
Bukan hanya Doni dan Daren yang menaruh curiga siapa Claudia sebenarnya. Daren dan Doni bahkan Kedua orang tua Daren menaruh curiga yang amat dalam. Mereka sangat mengenal siapa Dewi, sudah lama Dewi mengabdi pada perusahaan Agung Jaya Group. Mana mungkin Dewi berhenti secara tiba-tiba, bahkan dengan alasan karna harus pulang kampung. Keluarga Agung sangat tahu kehidupan Dewi di kampung, Dewi adalah tulang punggung di keluarga nya semenjak ayahnya meninggal 5 tahun lalu. Dengan modal nekat dan niat sungguh-sungguh Dewi merantau ke Jakarta dan nasib mujur berpihak padanya. Dewi di terima di Perusahaan Agung Jaya Group. Bahkan Mama Mila sangat menyayangi Dewi.
Malam ini akan di adakan rapat dadakan membahas tentang sekertaris baru bernama Claudia yang sangat mencurigakan. Gaya nya bukan sebagai pekerja yang sungguh-sungguh dalam bekerja, bahkan Tasya selalu berbuat nekat hendak mencum** Daren hingga Daren murka.
Daren dan Doni telah sampai di kediaman kedua orang tua Daren. Papa dan Mama Daren turun saat mengetahui sang anak telah datang.
" Don, segera kamu lacak keberadaan Dewi di daerah Jakarta dulu ! Saya yakin Dewi saat ini masih berada di Jakarta, bahwa dia ke sini ! Dan pastikan keadaan Dewi aman sebagai saksi kunci ! Dan suruh juga orang suruhan mu mencari alamat Dewi saat melamar di Perusahaan Agung Jaya Group ! " Titah Papa Agung.
" Entah mengapa papa menaruh curiga pada Claudia, dan kecurigaan papa jika Claudia itu Tasya yang melamar. Papa yakin ada orang yang membantu di balik penyamaran Tasya ! Lakukan secepatnya, jangan sampai kita di bodohi lagi sama wanita ular itu ! " Ucap Papa Agung lagi. Sedangkan Mama Mila dan Daren hanya menyetujui saran sang papa.
\=\=\=\=\=
Proses pencarian mulai di jalankan, dan tak butuh waktu lama Doni berhasil menemukan Dewi. Memang setelah Dewi mendapatkan uang dari Tasya dan Reynaldi, Dewi langsung pindah dari kontrakan lama dan melamar kerja di tempat lain.
Orang suruhan Doni langsung menghubungi Doni memberi tahu tentang kontrakan dan tempat kerja Dewi yang baru. Dan rencananya malam ini, Doni dan Daren akan menemui Dewi di kontrakan barunya.
__ADS_1
Tok...Tok...Tok...
Mendengar ada orang yang mengetuk pintu kamarnya, tanpa merasa curiga Dewi langsung membuka pintu kamarnya. Wajah panik ketakutan menggambarkan wajah Dewi saat ini. Dewi terlihat sangat gugup, takut jika bos nya akan memasukkan dirinya ke penjara karna terlibat dalam penyusupan Tasya ke perusahaan.
Namun saat Dewi hendak menutup pintu kamarnya lagi, Doni dan Daren terpaksa mendorong pintu kamar Dewi dengan paksa agar dirinya bisa masuk ke dalam kamar tersebut, bicara dengan Dewi.
" Tuan Doni dan Tuan Daren, ada apa nyari Dewi ? Memangnya ada urusan apa lagi sama Dewi ? Dewi kan udah berhenti baik-baik ! " Ujar Dewi membuka omongan.
" Bolehkah kami duduk dulu Wi, tenang saja kedatangan saya kali ini bukan untuk menakutimu ! Justru tujuan saya ke sini agar Dewi bisa membantu kami membuka kedok siapa Claudia sebenarnya. " Sahut Daren dengan pelan, dia tak ingin membuat sang mantan sekertaris nya merasa ketakutan.
Mungkin Dewi lupa saat dirinya mereferensikan dulu Tasya agar di terima di Perusahaan Agung. Daren menerima Claudia karna Dewi, orang yang selama ini dia percaya.
" Lantas mengapa kau dulu mereferensikan Claudia adalah temanmu. Dan kau menyatakan Claudia saat itu saat membutuhkan pekerjaan, dan Claudia juga yang pantas menggantikan posisi nya ? Tapi kenapa kamu justru mengelak ? Jujur lah wi ! Kamu ga usah takut, saya akan menjamin keamanan kamu ! Lagi pula aku akan membalasnya dengan tanganku sendiri tanpa harus melibatkan dirimu ! Aku hanya ingin kamu jelaskan siapa Claudia sebenarnya ? Dan di mana kamu bertemu nya ? " Ucap Daren yang langsung to the point. Daren lakukan karna Dewi berusaha berkelit.
Dan akhirnya Dewi mengungkapkan tentang pertemuan dengan Tasya dan mengapa dirinya menerima tawaran dari Tasya. Dengan Isak tangis, Dewi menceritakan semuanya.
__ADS_1
" Jujur saya tidak tahu siapa Claudia dan laki-laki yang bersamanya. Saat itu dia berusaha mengikuti saya saat saya pulang kerja. Dia mendatangi saya ke kontrakan saya, dan mengancam saya untuk masuk. Mereka mengancam saya agar resign di perusahaan Tuan dan mereferensikan Claudia bekerja di tempat Tuan. Jika saya tidak menuruti kemauannya, dia berniat membunuhku. Dan memang dia telah memberikan saya uang senilai 100juta. Tapi semua saya turuti, bukan karna saya melihat uang. Karna saya takut jika mereka membunuhku, lalu bagaimana nasib ibu dan kedua adik ku di kampung ? Hiks...Hiks..." Ungkap Dewi di akhiri tangisan lagi.
" Don kira-kira kamu menaruh curiga pada siapa ? Sayangnya daerah kontrakan Dewi tidak mungkin ada cctv, kita tidak mungkin melacaknya. " Tanya Daren pada sang asisten. Sungguh perbuatan Claudia atau pun Tasya sangat menyita waktunya menambah pikirannya. Permasalahan perceraian dengan Delia aja belum selesai. Masih menunggu akan di gelar sidang pertama yaitu mediasi untuk kedua pihak penggugat maupun tergugat.
" Kalau aku sih, kecurigaan ku sangat besar pada Tasya. Cuma kita harus mencari tau lebih detail, siapa laki-laki yang membantu Tasya. Operasi plastik, dan meloloskan dirinya bisa operasi plastik. Terlebih Tasya adalah target pencarian polisi karna kasus pembunuhan Dion. " Ujar Doni.
" Baiklah Dewi. Terima kasih informasinya ! Paling tidak berkat informasi mu, kami ada sedikit titik terang. " Setelah puas bertanya pada Dewi. Doni dan Daren berpamitan pulang. Seperti biasanya Daren pulang ke rumah Delia. Meskipun Delia bersikap biasa, namun Daren terus berusaha untuk meluluhkan hati Delia.
Daren memasuki kamarnya, dan menemukan Delia dan sudah tertidur memeluk Daffa. Sepertinya Delia ketiduran, hingga Daren masuk pun dirinya tak sadar. Biasanya jika Daren datang, Delia akan keluar dari kamar itu. Delia terpaksa meniduri Daffa di kamar Daren karna menuruti permintaan sang anak.
Daren menghampiri Delia, dan menatap lekat wajah wanita yang sangat dia taklukkan.
" Ternyata menaklukkan hati mu sangatlah sulit, namun aku selalu yakin jika suatu saat nanti akan ada keajaiban hingga bisa menghapus lukamu di hatiku, dan menggantinya rasa cinta kepadaku. I Love You my Wife..." Ucap Daren lirih, namun dia tak berniat sedikit pun menyentuh Delia. Daren takut jika Delia bangun, akan berubah menjadi macan yang sangat menakutkan.
Daren berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dan ternyata derap langkahnya membuat Delia terusik tidur nyenyak nya. Delia membuka matanya dan melihat sang suami yang baru keluar dari kamar mandi, dan hanya melilitkan handuk nya di pinggang.
__ADS_1
Yuk dukung terus ! Berikan vote, like, dan hadiah untuk author untuk memberi semangat author terus senam jariπππππ