
" Selamat tinggal mas, maaf aku merahasiakan anak kita dulu. Aku terpaksa melakukan ini, karna aku tak ingin anak ini jadi penghambat perceraian kita. " Gumam Delia dalam hati saat melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan ibu mertuanya.
" Ma...gimana mama udah mendingan ? " Ucap Daren sambil menduduki bokongnya di pinggir ranjang tempat mama Mila terbaring.
" Udah ga usah pedulikan mama ! Urus saja wanita ular itu ! Bukannya kamu ingin mama cepat mati ? " Ucap Mama Mila sambil memalingkan matanya.
" Mah...jangan bikin tambah Daren terpuruk donk ! Jangan buat Daren tambah menyesal ! " Sahut Daren merasa tak terima terus di pojokan.
" Udah sana, mama ga mau ngomong sama kamu ! " Mama Mila mengusir Daren untuk pergi.
Mama Mila merasa kecewa, karna Daren lah penyebab dirinya kehilangan menantu kesayangan sekaligus anak perempuan.
" Ya udah Daren pulang dulu ! Besok Daren ke sini lagi ya ! " Daren berniat untuk mencium tangan mama nya, namun mama Mila menepisnya bahkan dirinya justru berkata Daren tak perlu datang lagi.
Setelah berpamitan pulang, Daren langsung menuju rumah sakit tempat Tasya di rawat.
πππ
Delia telah sampai di butiknya, dia menyiapkan semua yang di perlukan sebelum dirinya berangkat. Untuk urusan Butik, sudah dia serahkan kepada asisten nya begitu juga konveksinya. Rencana nya untuk sementara waktu Delia akan menetap di Paris. Entah sampai kapan dirinya tak bisa di prediksi. Bisa dua sampe tiga bulan, atau tahunan, bahkan menetap di sana dan hanya sesekali dia kembali ke Indonesia untuk mengontrol nya.
Tok...Tok...
" Masuk ! " Ucap Delia sambil tangannya sibuk menuliskan beberapa berkas termasuk surat kuasa jika suatu saat di butuhkan dirinya namun dirinya belum bisa kembali. Semua harta Delia di Indonesia, akan di urus kepemilikan nya oleh pengacara Delia. Karna kemungkinan Delia akan pergi dalam waktu yang cukup lama.
" Rey..." Panggil Delia saat melihat yang datang ternyata adalah Reynaldi.
" Sibuk ? " Tanya Reynaldi basa basi sambil mendudukkan bokongnya di sofa.
Delia berjalan menghampiri Reynaldi agar dirinya bisa berbicara lebih dekat dengan Reynaldi. Delia duduk di samping Reynaldi.
" Gimana Rey persiapan keberangkatan ku lusa ? Apa semua sudah siap ? " Delia mencoba membuka omongan.
" Sudah...kamu jangan bicarakan pada siapapun tentang keberangkatan mu. Kamu harus merubah gaya mu dan berpakaian. Apa kamu memerlukan jet pribadi ? Untuk sementara waktu lebih baik kamu tinggal bersama kakak ku di Paris, agar aku bisa lebih tenang meninggalkan dirimu di negara orang ! " Ungkap Reynaldi.
__ADS_1
" Apa aku tak merepotkan Rey ? Oh ya aku minta tolong satu lagi padamu untuk memantau perkembangan butik ku di sini ! " Ujar Delia.
" Baiklah...tapi imbalannya apa ? " Reynaldi mengerlingkan matanya menggoda Delia.
" Maksudnya ? Aku harus bayar berapa untuk semua pertolongan mu ? " Tanya Delia sambil menatap ke arah Reynaldi. Dan mata mereka kini saling menatap. Ada getaran hebat yang berpacu cepat di jantung Reynaldi dan juga Delia. Ingin rasanya dia segera menghalalkan Delia sebagai istri nya, meskipun usianya masih muda Reynaldi tak merasa keberatan. Baginya cinta tak mengenal umur.
Delia mencoba menghindari, dia sudah berjanji pada hatinya untuk tidak membuka hatinya untuk siapa pun sampai dirinya resmi bercerai. Dia tak ingin memberikan harapan palsu pada siapa pun.
" Del..." Ucap Reynaldi lembut. Ucapan singkat nya membuat Delia menoleh ke arahnya, karna Delia sempat sedang sibuk dengan ponselnya.
" Kenapa ? "
" Apa kamu sudah ke dokter memeriksakan kandungan mu ? Sebaiknya sebelum berangkat kamu konsultasi kan dulu kandungan mu ! " Reynaldi mencoba mengingatkan Delia. Karna apa yang di katakan Reynaldi adalah benar, bahwa dirinya harus memeriksakan kandungan nya sebelum berangkat menaiki pesawat.
" Ya sore ini aku akan periksa, terima kasih Rey sudah mengingatkan aku ! " Sahut Delia.
Di tempat berbeda Daren sedang menghubungi Doni untuk memerintahkan orang suruhan nya untuk memantau kegiatan Delia. Daren ingin tahu, siapa dalang yang membuat Delia berani berontak meminta bercerai.
" Del boleh ga aku nemenin kamu periksa ? Please boleh ya ! " Ucap Reynaldi, sebenarnya dirinya merasa risih karna Reynaldi bukanlah suaminya. Tapi dirinya tak bisa menolak keinginan Reynaldi, karna dirinya sudah sangat banyak membantu.
Doni sudah menugaskan orang kepercayaan nya untuk memantau Delia, karna Daren tak ingin kehilangan jejak Delia.
πππ
Johan orang kepercayaan nya Daren sudah standby di halaman parkir. Bertepatan dengan Delia dan Reynaldi yang sedang jalan ke parkiran butik dan menaiki mobil. Johan langsung mengikuti mobil Delia.
" Rumah sakit ? Aku harus ikuti ke dalam, mengikuti langkahnya. "
Memang antara Reynaldi dan Delia tak ada keromantisan layaknya pasangan suami istri. Setelah sampai di dalam, Johan berpura-pura duduk tak jauh tempat Delia dan Reynaldi duduk.
Johan langsung memberikan informasi tentang kebersamaan Delia dengan Reynaldi dan foto-foto saat Delia sedang di rumah sakit menunggu antrian di rumah sakit. Melihat foto satu persatu kebersamaan Delia dan Reynaldi membuat Daren merasa sangat panas.
" Apa Delia hamil ? " Gumam Daren dalam hati saat mengetahui dari orang suruhan nya bahwa Delia sedang berada di poli kandungan.
__ADS_1
" Berarti ? Aaaahhh berarti dia selama ini selingkuh di belakang ku dengan pria sia*** itu. Pantas dia kekeh ingin bercerai dari ku. Dan pantas saja pria sia*** itu ingin menikahi wanita ja**** itu...Aaaahhh dasar wanita ja**** di depan aku dan orang tua ku menutupi kedok mu, seolah menjadi wanita yang be*** ! Aku akan beri perhitungan pada nya ! "
Daren langsung melajukan mobil sport mewah nya ke rumah sakit tempat Delia berada. Sesuai kesepakatan Reynaldi menunggu di luar tak ikut Delia ke dalam untuk melakukan pemeriksaan.
Serangkaian pemeriksaan dan konsultasi telah di lakukan, Delia terlihat sangat bahagia saat dokter mengungkapkan bayi nya sehat, meskipun masih terlihat sangat kecil belum berkembang sempurna.
" Sehat terus ya sayang di perut mama, besok kita akan melanjutkan kehidupan baru ! " Ucap Delia lirih sambil mengelus perutnya.
Sedangkan orang suruhan Daren berpura-pura mendekati Reynaldi dan mencoba berpura-pura.
" Tidak ikut ke dalam pak sama istrinya ? " Ucap Johan basa-basi dan kini sudah duduk di samping Daren.
" Owh ga... istri saya lagi ingin di periksa sendiri ! " Ucap Reynaldi polos, dia tak mungkin mengungkapkan kalau dia hanya mengantar teman. Dan Johan hanya ber o ria, namun diam-diam Johan sambil merekam percakapan mereka. Setelah selesai mendapatkan informasi Johan berpamitan keluar dengan alasan ingin memanggil istrinya yang masih berada di luar.
Delia keluar dari ruangan periksa dan langsung menghampiri Reynaldi.
" Maaf lama ya ? "
" Ga ko. Gimana Debayi nya sehat ? " Tanya Reynaldi ingin tahu.
" Alhamdulillah sehat. Aku juga sudah konsultasi tentang rencana kepergian ku, kata dokter kandungan ku sehat tak masalah untuk pergi tapi tetap harus hati-hati. Ayo kita tebus obat dan vitamin di apotik ! " Ujar Delia, dan kini mereka berjalan beriringan.
Sedangkan kini Daren sudah berada di parkiran bertemu dengan Johan. Johan langsung memberikan rekaman percakapan tadi dirinya dengan Reynaldi, membuktikan kebenaran nya.
" Breng*** kau menipu ku ! " Ucap Daren geram, rahangnya sudah terlihat mengeras dan wajahnya memerah tanpa api kemarahan sudah sangat memanas. Daren pun sudah mengepalkan tangannya. Saat ini dirinya memilih menunggu di mobil sampai Delia keluar dengan Reynaldi.
" Bos...itu istri bos sama pria itu ! " Johan menunjuk ke arah Delia yang sedang berjalan di parkiran mencari keberadaan mobilnya.
Daren langsung turun dan mengikuti Delia dan Reynaldi...
" Delia..." Teriak Daren menggema membuat semua orang yang berada di sana menengok ke arah sumber suara bukan hanya Delia dan Reynaldi...
Yuk kita lanjut episode berikutnya ya...
__ADS_1
Semoga kalian masih suka dengan cerita ku ! Tetap berikan dukungan untuk ku Ya !!! Terima kasih ππππ€πππΉπ·