
" Mama..." Teriak papa Agung saat keluar dari ruang kerjanya dan melihat istri tercintanya terbaring di pelukan Delia.
" Nah...cepat Panggil Anto, bantu saya gotong Nyonya ke mobil ! Del, tolong siapkan keperluan Mama dan juga pakaian untuk mama papa. Nanti kamu nyusul ke rumah sakit Xxxx ya, papa duluan ! " Ucap Papa Agung.
" Ya Pah..." Ucap Delia singkat dan langsung berlalu menuju kamar mertuanya di temani bi Sumi salah satu asisten rumah tangga di rumah mertuanya.
" Inah...kamu langsung bantu Sumi dan Delia siapkan apa saja yang perlu di bawa, biar Delia langsung membawanya. " Perintah Papa Agung sebelum mobil yang membawa mama Mila melaju menuju ke rumah sakit.
" Ya Tuhan...apa aku salah telah mengungkapkan yang sebenarnya pada ibu mertua ku, hingga dirinya mengalami serangan jantung. Tapi aku juga tak mungkin merahasiakan, aku tak ingin di sebut menjadi orang yang tak tau diri. Berkat dirinya aku bisa meraih kehidupan mewah. " Ucap Delia lirih, sungguh dirinya merasa dilema saat ini. Di satu sisi ada perasaan tak tega yang dia rasakan kepada mama mertuanya, tapi dia juga ingin kebahagiaan melanjutkan hidupnya dengan anak dalam kandungan nya.
Mobil yang membawa Mama Mila telah sampai di pelataran rumah sakit. Supir Papa Agung langsung turun dan meminta petugas rumah sakit untuk membawa brankar dan memindahkan Mama Mila ke brankar.
Mama Mila langsung di tanganin tim medis yang berada di rumah sakit, untungnya Mama Mila bisa terselamatkan dan kini sudah sadarkan diri kembali meskipun masih terlihat lemah dan di pasangkan selang oksigen dan juga cairan infus.
" Pah..." Panggil Mama Mila dengan lemah.
" Ya mah...Mama harus banyak istirahat dulu, jangan banyak bicara dulu ! " Perintah Papa Agung kepada sang istri, namun bukan nya mengerti Mama Mila justru malah terisak tangis.
" Tenang ma ! Mama ga boleh stres dan sedih. Mama harus pikirkan kesehatan mama dulu ! " Ucap Papa Agung, namun Mama Mila justru menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Mama kenapa ? Apa yang mama pikirkan, sampe mama seperti ini ? " Tanya Papa Agung lembut, seperti nya lebih baik istrinya meluapkan apa yang di rasa dari pada hanya di pendam dalam hati.
" Daren pah...Ternyata Daren dan Delia menikah hanya nikah kontrak. Daren diam-diam membohongi kita. Tadi Delia datang ingin berpamitan untuk mengambil pendidikan designer dan sekalian untuk berpamitan terakhir kali nya sebagai menantu kita. Hiks...hiks..." Mama Mila tak sanggup lagi melanjutkan.
" Sabar mah... sekarang mama pikirkan dulu kesehatan mama ! Biar urusan rumah tangga mereka, mereka urus sendiri. Toh kita sebagai orang tua sudah melakukan yang terbaik, berharap anak kita memiliki istri yang baik. Tapi jika Daren mau nya seperti itu, ya sudah dia terima aja jika suatu hari nanti salah mengambil keputusan. " Ucap Papa Agung bijak.
" Ma..ma ga mau pah...Hiks ..Hiks...Mama ingin Delia yang selalu menjadi menantu mama. Dari dulu mama tak menyetujui hubungan Daren dengan Tasya. Tasya selalu menyusahkan Daren. Dulu Tasya memberi pengaruh buruk kepada Daren, dan sekarang Tasya koma dan bahkan akan mengalami cacat seumur hidup saat sadar. Sampai-sampai sekarang aja Doni yang mengurus perusahaan papa, waktu Daren tersita hanya untuk Tasya.Mama yakin Tuhan juga tak merestui hubungan mereka. Ada aja yang membuat mereka bersatu. Tapi Daren selalu saja membela Tasya. " Ungkap Mama Mila.
" Ya sudah nanti kita bicarakan lagi sama mereka. Mama hubungi Daren dulu, agar dia ke sini. Sekalian kita tunggu Delia sampai juga, dia sedang dalam perjalanan menyusul kita membawa keperluan Mama.
Akhirnya Mama Mila mengikuti saran sang suami, dirinya mencoba menenangkan diri dulu. Sedangkan papa Agung mencoba menghubungi Daren untuk menyuruh datang ke rumah sakit.
" Daren...cepat ke sini ! Mama mengalami serangan jantung dan sekarang di rumah sakit Xxxx . " Sahut Papa Agung.
" Ta ..tapi pah. " Belum selesai Daren bicara, Papa Agung langsung meminta Daren untuk datang. Tak ada tawar menawar, dan akhirnya Daren terpaksa mengikuti permintaan sang papa dan menitipkan Tasya pada suster.
Mama Mila telah di pindahkan ke ruangan rawat inap, untuk beberapa hari Mama Mila harus melakukan perawatan intensif di rumah sakit.
" Del...kamu di mana ? Mama sudah di pindahkan di ruang 306. " Ucap papa Agung di panggilan telepon.
__ADS_1
" Baik pah...Delia langsung ke sana. Sekarang Delia sudah di lobby sama Bi Sumi. Delia terpaksa membawa serta bi Sumi, karna dia tak mungkin mengangkat koper dan tas besar yang berisi semua keperluan Mama Mila dan Papa Agung selama di rumah sakit, karna saat ini dirinya tengah hamil muda.
Delia telah sampai lebih dulu, setelah mengobrol hampir 20 menit barulah Daren sampai. Daren langsung menghampiri sang mama dan mencium kedua pipi nya dan juga kening mama nya.
" Del...kamu di sini juga ? Siapa yang kasih tau ? " Tanya Daren, dan Delia tak berani berterus terang jika dirinya lah penyebab Mama Mila mengalami shock dan terkena serangan jantung.
" He..iya...mas. " Jawab Delia dengan takut.
" Pah...mama mau langsung ngomong aja ! Mumpung si anak nakal ini di sini ! " Ucap Mama Mila sambil menatap tajam ke arah Daren, sedangkan Daren mengerutkan keningnya memikirkan kesalahan nya.
" Anak nakal sini kamu ! " Panggil Mama Mila, Mama Mila mencoba bangkit dan duduk. Papa Agung membantu sang istri duduk dan menaruh bantal di belakang tubuh sang istri untuk mengganjal.
" Bi...kamu keluar dulu ya, saya mau ngomong masalah penting dulu ! " Ujar Mama Mila, dan akhirnya Bi Sumi keluar mengikuti perintah Nyonya untuk menunggu di luar.
" Daren, kenapa si kamu bohongin mama papa kalau kamu selama ini hanya nikah kontrak dengan Delia ? Kamu pikir pernikahan itu mainan ? Pantas saja Delia tak kunjung hamil, mama yakin kamu tak pernah menyentuh Delia kan ? Dan selalu mempertahankan si wanita ular itu. " Ucap Mama Mila to the point.
Terlihat Daren sudah mengepalkan tangannya, merasa geram mengapa Delia membongkar rahasia mereka berdua kepada orang tuanya. Sedangkan Delia justru merasa plong, tak memiliki beban. Dan akhirnya Daren memutuskan untuk mengungkapkan sebenarnya.
" Ya memang benar awal nya Daren memang tak pernah mencinta Delia, Daren terpaksa menerima perjodohan dengan Delia. Karna jujur Daren hanya mencintai Tasya, dan sudah berjanji akan menikahi Tasya. Awalnya Tasya menolak, namun akhirnya Tasya menyetujui Daren akan menikahi Delia. Namun setelah tiga bulan Daren menikah dengan Delia, Tasya ingin Daren menikahi dia dan kebetulan banget Tuhan mentakdirkan Tasya hamil hingga mama papa akhirnya menyetujui kami menikah. Tapi seiring waktu lama-lama Daren tak kuasa menahan hasrat untuk melakukan layaknya suami istri, Daren juga mencoba membuka hati untuk Delia dengan mencoba untuk adil sesuai permintaan Mama. Hingga akhirnya semakin hari Daren semakin mencinta Delia dan bahkan tak ingin kehilangan Delia. " Ungkap Daren.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, terima kasih yang sudah mendukung !!!ππππ€ππ