Bukan Kutukan

Bukan Kutukan
101. Terkuak


__ADS_3

"Abang sudah mengambil keputusan untuk menceraikan Sarah secepatnya" Ucap Erland dengan yakin.


"Apa Bang?? Cerai??" Viola tak menyangka jika rahasia yang ia bongkar akan membawa mereka pada perceraian.


"Iya sayang, sebentar lagi kita hanya akan hidup bersama anak-anak kita saja" Erland kembali mengecup punggung tangan Viola.


"Kenapa Abang ingin menceraikan Sarah?? Abang tidak ingin memberikan kesempatan kedua buat Sarah??"


Sebenarnya Viola merasa dirinya jahat karena sedikit senang karena mendengar Erland akan menceraikan Sarah. Namun ada sedikit rasa kasihan dalam hati Viola pada wanita jahat itu.


"Kamu ingat saat Abang kita mencari Sarah ke Restorannya waktu itu??" Viola mengangguk.


"Mulai hari itu Abang mengirim seseorang untuk mengawasi Sarah juga mencari tau apa hubungan mereka sebenarnya"


"Lalu kenapa waktu itu Abang bilang ingin memberikan kesempatan kedua pada Sarah untuk berubah??"


Viola tak menyangka ternyata Erland diam-diam menyelidiki tentang Sarah di belakangnya.


"Abang hanya mengulur waktunya agar bisa mencari bukti perselingkuhan mereka. Lebih parahnya lagi ternyata Edgar juga sudah tau tentang mereka, karena Alisa adalah adik dari pria selingkuhan Sarah"


Mulut Viola menganga tak percaya dengan kebenaran yang baru saja ia tau.


"Alisa kekasihnya Edgar??" Erland mengangguk.


Viola masih belum bisa mencerna sepenuhnya. Ternyata Sarah bukan hanya membohongi Erland tentang masa lalunya. Dia juga tega mengkhianati Erland. Rasa kasihan yang tadi sempat hinggap di hati Viola untuk Sarah kini langsung hilang begitu saja. Mungkin perceraian memang jalan terbaik untuk mereka berdua.


Lagipula Viola juga tak ingin jika Erland terus di manfaatkan oleh Ibu dan anak itu. Mereka sudah seperti parasit yang siap menggerogoti Erland.

__ADS_1


"Jadi waktu di rumah Ibu itu mereka berdua membicarakan Sarah" Batin Viola. Dia ingat saat Edgar dan Erland membicarakan sesuatu yang tampak rahasia. Edgar juga menyerahkan amplop yang kini Viola yakin sebagai bukti perselingkuhan Sarah.


"Tapi kalau Sarah tidak mau diceraikan Abang gimana??"


"Abang akan tetap menceraikan dia Sayang. Bukti perselingkuhan Sarah sudah cukup kuat untuk langsung mengabulkan gugatan Abang"


"Apa perselingkuhan yang mereka lakukan itu sudah cukup lama Bang??"


"Sudah, mereka memang sepasang kekasih sejak dulu. Mereka masih menjalin hubungan sampai saat ini. Waktu sarah menggugurkan kandungannya dulu juga anak dari pria itu"


Erland menceritakan hal yang membuatnya semakin terlihat bodoh. Menikahi wanita yang ternyata masih menjalin kasih dengan pria lain. Melunasi hutang keluarga istrinya, membiayai hidup mertuanya, terus di bodoh-bodohi istrinya dengan program kehamilan yang sebenarnya tak pernah di lakukan oleh istrinya. Sungguh saat ini Erland benar-benar malu.


"Aku nggak nyangka kalau Sarah setega itu sama Abang"


"Anang saja yang terlalu percaya sama Sarah yank. Sudah tidak usah di pikirkan. Lebih baik kita pulang sekarang kita pulang. Anak kita juga butuh istirahat" Erland mengusap perut Viola sebentar sebelum menyalakan mesin mobilnya lagi.


*


*


*


Sesampainya di rumah, Erland langsung pergi ke ruang kerjanya. Viola tau jika suaminya butuh waktu sendiri saat ini. Viola tak ingin mengganggunya saat ini, namun di dalam hatinya juga merasa khawatir melihat keadaan Erland.


Viola hanya bisa melihat Erland dari celah pintu yang sedikit terbuka. Pria yabg sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu duduk terdiam memandang memandang keluar. Tak ada yang ia lalukan hanya berdiam diri dengan tatapan matanya yang kosong seakan menerawang jauh entah ke mana.


Tak ingin keberadaannya mengganggu Erland, Viola segera pergi dari sana. Dia yakin kalau Erland akan menemuinya sendiri setelah perasaanya lebih tenang nantinya.

__ADS_1


Erland menoleh setelah melihat Viola pergi dari pantulan kaca jendela yang ada di depannya. Sejak tadi sebenarnya Erland tau jika Viola berdiri di balik pintu ruang kerjanya itu. Tapi Erland sengaja mendiamkannya, bukan karena tak peduli tapi karena Erland tak ingin melihat wajah kasihan Viola kepadanya.


Erland sadar jika ini adalah kuasa Tuhan. Dulu dia menyia-nyiakan Viola, dan sekarang dirinyalah yang sedang menuai akibatnya.


Siapa sangka perbuatan buruk yang pernah ia lakukan akan berbalik lebih menyakitkan kepadanya. Saat ini Erland benar-benar merasakan yang namanya keadilan yang di berikan Tuhan.


Erland teringat dulu saat pertama kali bertemu Sarah di perusahaannya. Wanita cantik dan pekerja keras. Kegigihan Sarah, kemandiriannya serta pikirannya yabg terbuka membuat Erland mulai tertarik pada lawan jenisnya itu.


Hingga hubungan mereka mulai dekat, Sarah yang langsung mengenalkannya pada Rasti membuat Erland langsung yakin jika Sarah tak pernah mempermainkan perasaannya.


Meski saat itu Gendis pernah membujuk Erland untuk mempertimbangkan lagi keputusannya menikahi Sarah, tapi Erland tetap bersikeras untuk menikahi Sarah pada saat itu.


Sekarang Erland tau jika firasat seorang Ibu tak pernah Salah. Mungkin saat itu Gendis sudah merasa jika Sarah buka wanita yang baik untuk Erland. Terbukti setelah pernikahan mereke Sarah tak pernah mengurus semua keperluan Erland sama sekali. Namun Erland dulu tak merasa keberatan karena masih ada Bi Tum yang mengurus semuanya.


Andai saja dulu Erland benar-benar menepati janjinya pada Viola. Pasti kini dia sudah hidup bahagia dengan anaknya. Mungkin juga Erland akan bersiap menyambut kelahiran anak kedua mereka mengingat pernikahan mereka sudah hampir empat tahun.


Erland juga sadar jika Tuhan telah dengan mudah membalikkan hatinya. Dalam waktu singkat Erland bisa jatuh dalam pesona Viola, seorang Dokter cantik lulusan luar negeri.


Anggapan Erland jika wanita seperti Sarah dengan segala keunggulannya akan membuat pernikahannya berjalan sesuai dengan bayangannya. Namun sosok seperti Viola yang tak pernah di bayangkan Erland sama sekali di dalam masa depannya justru bisa membuat hidupnya lebih berwarna. Anggapan-anggapan tentang Viola dulu sudah hilang begitu saja setelah Erland bisa menyelam dalam sifat Viola yang tenang itu.


Waktu tiga belas tahun akibat perbuatan Erland mampu membuat sosok Viola berubah jauh. Wanita itu yang ini berhasil menguasai hati Erland.


"Meski aku kehilangan Sarah, aku tidak takut sana sekali karena masih ada Viola yang akan aku pertahankan di sisiku sampai kapan pun. Tapi jika aku kehilangan Viola, aku rasa tidak akan pernah sanggup. Anggap saja aku pria b****sek yang tega membuang Sarah setelah mendapatkan Viola. Namun hati ku tak bisa berbohong, aku juga tidak bisa mempertahankan Sarah kalau hatiku saja sudah tak menginginkannya"


Erland bangkit dari kursi yang sejak tadi menjadi teman dan tempatnya bersandar.


"Aku mencintaimu Viola, sangat mencintaimu"

__ADS_1


__ADS_2