
Daren sedikit berlari untuk segera menghampiri Delia dan juga Reynaldi.
" Owh ini alasannya kamu mau ninggalin aku ? Ternyata perselingkuhan kalian telah menghasilkan seorang anak di rahim wanita yang masih bersuami ? " Ucap Daren dengan hati yang membara.
" Kau akan menyesal bicara seperti itu pada wanita yang hatinya seperti malaikat. Dasar CEO bodoh, seharusnya bisa berpikir jernih bukan pikiran kotor yang terus kamu pelihara ! Cari orang suruhan yang benar-benar mencari kebenaran Sampai akarnya, bukan hanya melihat dari luarnya. Mungkin anda lupa saat membuat nya dengan istri anda, sampai-sampai menuduh pria lain yang telah menitipkan janin di rahim istrimu. Ayo Delia ! Biar dia berpikir jernih dulu ! " Reynaldi mencoba menarik tangan Delia, namun dengan cepat Daren menghempaskan tangan Reynaldi dari tangan Delia.
" Del...apa benar bayi yang di dalam kandungan mu itu anak ku ? Jawab Del....! " Ucap Daren melemah, sambil menatap mata Delia penuh tanya menanti jawaban yang keluar dari mulut Delia.
" Bukan, ini anak ku ! Memangnya mas mengharapkan anak ini ? Selama ini kita membuat nya, bukan karna mas mencintai ku. Jangan ganggu hidup ku lagi, aku ingin bahagia ! " Ucap Delia.
" Tunggu Del ku mohon jangan pergi ! Ayo kamu pulang sama ku ! " Ucap Daren memohon.
" Lepasin mas ! Kita sudah resmi berpisah sejak tadi aku berpamitan ! " Delia mencoba menepis tangan Daren.
" Del...kamu akan berdosa memisahkan anak dari ayahnya ! Bagaimanapun dia anak kandung ku, darah daging ku ! Dan perpisahan kita tidak sah karna kau mengandung anak ku ! "
" Baiklah jika mas mau menginginkan anak ini, tunggu sampai anak ini lahir. Aku tak akan pernah melarang mas bertemu dengannya. Tapi maaf aku sudah tak bisa melanjutkan pernikahan kita ! Aku tak ingin di poligami ! Aku pulang dulu, setelah anak ini lahir aku akan kembali memberi tahu mas ! "
__ADS_1
" Del...aku ga mau kehilangan kamu ! Aku ingin kita bersatu lagi, merawat buah hati kita bersama ! "
" Tidak mas aku tak mau ! Pernikahan kita ga akan pernah bahagia, karna akan selalu bayang-bayang madu ku. Bukankah kamu merasa tidak tega meninggalkan istri impian mu ! Lanjutkan saja mas ! Nanti setelah sadar mas kan bisa membuat banyak anak sesuai yang mas mau ! Jika mas mengganggu ku, aku akan memisahkan mas dari anak mas ! " Ucap Delia tegas, dan akhirnya Daren memilih mengikuti keinginan istri nya.
" Baiklah...Tapi ku mohon kita jangan berpisah ! Aku izinkan kamu melanjutkan pendidikan, tapi setelah selesai kamu cepat pulang ya ! " Ucap Daren mengiba.
Ada perasaan tak tega yang di rasa oleh Delia, melihat wajah tampan suaminya yang sudah tak berseri lagi. Tubuhnya terlihat lebih kurus tak bergairah. Selain Daren sibuk menjaga Tasya, Daren juga sedang mengalami kehamilan simpatik.
Daren melihat dari jauh Delia dan Reynaldi berjalan. Ada perasaan cemburu yang dia rasa, namun dirinya saat ini memang di posisi yang salah. Tak bisa bersikap tegas, siapa yang dia pilih. Karna tak mungkin jika dirinya terus menerus menjalani poligami.
Daren memukul Mukuli stir mobil karna kesal. Terpaksa dirinya harus merelakan sang istri pergi. Karna dirinya masih terikat dengan Tasya. Hati nurani nya tetap merasa tak tega dengan sosok wanita yang mendampingi dirinya hampir 3 tahun. Terlebih Tasya tersadar dalam kondisi yang tidak sempurna. Daren tak tega jika Tasya merasa frustasi.
Sungguh dirinya merasa frustasi. Benar apa yang di katakan Delia istri nya. Tak akan ada orang yang di madu. Termasuk dirinya. Daren bisa merasakan apa yang dirasakan Delia dulu saat dirinya bermesraan dengan Tasya, bahkan saat Delia sudah berstatus nya menjadi istrinya. Dengan tega nya dia membawa Tasya ke kamarnya dan melakukan hubungan intim dengan Tasya dengan bangganya. Kini dirinya baru melihat Delia berjalan dengan Reynaldi, hatinya merasa sangat sakit.
" Aku terlanjur jatuh di lubang yang salah. Menjalankan dua cinta, yang pastinya akan menyakitkan salah satunya. Jika bukan Delia yang tersakiti, nantinya Tasya lah yang akan tersakiti ! Aku ingin hidup bahagia dengan Delia dan anak ku, tapi aku juga ga mungkin meninggalkan Tasya begitu saja. Selama ini Tasya lah yang selalu ada di hidup ku, sebelum Delia hadir. " Ucap Daren lirih.
Tanpa sadar air matanya menetes sambil dia melajukan kendaraannya menuju rumah sakit tempat Tasya di rawat.
__ADS_1
Sama hal nya dengan Delia, sungguh dia sebenarnya tak ingin seperti ini. Jika dia ingin memilih, pastinya dia ingin menjalani kehamilannya dengan sang suami dan dia ingin Daren selalu berada di sampingnya. Meskipun belum ada cinta di hati Delia, paling tidak Delia sudah mulai nyaman dengan Daren.
" Del...apa kamu mau membatalkan kepergian mu dan kembali dengan nya ? " Tanya Reynaldi, sebenarnya dia merasa tak suka jika Delia kembali pada Daren. Karna Reynaldi sangat mencintai Delia. Tapi Reynaldi memiliki prinsip bahwa cinta tak harus memiliki. Dia memilih dirinya yang tersakiti dari pada melihat orang yang dia cinta sedih karna mengharapkan cinta yang lain.
" Ga Rey.." Delia menggelengkan kepalanya.
" Tekad ku sudah bulat ! Aku tak mau lemah ! Untuk apa pertahanan yang cintanya masih terbagi dengan yang lain. Aku yakin jika suatu saat nanti Tasya sadar kembali, pasti dia semakin tak tega meninggalkan nya ! Lebih baik aku melanjutkannya hidupku, mencari kebahagiaan ku dari pada harus mempertahankan pernikahan yang semu ! Yang tak jelas ujungnya seperti apa ! " Ucap Delia.
" Ya sudah kalau kamu mau nya begitu ! Semangat lah dan jangan bersedih ! Kasihan Debayi nya, kalau bunda nya nangis ! Tenang ada om Rey yang selalu untuk kalian ! " Ucap Reynaldi sambil tersenyum memberi semangat. Padahal di dalam lubuk hatinya, dia tak sanggup menghibur dirinya sendiri. Menghadapi cinta yang bertepuk sebelah tangan.
" Terima kasih Rey...maaf aku merepotkan kamu terus ! " Sahut Delia sambil menghapus air mata di pipinya.
" Maaf mas aku terpaksa menutup hati ku untuk mu ! Semoga kamu bahagia dengannya ! Dan aku juga bisa meraih kebahagiaan ku. Tenang saja aku akan Selalu merawat anak ini dengan baik, meskipun dia akan terlahir dari perbuatan yang berawal tanpa cinta. Suatu saat nanti aku akan kembali, mengenalkan dirinya pada mu ! Selamat tinggal Indonesia, aku akan kembali dengan kehidupan yang baru ! Ibu, ayah, doakan Delia ! " Ucap Delia dalam hati sambil menatap ke arah luar jendela.
Reynaldi hanya diam fokus menyetir, dan dirinya hanya melirik sesekali ke arah Delia yang sedang sibuk dengan pemikiran nya. Reynaldi dapat merasakan jika perjalanan Delia sangat lah berat, hingga akhirnya dia rela menjadi penjaga Delia untuk tidak mencari wanita lain di hidupnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya !
__ADS_1
Di tunggu vote, like, comment , dan hadiah bunganyaπ·πΉππ€πππ