
" Mas...bangun ! Aku mau pulang ! " Delia mencoba membangunkan Daren yang sejak tadi tertidur seperti orang pingsan.
Perlahan Daren membuka matanya, dirinya tersenyum bahagia saat melihat wajah cantik istri nya yang sedang menatap dirinya.
" Del...kasih kesempatan mas ya ! Buka hati kamu ! Hapus memori tentang perbuatan aku dulu ke kamu, semua sudah tidak berlaku. Aku akan menjadikan dirimu menjadi istri ku satu-satunya. " Ucap Daren sambil mengelus pipi istri nya dengan lembut.
" Masih aja sih mas membahas. Ayo bangun ! Mas nanti aku antar sampai depan apartemen aja, aku ga ikut naik ke atas. Tasya ngamuk lagi nanti. " Ujar Delia.
Daren hanya bisa menghela nafas panjangnya, lagi-lagi istrinya tak mau membahas perasaan nya, lagi-lagi istri nya bersikap cuek. Butuh kerja keras baginya, meluluhkan hati istri nya.
Delia dan Daren menuruni anak tangga dan mereka pulang bersama...
" Del...aku nginap di rumah kamu ya ! Aku masih ingin sama kamu ! " Ucap Daren membuka percakapan di dalam perjalanan pulang.
" Nanti kalau Tasya marah gimana ? Aku malas mas, berurusan dengan hal yang ga penting. Aku sudah putuskan ingin hidup tenang. " Sahut Delia yang fokus menyetir tanpa melirik ke arah suaminya yang berada di sampingnya.
" Tasya...Tasya lagi. Aku akan ceraikan dia, kalau itu permintaan kamu ! Aku ini kan suami kamu, kamu dosa jika harus menolak keinginan suami mu. Lagi pula tujuan aku kan baik, berbuat adil kepada kalian ! " Ujar Daren.
" Ya makanya aku pengen cepat-cepat pisah sama kamu, karna aku malas mas hidup seperti ini. Lagian aku ga minta mas menceraikan dia ko, karna mas kan cinta nya sama dia !"
" Sekarang berbeda, aku mencintaimu ! " Ucap Daren tegas.
" Huhft...kamu itu keras kepala banget ya kalau mau sesuatu. Ya udah karna kamu masih suami aku, jadi aku membolehkan mas menginap di rumah. Tapi kita tetap tidur di kamar terpisah dan tak ada drama bercinta ! " Daren tersenyum licik, mana bisa dia seperti itu saat ini. Pastinya dia akan langsung membawa sang istri dalam pelukan nya.
Mobil mereka telah sampai di kediaman Delia, rumah yang sangat megah hadiah dari pernikahan dirinya dengan Daren.
Daren langsung menggendong tubuh Delia sejak mereka memasuki rumah.
" Mas...lepasin ! Aku mau mandi, mau istirahat ! " Delia mencoba turun dari gendongan Daren.
" Aku ga mau ! Nanti kita mandi bareng, dan tidur bareng ! " Ucap Daren santai, padahal para pelayan di sana melihat mereka. Mereka tampak bahagia melihat Tuannya berubah menjadi romantis, terlebih bi Yati.
__ADS_1
" Semoga Tuhan selalu memberikan kebahagian untuk kalian berdua ! Terima kasih Tuhan, karna engkau telah menyadarkan Tuan Daren. " Doa Bi Yati untuk kedua majikannya.
Daren langsung mengunci pintu kamar nya dan merebahkan tubuh istri nya di atas ranjang.
" Tunggu dulu di sini ! Aku siapkan air hangat dulu di bathtub ! " Ucap Daren.
" Udah aku saja mas ! Masa suami sih yang melakukan hal itu, itu jadi tugas seorang istri ! " Ujar Delia memilih untuk bangkit.
" Mulai saat ini aturan itu tidak berlaku, kita hidup saling mengerti ! Aku tau kamu cape, biar aku yang memanjakan kamu ! Udah ga usah protes, tunggu di sini ! " Titah Daren.
Daren sibuk menyiapkan air hangat untuk sang istri...
" Lucu juga kalau lagi bucin gitu, wajah nya menggemaskan !" Delia terkekeh sendiri melihat sikap suaminya seharian ini.
" Ayo mandi ! " Daren menghampiri Delia.
" Ya udah aku mandi dulu, makasih ya mas ! " Delia berjalan menghampiri kamar mandi, dan ternyata Daren mengikuti langkahnya.
Dengan pede nya Daren masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya.
" Kita mandi bersama ya ! " Ucap Daren sambil membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuhnya tanpa malu.
" Kenapa belum di buka ? Aku kan sudah lihat semuanya, bahkan aku sudah memakainya ! " Bisik Daren dengan suara beratnya.
Dengan sigap Daren membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuh istrinya, dan Delia hanya bisa menatap wajah suaminya.
" Del, aku pengen ! " Dengan mata yang sudah terlihat sayu, terlebih kini dia sudah melihat tubuh istrinya yang sangat indah.
Daren langsung membawa Delia ke dalam bathtub bersama nya...
" Mas...jangan kencang-kencang ya, mainnya pelan ! " Delia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan anak dalam kandungan nya, namun dirinya tetap ingin menutupi semuanya. Dan untungnya Daren tak curiga dengan permintaan istri nya, karena selama ini memang dia selalu melakukan nya kasar sebelum ada cinta di hati nya untuk sang istri.
__ADS_1
Hasrat Daren sudah menggebu-gebu, dalam sekejap tangan dia sudah bergerilya di tubuh istrinya. Bibirnya pun sudah melahap rakus dua bukit kembar milik istrinya secara bergantian, hingga akhirnya suara merdu keluar dari bibir Delia.
Mendengar desa*** sang istri, membuat dirinya bertambah semangat. Malam ini mereka menikmati percintaan, baru kali ini Delia bisa menikmati permainan suaminya. Delia melayang ke nirwana.
" Del...nikmat banget. " Racau Daren yang kini matanya sudah merem melek, menikmati lubang kenikmatan milik istrinya. Miliknya meliuk-liuk memompa milik istrinya. Delia dapat merasakan betapa besar, kekar milik suaminya yang sedang mengobrak-abrik miliknya.
" Aaaahhh...sayang..." Teriak Delia.
" Kita keluarkan bareng ya sayang... ! " Dan akhirnya erangan panjang keluar dari bibir mereka.
Daren mengecup kening istrinya dengan lembut, dan mengangkat Delia untuk mengguyurkan tubuh mereka di bawah shower.
" Papa berharap, semoga kamu segera hadir di rahim mama ! Biar mama tak akan pernah ninggalin papa ! " Ucap Daren sambil mencium perut Istri nya.
Jleb...
" Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan ? Sungguh dada ini terasa sesak. Apa aku tega jika memilih menutupi semuanya dari suamiku tentang kehadiran anak ini ? " Ucap Delia dalam hati. Sungguh dirinya terharu dengan apa yang suaminya ucapkan.
Mereka telah selesai mandi, dan sudah berada di kamar mereka.
" Mas, bisa tolong ambilkan baju aku ga di kamar ? " Tanya Delia.
" Malam ini aku tak akan membiarkan kamu memakai pakaian ! " Ucap Daren sambil mengerlingkan matanya.
" Aish...kenapa kamu jadi begini sih ? Kemasukan setan apa sih kamu ? " Ujar Delia kesal.
" Semua ini karna aku mencintaimu dan menyayangi mu dengan tulus, dan aku ingin menjalankan tugasku sebagai suami ! " Ucap Daren lembut sambil merapikan poni Delia membuat hati Delia meleleh. Kini netra mereka saling menatap lekat.
" Maafkan aku, aku ingin memulai semua nya dari awal ! Cintalah yang membawa aku kembali ke pelukan mu lagi ! " Ucap Daren. Namun Delia tak meresponnya, lebih memilih bicara dalam hati.
" Aish...buat hati ku meleleh, tapi aku tak akan semudah itu mas memaafkan kesalahan kamu ! "
__ADS_1
Berikan like, vote, comment , dan hadiah buat author ya untuk mendukung karya ini ππ€πππ