
" Del...mama mohon jangan pergi dari Daren ! Tetap jadi istri Daren ! Hanya Delia yang mama inginkan jadi menantu mama ! " Ucap Mama Mila mengiba.
Daren dapat merasakan apa yang di rasakan mama nya, bahwa mama nya sangat mengharapkan kehadiran Delia di sisi nya.
Daren menghampiri Delia yang masih duduk terpaku di sebuah sofa. Tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari bibirnya. Dirinya mencoba berpikir keras, keputusan apa yang benar-benar dia harus ambil.
" Delia...aku Daren Pramudya dan di hadapan kedua orang tua ku. Meminta kamu untuk menjadi istri ku seutuhnya, bukan hanya sebagai istri kontrak. Aku berjanji akan berbuat adil dan tak akan menyakiti dirimu ! " Daren bertekuk lutut bersimpuh di kaki Delia.
Dengan menarik nafas panjang terlebih dahulu, akhirnya Delia membuka omongan...
" Bangun mas ! Ga perlu seperti itu ! Bukankah aku hanyalah sebuah sampah yang tak artinya untuk mu. Mungkin jodoh kita cuma sampai sini mas. Lanjutkan kehidupan mu dengan Tasya, bukankah ini yang mas inginkan ? Aku menepati janjiku untuk pergi dari kehidupan mas, agar mas bisa menjadikan Tasya sebagai istri mas satu-satunya. " Ujar Delia.
Sungguh sebenarnya Delia merasa tak tega melihat kondisi mama Mila yang terisak tangis, bahkan tangis nya bertambah histeris saat mendengar Delia akan pergi dari kehidupan anaknya. Terlebih mama Mila sangat berharap lebih dari pernikahan anaknya Daren dengan Delia.
" Maaf ma, pah , mas. Delia sudah tak bisa melanjutkan pernikahan ini ! Delia sudah putuskan untuk melanjutkan hidup Delia tanpa mas Daren. Delia akan melanjutkan cita-cita dan impian Delia sebagai Designer. Selama ini semua itu hanya angan-angan saja, dan kini impian Delia sudah ada di depan mata. Delia tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Semoga mas Daren bahagia dengan pilihan mas ! " Ucap Delia, membuat Mama Mila tak kuasa mendengarnya.
" Ma, ikhlaskan Delia ! Wajar dia melakukan hal itu ! Dari pada dia membuang waktu nya yang tak jelas demi pria yang ga berprinsip dan berpendirian teguh. Biar saja dia nikmati keputusan yang sudah dia ambil ! Sebagai orang tua kita sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anak kita. Memilih kan dia istri yang baik. Ini malah sok-sokan punya istri dua. Cukup mah, kasihan Delia jangan libatkan dia terus dalam permainan dia ! " Ucap papa Agung bijak sambil menatap tajam ke arah Daren.
__ADS_1
" Semua ini gara-gara kamu ! Kamu masih saja membela wanita ular itu. Kamu tanggung akibatnya nanti, mama yakin kamu akan sangat menyesal kehilangan berlian ! " Ujar Mama Mila geram.
" Mah...kenapa sih nyalahin Daren terus ? Ini kan sudah keputusan Delia. Selama ini Daren sudah berusaha untuk mewujudkan keinginan mama untuk menerima perjodohan dengan Delia. Daren juga sudah memfasilitasi Delia layaknya seorang istri, semua Daren turuti keinginan Delia, Daren juga sudah memberikan nafkah batin ke Delia. Jika Delia belum hamil itu bukan salah Daren. " Ucap Daren tak terima terus di salahkan.
" Lagian kamu juga Del, kenapa sih ga tau diri banget ! Kamu ingat ga siapa yang buat kamu seperti ini ? Kalau bukan aku, kamu ga akan seperti ini ! Aku sudah berbuat seadil mungkin antara kamu sama Tasya." Ucap Daren geram.
" Cukup mas ! Ingat mas , mas yang mengajarkan ku seperti ini ! Bukannya mas yang bilang jika aku mengikuti kemauan mas, aku akan menerima kompensasi dari semua itu ? Selama ini aku sudah mengikuti kemauan mas, lantas di mana kesalahan ku ? Dan mas pernah bilang, kalau aku meminta cerai lebih cepat sebelum 2 tahun aku akan menerima sisa dari kompensasi perjanjian nikah kontrak kita. Aku minta mas terima keputusan ku ! Karna aku tak mau lagi berbagi cinta dengan madu di dalam pernikahan ku. Rasa nya sangat merugi jika aku terus menerus menjalani pernikahan yang tak sehat seperti ini. Aku akan mencari kebahagiaan sendiri ! " Ucap Delia tegas, sudah cukup selama ini Daren menginjak-injak harga dirinya.
Dalam situasi seperti ini, mama Mila akhirnya menyadari jika sang anak nya lah yang salah. Mau tak mau dirinya mencoba mengerti dengan apa yang Delia rasa.
" Del...aku cinta sama kamu ! Tapi aku ga mungkin ninggalin Tasya sekarang ini, aku yakin pasti kamu merasa tak tega jika aku menceraikan dirinya yang sedang berjuang untuk hidup. Ku mohon tetap di sisi ku ! Aku izinkan kamu untuk melanjutkan pendidikan, tapi ku mohon jangan minta untuk kita berpisah untuk selamanya ! " Ujar Daren mengiba.
Hoek...Hoek...
Tiba-tiba Daren merasakan sangat pusing dan mual, bahkan dalam sekejap tiba-tiba wajah nya menjadi sangat pucat.
" Tuh... gara-gara ngurusin terus wanita ular itu, jadi nya ga mikirin kondisi kesehatan sendiri ! Udah sana urusin terus wanita pujaan kamu ! " Ucap Mama Mila, bukannya merasa iba melihat kondisi anaknya seperti itu justru dia malah terus mengomeli anaknya.
__ADS_1
Delia membantu memapah Daren dan menyenderkan Daren di sofa, tak lupa Delia juga mengambilkan Air putih untuk Daren.
" Del, ku mohon jangan tinggalkan aku ! " Ucap Daren sambil menatap sayu ke arah Delia. Ada perasaan iba yang di rasakan Delia saat melihat kondisi suaminya yang harus merasakan kehamilan simpatik, namun tak mengetahui jika dirinya memiliki anak yang masih dalam kandungan dirinya.
Tak mau berlarut-larut dengan situasi kondisi yang mengharukan, yang bisa saja merubah keputusan dirinya. Akhirnya Delia memilih untuk berpamitan.
Delia menghampiri ibu mertuanya dan mencium punggung tangannya...
" Ma, maafin Delia yang tidak bisa mendampingi anak mama selama nya. Tapi Asal mama tau, Delia sudah menganggap mama sebagai pengganti ibu Delia. Jaga kesehatan mama, suatu saat nanti Delia akan kembali untuk bertemu mama dan papa kembali. " Isak tangis melepas perpisahan mereka, namun Delia berusaha untuk kuat.
" Ya Del...jangan lupakan mama ! Mama sudah anggap kamu bukan hanya sekedar seorang menantu, tapi juga anak perempuan mama. " Delia memeluk erat wanita yang menjadi penolong di hidupnya.
Delia melepaskan pelukan dengan ibu mertuanya dan kini beralih ke papa mertuanya.
" Pah maafin Delia ya, jika tak bisa mempertahankan pernikahan ini. Jaga kesehatan papa, Delia sayang papa ! " Delia mencium punggung tangan papa mertuanya.
" Papa juga sayang kamu ! Jangan lupakan kami ! Raih kesuksesan dan kebahagiaan kamu ! Gapai lah cita-citamu setinggi mungkin ! " Ucap Papa Agung sambil mengelus rambut Delia layaknya seorang anak.
__ADS_1
Daren hanya diam terpaku menatap kehangatan Delia dengan kedua orangtuanya. Ada terbesit penyesalan di hatinya saat melihat semua itu. Bahkan Tasya yang sudah lama menjalin hubungan dengan dirinya, tak pernah sekali pun mencium tangan kedua orangtuanya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, author minta dukungan nya π€ππππ