. Doni memang hebat, dia ngertiin aku banget. Masa aku yang harus nanggung akibat perbuatan di Tasya. Enak di kamu itu mah. " Sahut Delia ketus.
" Mas ingin kamu ikut mas ke kantor. Mas akan selesaikan hari ini sama Tasya. Sepertinya sudah saatnya Tasya di jebloskan ke penjara. " Ujar Daren.
" Loh ko aku segala di bawa-bawa sih ? Aku udah males mas di libatkan lagi ! Terserah kalian aja lah ! " Protes Delia
Daren mencoba menjelaskan pada Delia, bahwa tujuannya membawa serta Delia yaitu membuktikan pada Tasya bahwa Delia yang kini di hatinya. Dan dengan perasaan berat akhirnya Delia mengikuti kemauan suaminya untuk memantapkan jalan cerita.
Delia dan Daren bersiap-siap berangkat ke kantor. Menunggu Doni menjemputnya. Daren juga mengundang papa Agung dalam acara itu. Dan papa Agung tentunya mendukung, karna kasus Tasya dan Reynaldi harus segera di serahkan ke polisi.
Daren dan Delia sudah datang lebih dulu. Melihat kedatangan keduanya, membuat jantung Tasya berdegup sangat kencang. Tubuhnya terasa gemetar, dia takut jika Daren akan mengusirnya. Kemana lagi dia akan bertumpu. Dan akhirnya mau tak mau Tasya berniat akan membongkar siapa dirinya, namun dia ingin Daren merahasiakan tentang dirinya. Tasya takut jika harus masuk ke dalam penjara.
__ADS_1
" Don, panggil Tasya sekarang ! " Titah Daren tegas. Daren pikir sudah waktunya dia bersikap tegas kepada Tasya. Karna jika tidak, Tasya akan mempermainkan dirinya lagi.
Aura ketakutan menari di pikiran Tasya. Terlebih kini mata Daren sudah menatapnya tajam. Dan Delia hanya menjadi juri, duduk santai di sofa memperhatikan keduanya. Daren dan Tasya.
" Hei...wanita jala** apa yang kau lakukan pada aku kemarin ! Katakan ! Brengse* kau ! " Daren memaki Tasya.
" Maaf Tuan. Saya hilaf. Saya ingin bicara sesuatu, tapi saya mohon jangan masukkan saya ke penjara ! " Ucap Tasya penuh ketakutan. Tasya melirik sekeliling. Melihat wajah Daren, Doni , dan Delia secara bergantian. Suasana menegangkan menggambarkan situasi saat itu.
" Aku Tasya, Ren. Aku mencintaimu ! Sangat mencintai. Ku mohon Del, lepaskan Daren untuk ku ! " Ucap Tasya dengan berani.
Jeder. Akhirnya Tasya mengungkap sendiri siapa dia sebenarnya.
Daren langsung bangkit menghampiri Tasya dan langsung menampar wajah Tasya dua kali. Sangat keras sampai Tasya terjatuh. Delia dan Doni yang menyaksikan hanya terbengong. Menyaksikan dua insan yang dulu sangat mencintai, sekarang di hadapannya sedang bertengkar
" Dasar wanita tak tau malu ! Tak sadarkah apa yang telah kamu perbuat ? Dasar wanita hina. Kau tak lebih seperti seekor binatang liar di jalan ! Jangan pernah bermimpi aku akan mencintaimu, dan memilih kamu ! Cintaku untukmu sudah mati sejak aku mengetahui kau mengkhianati cintaku ! Dan wanita satu-satunya yang aku cintai hanya Delia, sampai kapan pun ! Aku benar-benar telah salah memilih kamu dulu dan menyakiti Delia. Dan sekarang aku menyesal ! " Cerocos Daren. Hati Tasya merasa sakit atas penghinaan yang di lakukan Daren padanya. Api dendam telah mulai membara.
Tasya berusaha bangkit dan langsung berdiri di dekat Delia duduk.
" Jika aku tak bisa memiliki kamu, maka tak ada satu wanita lain pun yang akan memiliki kamu. Termasuk Delia. " Dengan kemarahan yang berapi-api, Tasya langsung menarik rambut Delia, membawa Delia keluar. Delia berusaha melepaskan, kepalanya sangat sakit.
" Tasya lepaskan ! Jangan sakiti Delia, dia ga salah ! Dasar wanita ular ! " Daren berteriak meminta Tasya melepaskan, namun Tasya tak mempedulikan. Hatinya sudah terasa sakit.
" Tidak akan ! Aku akan melemparkan wanita ini dari tangga ! " Tasya berteriak sambil menarik kasar Delia ke arah tangga darurat. Namun tiba-tiba perutnya terasa sakit hingga dirinya tak fokus.
__ADS_1
" Aaaahhhh....aaahahhh..." Teriak kedua nya. Tasya menginjak ujung anak tangga tanpa sadar hingga dirinya terjungkir, namun Delia yang masih dalam genggamannya akhirnya ikut terjatuh bersamanya. Kedua nya jatuh ke bawah. Berguling menuruni anak tangga.