Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Benci jadi Cinta


__ADS_3

Benci jadi cinta mungkin itulah kata yang pas di rasakan Daren saat ini. Berawal dari kebencian karna keterpaksaan dirinya harus menerima perjodohan mama nya dengan wanita yang tak dia kenal asal usulnya. Terlebih Daren sudah memiliki kekasih hati yang sudah dia pacari selama dua tahun lama nya, yaitu Tasya. Hubungan mereka terbilang cukup harmonis, tak pernah ada pertengkaran yang berlebih di hubungan mereka namun perjalanan cinta mereka tak semulus cinta nya Daren pada Tasya. Kedua orang tua Daren tak merestui jalinan cinta anaknya dengan dengan Tasya.


Namun berbagai cara Daren lakukan demi mempertahankan hubungan mereka. Kesibukan Daren menjadi alasan tak pernah sedikitpun dirinya masalah jika Tasya lebih mengejar kariernya, dan Daren selama ini selalu percaya dengan Tasya. Tak sedikit pun dirinya menaruh rasa curiga jika Tasya memiliki tujuan lain dalam jalinan cinta nya dengan Daren. Ya Tasya hanya membutuhkan uang nya Daren. Meskipun Daren sangatlah sempurna, tapi bagi Tasya hanya Dion lah yang dia cinta. Rasa cintanya ke Dion lebih besar dari pada ke Daren.


" Kangen. Lagi apa ya mereka ? " Ucap Daren. Dan akhirnya Daren mencoba menghubungi Delia hanya untuk melihat wajah istri cantiknya dan buah hati. Mulai hari ini Daren sudah beraktivitas kembali menjalani perusahaan sang papa. Dirinya kini semakin bersemangat, karna dia ingin Delia dan anaknya merasa bangga dengan dirinya.


Dan baru panggilan kedua, Delia baru bisa menerima video call dari Daren.


" Halo sayang...kamu lagi apa sama Daffa ? " Tanya Daren pada sang istri.


Daren tersenyum melihat wajah Delia yang baginya semakin menggemaskan.


" Aku lagi masak buat makan siang, kenapa mas ? Daffa lagi main sama suster Vina. " Sahut Delia singkat. Ya karna kini Delia sedang sibuk memasak. Tepatnya memasak sambil melakukan video call dengan suaminya.


" Mas, ga kerja ? Tumben telpon ? " Sekilas Delia melirik ke arah layar dan melihat sang suami sedang menatapnya.


" Mas kangen sama kamu sama Daffa. Kamu main donk ke kantor bawain makanan buat aku. " Ucap Daren manja membuat Delia memutar bola matanya merasa males mendengar gombalan suaminya.


Dan lagi-lagi Delia menolaknya. Dia tak bisa ke kantor. Karna dia ingin mengunjungi butik dan juga usaha konveksinya. Sudah terlalu lama dirinya terbaring koma.


Dan tentu saja hal itu membuat Daren merasa kecewa, karna sang istri lebih memilih bekerja. Delia dan Daren akhirnya mengakhiri panggilan video nya.


" Susah banget sih Del menaklukkan hati kamu ! Ga tau apa udah kangen banget. " Ucap Daren lirih. Kini dirinya berubah menjadi lesu karna mendapatkan penolakan dari sang istri.

__ADS_1


Dan akhirnya Daren memilih melanjutkan pekerjaannya.


Perasaan benci memang berbeda tipis dengan perasaan cinta. Karna cinta kita bisa menghilangkan rasa benci kita, namun bisa juga perasaan benci hadir karna kita terlalu mencintai pasangan kita namun pasangan kita justru mengecewakan kita.


Sesuai pembicaraan dengan suaminya kini Delia sudah berada di butik. Tak lupa dirinya selalu membawa serta sang anak.


Delia tersenyum puas karna usaha butiknya berjalan lancar selama dirinya tak ada. Dan dia juga mendatangi konveksinya untuk melihat perkembangan usaha konveksi nya dan usahanya itu sama-sama sukses. Dan kini Delia sudah menjadi orang yang sukses.


" Don, gimana sih caranya biar pasangan kita bisa mencintai kita ? " Tanya Daren membuka obrolan pada Doni. Rasanya Daren sudah merasa frustasi karna Delia enggan membuka hatinya untuk nya. Padahal berbagai cara telah Daren lakukan untuk menarik hati istri nya.


" Mungkin tuan harus lebih kerja keras menunjukkan rasa cinta tuan pada nyonya Delia. Terlebih ada masa lalu yang kelam di hati nyonya Delia. " Doni mencoba memberi saran kepada tuannya.


" Sepertinya aku harus mengajak Delia dan Daffa berlibur. Ya ga usah jauh-jauh cukup menginap di villa sudah cukup, yang penting kebersamaan aku, Delia, dan Daffa. " Sahut Daren dan menurut Doni itu hal yang bagus.


Daren berencana akan memberitahukan hal ini pada Delia saat dirinya pulang kerja.


Jam sudah menunjukkan pukul 17.00, Daren berniat segera pulang ke rumah. Hari-harinya kini menjadi bertambah semangat dengan hadirnya Delia dan juga di hidupnya. Tak pernah terbayangkan olehnya bisa mencintai Delia seperti ini. Istilah benci jadi itu memang nyata terbukti, itulah yang di rasakan Daren saat ini. Kini rasa cintanya pada Delia begitu besar. Bukan sebuah pelarian atau pelampiasan karna rasa sakitnya pada Tasya, bukan karna Tasya mengkhianati dirinya. Tapi inilah cinta, dia hadir tanpa waktu tak terduga. Dan setelah perjalanan panjang yang dia lakukan bersama Delia, hingga akhirnya mereka bersatu tanpa penghalang lagi.


" Huhft aku ingin pulang cepat, istri dan anak ku malah belum pulang. " Gerutu Daren, saat dirinya sampai tapi tak menemukan istri dan anaknya di rumah.


Daren mencoba berkali-kali menghubungi Delia, tak telpon nya tak kunjung di angkat Delia. Ya karna Delia sedang bertemu klien di lantai 1 dan ponselnya kini berada di ruangannya.


" Kemana sih ni orang, di telpon berkali-kali ga di angkat. Lagi ngapain sih sampe ga bisa ngangkat telpon ? Jangan coba-coba ya kamu menghindar dari aku, karna aku ga akan membiarkan hal itu ! " Gerutu Daren, mulutnya terus saja mengomel.

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 19.00, Delia memarkirkan mobil. Delia memilih membawa mobil sendiri tanpa seorang supir. Namun dirinya membawa suster Vira untuk membantu menjaga Daffa.


Mendengar mobil sang istri, Daren langsung melangkahkan kaki nya menuruni anak tangga untuk menemui istri dan anaknya.


" Mas udah pulang ? " Tanya Delia basa basi. Namun hal itu membuat Daren kesal. Bisa-bisanya istrinya berkata seperti itu. Apakah tak melihat ponselnya ? Berkali-kali dirinya menghubungi, namun tak di angkat dan saat bertemu tak ada kata maaf dari sang istri justru bertanya yang membuat Daren merasa kesal.


Delia mengerutkan keningnya saat melihat tingkah suaminya yang menurut nya aneh. Tak mau mengambil pusing, dirinya memilih untuk langsung naik ke atas membersihkan diri. Dan Daffa langsung di urus oleh suster Vira.


Daren langsung mengikuti sang istri ke kamar. Dan kini dirinya memilih untuk menunggu sang istri di ranjang. Tak lupa dirinya menyuruh suster Vira menjaga Daffa. Daren juga sudah mengunci pintu kamarnya. Dirinya menyeringai licik.


Delia keluar hanya menggunakan bathrobe nya, dia tak mengira jika sang suami ikut naik ke kamarnya. Delia pikir suaminya memilih langsung main dengan sang anak. Namun pemikiran salah.



v


Author ucapkan untuk semua dukungan untuk karya ini, tanpa kalian karya ini tak akan sesukses ini. Alhamdulillah karya ini masuk rekomendasi karya yang di gemari masyarakat. 😘😘😍😍❀️


Terus dukung karya ini sampai selesai ya πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜ƒ


Like


Vote

__ADS_1


Comment


Hadiah πŸŒ·β˜•


__ADS_2