Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Kebohongan yang terbongkar


__ADS_3

Setelah dirinya puas meluapkan perasaanya, Daren memilih untuk menginap di sana. Dia ingin hidup sendiri dulu, jika dia pulang pasti Tasya akan membuat dirinya goyah.


Berkali-kali Tasya menghubungi nya, namun Daren tak kunjung mengangkat nya.


Hingga akhirnya Tasya memilih menemui Dion. Sandaran hatinya, pria yang selalu ada untuknya di saat dirinya merasa jenuh dengan sikap Daren.


Tanpa menghubungi terlebih dahulu, Tasya langsung mendatangi Dion di apartemen miliknya. Tasya tidak menyadari jika sekarang dirinya sudah di pantau cctv , di lacak keberadaan nya, dan di ikuti oleh orang suruhan Doni.


" Kemana wanita itu ? Aku yakin pasti dia menghampiri pria itu ? " Gumam Doni saat melihat pergerakan Tasya, Doni pun langsung melacak keberadaan Tasya.


Doni pun bergegas langsung menghubungi Daren memberitahu perihal gerak gerik Tasya.


" Ayolah angkat ! Biar kamu lihat sendiri dengan mata kepalamu sendiri kelakuan istri keduamu. Saat dirinya membuka topeng yang selama ini menutupi kedoknya ! " Berkali-kali Doni menghubungi Daren namun tak kunjung Daren angkat karna Daren mengira Tasya lah yang terus menerus menghubungi nya.


" Aaaahhh...mengapa kamu terus menggangguku, menghubungi aku berkali-kali. " Daren meraih ponsel yang sempat dia lempar ke ranjang begitu saja, namun saat hendak mematikan ponsel kening mengkerut karna terpampang di layar ponselnya nama sang asisten yang menghubunginya.


" Kenapa kau menghubungi aku malam-malam ? Mengganggu saja ! Apa kau tak tau namanya tata krama ? " Daren terus menggerutu karna sang asisten mengganggu nya.


" Maaf tuan saya mengganggu anda beristirahat ! Tuan di mana sekarang ! Situasi sekarang darurat, tuan harus ketemu saya sekarang ! Ada hal yang sangat penting yang harus anda lihat ! Saya akan mengirim Sharelock dan anda ikuti terus kemana saya pergi ! " Sahut Doni, membuat Daren memutar bola matanya dengan malas.


" Memangnya kamu tak bisa mewakilkan ku ? " Tanya Daren, karna kini dirinya benar-benar kesal merasa terganggu.


" Ga bisa tuan ! Ini buat hidup dan mati anda ! Aku akan buktikan kebusukan istri kedua anda ! " Ucap Doni terburu-buru karna dirinya pun bergegas untuk pergi mengikuti kemana Tasya pergi.


Sedang Daren kini justru malah terbengong seperti orang bodoh. Merasa tak percaya dengan ucapan Doni barusan.


Kring...kring...

__ADS_1


Daren tersadar dan langsung menekan tombol hijau mengangkat panggilan dari sang mama.


" Iya mah...kamu di mana ? Ga pulang ? Mama tungguin ga pulang-pulang kamu sampe jam segini ? " Cerocos mama Mila.


" Ya ampun mah Daren itu udah besar udah nikah udah punya istri dua malah udah punya anak. Masih aja di atur kaya anak kecil ! " Gerutu Daren tak suka dengan sikap sang mama yang baginya terlalu lebay.


" Alah...umur boleh tua tapi otak ga beda jauh sama seperti anak kecil. Gayanya aja punya istri dua. " Sahut mama Mila membuat Daren malas mendengarnya.


" Udah ya mah, Daren mau otw ke Jakarta dulu. Tadi Doni hubungi Daren ada panggilan darurat. Dah mama...! " Ucap Daren mengakhiri panggilan dengan sang mama. Tinggal lah mama Mila yang kini mengoceh karna sang anak memutuskan panggilan telepon sepihak dengan nya.


Padahal mama Mila ingin tau keberadaan sang anak, menanyakan tentang penyakit Tasya, dan merasa khawatir takut terkontaminasi dengan sang anak jika terus menerus dekat dengan Tasya.


Daren langsung melajukan kendaraannya menuju Jakarta dan mata nya terus memantau pergerakan Doni saat dirinya sudah masuk daerah Jakarta.


" Halo Don...posisi kamu sekarang di mana ? Saya sudah berada di Jakarta mengikuti arah kamu berada dan ini saya sudah hampir sampai di titik maps. " Ucap Daren.


" Kamu yakin jika Tasya menemui pria misterius itu di apartemen itu ? Awas saja jika kamu memberikan laporan palsu ! " Gerutu Daren. Namun Doni berusaha untuk meyakinkan jika dirinya sangat yakin saat ini Tasya sedang bersama pria misterius itu.


Sedangkan Tasya kini sedang menangis sambil memeluk tubuh Dion meluapkan kesedihannya. Dan merasa lelah untuk melanjutkan rencananya.


" Honey...aku ingin bercerai dengan Daren. Aku lelah jika harus mengemis cinta kepadanya. Aku terkena kanker serviks. Hiks ..Hiks..." Tasya terisak tangis, sedangkan Dion kini terdiam. Mulut nya terasa kelu tak mampu berkata-kata.


" Honey...apa kau tak suka jika cintaku tak akan terbagi lagi ? Aku ingin hidup tenang dan bahagia sebelum aku menghembuskan nafas terakhir ku. Aku ingin kita Menikah. " Ungkap Tasya.


Jeder


Seperti bom atom yang meledak menghantam jantung nya. Dion bingung harus berkata apa dengan Tasya. Bahwa kini dirinya sudah memiliki tambatan hati, dan bahkan kedua orangtuanya sudah menyetujui hubungan dirinya dengan Riyanti. Rencananya beberapa bulan ke depan dirinya akan menikah dengan Riyanti.

__ADS_1


" Apa kau tak suka aku bicara seperti ini padaku ? Pasti kamu juga ingin menolak ku kan, karna aku tak akan bisa memberikanmu keturunan ? " Tasya merenggangkan dekapannya dan menatap dalam netra Dion.


Perlahan Tasya mendekatkan bibirnya dengan bibir Dion, betapa dirinya merindukan sentuhan lembut dari kekasihnya. Dia ingin terlihat sehat di hadapan Dion, dia ingin membahagiakan Dion, dia ingin Dion terpuaskan. Tasya memberikan sentuhan-sentuhan lembut yang membuat Dion terlena.


" Aku merindukanmu. " Bisik nakal di telinga Dion. Tasya melepaskan pakaian yang menempel di tubuhnya satu persatu. Kemudian dirinya mulai membuka pakaian yang menempel di tubuh Dion.


" Aaaahh..." Suara merdu terlontar dari bibir Dion saat Tasya memasukkan milik Dion di lubang bergigi.


Tangan nakal Tasya pun terus memberikan sentuhan di tubuh Dion hingga Dion tak kuasa menahan hasratnya. Tasya membuat dirinya terbang melayang.


" Aaahhh sayang aku sudah tidak tahan ! Aku merindukan milikmu ! " Seakan dirinya lupa akan sosok wanita lain yang kini ada di hidupnya yaitu Riyanti.


Tasya tau konsekuensi nya jika dirinya melakukan hubungan intim, tapi dirinya pun menginginkan nya.


" Melakukan pelan ga apa kali ya ? " Gumam Tasya dalam hati.


" Ayolah honey ! Kenapa kau diam ? " Ucap Dion membuyarkan lamunan Tasya. Tasya mulai memposisikan milik Dion dengan miliknya.


Bles


Tasya sedikit meringis saat miliknya sudah bersatu dengan milik Dion. Tasya memompa dengan penuh lembut namun tetap terasa nikmat bahkan Dion sampai merem melek.


" Tuan sebaiknya kita buka pintu kamar mereka sekarang ! Kita takut terlambat ! " Daren mengangguk menandakan setuju.


" Dalam hitungan ketiga kamu langsung dobrak ya ! " Ucap Doni memberi aba-aba kepada 2 orang suruhannya yang berbadan besar. Di sana pun sudah ada Security dari apartemen. Doni sudah menjelaskan bahwa mereka akan melakukan penggerebekan orang yang tinggal di apartemen kamar tersebut dengan istri bos.


Dan dalam hitungan ketiga pintu kamar apartemen terbuka. Tubuh Daren bergetar saat melihat sang istri berada di atas tubuh pria lain. Bahkan dirinya melongo saat melihat pria yang kini bersama istrinya adalah saingannya saat dirinya di bangku kuliah.

__ADS_1


Semangat hari Senin, selamat beraktifitas ! Jangan lupa vote nya ya...πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜„πŸ˜ƒπŸŒ·πŸ™


__ADS_2