Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Pembatalan perceraian


__ADS_3

" Tuan ada surat dari pengadilan agama. " Ucap Bi Yati di panggilan telepon.


" Nanti Doni akan ke rumah ambil pakaian saya , bibi tolong sekalian titip ya suratnya ! " Titah Daren kepada Art yang bekerja di rumah Delia.


Daren menghampiri Delia dan memberitahu tentang surat panggilan dari Pengadilan.


" Pokoknya aku ga mau sidang perceraian kita berlanjut ! Aku akan batalkan perceraian kita. Lagi pula sudah ga ada alasan lagi untuk kita berpisah. " Bisik Daren di telinga Delia.


Mungkin Daren bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. Di satu sisi dirinya merasa sedih karna sang istri harus terbaring koma berbulan-bulan. Tapi mungkin Tuhan mempunyai rencana lain untuk pernikahan nya. Jika Delia tak seperti ini, mungkin besok dia akan berperang di pengadilan dengan sang istri. Karna dia tak ingin bercerai. Apapun alasannya.


" Don, jangan lupa kamu ambil pakaian di rumah ! Semua sudah di siapkan Bi Yati. Owh ya jangan lupa, Bi Yati akan menitipkan surat panggilan dari Pengadilan ! " Ucap Daren pada Doni di panggilan telpon.


Doni telah sampai di kediaman Delia. Bi Yati pun sudah menitipkan keperluan Tuannya selama di rumah sakit. Dan kini dirinya tinggal meluncur ke rumah sakit memberikan pada bos nya.


Tap


Tap


Tap

__ADS_1


Derap langkah kaki Doni memenuhi ruangan. Daren terjaga dari tidurnya. Ya Dirinya sempat tertidur pulas sebelum sang asisten datang.


" Kau sudah datang . " Ucap Daren sambil mengucek matanya. Wajahnya terlihat kuyu, dan terdapat garisan hitam di bawa matanya. Terlihat sang pemilik mata kurang sekali tidur.


" Ini pesanan yang tuan minta ! Di dalam nya juga ada surat dari pengadilan. " Sahut Doni kepada tuannya. Daren membuka tas baju yang di bawa oleh Doni, dan mencari keberadaan surat yang dari pengadilan dan membacanya dengan seksama.


" Huhft sungguh menyebalkan ! Aku akan minta pengadilan untuk membatalkan perceraian ini. Lagi pula tak ada alasan yang kuat juga untuk kami berpisah. " Cerocos Daren.


" Kalau menurut saya, lebih baik tuan datang ke persidangan itu. Tuan utarakan apa yang terjadi dengan anda dan juga Nyonya Delia. Saya yakin hakim ketua akan mengabulkan permintaan anda, pembatalan perceraian.


Daren sepaham dengan Doni. Dia akan datang ke persidangan saatnya tiba.


" Lihatlah klien mu masih terbaring tak sadarkan diri sampe saat ini ! Aku yakin dia pun menyetujui kamu untuk melakukan pembatalan gugatan. Aku yakin klien mu akan merasa tak enak padaku, karna selama dirinya terbaring koma. Aku lah yang selalu setia mendampingi dirinya. Lantas apa lagi yang akan menjadi alasan untuk melanjutkan kasus ini ? Berdamai lah sudah dengan ku ! Kau tak pernah takut klien kamu akan di sakiti lagi oleh ku ! " Celoteh Daren kepada pengacara sang istri.


Sang pengacara hanya bisa terdiam hanya bisa sesekali melirik secara bergantian. Ke arah Delia dan juga Daren.


" Baiklah...aku akan ikuti mau mu. Aku sudah tak ada alasan untuk memperpanjang kasus ini. Mungkin saja memang kalian berjodoh, hingga Tuhan masih memberikan kesempatan padamu untuk bersatu. " Sahut sang pengacara. Membuat Daren tersenyum penuh kemenangan. Ya dia telah memenangkan kasus ini, pengacara istrinya berdamai tak akan memperpanjang lagi kasus ini.


" Ayo kita berangkat bersama ke pengadilan, biar hakim pun melihat kedekatan kita ! Jadi sudah tak ada alasan lagi untuk dirinya melanjutkan persidangan ini. Kalau penggugat dan tergugat sudah berdamai. " Ucap Daren sambil terkekeh. Karna akhirnya tak ada penghalang baginya lagi untuk mempertahankan pernikahan nya dengan Delia.

__ADS_1


Sang pengacara memutar bola matanya malas.


" Percaya diri sekali pria ini, padahal dirinya menang tak terhormat. Jika Nyonya Delia tak begini, aku yakin kasus ini masih akan berlanjut. " Ucap Sang pengacara dalam hati. Karna sang penggugat terbaring koma, maka ibarat pertandingan Daren lah yang beruntung dalam hal ini. Tanpa susah payah lagi dia bisa memenangkan pertandingan ini.


" Sayang, aku urus pembatalan perceraian kita dulu ya ! Aku yakin kamu pasti senang kan sayang kita tak jadi bercerai. " Ucap Daren dengan percaya dirinya. Daren memberi kecupan di kening, kedua pipi, dan bibir sang istri sebelum dirinya pergi meninggalkan sang istri.


" Daffa sayang...ayah pergi dulu ya ! Ayah janji ga akan lama ! Daffa jagain bunda dulu ya ! Mah titip Delia dulu ya ! " Ucap Daren sambil berjongkok mensejajarkan dengan sang anak. Dan dirinya berpamitan dengan sang mama. Menitipkan sang istri pada sang mama. Ya mama Mila dan Daffa datang untuk menemani Delia di rumah sakit karna Daren harus mengurus pembatalan perceraian nya ke pengadilan agama.


Daren berjalan keluar dari rumah sakit sang istri dengan penuh semangat. Wajahnya terlihat berseri-seri, senyumnya selalu terbit di bibirnya. Daren merasa senang karna hari ini dirinya akan resmi melakukan pembatalan perceraian. Tak akan ada lagi tuntutan yang memberatkan dirinya. Dirinya akan hidup bahagia bersama sang istri.


Kini Daren, pengacara Delia, pengacara Daren, dan Doni telah sampai di persidangan. Dirinya kini sedang menunggu waktunya dirinya di panggil. Dan kini waktunya dirinya menjalankan persidangan.


" Ya terhormat hakim ketua. Sebelumnya Saya ucapkan terima kasih kepada pihak pengadilan yang memberikan kesempatan pada saya untuk datang di persidangan ini. Namun di sini saya akan bicarakan sedikit. Pihak penggugat saat ini sedang berada di rumah sakit, terbaring koma. Dan selama ini saya selalu setia menjaga dan mengurusnya. Hubungan kami pun juga masih baik, selama ini kami masih hidup di satu atap yang sama. Dan kami masih saling mencintai. Dan tuntutan penggugat saat itu karna dirinya masih merasakan sakit hati karna saya dulu sempat menyakiti hati nya hingga masih sangat membekas di hatinya. Memang saya dulu sempat menikah dengan wanita lain, membagi cinta saya menjadi dua. Untuk penggugat dan juga madu dalam pernikahan kami. Tapi yang harus hakim ketua ketahui. Selama kami menikah, saya selaku tergugat selalu memberikan nafkah kepada penggugat dan bahkan saya memberikan sebuah butik mewah, mobil, rumah mewah untuk dirinya. Saya juga selalu bersikap adil pada penggugat, menjadi suami yang baik. Dan hasil hubungan kami, terlahirlah buah hati kami. Saya mohon pada hakim ketua untuk memutuskan bahwa proses persidangan perceraian ini di batalkan. Atau lebih tepatnya tidak kami lanjut. Saya yakin penggugat akan memaafkan saya dan mau kembali menjalani pernikahan kembali menjadi keluar kecil yang bahagia. " Ungkap Daren pada hakim ketua.


Dan akhirnya menurut pertimbangan berdasarkan bukti dan pernyataan Daren. Akhirnya pihak pengadilan memutuskan proses perceraian ini di batalkan, tidak di lanjut. Daren dan Delia batal bercerai.


Mampir yuk di karya author terbaru, dan beri dukungan nya ya πŸ˜€πŸ˜˜πŸ˜ƒπŸ™


__ADS_1


__ADS_2