Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Bermain dengan Tasya ( 1 )


__ADS_3

" Sekarang kalian mau langsung ke kantor apa ke pulang lagi ke rumah ? " Tanya sang mama saat Daren dan Delia berpamitan pulang.


" Mulai besok aja deh aku melancarkan aksinya, dan mulai besok kami titip Daffa ya mah sebelum berangkat ! Aku ingin Delia jadi sekertaris ku, aku yakin si Tasya pasti kebakaran jenggot. Posisinya malah di duduki sama Delia. " Ucap Daren.


" Mas, ko ga nanya dulu sih ? Kebiasaan ngatur aja sendiri. Aku kan sibuk mas, mengurus usaha ku. " Protes Delia merasa tak terima dengan rencana sepihak Daren.


" Iya...maaf ! Tapi kan semua ini juga demi melancarkan aksi kita juga ! Lagi pula ini kan cuma sementara saja kita bermain-main sama Tasya. Harus totalitas lah ! Lagi pula bukannya kamu dulu yang mau jadi sekertaris aku , sekarang aku penuhi ! " Ucap Daren mengerlingkan matanya.


Delia terus mengerutuki Daren dalam hati, dasar laki-laki ga tau malu. Setelah yang dia lakukan dulu pada Delia.


Mereka berpamitan pulang, dan tujuan mereka sekarang adalah ke sebuah mall. Ya tentunya, tujuannya untuk menyenangkan hati Daffa. Meskipun Delia protes karna kerjaan nya banyak, harus segera menyelesaikan pesanan orang. Tapi tetap aja Daren seenak jidatnya.


" Don, setelah antar saya kamu langsung ke kantor saja ! Kamu pantau apa yang di perbuat Tasya. Dan jangan lupa malam ini juga kau panggil orang cctv di pantry dan dekat ruangan saya ! Karna saya khawatir Tasya akan memasuki racun ke dalam minuman kami. Kan sekarang dia yang membuat minuman.Tapi mulai besok sih, kamu pindahkan saja ke gudang dia suruh rapiin barang-barang di gudang ! Saya ga bisa bayangin ekspresi kekesalannya Tasya. " Ucap Daren sambil terkekeh.


Daren, Delia, dan Daffa masuk ke dalam mall. Tujuan awal mereka adalah makan siang, karna tadi memang sengaja Daren tak ingin makan di rumah sang mama. Sedangkan Doni kembali ke kantor sesuai perintah bos nya.


" Kemana sih Daren ? Kenapa cuma si Doni aja yang datang ? Sebaiknya aku tanya aja ke dia ? " Gumam Tasya dalam hati hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk bertanya pada Doni.


" Maaf Tuan Doni, apa Tuan Daren hari ini tidak masuk ? Sejak pagi saya mengantarkan teh untuk nya, ruangan terlihat kosong. Dan sampai jam segini saya belum lihat juga kedatangan tuan Daren. " Tanya Tasya to the point.

__ADS_1


Doni menjawab nya dengan santai, jika Daren saat ini sedang asyik bermain dengan Delia dan Daffa. Jadi dia tidak masuk kantor. Doni sempat melirik ke arah Tasya. Tentunya dia ingin melihat ekspresi Tasya saat mengetahui kedekatan Delia. Tanpa Tasya sadari, Doni bisa melihat ekspresi wajahnya Tasya kini menunjukkan wajah tak suka.


" Kenapa muka kamu ? Cemburu ? Jangan pernah mimpi ! Tuan Daren itu cintanya hanya sama nyonya Delia ! " Ucap Doni. Dan mendengar ucapan Doni, Tasya langsung pergi sambil menghentak-hentakkan kakinya. Sedangkan Doni tertawa terbahak-bahak. Melihat aksi cemburu Tasya.


" Brengse* kau Delia, semakin sulit saja aku mendekati Daren jika kau selalu merayu nya ! Aku benci kau Delia, selalu saja menjadi penghalang ku ! " Ucap Tasya geram.


\=\=\=\=


Sedangkan di mall kini Daren, Delia, dan Daffa sedang menikmati waktu kebersamaan mereka. Raut bahagia tergambar dari wajah Daren dan Daffa. Terlebih Daren yang bisa dekat dengan Delia. Berbeda hal nya dengan Delia yang selalu menunjukkan wajah kesal nya, karna demi Daffa dia terpaksa mengikuti kemauan suaminya.


Melihat ekspresi cemberut Delia, justru membuat Daren tertawa geli. Justru Daren merasa gemas. Ingin mencium bibir sang istri.


" Sengaja ya cari perhatian aku ? Pengen di cium ? " Bisik Daren di telinga Delia.


" Bubun angan alah-alah erus ama Yayah ! " Ujar Daffa yang melihat kedua orangtuanya yang seperti kucing sama anjing.


" Ga ko sayang..." Sahut Delia. Daren tersenyum puas merasa menang Daffa membela nya. Sedangkan Delia merasa jengkel.


Delia, Daren, dan Daffa memilih restoran ayam kriuk yang menjadi menu favorit Daffa. Setelah itu Daren mengajak Daffa ke toko mainan yang berada di mall.

__ADS_1


" Mas, mainan Daffa kan masih banyak banget. Waktu yang kita pergi sama mama papa kan Daffa sudah beli banyak mainan ! Aku ga suka jika kamu didik Daffa boros seperti ini ! Bisa-bisa Daffa nanti kaya kamu, selalu ingin di turuti kemauannya ! Aku ingin Daffa menjadi anak yang bertanggung jawab, sederhana, dan pekerja keras. Sifat jelek ayahnya di buang jauh-jauh deh ! " Ucap Delia ketus, dia tak suka dengan sifat Daren yang terlalu memanjakan Daffa.


" Ga apa lah sayang...Dari pada uang ku, untuk di pake yang ga jelas. Mending semuanya untuk Daffa. Sekarang aku kan sudah mempunyai tujuan hidup, yaitu kamu dan Daffa. Lagi pula aku ini tipe setia Loch, kalau udah jatuh cinta. Tasya itu adalah cinta pertama aku, aku ga pernah sekalipun selingkuh dari dia. Dan alasan aku awalnya menikah dengan kamu kan demi mama. Tapi bagi ku kamu itu beda dari wanita lain, tak butuh waktu lama aku sudah jatuh cinta padamu. Tak butuh waktu lama hati aku sudah terbagi, nama kamu dan Tasya. Tapi untuk sekarang hanya kamu di hatiku ! Sudah tidak ada lagi nama Tasya ! Dan tujuan aku kali ini hanya semata-mata ingin membalas dendam. " Ungkap Daren membuat Delia malas menanggapinya.


Dan sesuai keinginan Daren, Daffa bebas memilih mainan apapun yang Daffa suka. Dan Delia hanya menghela nafas panjang.


Setelah puas bermain-main di mall, dan Doni telah menjemputnya. Delia meminta agar Doni mengantarkan dirinya ke butik. Tapi di luar dugaan, Daren justru malah ikut turun menemani Delia sampai selesai. Bahkan Daren dan Daffa tertidur di sofa saking ngantuknya menunggu Delia selesai.


" Dasar keras kepala ! Bukannya pulang malah ikut turun, sekarang sampe ketiduran ! " Gerutu Delia saat Daren tertidur pulas. Dan Daffa tidur dalam pelukan Daren.


" Kamu itu memang udah nunjukin keseriusan mu, bahkan kamu juga sudah menunjukkan jika kamu sangat menyayangi Daffa. Tapi mengapa hati ku masih tak bisa menerima mu, mas ! Maafin aku ! " Ucap Delia saat Daren dengan rela tertidur hanya menyenderkan tubuhnya sambil memangku Daffa yang kini tertidur pulas dalam pelukannya. Seolah keduanya tak ingin terpisah.


Setelah pekerjaannya menurutnya sudah selesai dan bisa di lanjutkan lagi besok. Delia membangunkan Daren untuk pulang. Karna waktu juga sudah menunjukkan pukul 20.00.


" Mas, bangun ! Ayo kita pulang ! " Ucap Delia sambil mengguncangkan tubuh suaminya agar terbangun.


Daren meletakkan Daffa di atas sofa, dan meminta Delia untuk menjaganya. Karna tubuhnya terasa keram, dia juga ingin ke toilet terlebih dahulu mencuci mukanya agar seger.


Daren langsung menghubungi supir rumah untuk menjemput mereka di butik.

__ADS_1


Mohon maaf up nya segini dulu, ini juga author benar-benar di paksakan. Author terkena tipus, dan harus banyak beristirahat.


Selamat tahun baru untuk semuanya, terima kasih atas dukungannya selama tahun 2021. Semoga author bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi di tahun depan. Dan mohon maaf karya ini tidak terealisasi tamat di akhir bulan. Karna kondisi tubuh dan pikiran yang harus banyak istirahat.


__ADS_2