
Hay readers, aku kembali lagi dengan novel yang pastinya nggak kalah seru dari yang sebelumnya...
Tapi sebelum itu aku peringatkan kalau cerita ini hanya untuk kalian-kalian yang berpikiran terbuka..
Lalu seperti apa jalan ceritanya?? Langsung aja kita mulai...
Jangan lupa juga ikuti terus ceritanya karena akan up setiap hari yaaa, happy reading!!!
*
*
*
*
*
Kisah ini menceritakan tentang seorang wanita yang menjadi pemeran antagonis di dalam hubungan Bisma dan Alya.
Dia Adalah Mesya Clarisa. Seorang wanita yang sudah mengenal Bisma Dirgantara dan Alya Salsabila sejak mereka duduk di bangku SMA.
Disini tokoh antagonis itu bukanlah tokoh yang sebenarnya baik namun sering tersakiti sehingga dia sengaja mengubah sifatnya menjadi buruk.
Bukan juga tokoh yang berpura-pura jahat untuk melindungi dirinya sendiri.
Bukan pula tokoh yang berpura-pura untuk menyembunyikan rahasia besar yang ada pada dirinya.
Tapi di sini, si antagonis ini memang benar-benar antagonis. Benar-benar jahat, licik dan tak peduli dengan akibat yang telah ia perbuat meski begitu menyakiti orang lain.
Maka dari itu disini Mesya benar-benar akan mendapatkan Kamarnya sendiri. Dimana perbuatan jahat ya itu akan berbalik kepadanya. Hingga Mesya benar-benar akan hancur berkeping-keping.
Kenapa Mesya bisa di sebut sebagai antagonis?? Semua itu berawal dari saat Mesya dan Alya duduk di bangku kelas satu SMA.
__ADS_1
Saat itu semua siswi di sekolah itu begitu menggilai ketampanan Bisma yang sudah berada di kelas tiga. Sementara Bisma sendiri selalu tak peduli pada wanita-wanita yang mencoba menarik perhatiannya, termasuk juga Mesya. Namun Bisma hanya tertarik pada satu adik kelasnya yang terlihat sederhana namun memiliki wajah yang manis dan teduh. Di antara semua siswa yang seperti cacing kepanasan kalau ada Bisma di sekitarnya, maka itu tidak terjadi pada Alya. Itulah yang membuat Bisma mulai mencari tau tentang Alya, satu-satunya wanita yang tidak pernah mencoba menarik perhatiannya.
Sementara itu, Mesya yang melihat bagaimana Bisma ketika menatap Alya mulai tumbuh benih-benih kebencian pada Alya.
Wanita yang terkenal sombong karena keluarganya yang kaya raya, serta orangtuanya yang menjadi salah satu donatur di sekolah itu membuat Mesya semakin bernai bertindak sesukanya. Tidak ada yang pernah berani menegur atau mencari masalah dengan Mesya. Karena jika itu sampai terjadi, sudah di pastikan pagi harinya tidak akan terlihat lagi di sekolah itu.
Mesya yang mulai geram pada Alya karena Bisma mulai terang-terangan menunjukkan rasa sukanya, menjadi semakin gila.
Setiap hari Alya menjadi sasaran pembullyan Mesya dan teman-temannya. Di toilet wanita yang sengaja di kosongkan oleh Mesya di jam istirahat, Mesya sering menjadikan Alya bahan bercandaannya.
Karena menurutnya penampilan Alya begitu dekil, Mesya tak segan mengoleskan berbagai macam bedak ke wajah Alya. Bukannya merubah Alya semakin cantik, Mesya malah membuat Alya layaknya badut yang bisa membuat Mesya dan teman-temannya tertawa terbahak-bahak.
Bukan hanya itu, Mesya juga sering menyuruh Alya untuk melayaninya seperti pembantu. Membelikan makanan, mengelap sepatunya, bahkan yang paling parah, Mesya pernah menyuruh Alya untuk menjilat es krim yang tak sengaja jatuh di kaki Mesya.
Jangan bilang Alya bodoh karena mau menuruti keinginan Mesya. Alya hanya seorang gadis dari keluarga yang tidak mampu, dia bisa masuk ke sekolah bergengsi seperti itu tentunya hanya mengandalkan beasiswa saja. Lalu bagaimana mungkin dia melawan Mesya yang punya pengaruh sebesar itu?? Tentu saja Alya tidak akan pernah mengecewakan orang tuanya yang sudah menaruh harapan besar karena bisa bersekolah di sekolah elit seperti itu.
Lalu bagaimana dengan Bisma?? Jangan salah, Mesya tentunya tidak akan seceroboh itu melakukan pembullyan terhadap Alya jika dia tidka bisa membuat Alya tutup mulut. Mesya sengaja menggunakan kelemahan Alya yaitu masalah beasiswa dan juga orang tuanya. Mesya mengancam Alya jika dia sampai berani mengatakan pada orang lain terutama pada Bisma, maka Mesya tak akan segan menghancurkan dagangan orang tua Alya di pasar.
Yaa, Alya hanyalah anak dari pemilik toko kelontong yang tak bisa di bilang besar. Pendapatan sehari-hari saja hanya cukup untuk biaya sehari-hari dan untuk membayar adiknya Alya.
Tidak ada yang namanya bersenang-senang seperti anak seusianya. Waktu Alya hanya di habiskan untuk membantu keluarganya.
Tapi justru hal itulah yang semakin membuat Bisma tergila-gila dengan Alya. Gadis sederhana yang mampu membuatnya jatuh cinta.
Tak pernah disangka jika Alya bisa melelehkan hati Bisma yang dingin itu. Bisma menjadi sosok yang lain ketika berada di dekat Alya. Tak ada lagi Bisma yang dingin dan irit bicara. Yang ada hanya Bisma yang hangat dan penuh canda tawa. Sontak hal itu membuat teman-teman pergaulan Bisma begitu kaget.
Bisma adalah orang yang tak tersentuh. Hanya beberapa orang saja yang bisa menjadi temannya. Bukan karena sombong, tapi karena sebagian besar mereka mendekati Bisma pasti ada maunya. Mengingat Bisma juga salah satu orang yang sangat berpengaruh di sekolah itu selain orang tua Mesya. Orang tua Bisma juga termasuk salah satu pengusaha sukses yang ikut di perhitungkan di negara kita tercinta ini.
Namun kekayaan yang ia miliki itu lantas tidak membuatnya besar kepala. Dia hanya sedikit menjaga jarak saja dari orang-orang yang sengaja memanfaatkannya.
Kembali lagi pada si tokoh utama dalam novel ini, yaitu Mesya. Jika kalian kira tindakan tak terpujinya itu berakhir saat mereka lulus dari SMA maka kalian salah!!
Mesya tidak akan pernah melepaskan Bisma. Baginya, Bisma adalah sosok pria yang begitu ia cintai. Jadi Mesya sengaja mengejar kemanapun Bisma pergi. Termasuk memilih kampus yang sama dengan Bisma.
__ADS_1
Awalnya Mesya sempat terkejut karena Bisma yang notabennya anak orang kaya, tapi lebih memilih universitas dalam negeri.
Kemudian Mesya baru bisa mendapatkan jawabannya setelah dia juga masuk ke sana. Jawaban yang semakin membuat hatinya terbakar. Bisma berada di sana karena tau jika Alya akan melanjutkan sekolahnya ke universitas itu.
Kemarahan Mesya semakin menumpuk pada Alya. Penderitaan Alya yang awalnya dia kira sudah berakhir ternyata baru saja di mulai lagi setelah Mesya mengambil program studi yang sama dengan Alya.
Bukan cuma sampai di situ saja. Setelah lulus kuliah dan Alya membuka bisnis butiknya kecil-kecilan. Mesya juga melakukan hal yang sama, dengan uang yang orang tuanya punya, dia meminta butik yang lebih besar dan mewah. Butiknya juga langsung terkenal di kalangan pengusaha dan juga sosialita. Intinya dia tidak mau kalah sedikitpun dari Alya.
Satu keunggulan yang Mesya miliki, dia memang pandai dalam hal membuat kain-kain yang tak bernilai itu menjadi baju yang mewah dan bernilai tinggi. Sementara Alya masih terus merintis usahanya meski banyak sekali rintangan yang ia lewati.
Hingga kehidupan mereka berjalan terus sampai saat ini Mesya sudah berusia dua puluh enam tahun. Dan disinilah awal mula KARMA yang akan di terima Mesya di mulai.
Mesya mendengar rencana Bisma yang akan melamar Alya di acara reuni SMA. Itulah yang menjadi puncak kemarahan Mesya selama ini. Mesya mulai merencanakan satu hal yang begitu keji pada Alya. Rencana yang justru akan membuat hidupnya menjadi berantakan.
*
*
*
Sebenarnya apa yang akan Mesya lalukan??
Siapa yang kepo?? Tetap ikuti terus perjalanan Mesya yang akan begitu mengenaskan ini ya readers...🤣
*
*
Oh ya btw, kali ini untuk Visual Mesya aku juga nggak akan kasih ya
Soalnya nanti takut menghancurkan imajinasi kalian.
Coba aja bayangkan satu tokoh antagonis tapi berwajah cantik dan pintar, yang pernah kalian lihat di film atau drama-drama yang kalian suka.
__ADS_1
Selamat berimajinasi....😙😙😙😙😙