
" Sayang...kita belum mempersiapkan semua keperluan Dede. Kapan kamu akan mulai membelinya ? " Tanya Daren sambil mengelus rambut istri nya.
" Eeeeemmm..." Hanya itu yang terucap bibir Delia. Setelah itu tak ada lagi sahutan dari istrinya.
Daren tersenyum kala melihat sang istri ternyata sudah memejamkan matanya di dalam pelukannya.
" Kamu sangat menggemaskan, aku beruntung memilikimu. Terima kasih sayang...I Love You ! " Ucap Daren dan melabuhkan kecupan di pucuk kepala istrinya. Dan melihat istrinya sudah ke alam mimpi, Daren pun akhirnya mengikuti jejak istrinya.
Delia bangun lebih dulu, dan dia langsung memilih untuk mandi membersihkan sisa-sisa percintaan semalam.
" Mas Daren...tidur nya pules banget. Gaya tidurnya bikin aku gemes. " Ujar Delia yang melirik ke arah suaminya yang masih tertidur pulas.
Setelah menyiapkan pakaian untuk sang suami, Delia turun untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Daren mengerjapkan matanya, dan tak melihat keberadaan istri nya.
" Aku harus segera bangun dan mandi ! " Gumam Daren dan akhirnya langsung bangkit dan mandi. Karna saat melihat jam, jam sudah menunjukkan pukul 06.40.
" Mas Daren kemana ya ? " Tanya Delia dalam hati yang tak menemukan keberadaan suaminya di dalam kamar saat dirinya masuk ke dalam kamar.
Selang beberapa menit kemudian, Daren keluar hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggang yang menunjukkan tubuh kekar dirinya. Tentu saja membuat Delia menelan Saliva nya dan menundukkan kepalanya. Melihat sang istri seperti itu, tentu saja membuat dirinya tersenyum.
Daren merangkul tubuh istrinya dan posisi mereka kini sangat dekat.
" Kenapa malu ? Sexy ya tubuh suamimu ? Gimana kalau kita olahraga pagi ? Mumpung milik ku sudah turn on ! " Bisik Daren sambil mengarahkan tangan istrinya menyentuh soulmatenya. Dia sudah melemparkan handuknya ke sembarang tempat.
" Aaaaahhh..." Saat Daren berhasil mengarahkan tangan sang istri, dan sang istri memainkan nya.
Delia langsung melepaskan tangannya. Dia tak ingin membuat suaminya menggila hingga akhirnya menerkam dirinya.
Melihat sang istri berniat menghindar. Tentu saja Daren melakukan gerak cepat. Daren langsung mengangkat tubuh istrinya dan meletakkan di ranjang. Menaikkan daster yang di kenakan istrinya hingga ke atas yang memperlihatkan dua bukit kembar milik istrinya yang sangat menantang.
" Mas, nanti mas bisa terlambat Lo ! Tadi malam kan sudah ! " Ujar Delia yang masih sadar. Namun hasratnya suaminya sudah memuncak hingga sudah tak peduli dengan ucapan istrinya itu. Dia tak peduli akan datang terlambat, yang terpenting kesejahteraan soulmate nya terjamin.
__ADS_1
"Mas...." Suara Delia sudah terasa berat. Daren memang paling pandai membuat sang istri terlena.
" Nikmati saja sayang ! " Sahut Daren sambil tangannya bermain di lubang kenikmatan milik istrinya.
" Aaahhh..." Akhirnya Desauan terucap dari bibir Delia. Pagi ini Daren tak terlalu lama melakukan foreplay. Daren langsung menerobos memasukkan soulmate nya ke dalam lubang yang selalu menjadi candu baginya.
" Emmmmpptt...aahhhh..."
Daren langsung memompa sang istri dengan penuh semangat. Tak ada kata lelah jika berhubungan dengan olahraga ranjang. Dan rasanya dia tak pernah merasa puas untuk tidak melakukan nya. Baginya, semua yang di miliki istrinya sungguh menggoda.
" Sayang...aahhhh.." Ternyata Daren mencapai pelepasan lebih dulu. Namun dirinya tak terhenti begitu saja karna miliknya ternyata masih mengeras, dan dia masih merasa enak. Terlebih sang istri masih belum mencapai titik kli*maks.
Hingga akhirnya Delia mengerang mencapai pelepasan. Bukan hanya Delia, Ternyata Daren mendapatkan pelepasan yang kedua kalinya.
" Tuh kan mas, jadi harus mandi lagi ! Tambah telat deh masuknya ! " Gerutu Delia.
" Tenang aja, hari ini mas ga masuk kerja. Kita belanja keperluan si dede aja. Mas akan menghubungi Doni " Ujar Daren dan Delia menganggukkan kepalanya.
" Jangan seneng dulu tapi, semua ada imbalan nya !" Ujar Daren membuat sang istri mengerutkan keningnya.
" Huh...dasar ga mau rugi ! Buat kepentingan anak aja , harus ada syaratnya segala ! " Gerutu Delia yang merasa kesal. Bagaimana tidak tubuhnya kini masih terasa remuk akibat percintaan semalam di tambah yang baru tadi.
Daren langsung membawa sang istri dalam dekapannya. Dia ingin seharian ini bisa memeluk tubuh istrinya yang selalu jadi candunya.
" Kalau kita gelud terus, lantas kapan kita perginya ?" Tanya Delia yang merasa kesal.
" Ingat sebelum pergi main 1x, setelah pulang 1x, dan Malam 1x ! " Ujar Daren sambil nyengir.
Tentu saja hal itu membuat Delia merasa tak terima, masa iya harus melakukan seperti minum obat. Berbeda hal nya dengan Daren yang justru terkekeh menggoda istrinya.
Delia langsung mandi, membersihkan tubuhnya kembali dan Daren langsung mencari keberadaan ponselnya untuk menghubungi Doni.
" Ya Tuan. " Sahut Doni memulai pembicaraan di telepon.
__ADS_1
" Hari ini saya ga ke kantor, karna harus menjenguk bayi dalam kandungan anak saya ! Kamu urus semuanya ! Dan ingat kamu boleh menghubungi saya jika untuk urusan yang benar-benar penting jika tidak lebih baik jangan ! " Ujar Daren membuat Doni mencibirnya. Urusan menjenguk aja segala di omong dengan bangganya, dan sampai ga masuk kerja segala.
Sesuai janjinya, tepat pukul 10.00 pagi mereka telah siap untuk berangkat ke mall yang letaknya lumayan jauh dari rumah mereka.
" Pokoknya kamu bebas memilih apapun yang kamu inginkan ! " Ujar Daren sambil terus melajukan kendaraannya.
" Mas, nanti Dede kamarnya di mana ? " Tanya Delia sambil menatap ke arah suaminya.
Rencananya Daren akan menyekat kamar kedua anaknya. Membagi menjadi dua bagian. Terlebih kamar Daffa saat ini sangat besar.
Kini mereka telah sampai di mall yang di tuju. Daren menggandeng tangan sang istri dengan mesra memasuki mall. Tujuannya langsung terfokus mencari counter yang menjual perlengkapan baby. Semua yang di jual di sini adalah barang branded.
" Mas lucu ga bajunya ? " Tanya Delia sambil menunjukkan baju lucu berwarna pink kepada suaminya.
" Iya lucu. Mas juga mau ikut pilih buat keperluan Dede. " Sahut Daren dan Delia mengangguk saja.
Berhubungan mereka sudah tau dan yakin dengan USG yang tak salah, semua perlengkapan untuk baby nya berwarna pink. Daren ikut antusias memilih untuk keperluan sang anak.
" Coba cek semuanya ! Ada lagi ga yang kurang yang masih ingin kamu beli ? " Tanya Daren pada sang istri.
Delia mencoba List apa saja yang dia sudah beli dengan mencocokkan yang ada di tulisannya.
" Sudah mas...nanti kalau ada yang kurang, gampang tinggal menyusul. " Sahut Delia.
Daren meminta pihak counter untuk mengirim semuanya ke rumah karna dia tak ingin terganggu dengan barang bawaan.
" Ayo kita makan dulu ! Kamu mau makan apa ? " Ucap Daren pada istrinya.
" Makan apa ya, bingung ? " Ucap Delia sambil mencoba berpikir.
Daren berharap sang istri tidak menginginkan yang aneh-aneh lagi. Dan dirinya baru bisa bernafas lega saat sang istri sudah memutuskan untuk memakan hok*Ben. Setelah selesai makan, mereka kembali pulang ke rumah. Untungnya sudah tak ada drama mengidam.
Sambil menunggu up mampir yuk di karya author lainnya
__ADS_1