Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Couple Pink


__ADS_3

Delia terus memperhatikan pasangan yang sedang duduk di lobby rumah sakit.


" Sayang...kamu lihat apa sih ? Kok serius banget ? Seperti melihat setan. " Ujar Daren.


" Aku pengen seperti dia ! " Ujar Delia sambil memberi kode lirikan mata.


Hah ? Yang benar aja masa dia harus memakai baju pink couple dengan istri nya ? Tampang gagah begini, memiliki tubuh kekar macho harus memakai baju pink. Bisa hancur harga diri seorang Darendra Pramudya.


" Udah deh jangan aneh-aneh ! Ayo pulang ! " Ujar Daren sambil menggandeng tangan istrinya sebelah kanan dan sebelah kirinya menggandeng sang anak menuju parkiran mobil.


" Ya Tuhan, semoga keinginannya berubah. " Doa Daren.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil.


" Setelah ini kita lanjut ke mana ni ? " Tanya Daren. Namun Delia hanya diam tak mengeluarkan suara. Seperti nya dia sedang ngambek karna suaminya tak menuruti kemauannya.


Daren menarik nafas panjang, melihat istrinya yang merajuk.


" Sayang...kita mampir makan dulu ya ! Perut ku laper. Kamu sama Daffa juga laper. " Ujar Daren.


" Ga. Aku ga mau makan. Aku mau pulang ! " Sahut Delia ketus.


" Trus ada yang mau di beli dulu sebelum pulang ke rumah ? " Tanya Daren lagi, dia berusaha terus sabar.


Delia menggelengkan kepalanya. Dan akhirnya Daren terus melajukan mobilnya.


" Mas, berhenti ! " Ucap Delia tiba-tiba. Daren terpaksa menghentikan mobilnya tiba-tiba untuk saja tidak lagi dalam keadaan kecepatan tinggi.


" Sayang...lain kali ga boleh gitu ya ? Ini bisa membahayakan kita. Untungnya jalanan sepi dan aku juga bawa mobilnya pelan. " Ujar Daren mencoba memberi pengertian.


" Emmmm." Sahut Delia. Tapi masih aja dalam mode egoisnya.


Ternyata Delia meminta somay di pinggir jalan. Dan Delia juga minta makan nasi pecel lele pinggir jalan.

__ADS_1


" Sayang...tempat itu ga higienis. Debu. Kalau kamu mau kita cari tempat lain yang lebih higienis ya ! " Ujar Daren merayu sang istri.


" Aku ga mau. Kalau kamu gengsi ya udah turunin aja aku di sini ! Aku bisa makan sendiri ! Kamu sama Daffa pulang aja sana ! " Sahut Delia ketus.


" Yang, jangan gitu donk ! Bukan aku gengsi, kan tadi aku sudah jelaskan ke kamu kalau tempat itu ga higienis, kita cari tempat lain. " Ujar Daren mencoba terus sabar menghadapi istri nya. Kedua netra mereka kini saling menatap. Namun tak hanya sebentar, Delia membuang nya dan memilih menghadap ke luar jendela.


" Udah ga usah alasan ! Mana mau seorang Darendra Pramudya seorang pengusaha hebat makan di pinggir jalan. Udah aku ga mau berdebat, aku mau makan ! Daffa sama ayah pulang aja ya ! " Ucap Delia, dan hendak membuka pintu mobil.


Dan akhirnya Daren mengalah. Menuruti keinginan istrinya. Daren turun menggandeng tangan istrinya dan Delia menggandeng Daffa untuk menyebrang.


" Kamu diem di sini, biar aku yang beliin somay nya ! Dan kamu boleh pesan yang kamu mau ! " Sahut Daren.


Dan akhirnya Delia tersenyum melihat suaminya berjalan untuk memesan somay untuk nya. Sedangkan Delia memesan 3 buah ayam beserta nasi uduk dan juga tempe tahu.


Daren datang dengan membawa satu piring somay.


" Ini yang kamu mau ! Makanlah ! " Ujar Daren.


" Makasih ayah udah di beliin ! " Ucap Delia dengan suara anak kecil.


Makanan datang, Daren awalnya menolak karna kenapa istrinya membelikan untuk dirinya juga.


" Ya udah kalau mas ga mau makan, aku ga mau pulang ! " Ancam Delia.


" Trus kalau kamu ga mau pulang, kamu mau ke mana ? " Goda Daren sambil mencubit pipi istri nya yang kini terlihat chubby.


" Ikut abangnya dagang ! " Sahut Delia asal. Dan tentu saja hal itu membuat Daren terkekeh geli. Kalau modelnya begini ngidamnya, mending dia aja yang merasa ngidam. Dia ga akan repot seperti ini, Doni yang akan dia kerjain.


Dan akhirnya Daren memakan nasi uduk ayam pecel itu. Rasanya enak, Daren memakan dengan lahap sekali. Terlebih dia sambil melihat istrinya yang sangat antusias dengan makanannya. Daffa pun menyukainya.


" Mau nambah ? " Tanya Delia sambil melirik ke arah piring suaminya yang hampir habis. Daren menggelengkan kepalanya, karna memang perutnya sudah merasa kenyang. Dia sudah terbiasa makan tak banyak. Makan dua buah roti saja sudah membuat perutnya kenyang apalagi ini makan nasi dan teman-temannya.


Setelah selesai menyantap Somay dan nasi uduk ayam pecel. Mereka bersiap-siap pulang. Karna perut mereka pun sudah kenyang.

__ADS_1


" Yang, aku mau es teler sinar Garut donk ! " Ujar Delia sambil menunjuk gerobak es sinar Garut.


" Kamu mau ? " Tanya Daren lembut. Dia tak ingin mood istri nya kembali buruk. Delia menganggukkan kepalanya.


" Ya udah kamu tunggu di mobil ya sama Daffa, biar aku yang beli ! Ini kunci mobilnya ! " Sahut Daren lembut.


Delia menyebrang dan masuk ke dalam mobil bersama Daffa. Sedangkan Daren menghampiri tukang es sinar Garut untuk membeli es teler untuk istrinya.


" Bos, istrinya lagi hamil ya ? " Tanya sang penjual basa basi. Dia tertawa geli melihat Daren yang harus rela menuruti keinginan istrinya.


" Emang gitu bos kalau istri lagi hamil terus ngidam. Suka minta macem-macem. Kalau ga keturutan suka ngambek. Alhasil kita di suruh tidur di luar deh, nasib rudal kita terancam. " Ungkap penjual es.


Daren menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tak ingin di suruh tidur di luar dan nasib rudal nya terancam seperti dulu yang harus berpuasa sekian lamanya.


Es teler sudah jadi. Daren menyebrang. Dia terus inget kata-kata penjual es teler itu terus.


" Pokoknya aku harus menuruti keinginan Delia, biarin deh di bilang suami takut istri yang penting nasib soulmate ga terancam puasa lagi. " Gumam Daren dalam hati.


Kini mereka telah sampai di rumah. Delia dan Daffa turun lebih dulu.


" Semangat Daren ! " Rupanya Daren berusaha menyemangati dirinya sendiri.


Daren memasuki rumah mengikuti istri dan anaknya. Daffa langsung di ambil alih suster Vira. Daren dan Delia langsung naik ke kamarnya untuk mandi.


" Mas, aku mandi duluan ya ! " Ujar Delia pada suaminya.


" Gimana kalau kita mandi bareng ? " Ujar Daren sambil memainkan alisnya.


" Ga ah. Tar yang ada mas minta jatah ! Aku kan mau cepet-cepet makan es teler nya. " Sahut Delia tegas. Dan langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Daren hanya bisa meratapi nasibnya yang terkalahkan dengan es teler.


" Semangat ! 3 bulan lagi anak kamu lahir ! Kamu ga akan tersiksa seperti ini ! Yang terpenting soulmate aman terkendali ! " Ujar Daren menyemangati diri nya kembali.

__ADS_1


Daren memilih menyandarkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya sambil menunggu istri nya selesai dari kamar mandi.


Selamat hari Senin, jangan lupa vote nya kakakπŸ˜„πŸ˜πŸ™πŸ˜πŸ˜˜


__ADS_2