Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Daffa sakit


__ADS_3

Hari terus berganti, Delia dan Daren sudah kembali ke aktivitas masing-masing. Hubungan mereka semakin membaik, tapi sampai saat ini dirinya belum juga buka puasa. Namun Daren mengerti, justru dirinya harus lebih semangat berjuang hingga akhirnya sang istri bisa membuka hatinya dan mencintai dirinya seperti dirinya kini mencintai Delia.


" Aw...Bubun, atit. Hiks...hiks..." Daffa menangis karna punggung nya terasa sakit seperti keseleo.


Delia mencoba mengelus punggung sang anak. Meredakan rasa sakit yang di rasa sang anak. Tapi rasa sakitnya terus menyerang dan bahkan membuat Daffa jatuh pingsan.


Delia merasa kaget melihat Daffa jatuh pingsan. Tanpa banyak mikir dirinya langsung menggendong tubuh sang anak untuk membawanya ke rumah sakit.


" Pak Ahmad cepat siapkan mobil ! Daffa pingsan, ibu mau bawa Daffa ke rumah sakit ! " Teriak Delia sambil menuruni anak tangga menggendong sang anak.


" Bi, tolong hubungi bapak ! Kasih tau Daffa pingsan dan ibu mau bawa ke rumah sakit Hosana Premier, rumah sakit yang letaknya tak jauh dari perumahan Delia tinggal.


Bi Yati dan Bi Yani tentu saja merasa kaget melihat anak majikannya jatuh pingsan. Dan akhirnya dengan sigap Bi Yati langsung menghubungi Tuannya yang sudah berada di kantor.


Dan baru panggilan kedua Daren mengangkat telpon dari nomor art nya bekerja di rumah.


" Ya Bi ada apa ? " Tanya Daren membuka omongan.


" Maaf Tuan menggangu waktunya. Saya mau ngasih tau Tuan muda jatuh pingsan dan sekarang sedang di bawa Nyonya Delia ke rumah sakit Hosana Premier . " Ujar Bi Yati. Dan tentu saja hal itu membuat Daren merasa shock.


" Don, ayo kita harus segera ke rumah sakit Hosana Premier. Tadi Bi Yati telpon Daffa jatuh pingsan dan sekarang sedang di bawa ke rumah sakit sama Delia.


Daren terlihat sangat panik. Dia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan anaknya. Tak lupa dirinya langsung menghubungi sang mama untuk memberitahu perihal Daffa jatuh pingsan dan sedang di bawa ke rumah sakit oleh Delia.

__ADS_1


Daren terus menggerutu saat dirinya harus merasakan jalanan macet. Dan akhirnya air mata lolos dari pelupuk mata Daren.


" Kamu kenapa nak ? Sabar ya sayang ayah sedang menuju ke rumah sakit, tapi jalanannya macet. Kamu harus kuat ya sayang ! " Ucap Daren lirih. Dirinya terus saja mengumpat jalanan yang macet.


" Sabar tuan, tenang dulu ! jalanan macet banget ! Saya yakin Daffa akan baik-baik saja ! " Doni mencoba menenangkan tuannya, namun bukan nya mengiyakan justru Daren malah membentaknya.


" Kamu bilang aku suruh tenang ? Anak saya itu sedang ada di rumah sakit, jatuh pingsan. Kamu seenaknya bilang sabar dan tenang. Kamu ga ngerti perasaan jadi saya ! " Ucap Daren ketus. Doni mengerti jika tuannya saat ini merasa panik dan ketakutan.


Dan untungnya kini mobil mereka telah terparkir di halaman rumah sakit. Daren langsung turun dan berlari memasuki rumah sakit untuk mencari keberadaan Delia dan juga Daffa.


Mama Mila dan papa Agung juga sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Mendengar kabar dari sang anak tentang cucunya tentu saja membuat mama Mila ingin segera menengok nya.


" Yang, apa yang terjadi dengan Daffa ? " Tanya Daren saat dirinya sampai dan menemui keberadaan istri dan anaknya


" Dokter sedang melakukan pemeriksaan lengkap mas. Aku juga ga mengerti tiba-tiba Daffa mengeluh sakit dan tak lama dirinya jatuh pingsan. Dan aku langsung bawa Daffa ke sini. " Jelas Delia. Bahkan kini Daren melihat istrinya pasti tak sempat lagi berganti pakaian. Hanya memakai kaos rumahan dan celana pendek.


Daffa terlihat sangat pucat sekali, dan bahkan sampai sekarang dirinya belum terbangun dari pingsannya. Tentu saja membuat kedua orangtuanya merasa khawatir dan takut. Air mata terus mengalir deras membasahi wajah Daren dan Delia. Sungguh mereka merasa sangat takut jika sampai buah hati nya pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya. Semua orang tua pasti merasakan hal seperti itu jika mengalami di posisi Delia dan juga Daren.


Serangkaian pemeriksaan harus di lakukan untuk mengetahui penyakit apa yang di derita Daffa.


" Daffa sayang...bangun ! Jangan tinggalkan bunda ! Daffa harus kuat ! " Ucap Delia, dirinya berharap sang anak mendengar ucapannya dan terbangun dari tidurnya.


Kondisi Daffa kritis, kini sudah di pasangkan alat di tubuhnya dan juga selang oksigen. Daffa mengalami koma.

__ADS_1


" Mas, Daffa...hiks...hiks..." Delia tak kuasa lagi menahan kesedihannya. Hatinya begitu sakit harus melihat kenyataan sang anak terbaring lemah tak berdaya dan harus di pasangkan alat di tubuhnya untuk mengetahui kondisi denyut jantung Daffa.


" Bangun nak ! Lebih baik ayah saja yang menanggungnya ! Kamu tak salah nak ! Semua ini memang salah ku ! Biar aku yang menggantikan posisi ku ! " Ucap Daren histeris.


Papa Agung dan Mama Mila untungnya sudah datang, dirinya langsung menenangkan sang anak untuk tidak menyalakan dirinya dan meminta sang anak untuk bersabar. Papa Agung juga berkata jika dirinya yakin Daffa akan sembuh kembali.


Daren terlihat frustasi. Penyesalan terus merajai dirinya kini. Dirinya juga menyalahi dirinya yang tak bisa menjadi ayah yang baik untuk nya.


" Sudah mas, jangan salahkan diri mas ! Daffa sakit bukan karna mas ! Semua sudah kehendak Tuhan. Kita terus berdoa agar Daffa segera pulih ! " Delia mencoba menenangkan sang suami yang terlihat frustasi.


Dan kini mama Mila yang menghampiri sang cucu dan memberi semangat agar bangun kembali. Bahwa di sini ada orang-orang yang sangat menyayangi Daffa. Kedua orang tua dan kakek nenek nya, om Doni pun hadir di sana. Om Doni juga sangat menyayangi Daffa.


Hasil pemeriksaan sudah ada. Daffa harus melakukan transplantasi atau pencangkokan sumsum tulang belakang. Karna Daffa mengalami masalah. Dan ini harus segera di lakukan.


Tentu saja ucapan sang dokter membuat seperti ada petir di siang bolong, menggelegar di hati Daren dan Daffa.


" Lantas apa yang harus kami lakukan untuk menyembuhkan anak kami ? Dan apakah setelah melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang anak kami akan sehat seperti semula ? " Tanya Daren pada dokter yang menangani Daffa.


" Harus secepatnya melakukan pencangkokan. Dan hasilnya kemungkinan besar Daffa akan sehat kembali. Karna sumsum tulang belakang yang di miliki Daffa rusak sehingga daya tahan tubuh menurun hingga Daffa jatuh pingsan. " Jelas Dokter.


Dan tanpa terduga Daren langsung berucap ingin melakukan hal itu demi sang anak. Daren siap melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang.


" Apa Tuan yakin mau melakukan nya ? Siap dengan efek sampingnya ? " Sang dokter memastikan kembali pada Daren.

__ADS_1


" Saya siap dok ! Meskipun sekali pun nyawa saya yang akan menjadi taruhannya ! " Ucap Daren lantang. Dia ingin menjadi seorang ayah yang berjuang untuk anaknya. Membanggakan untuk anaknya.


Daren πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜„πŸ˜


__ADS_2