Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Dewa penolong Tasya


__ADS_3

Tasya menutup wajah nya dengan tangan, dia mengira tamat sudah umurnya. Tapi ternyata pikirannya salah. Reynaldi mengerem mendadak saat dirinya hampir saja menabrak Tasya yang berjalan. Namun karna dirinya merasa kaget, Tasya terjatuh.


Reynaldi turun menghampiri wanita yang hampir saja dia tabrak untuk sekedar mengecek kondisi wanita itu.


" Maaf...apa ada yang luka ? " Reynaldi mencoba mencari tau kondisi wanita itu.


Tasya perlahan membuka tangan yang menutupi wajahnya. Dan mereka sama-sama terkejut.


" Kamu...kamu ? " Reynaldi dan Tasya sudah saling kenal.


" Ternyata wanita sombong, mengapa kau ada di sini ? Kau juga berjalan membawa tas. " Tanya Reynaldi mencari tahu.


" Aku mohon, bawa aku dari sini ! Aku jelaskan semuanya nanti ! " Ucap Tasya dengan wajah mengiba, hingga akhirnya dengan berat hati Reynaldi pun menolong Tasya pergi dari tempat itu.


Reynaldi membawa Tasya masuk ke dalam mobilnya, dan kemudian melajukan nya kembali.


" Aku bawa kamu ke rumah ku dulu ! " Ucap Reynaldi pada Tasya, dan Tasya menganggukan kepalanya menandakan setuju.


" Masuklah ! Kamu harus segera mandi dan berganti baju. " Tasya mengikuti permintaan Reynaldi, dirinya berpikir mungkin Reynaldi adalah dewa penolong untuk nya.


Mobil Reynaldi telah sampai di garasi mobil rumahnya. Sebuah rumah minimalis namun sangat indah di pandang, dapat terlihat jika sang pemilik rumah mempunyai kemampuan dekorasi yang baik.


Tasya turun lebih dulu, dirinya mengedarkan pandangannya melihat sekitar rumah sambil menunggu Reynaldi selesai mengurus rumahnya.


" Ayo masuk ! " Ajak Reynaldi membuat Tasya sempat terkaget, sedangkan Reynaldi tersenyum penuh arti. Dia tak menyangka jika dia bisa menemukan Tasya dalam kondisi seperti itu.


Tasya berjalan mengekor Reynaldi masuk ke dalam rumah hingga tepat di sebuah kamar yang berada di lantai 1. Rumah itu terlihat sepi karna hanya ada 1 orang art yang usia nya sekitar 50 tahun.

__ADS_1


" Ini kamar mu ! Mandilah, mbok siyem akan membuatkan mu teh manis hangat ! Owh ya kamu pasti laper. Mbok tolong siapkan makanan untuk tamu kita ya ! " Ucap Reynaldi pada Tasya dan juga Mbok Siyem.


Tasya masuk ke dalam kamar. Kamar yang terlihat cukup nyaman dan terlihat rapih yang hanya tersedia tempat tidur, lemari, AC. Di dalam kamar tersebut terdapat kamar mandi.


Tak membuang waktu, Tasya langsung mandi membersihkan tubuhnya yang terkena guyuran hujan.


" Tidak...Mengapa kau masih di sini, aku telah membunuhmu ? pergi kau dari sini ! Aku benci kamu ! " Tasya berteriak-teriak di dalam kamar mandi dengan histeris. Bayangan Dion selalu hadir dan bahkan bayangan pembunuhan kepada Dion dan Riyanti pun hadir juga. Tasya terus berteriak seperti orang gila membuat Reynaldi Mbok Siyem terpaksa mengetuk pintu kamar Reynaldi memberi tahu perihal Tasya.


Reynaldi dengan cepat langsung menuruni anak tangga untuk melihat kondisi Tasya. Reynaldi langsung membuka pintu kamar secara paksa dan berlari mencari keberadaan Tasya. Untungnya pintu kamar mandi tak di kunci oleh Tasya, hingga memudahkan Reynaldi masuk.


Tasya berjongkok dan menutup matanya dengan tangan sambil menangis histeris.


Reynaldi mencoba membangunkan Tasya dan membantu Tasya untuk naik ke ranjang dan menutupi tubuh Tasya dengan selimut, karna saat itu Tasya dalam keadaan telanjang menampilkan tubuh putih mulus dan masih terlihat cukup menarik meskipun badannya terlihat sangat kurus.


" Istirahatlah dulu ! Mbok Siyem akan membantu mu memakai pakaian dan menyediakan makanan dan teh manis hangat untuk mu. " Ucap Reynaldi, namun saat Reynaldi ingin pergi Tasya langsung menarik Reynaldi seakan tak mau di tinggal. Tasya langsung bangkit dan memeluk Reynaldi yang duduk di ranjang karna Tasya menariknya.


" Temani aku, aku takut ! Bawa aku pergi jauh, aku takut polisi mencari ku ! Hiks...Hiks..." Tasya menangis sambil memeluk erat Reynaldi. Mengadu apa yang dia rasa. Padahal Reynaldi baru dia kenal, meskipun mereka sempat bertemu.


" Apa yang kau katakan itu benar ? Siapa yang kau bunuh ? " Ucap Reynaldi yang masih menatap Tasya. Namun perkataan nya terhenti saat Mbok Siyem datang membawakan pesanan Reynaldi.


" Maaf Tuan, mengganggu. Saya hanya ingin mengantarkan pesanan anda ! " Ucap Mbok Siyem yang kini terlihat sedikit malu karna melihat majikannya sedang duduk di atas ranjang dengan wanita yang tanpa sehelai benang pun. Karna ini hal pertama kali yang di lakukan Reynaldi, Selama ini Reynaldi tak pernah membawa wanita manapun ke rumah termasuk Delia.


" Tak apa Mbok. Tolong kamu pakaikan dulu nona ini memakai pakaian, aku tunggu di luar jika kau telah selesai. " Titah Reynaldi.


Mbok Siyem membantu Tasya sesuai perintah Reynaldi, tak ada perkataan yang terlontar dari bibir keduanya. Hanya sekedar memakai dan di pakaikan.


" Permisi non, saya keluar dulu. Jika ada yang di perlukan, panggil saya saja ! " Ucap Mbok Siyem pada Tasya.

__ADS_1


Mbok Siyem keluar kamar meninggalkan Tasya sendirian.


" Maaf Tuan, saya sudah selesai ! " Ucap Mbok Siyem sopan pada tuannya.


Reynaldi masuk kembali ke dalam kamar. Tasya sudah terlihat rapih, dan sedang meminum teh yang di buatkan Mbok Siyem.


" Ada yang ingin aku bicarakan padamu. " Ucap Tasya to the point.


" Apa kamu yakin mau mengungkapkan padaku ? Kita tak saling mengenal dekat, dan pertemuan pertama kita pun karna bersiteru. " Ucap Reynaldi sambil memicingkan matanya.


" Situasi aku terdesak, semoga kau bisa menolong ku ! " Ucap Tasya tanpa malu nya membuat Reynaldi terkekeh. Dia sempat tahu jika Tasya adalah wanita yang sombong, dan saat ini sangat terlihat jika Tasya adalah wanita keras kepala dan bahkan tak tahu malu.


" Mengapa kamu seyakin itu ? Bahkan kita tak saling kenal. " Sahut Reynaldi dengan senyum mengejek.


" Tahan Tasya, kamu harus sedikit bersabar agar dia bisa menolong mu. " Ucap Tasya mencoba menguatkan hatinya.


Hening, tak ada lagi sepatah kata pun terlontar dari bibir mereka.


" Makanlah dulu, tak enak jika nanti mie itu dingin ! " Ucap Reynaldi menghentikan keheningan. Mbok Siyem membuatkan semangkuk mie instan yang lengkap dengan telor dan juga baso menjadi porsinya cukup mengenyangkan.


Tasya pun lagi-lagi mengikuti perintah Reynaldi, terlebih perutnya sangat keroncongan karna belum makan.


" Maaf tak menyediakan makanan macam-macam dan hanya makanan sederhana saja ! " Ujar Reynaldi membuat Tasya menghentikan makannya sebentar dan matanya melihat ke arah Reynaldi.


" Tidak masalah ! Ini sudah cukup dan sangat enak bagiku ! Terima kasih sudah menolong ku ! " Sahut Tasya karna dirinya merasa bersyukur karna Reynaldi sudah menjadi dewa penolong untuk nya.


Reynaldi tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan polos Tasya, dia tidak menyangka sifat angkuh Tasya hilang saat ini. Dan Tasya kini wajahnya sudah sangat merah, karna bisa-bisanya mulutnya berkata sangat jujur.

__ADS_1


" Ingatlah semua ini tak gratis ! " Ungkap Reynaldi membuat Tasya tersentak dan jantung nya berdegup sangat kencang dirinya pikirannya pun bertraveling memikirkan apa yang Reynaldi inginkan dari nya.


Like, vote, comment , dan hadiah jangan lupa ya kakak, dukungan kalian membuat aku bertambah semangat untuk menulis....πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜ƒπŸ˜„πŸ™πŸŒ·


__ADS_2