Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Mengelak


__ADS_3

Brak


Daren membuka pintu ruang rawat Tasya kasar.


" Sayang...kenapa kamu membuka pintu kamar dengan kasar ? Pasti kamu sudah ga sabar ya ingin bertemu dengan ku ? Kamu tau ga, Aku sampai kaget. " Ucap Tasya lembut menutupi rasa ketakutan, padahal kini dirinya sedang merasa takut yang luar biasa, bahkan tangan nya terasa dingin dan gemetar.


Tasya mencoba menetralkan perasaannya dan perlahan mendekati Daren. Bukan namanya Tasya jika tak pintar berakting.


Tasya mengelus pipi Daren dengan lembut, memberikan stimulasi agar pria di hadapannya mereda marahnya. Tasya sangat tahu jika suaminya kini dalam keadaan marah besar terlihat dari matanya yang sudah memerah dan rahangnya mengeras.


" Aku ingin lihat seberapa tegasnya Daren menyelesaikannya dengan Tasya ! Aku ingin lihat apa dia mempercayai aku atau wanita ular itu ! " Gumam Doni dalam hati, bahkan kini Doni pun ikut menatap Tasya tajam.


Suasana terasa tegang, hanya ada kemarahan, rasa tegang, dan ketakutan yang mencekam menyelimuti ruangan dingin yang terasa sangat panas.


" Cukup Tasya, hentikan ! Aku sudah tau kelakuan bejad mu di belakang ku ! Aku tak menyangka waktu kebersamaan kita hampir 3 tahun lama nya, bagimu semua tak ada artinya ! Bahkan kamu tak pernah melihat betapa aku memperjuangkan cinta kita sampai-sampai aku menyakiti Delia ! " Ucap Daren geram.


Tasya menghilangkan rasa gengsi nya sesaat, demi keberhasilan acting nya. Tasya berlutut di kaki Daren dengan air mata yang mengalir deras meminta rasa iba dari pria di hadapannya.


" Sayang...mengapa kamu tega bicara itu padaku ? Aku ga percaya kamu menuduh ku seperti ini padaku ? Apa kesetiaan ku selama ini tak ada artinya bagiku ? Bagaimana mungkin aku melakukan kelakuan sekeji itu pada mu ? Aku sangat mencintaimu, kalau aku tak mencintaimu mungkin sejak lama aku meninggalkan mu ! Karna rasa cintaku yang besar padamu, aku rela mendapatkan caci maki dari keluarga mu dan bahkan cintamu padaku pun harus terbagi aku rela. Dan saat dirimu menjadikan aku istri kedua mu, aku rela menerimanya. Ku mohon jangan buat aku sedih dengan tuduhanmu ! " Ucap Tasya memohon iba pada Daren.


" Dasar wanita ular, bisa-bisanya dia berakting di hadapan Daren ! Aku yakin jika seperti itu, pasti Daren akan tergoyahkan lagi hatinya ! " Gumam Doni dalam hati.


" Tuan...sadarlah ! Semua itu hanya acting nya saja kepada anda ! Jika dia masih mengelak, anda masih bisa mencari bukti konkrit yang bisa menendang nya dari hidup mu ! " Ucap Doni geram. Doni sudah merasa sangat geram dengan sikap Tuannya yang tak pernah tegas pada Tasya. Ya... lagi-lagi gagal.


" Lalu siapa pria yang tadi datang menghampirimu di ruangan ini ? " Ucap Daren sambil memandang Tasya mengintimidasi layaknya polisi bertanya pada terdakwa.


" Maksud mu siapa ? Kurir yang mengantarkan paket dari temanku sesama model ? " Tanya Tasya berpura-pura, dan untungnya Dion datang menenteng sebuah kantung yang berisi cemilan kesukaan Tasya.

__ADS_1


" Mungkin...aku hanya lihat dirinya di cctv rumah sakit. Namun sayangnya dia memakai kaca mata dan juga Hoodie yang menutupi dirinya, hingga aku tak bisa melihatnya jelas ! " Sahut Daren.


" Ternyata keberuntungan masih berpihak padaku ! " Tasya tertawa puas dalam hati karna bisa melabuhi suaminya, bahkan hingga berkali-kali.


Doni hanya bisa menarik nafas panjang, saat melihat kemarahan Daren yang mereda. Sayangnya Tasya masih berada di rumah sakit, hingga orang suruhannya belum memiliki titik terang. Namun gerak gerik Tasya akan selalu di ikuti. Doni menunggu saatnya Tasya beraktivitas kembali. Dia sangat yakin jika suatu saat dia akan bisa mendapatkan bukti konkrit.


" Baiklah...saat ini aku percaya padamu ! Maaf tadi aku emosi padamu ! Gimana keadaan mu sekarang ? Doni bilang kamu besok sudah boleh pulang ? Besok Doni akan mengurus kepulangan mu. " Ucap Daren sambil menduduki bokongnya di sofa di ikuti Tasya.


Doni memilih untuk berdiri, dirinya sudah merasa muak melihat kemesraan lagi bos nya itu.


Tasya bergelayut manja dengan Daren sambil mengelus pipi Daren. Tasya mendekatkan bibirnya dengan bibir Daren, dia yakin dengan cara mesra Daren akan jatuh kembali padanya.


" Sayang...ku mohon jangan lakukan ! Ga enak ada Doni ! " Ucap Daren sambil menghindari serangan dari Tasya, membuat Tasya merasa sangat kesal dengan penolakan Daren.


" Sia*** ! Semua ini gara-gara pria sia*** itu ! Sepertinya aku harus lebih berhati-hati dengan nya, pasti dia akan terus berusaha mencari titik kelemahan ku ! " Ucap Tasya dalam hati.


Selama perjalanan tak ada sepatah kata pun terlontar dari bibir mereka. Semua sibuk dengan pemikiran masing-masing.


" Lihat saja, aku akan pasti bisa membongkar kebusukan mu ! Apa sebaiknya aku mengadu saja hal ini pada Nyonya Mila dan Tuan Agung. Rasanya aku sudah sangat geram. " Ujar Doni dalam hati.


" Don, besok kamu urus masalah kepulangan Tasya ! Dan antar dia ke apartemen ! " Ucap Daren membuyarkan lamunan Doni.


" Baik, Tuan. " Jawab Doni singkat.


" Gimana tentang pencarian Delia ? Apa kamu sudah menemukan nya ? " Tanya Daren membuka omongan.


" Belum Tuan. " Sahut Doni singkat, dan Daren hanya ber o ria.

__ADS_1


" Walau aku sudah menemukan nya, aku ga akan pernah memberitahukan padamu ! Aku akan tunggu sampai kau benar-benar terlepas dari wanita ular dulu ! Aku ga rela jika wanita sebaik nyonya Delia, harus di permainkan olehmu ! Biar kamu menyesal ! " Gumam Doni dalam hati.


Mobil yang membawa Daren telah sampai di halaman parkir rumah orangtuanya. Daren berjalan memasuki rumah, sedang Doni kembali melajukan kembali mobilnya ke apartemen tempat dirinya tinggal.


" Dari mana aja kamu ? " Ucap Mama Mila membuat Daren kaget.


" Mama...ngagetin aja sih ! Untung Daren ga jantungan ! " Sahut Daren.


" Mama kan da bilang, kamu itu harus banyak istirahat ! Eh mama Meleng kamu malah kelayapan ! " Ujar Mama Mila.


" Mah...Daren tuh udah besar, masih aja di anggap seperti anak kecil ! " Sungut Daren kesal.


" Umur boleh tua, tapi kelakuan sama otak ga beda jauh sama bocah yang belum ngerti apa-apa. " Sahut Mama Mila membuat Daren mengerut merasa tak terima.


" Udah ah Daren mau masuk ! Malas ngomong sama mama, ujung-ujungnya pasti ceramah ! " Ucap Daren dan mencoba berlalu dari sang mama.


" Anak susah di bilangin ! Di kasih tau, eh malah di bilang mama nya ceramah. Biarin aja kalau ga nurut nanti menyesal sendiri ! " Cerocos mama Mila saat Daren memilih menaiki anak tangga.


" Aaaahhh...lelah banget hidup kaya gini ! Punya istri dua, seperti masih bujangan ! Apa kabarnya kamu, sudah lama tak di asah ! " Ujar Daren sambil membaringkan tubuhnya di ranjang dan mengelus barang kebanggaan nya yang sudah cukup lama tak di asah.


Terus berikan dukungan buat author ya πŸŒ·πŸ˜πŸ˜˜πŸ€—πŸ˜ƒπŸ˜„


Mampir yuk di karya author lainnyaπŸ™πŸ™



__ADS_1


__ADS_2