
Tasya menekan kode password untuk masuk ke dalam apartemennya..
" Siapkan makanan enak untuk saya ! " Suara lantang Tasya mengangetkan sang art yang sibuk mencuci.
" Baik Nyonya ! " Sahut sang art sambil menghentikan sebentar pekerjaannya.
Tanpa perkataan lagi, Tasya memilih masuk ke dalam kamarnya.
" Akhirnya aku bisa kembali merasakan empuk ku, menikmati kenyamaan apartemenku. Aaaahh...semua seperti mimpi. Untungnya Tuhan masih berbaik hati, meemberikan kesempatan padaku untuk hidup untuk kedua kalinya.
Tasya membaringkan tubuhnya, menikmati kasur empuk seperti ucapannya.
" Ngomong-ngomong kemana si Daren, kenapa belum ada kabar sampai sekarang ? Bahkan sampai-sampai harus si Doni yang mengurusku. " Gumam Tasya dalam hati. Seketika dirinya teringat akan sosok Daren.
" Sayang...kamu kemana sih ? Mengapa tak menghubungiku, bahkan Doni yang mengurusku ? Apa kamu tak merindukanmu ? "Ucap Tasya manja di panggilan telpon.
" Maaf ada pekerjaan yang tak bisa aku tinggalkan, nanti jika telah selesai aku baru bisa pulang ! " Sahut Daren berbohong, sebenarnya Daren hanya ingin menghindari Tasya. Rasa cintanya semakin memudar kepada Tasya, berganti rasa tak tega jika harus menyakitinya.
Tak ada kesibukan yang di kerjakan Daren di kantor, justru saat ini Daren hanya menyenderkan tubuhnya yang selalu merasa lelah dan tak bersemangat menjalani kehidupan tanpa Delia.
Tok..Tok...Tok
__ADS_1
" Permisi Tuan. " Doni memasuki ruangannya. Menghampiri meja kerjanya yang berada satu ruangan dengan Daren.
" Don..kamu sudah selesai mengurus Tasya ? " Tanya Daren.
" Sudah tuan. " Jawab Doni singkat, di sedang membahas tentang Tasya.
Daren menghampiri meja Doni, Sejak tadi sebelum Doni datang, dirinya berpikir untuk mendiskusikan masalah Tasya.
" Don..apa mulai sekarang kita menjalani misi, mencari tahu tentang Tasya ? " Ucap Daren membuka omongan.
Doni menghentikan aktivitas tangannya sejenak, dan menatap ke arah Daren.
" Hey...mengapa kau menatapku seperti itu ? Kamu cukup jawab, tak perlu menatap ku seperti mengintimidasi seperti itu ? " Tukas Daren merasa tak suka dengan tatapan Doni.
" Ayo kita duduk di sofa, kita bicara lebih jauh ! " Ajak Daren. Daren melangkahkan kaki nya menuju sofa di ikuti Doni. Dan kini mereka duduk bersebelahan.
" Don, sepertinya sudah saat nya kita gencar menjalankan misi kita ! Entah mengapa hati ku semakin tak respect dengan Tasya. Tapi rasanya tak adil jika aku menceraikannya tanpa sebab, aku ingin mempunyai bukti yang bisa memberatkannya. Menurutmu gimana, apa kau setuju dengan ucapanku ? " Ucap Daren sambil menatap serius ke arah Doni menanti jawaban dari bibir Doni.
" Serius tuan ? Anda tak sedang mabuk kan ? " Doni bertanya, memastikan tentang ucapan Daren.
Pluk
__ADS_1
" Bisa-bisanya kamu bercanda di saat situasi serius seperti ini ! " Ucap Daren merasa tak terima.
" Menurutmu, langkah apa yang harus kita lakukan ? Biasanya kamu kan selalu memiliki ide cemerlang ! " Ujar Daren.
" Aku pikir tuan akan mempercayai Tasya, dan melupakan misi kita ! " Sahut Doni yang masih tak percaya dengan ucapan tuannya.
" Selama ini aku sudah terlalu sangat bodoh, dan sekarang aku sadar tak ada salahnya aku mengikuti saranmu ! Namun jika kau terbukti salah, kau siap jabatanmu jadi taruhanmu ? " Ujar Daren, sebenarnya dia tak benar-benar akan melakukan hal itu pada Doni, diirnya mengancam hanya untuk Doni sungguh-sungguh dalam menjalani misi mereka.
" Ok. Bagiku itu lebih baik ! Dari pada aku harus berdiam diri, membiarkan anda jatuh ke jurang. Masuk wanita ular itu ! " Ucap Doni tak takut, sampai-sampai Daren menggelengkan kepalanya tak percaya jika istrinya di bilang wanita ular, bahkan di hadapannya bicara dengan santai tak ada rasa takut.
Step by step Doni jelaskan, Doni meminta Daren untuk memasang cctv di apartemen miliknya yang mereka tempati bersama Tasya, Doni menyuruh Daren untuk menyuruh Tasya keluar dari apartemen agar dirinya mempermudah untuk memasangkan cctv di sana. Dengan cara menyuruh belanja, pasti itu sangat mudah tak membuat curiga. Doni juga sudah meminta nomor telpon Tasya untuk menyadapnya. Doni akan mencari orang yang bisa merentas dan menyadap apa yang di lakukan Tasya dengan ponselnya. Semua aktivitas Tasya akan di ketahui termasuk di mana Tasya berada. Dan mungkin ini saatnya Doni untuk menyuruh orang suruhannya untuk memperketat penjagaan mengikuti kemana pun Tasya pergi dari jarak jauh. Doni sangat yakin misinya akan berjalan lancar. Tasya akan masuk dalam perangkapnya. Selama ini Tasya berada di rumah sakit, tak ada yang terlalu di curigai. Dan mengapa dulu tak mencari tahu tentang Tasya, karna Daren masih berhubungan baik dengan Tasya hingga tak memiliki rasa curiga. Terlebih Tasya seorang model, wajar jika Tasya banyak meninggalkan Daren dan rasa cinta Daren pada Tasya menutupi rasa kecurigaannya. Rasa saling percaya yang selalu Daren pegang. Dia sudah sangat tahu dunia model seperti apa, jadi harus mengabaikan rasa curiga atau cemburunya.
" Lakukan misimu ! Aku yakin dengan mudah kita mencari tau. Terlebih Tasya baru saja sembuh, sudah lama tak berbelanja. Pasti dia akan merasa senang aku suruh belanja sepuasnya.Tapi jika Tasya memang setia kepadaku, mau tak mau aku melanjutkan kembali kisah cintaku padanya. " Ucap Daren. Bukankah Delia sendiri yang pergi meninggalkannya ? Mungkin Tasya memang jodohnya. Jika masalah anak dia akan selalu menjadi papa dari anak yang di lahirkan Delia.
" Malam ini aku akan berdandan sangat cantik dan sexy, agar Daren terpanah padaku tak curiga lagi pada ku. " Ujar Tasya berendam di dalam bathtub yang di tambahkan cairan aromatherapy.
" Kapan aku bisa melakukannya ? Memasangkan cctv ? " Tanya Doni.
" Besok kamu sudah bisa melakukannya, bukankah lebih cepat itu lebih baik ? Malam ini aku akan pulang, berakting manis agar aku bisa melancarkan aksiku. Tak apa lah aku bisa menikmati sesaat, hitung-hitung sebagai imbalan aku mengeluarkan kocek yang tak sedikit untuknya. " Ucap Daren sambil mengerlingkan matanya. Hal itu membuat Doni menggelengkan, bisa-bisanya Daren memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Tak ingin merasa rugi untuk mengasah pedangnya yang telah sekian lama tak di asah oleh kedua istrinya. Dan mungkin itu juga salah satu cara yang membuat Tasya tak curiga, di buat semanis mungkin membuat Tasya larut dan masuk ke dalam perangkap.
" Sepertinya aku perlu memberikan Daren pbat perangsang, agar dirinya lebih bergairah ! Malam ini akan menjadi malam yang istimewa buat aku dan Daren ! " Tasya tertawa seperti orang gila, merasa bahagia membayangkan saat Daren masuk ke perangkapnya.
__ADS_1
Tasya terlihat gelisah menunggu kedatangan Daren, jam menunjukkan pukul 21.00 namun Daren tak menunjukkan batang hidungnya. Padahal sejak tadi dia sudah menyiapkan sebuah surpries untuk Daren. Mulai dari suasana romantis hanya ada di berdua di apartemennya. Tasya menyulap meja makannya menjadi tempat yang romantis layaknya di restoran, tak lupa dirinya menggunakan pakaian yang sangat sexy untuk menngoda Daren. Tasya pun sudah memasukkan obat perasang di minuman Daren dan juga dirinya. Agar malam ini menjadi malam yang sangat hot. Tasya ingin malam ini menjadi malam yang sangat spesial sebelum adanya Delia masuk di hidup mereka, merajut lagi kebersamaan mereka yang sempat terbagi.