Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Sebuah perjanjian yang menyakitkan


__ADS_3

Tasya berjalan setapak demi setapak menyelusuri jalan hingga akhirnya dirinya sampai di apartemen Dion. Ternyata Dion telah sampai lebih dulu dan tak menemukan Tasya. Dion pikir setelah perlakuan dirinya tadi, Tasya tak akan kembali ke apartemen miliknya.


Seru deru langkah Tasya membuat Dion menghentikan permainan di ponselnya.


" Ternyata kau pulang juga ke sini ? Aku kira kau tak akan kembali lagi ! Ups...aku lupa jika kamu kini bukan nyonya Daren lagi, bahkan untuk hidup pun kau bergantung padaku." Ejek Dion membuat Tasya mengepalkan tangannya. Namun Tasya berusaha menahan diri agar bersabar.


" Maaf jika aku merepotkan mu, karna yang di katakan mu itu benar, hanya kamu yang aku miliki. " Ucap Tasya mengiba. Sedang Dion justru malah tersenyum puas. Dia tak menyangka seorang wanita sombong seperti Tasya bisa juga mengiba.


" Boleh saja...tapi semuanya tak gratis ! Kalau kau masih ingin tinggal di sini, kau harus menandatangani surat perjanjian padaku. Sebelum aku menikah dengan Riyanti, kau harus siap untuk memuaskan ku kapan pun aku mau. Dalam hal ini aku sudah sering melakukan nya dengan mu, aku tak akan ragu lagi dalam hal ini. Tapi yang terpenting yaitu saat aku menikah nanti, kamu harus bekerja layaknya seorang pembantu di apartemen ku ! Itu juga kalau kau mau, aku tak memaksanya ! " Jelas Dion sambil menyilangkan kaki.


" Jadi ini balasan padaku ? Setelah pengorbanan yang aku berikan padamu ? Apa kau tak ingat saat aku masih menjadi kekasih dan istri Daren. Kau pun ikut merasakan harta Daren. Aku benar-benar menyesal telah memperjuangkan mu dan menyakiti Daren. Padahal Daren lebih segalanya dari mu ! " Sahut Tasya membuat Dion tersulut emosi. Dion bangkit dari tempat duduk dan langsung mencengkram rahang Tasya hingga Tasya meringis kesakitan.


" Lepasin ! Kau gila Dion ! Aku menyesal telah mencintaimu !" Teriak Tasya di hadapan wajah Dion.


" Ya benar mungkin aku sudah gila ! Semua ini karna mu, kau yang membuatku seperti ini ! Kamu akan terima pembalasan rasa sakit ku ! Apa kau tak ingat betapa sombongnya kau dulu ! Menjadikan ku kedua demi pria itu ! Karna aku tak kaya ? Karna aku hanya seorang pegawai biasa ? Karna kau malu memiliki suami kalangan biasa saat kau jadi model ? Karna ku tak bisa mencukupi semua kebutuhan mu ? Hingga akhirnya kau tak menghargai ku. Bahkan aku tak pernah bisa menuntut mu untuk selalu ada di hidupku, dan dengan terpaksa aku harus membagi tubuhmu untuk pria lain ? Aku benar-benar tak ada harganya bagimu ! " Teriak Dion tepat di wajah Tasya membuat Tasya ketakutan. Bahkan kini air mata Tasya terus mengalir saat bayangan apa yang dia perbuat dulu pada Dion, dan apa yang di katakan Dion memang benar.

__ADS_1


" Maaf...maaf aku telah menggoreskan luka di hatimu ! Tapi asal kamu tau, aku sangat mencintaimu ! Aku siap menerima mu apa adanya ! Aku janji tak akan lagi menuntut mu macam-macam, aku akan berusaha menjadi istri mu yang baik ! " Ucap Tasya memohon.


" Telat ! Semua telah menjadi bubur ! Gelas yang sudah retak tak akan kembali bagus lagi, meskipun di lem sekalipun tetap akan cacat ! Aku kini sudah memiliki wanita yang tulus mencintai ku dan mau menerima keadaan ku apa adanya ! Aku tak ingin menyakitinya ! Hubungan kita berakhir sampai di sini ! " Ucap Dion tegas.


Tasya mencoba bersujud memohon agar Dion bisa menerima nya kembali, namun sayangnya Dion lebih memilih Riyanti. Dion sudah menutup rapat-rapat pintu hatinya untuk Tasya. Terlebih Tasya telah mengidap kanker Serviks, dan tak akan pernah bisa lagi memberikan dirinya keturunan.


" Sekarang kau tidak pilih, pergi dari sini atau kau mau mengikuti permintaan ku ! Tapi ingat jangan pernah berharap lagi aku akan bermain dengan cinta ! Dan ingat kau harus melayani aku dan Riyanti dengan baik ! Ingat Riyanti sebentar lagi akan menjadi nyonya di apartemen ini, sebentar lagi aku akan menikah dengan Riyanti. Ingat jangan berbuat macam-macam yang membuat hubungan kami berantakan. Jangan pernah membongkar rahasia kita berdua kepadanya, jika kau masih ingin tinggal di sini dan mendapatkan gaji dari ku ! " Jelas Dion.


Sungguh pilihan yang sangat berat, bagaimana tidak. Apa dirinya akan sanggup melihat orang yang dia cintai bermesraan di hadapannya. Karma memang berlaku di dunia ini. Apa yang dia lakukan dulu kepada Delia saat bersama Daren, kini dirinya mendapatkan yang setimpal dari perlakuan Dion dan Tasya sangat takut jika Riyanti nanti memperlakukan dirinya seperti yang dia lakukan pada Delia.


" Hahahaha... sungguh malang nasibmu Tasya ! Lantas kenapa tadi kau bergaya seperti seorang gembel ? Jujur aku tadi sempat kaget saat dirimu menghampiri ku, aku pikir gembel dari mana ? " Tukas Dion membuat wajah Tasya memerah menahan penghinaan Dion. Dia tak pernah menyangka jika Dion akan berbuat ini padanya.


" Aku akan siapkan surat perjanjian dengan mu ! Aku peringatkan lagi, jangan pernah kamu cemburu dengan Riyanti ! Karna Riyanti kini adalah kekasihku, dan sebentar lagi akan menjadi istri ku ! " Dion memperingati Tasya, dan akhirnya Tasya mengiyakan apa yang Dion ucapkan.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Hari terus berganti, Tasya terus menjalani tugasnya. Dion benar-benar menganggap nya sebagai seorang jala** yang tak ada artinya. Setelah memakai nya, Dion langsung menghempaskan Tasya begitu saja. Tapi Tasya bisa apa ? Karna dirinya sudah menandatangani surat perjanjian yang begitu menyakitkan. Dan mau tak mau dia harus terima.


Bahkan Tasya benar-benar di anggap seperti seorang pembantu saat Riyanti datang ke apartemen milik Dion. Tasya juga harus menahan rasa sakit hatinya dan rasa cemburunya saat Dion bercumbu mesra dengan Riyanti tanpa hati.


" Aaaahhh...kenapa aku harus merasakan apa yang aku perbuat dulu pada Delia ? Apa ini sebuah karma yang harus aku terima dari perbuatan ku dulu padanya ? Tapi aku bisa apa ? Aku harus bertahan ! " Ucap Tasya lirih dalam hati.


" Sa...Tasya... ! " Teriak Dion memanggil Tasya, sambil tangan nya saat itu merangkul Riyanti.


" Iya Tuan ada apa ? " Tasya berlari menghampiri Dion dan juga Riyanti.


" Tolong siapkan makanan yang enak untuk kami ! Setelah kami selesai bercinta, makanan itu harus sudah tertata rapi di meja makan ! " Ucap Dion ketus.


" Ya Tuhan...ternyata di perlakukan seperti ini rasanya begitu menyakitkan ! Tega nya dia bermesraan di hadapan ku ! Bahkan begitu lantangnya dia berkata ingin bercinta dengan wanita itu kepadaku ! Lantas bagaimana aku membuatkan mereka makanan, memasak pun aku tak bisa ! Hiks...hiks..." Tasya terisak tangis merasakan nafas yang terasa sangat sesak.


Jangan lupa dukungan nya ya ! πŸ˜ƒπŸ˜˜πŸ˜πŸ™πŸŒ·β€οΈ

__ADS_1


__ADS_2