
" Kamu itu kemana aja sih ? Pasti sibuk terus dengan ja**** itu ! Aku minta kamu segera temuin dokter, tanyakan sampai kapan pun aku terus seperti ini ? Kalau perlu bawa aku berobat ke luar negeri, jika dokter-dokter di sini tak becus menyembuhkan ku ! " Cerocos Tasya saat Daren melangkah kan kaki nya masuk ke ruang rawatnya. Sampai-sampai orang yang di suruh menjaga Tasya menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan Tasya terhadap suaminya.
Tuti orang yang menjaga Tasya selama ini ingin sekali meluapkan apa yang dia tau tentang kelakuan bejat wanita yang di hadapannya. Tanpa sepengetahuan Daren, Tasya menghubungi Dion. Dan dengan cueknya mereka bermesraan di depan mata Tuti tanpa rasa malu. Bahkan Tasya sempat meminta Dion berciuman meluapkan rasa rindu nya pada sang pujaan hati. Jika karna tak di ancam, mungkin Tuti akan membongkar kedok Tasya.
Sudah 1 Minggu lama nya Tasya tersadar dari tidur panjangnya, namun dia harus mengalami lumpuh di sekujur tubuh termasuk kaki nya. Tasya hanya bisa menggerakkan tangannya. Dan tiga hari yang lalu Tasya menghubungi Dion memberi kabar tentang keadaan nya dan meminta Dion untuk datang.
Selama ini Dion mencoba menghubungi ponsel Tasya, tapi sayangnya Daren tak mempedulikan keberadaan ponsel Tasya. Tak sedikit pun dia menyentuh ponsel Tasya, dan membiarkan ponsel tersebut lama kelamaan mati karna batre nya habis. Hingga Dion kehilangan jejak, dan dia pun tak berani menghampiri Tasya ke apartemen yang dia tempati dengan Daren. Tasya bukan sebulan dua bulan terbaring koma. Hingga akhirnya Dion mengalah, berusaha melupakan Tasya. Terlebih kini dia sudah memiliki pengganti Tasya. Meskipun Rianty hanyalah orang biasa, namun Rianty memiliki hati yang baik dan bisa membuat nya jatuh cinta. Rianty adalah teman satu kantor di tempat Dion bekerja.
" Sabar dulu ! Aku coba konsultasikan dengan dokter dulu. " Ucap Daren sambil mengelus rambut istri nya dengan lembut, mencoba menenangkan. Daren pun pergi meninggalkan Tasya untuk menanyakan perihal tentang kondisi Tasya.
" Awas kamu kalau berani mengadu pada tuan mu tentang pertemuan dan kemesraan ku dengan kekasih ku ! " Tasya mengancam Tuti.
" Ya Tuhan...Tuan itu benar-benar pria bodoh. Wanita iblis seperti dia tak pantas di cintai ! " Gumam Tuti dalam hati. Dia terpaksa menutupi semuanya dari Daren, namun dia tetap berdoa agar kebusukan Tasya segera terbongkar.
" Udah sana kamu pulang aja dulu ke apartemen ! Bersihin dulu dan buatkan makanan yang enak untuk ku ! Biar suamiku saja yang menjaga ku ! " Titah Tasya pada Tuti, dan pastinya Tuti akan mengikuti dengan senang hati. Jika dia tak membutuhkan biaya hidup anak-anaknya di kampung, mungkin dia tak akan mau menerima tawaran bekerja mengurus wanita angkuh seperti Tasya.
__ADS_1
" Udah cacat aja, belum insyaf. Semoga Tuhan benar-benar ngambil nyawa nya. " Gumam Tuti dalam hati, saat keluar dari ruang rawat Tasya.
Setelah berkonsultasi, Daren akhirnya kembali ke ruang rawat Tasya. Dia terpaksa akan membohongi Tasya. Karna kondisi nya benar-benar terpuruk. Dia tak mungkin minta ke orang tuanya untuk membiayai pengobatan Tasya dan meninggalkan perusahaan begitu saja.
" Gimana sayang ? Apa kamu sudah dapat informasi ? " Ucap Tasya saat Daren masuk.
Daren berjalan menghampiri sang istri dan duduk di tepi ranjang samping sang istri.
" Sudah...kata dokter kamu akan sembuh, cuma butuh kesabaran. "
Belum selesai berbicara, Tasya sudah memotong ucapan Daren...
" Cukup ! Dengar ya...semua ini bukan karna Delia ! Asal kamu tau gara-gara aku sibuk mengurus mu, aku kehilangan Delia ! Delia pergi meninggalkan ku membawa anak ku ! Hidup ku hancur tak karuan, sampai-sampai perusahaan pun di ambil alih papa lagi. Harus nya kamu bersyukur, aku masih bisa membiayai perawatan mu semampu ku ! " Sahut Daren geram merasa tidak terima dengan perlakuan Tasya, terlebih Tasya terus membawa nama Delia dalam masalah ini.
" Rasanya kepala ku mau pecah ! Harusnya kamu sadar ! Bisa aja aku ceraikan kamu saat ini juga ! Kalau aku mau jahat padamu. Tapi nyatanya apa ? Aku masih pertahankan kamu meskipun kamu cacat, meskipun akhirnya aku kehilangan anak dan wanita aku cintai. " Ucap Daren ketus bahkan kini dia bangkit berdiri dan menatap Tasya tajam.
__ADS_1
" Wah...wah...hebat ! Sekarang kamu sudah mengakui bahwa kamu mencintai wanita sia*lan itu, bahkan kamu sekarang membela nya. Dan ngomong-ngomong kalian hidup bahagia donk karna aku terbaring koma, sampai-sampai kamu membuat Delia hamil. Dasar pria breng*** ! Bisa-bisanya kamu bahagia di atas penderitaan ku ! Aku ini karna kamu ! " Tasya berteriak. Dia tak terima jika Daren berubah dan berpaling dari nya. Terlebih kini dia hanya bisa terbaring.
" Aku harus bersandiwara, agar Daren tak menceraikan aku ! Aku harus bisa ambil hatinya, paling ga sampai aku sehat kembali dan mengeruk hartanya ! Aku akan buat kalian hancur ! " Ucap Tasya dalam hati.
" Semua sudah aku jelaskan, sekarang kamu mau gimana ? Aku tak mungkin bercerai dengan Delia, karna aku memiliki anak dari nya. Kamu pilih mengerti posisi mu atau bercerai dari aku ? " Daren menatap ke arah Tasya. Ada perasaan tak tega yang dia rasa. Karna sumber masalah adalah dia. Dia yang selalu ingin mempertahankan hubungannya dengan Tasya dan dia juga yang menerima perjodohan dengan Delia hingga akhirnya dia jatuh cinta padanya.
Dan akhirnya Tasya memilih menerima. Karna dia tak mau berpisah dengan Daren sampai keinginan terwujud. Lagi pula Delia tak ada di sisi suaminya, dia akan berusaha mengambil hati suaminya.
" Lebih baik menerima dari pada aku pisah dengan pria bodoh ini ! Lagi pula Delia sudah pergi dan aku yakin pasti dia akan meminta cerai dari Daren. Aku juga masih memiliki Dion. Masih mendapatkan cinta dari keduanya. Aku juga tak berharap menikah selama nya dengan Daren. " Gumam Tasya dalam hati.
\=\=\=\=\=
Dengan telatennya Daren mengurus Tasya, menyuapi Tasya dengan sabar. Tasya pun mengerti, saat Daren berpamitan pulang. Karna besok dia akan mulai bekerja lagi, agar dia bisa memiliki uang untuk membiayai perawatan dirinya.
" Kasih kesempatan pada suami mu untuk bekerja dan beristirahat , yang terpenting dia bisa mengobati diri mu sampai sembuh ! Tak perlu kau mengekangnya, karna yang terpenting uangnya ! " Ucap Tasya dalam hati, memberi pengertian pada hatinya.
__ADS_1
" Orang pintar, kaya, kenapa tak mencari tau siapa wanita ular ini ? Dasar pria bodoh, tertipu dengan mulut manis wanita ular ini ! " Gumam Tuti saat melihat pemandangan mesra Daren kepada Tasya.
Jangan lupa dukungan untuk karya ini ya ππππππ€π