
Hari terus berlalu namun kondisi Daren persis seperti orang gila. Otaknya tak bisa lagi berpikir jernih. Bahkan untuk berkomunikasi pun sudah tak bisa. Hari-harinya selalu menjadi orang yang pemurung tak ada keinginan untuk hidup.
Bagaimana dengan kedua orangtuanya ? Tentu saja merasa sangat sedih, terlebih yang di rasa sang mama. Dia tak menyangka penyesalan yang di rasa anaknya membuat sang anak tak waras.
" Pah, kita harus gimana ? Mama ga tega melihat terus menerus Daren hidup dalam penyesalan yang luar biasa. Hiks..Hiks. " Ucap Mama Mila yang kini terisak tangis. Pastinya hal ini akan terjadi saat sang ibu melihat keadaan sang anak semata wayangnya yang berakhir tragis.
" Kalau menurut papa sih, lebih baik Daren kita masukkan saja ke rumah sakit jiwa. Agar Daren mendapatkan perawatan khusus dan cepat segera sembuh. Karna jika kita mengulur waktu terus, papa yakin kondisi psikis kejiwaan Daren semakin memburuk. Terlebih sampai saat ini kita masih belum bisa menemukan Delia di mana berada. " Jelas papa Agung dengan bijak.
" Hiks...hiks..Daren kenapa nasibmu seperti ini ? Harus merasakan rumah sakit jiwa. " Tangis Mama Mila semakin menjadi.
" Sekarang mama tinggal pilih ! Mau Daren cepat sembuh apa semakin memburuk ? " Ucap Papa Agung memberikan pilihan.
" Mama pengen Daren sembuh pah ! " Ujar Mama Mila lemah. Rasanya hati nya tak sanggup berkata apa yang dia rasa dan inginkan saat ini.
Papa Agung dan Mama Mila sepakat akan memasuki sang anak ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan. Papa Agung langsung menyuruh Doni mengurus semuanya. Sentak Doni merasa kaget, jika bos yang selama ini bersikap kuat dan keras kepala kini harus merasakan hidup di rumah sakit jiwa.
" Hiks...Hiks... Daren. " Ucap Mama Mila memeluk erat sang anak, namun Daren tak sedikit pun bergeming. Tatapan nya kosong, entah ke mana pikirannya bermuara.
__ADS_1
" Jaga dirimu baik-baik ya sayang ! Semangat lah untuk sembuh ! Mama yakin Delia akan kembali ke sini, kamu sabar ya ! " Ucap sang mama sambil menatap sang anak. Namun tak ada sepatah katapun terlontar dari bibir sang anak. Hanya air mata yang menetes dari pelupuk matanya. Seperti ingin meluapkan apa yang di rasa, namun bibir tak mampu berucap
Daren di bawa oleh Doni dan papa Agung ke rumah sakit, sedangkan mama Mila tak ikut. Karna Papa Agung merasa khawatir sang istri tak kuasa melihat kondisi sang anak di sana.
Mobil mereka telah sampai, dan benar saja saat sampai di sana Daren mengamuk dan menyatakan dirinya tak gila. Dan berteriak terus memanggil nama Delia dan meminta Delia kembali dengan sang anak. Daren mencoba memberontak, hingga akhirnya dokter terpaksa memberikan obat penenang. Hingga akhirnya Daren terkulai lemah tertidur.
Sungguh miris yang di rasa Doni, ternyata cinta bisa membuat seseorang menjadi gila. Seseorang yang kuat menjadi lemah. Dan itulah yang terjadi pada Darendra Pramudya. Seorang CEO hebat harus merasakan tinggal di rumah sakit jiwa karna kebodohan dan kesombongannya.
\=\=\=\=\=
Hari terus berganti, kondisi perusahaan pun semakin memburuk. Karna banyak investor yang tetap menarik sahamnya. Dan untungnya satu perusahaan raksasa asal Paris yang bersedia menggelontorkan dananya untuk berinvestasi di perusahaan Agung Group. Tentunya hal ini memberikan angin segar. Bahkan berita ini sampai ke telinga Reynaldi dan juga Delia. Jika Reynaldi bisa tersenyum puas melihat kehancuran Daren, berbeda hal nya dengan Delia merasa tak tega. Untungnya masalah Daren masuk ke rumah sakit, sudah di tutup Doni dari media. Jika meruak ke publik, kedua orang tua Daren pasti sangat malu karna sang anak telah mencoreng nama baik keluarga.
Sedangkan Doni dan Papa Agung sedang berdiskusi tentang keberangkatan Doni ke Paris. Mau tak mau Doni lah yang harus mewakilkan, karna kondisi papa Agung yang sedang tidak memungkinkan. Kondisi saat ini, dirinya tak mungkin meninggalkan sang istri sendirian dalam kondisi lemah karna memikirkan sang anak. Dia juga tak ingin menambah beban sang istri tentang perusahaan, bisa-bisa sang istri terkena serangan jantung dan Anfal.
Sesuai kesepakatan, Doni akan berangkat hari ini juga. Karna harus menandatangani kontrak penanaman modal. Awalnya pihak investor tak menyetujui, karna Doni bukanlah pemilik Agung Jaya Group. Tapi dengan pertimbangan kesehatan, Doni yang akan mengambil berkas itu dan membawanya ke Indonesia untuk di tanda tangani pak Agung selaku pemilik dan mengirimnya kembali.
" Semoga usaha ku kali ini bisa menyelamatkan perusahaan Tuan Agung, rasanya tak tega jika perusahaan yang sudah dia besarkan harus gulung tikar. " Ucap Doni lirih. Saat ini Doni sudah berada di pesawat. Pesawat sudah mengudara.
__ADS_1
\=\=\=\=
Di tempat berbeda kini Tasya baru dengan Reynaldi sudah bersiap-siap untuk kembali di Indonesia. Meskipun pulang bersama namun mereka akan seperti layaknya tak mengenal. Reynaldi juga sudah menyewa sebuah apartemen untuk Tasya tinggal, karna tak mungkin dirinya membawa Tasya ke rumahnya. Sebelum mereka kembali, Reynaldi sudah memberi wejangan kepada Tasya untuk segera melancarkan aksinya. Mencari kesempatan yang ada untuk dekat dengan Daren. Mereka tak tau jika saat ini Daren sedang berada di rumah sakit, tentunya Tasya tak akan pernah bisa mendekati Daren dalam waktu dekat ini.
Setelah menempuh perjalanan udara sangat lama, kini pesawat yang membawa Doni telah mendarat. Doni saat ini telah sampai di Paris. Dan malam ini dirinya akan langsung menginap di hotel untuk bermalam terlebih dahulu dan baru besok dirinya akan mendatangi kantor investor.
\=\=\=\=\=
Pagi telah hadir, semua pun sudah sibuk beraktivitas termasuk dengan Delia. Pagi ini Delia akan menghadiri pertemuan dengan klien yang ingin membuat sebuah gaun pesta di sebuah kedai yang menyediakan makanan siap saji. Berhubung suasana pertemuan tak bersifat formal. Delia membawa serta Daffa dengan nya, sekaligus mengajak Daffa main.
" Duh perut ku lapar sekali, seperti karna ku lupa belum makan. Terakhir saat aku di pesawat. Sepertinya aku harus mengisi perut dulu sebelum ku ke kantor investor. Malu donk jika perut ku berbunyi keroncong saat mengobrol serius. " Gumam Doni dalam hati.
" Lebih baik aku siap sekarang, dan mencari makanan di kedai siap saji. " Ucap Doni. Doni langsung bersiap-siap dan langsung menuju kedai tersebut.
Kini Doni telah sampai. Dirinya dan langsung memesan dan mencari sebuah tempat duduk yang letak nya di outdoor. Tentu tujuannya untuk menghirup udara segar kota Paris.
Seorang wanita berjalan menggandeng seorang anak kecil mendekati kedai tempat dirinya berada. Langkah itu semakin mendekat ke arah kedai.
__ADS_1
" Nyonya Delia ? " Ucap Doni saat dirinya melihat Delia yang berjalan untuk masuk ke dalam kedai bersama anak laki-laki yang wajahnya sangat mirip dengan tuannya.
Jangan lupa beri dukungan ya. Jangan ragu memberikan hadiah bunga atau kopi apalagi vote...ππππ·β