
" Ternyata menjadi sekertaris itu sangat menjenuhkan sekali, kerjaan yang satu belum selesai. Daren sudah nyuruh ngerjain tugas lain ! Breng*** kau Daren ! " Gerutu Tasya dalam hati.
Hari ini Perusahaan Agung Jaya Group kedatangan tamu istimewa, yaitu Papa Agung Mama Mila dan juga Daffa. Sedangkan Delia sibuk mengurus butiknya.
Meskipun Daren dan Delia tinggal satu atap, namun hubungan komunikasi mereka masih belum berjalan lancar. Delia masih bersikap dingin. Delia selalu menolak jika Daren berusaha mendekati dirinya. Bahkan berkali-kali Delia mengancam menggugat cerai.
" Ternyata itu anak dari wanita siala* itu ! Wajahnya mirip Daren sekali ! Aku akan merebut Daren kembali ! " Ucap Tasya geram.
Saat melintas di meja Tasya, Mama Mila sempat berhenti dan memicingkan mata nya ke arah Tasya.
" Kamu siapa ? Di mana Dewi ? " Tanya Mama Mila saat tak melihat keberadaan Dewi.
Tasya bangkit dari tempat duduk nya dan memperkenalkan dirinya. Dirinya mengatakan bahwa dirinya adalah sekertaris baru di perusahaan Agung Jaya Group menggantikan posisi Dewi.
" Besok-besok jangan pakai pakaian sexy seperti itu ! Ingat ini kantor bukan untuk bergaya ! Jangan pernah bermimpi untuk menggoda anak ku ya ! Dia sudah mempunyai istri dan anak, dan lagi pula dia ga akan pernah tergoda dengan mu ! " Ucap Mama Mila ketus. Mama Mila langsung pergi meninggalkan meja Tasya dan meninggalkan Tasya yang sedang menggerutu merasa tak terima di perlakukan seperti itu.
" Dasar nenek lampir, selalu saja membuat ku kesal ! Kita lihat saja nanti, apa anak mu ga akan pernah tergoda dengan ku ! Rasanya sungguh menyebalkan, lagi-lagi nenek lampir ini yang menjadi penghalang ku ! " Umpat Tasya.
Sedangkan di dalam ruangan, Mama Mila lagi mengoceh kepada sang anak tentang sekertaris baru sang anak. Mama Mila tak menyukai penampilan Tasya yang kesannya sebagai wanita penggoda.
__ADS_1
" Mama ini ngerendahin aku banget sih ! Ga ada di kartu Daren tergoda sama pegawai sendiri ! Lagi pula sekarang udah insyaf mah, Daren udah ga mau macem-macem lagi. Mama kan tau Daren lagi memperjuangkan cinta Delia. Daren udah cape mah main cinta, Daren hanya ingin satu cinta di hidup Daren. Hanya Delia yang Daren cinta. " Tukas Daren.
" Kita lihat saja apa ucapan kamu terbukti ! Dulu aja kamu sama Tasya lihatnya dari penampilan luar. Tau-tau nya dalam nya iblis ! " Sahut Mama Mila.
" Ya makanya mah, pengalaman dulu akan Daren jadikan pelajaran ! Lagi pula untuk apa lagi Daren mencari wanita lain, toh semua sudah Delia miliki. Sekarang yang terpenting kebahagiaan Daffa mah. " Ujar Daren merasa tak terima.
\=\=\=\=\=
Hari terus berganti. Tasya semakin kerepotan dengan tugas-tugas nya sebagai sekertaris. Karna memang tak ada basic nya Tasya sebagai sekertaris. Dan hari ini Daren terpaksa meminta bantuan pada Delia untuk mengajari Tasya karna Daren sudah merasa geram dengan cara kerja Tasya yang di anggap Daren bodoh. Demi perusahaan ayah mertua, Delia rela menyetujui permintaan Daren.
Delia kini sudah berada di perusahaan Agung Jaya Group. Berbeda saat hanya berdua, saat sedang di hadapan karyawan-karyawan Delia hanya bersikap pasrah saat sang suami bersikap mesra.
Kini mereka bertiga sudah berada di dalam ruangan yang sama. Dengan sabar Delia memberi pengarahan dan pelajaran dengan Tasya. Namun hal yang membuat Tasya geram adalah tangan jahil Daren selalu tak bisa diam, bahkan Daren merasa puas karna ini adalah kesempatan baginya untuk bersikap manja pada sang istri.
" Mas... kondisikan tangan mu dulu ! Ga enak ada Claudia, aku kan lagi ngajarin dia ! " Namun bukan nya mendengar ucapan sang istri, justru kelakuan Daren semakin menjadi. Karna kapan lagi dirinya bisa menyentuh sang istri. Bagi Daren jika sedang di rumah Delia menjadi binatang liar yang sulit di jinakkan.
" Oh ya Claudia, besok-besok kamu jangan pakai pakaian yang terlalu sexy. Karna bagiku kepintaran itu lebih penting ! Dan jangan berpikir aku akan tergoda dengan penampilan mu, karna bagiku wanita terseksi dan tercantik itu hanya istriku Delia Saputri bunda dari Daffa anakku. Dan asal kau tau wanita yang ada di hadapan mu itu mantan sekretaris ku dulu, dia sangat pintar bahkan berkat dia kamu sering memenangkan tender. Semua itu bukan karna dia dulu berpakaian sexy hingga klien tertarik, tapi karna kepintaran dan kecantikan alami nya semua terpanah termasuk aku. " Ungkap Daren membuat Tasya sangat panas.
" Setelah kau membuat aku merasa panas melihat kemesraan mu, sekarang kau memuji wanita siala* itu di hadapan ku ! " Gumam Tasya dalam hati.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Hari yang di nanti Tasya melancarkan aksinya, dia mencoba untuk mendekati Daren. Meskipun tak menggunakan pakaian sexy lagi, namun tetap memperlihatkan lekuk tubuhnya. Bahkan karyawan di sana sudah merasa tak suka, dengan Tasya. Bukan hanya sombong, tapi mereka sangat tahu jika Tasya ingin sekali menggoda bos nya itu.
Seperti pada pagi ini, Tasya masuk ke ruangan Daren membawakan secangkir teh yang biasa di lakukan seorang OB.
" Permisi Tuan, saya membawakan teh hangat untuk tuan ! " Ucap saat masuk ke ruangan Daren.
" Letakkan saja di meja ku ! " Sahut Daren yang masih berkutat dengan laporan tanpa sedikitpun menoleh ke arah Tasya.
" Siala* menengok pun dia tidak ke pada ku ! Berani sekali kau menolak ku ! Aku lihat setelah ini apa kamu masih bisa menolak ku ! "
Tasya berjalan menghampiri Daren dan dengan beraninya Tasya menarik kerah Daren kini mata mereka saling menatap.
" Aku mencintaimu ! " Sahut Tasya sambil mendekati bibirnya dengan dengan Daren. Namun di luar dugaannya, bukan nya Daren terhanyut justru malah mendorong tubuh Tasya kasar hingga Tasya terjatuh ke lantai.
Daren bangkit dari kursi kebesarannya dan memberikan tatapan tajam kepada Tasya.
" Siapa kau sebenarnya ? Sejak awal aku menaruh curiga padamu ! Berani-beraninya kau ingin menciumku ? Kau pikir aku akan tergoda dengan rayuan mu ? Kau salah besar, aku tak akan pernah tergoda oleh mu. Aku tak akan menyia-nyiakan kepercayaan istri ku demi seorang sampah seperti mu ! Pergi kau dari sini aku tak ingin melihat wajah mu lagi, mulai dari ini ku pecat kau jadi sekertaris ku ! Aku tak butuh sekertaris penggoda seperti mu ! Karna semua sudah aku dapatkan dari istri ku ! Camkan itu ! " Ucap Daren geram.
__ADS_1
Namun bukan namanya Tasya jika mengakui kekalahan. Dirinya justru membuat sebuah drama bersimpuh di kaki Daren agar dirinya tak di pecat dengan alasan dirinya sangat membutuhkan pekerjaan itu karna harus membiayai keluarganya di kampung membuat Daren akhirnya memberikan kesempatan Kemabli kepada Tasya untuk bekerja.
Beri dukungan ya ! Meskipun author masih sakit, author belain crazy up biar cerita ini segera selesai sampai penghujung tahun ini...