
"Aku nggak mau cerai dari kamu!!"
Kepulangan Sarah justru merusak suasana romantis yang di bangun oleh Viola dan Erland.
"Sarah, keputusan ku sudah bulat. Sebenarnya aku sudah ingin menceraikan mu sebelum kamu menyatakan kehamilan palsu kamu itu. Aku menundanya karena ku sangka kamu benar-benar hamil. Sekarang setelah semuanya terbongkar, aku kembali pada keputusan awal ku untuk menceraikan kamu"
Erland sudah benar-benar muak dengan Sarah. Setelah tiga tahun menikah, Erland baru tau sifat asli istrinya itu.
Jika sudah seperti ini Erland hanya bisa berandai-andai. Andai dulu tidak menikahi Sarah, andai dulu tetap menepati janjinya pada Viola, semua masalah ini tidak akan terjadi.
Namun saat ini Erland hanya bisa pasrah, menerima takdir yang memang sudah digariskan untuknya. Menjadi seorang pria beristri dua, lalu menceraikan salah satunya. Berstatus cerai namun tak menjadi duda.
"Enggak Mas!! Sampai kapan pun aku nggak mau kamu ceraikan!!" Sarah benar-benar menggila dengan wajahnya yang memerah dan di penuhi amarah.
"Kamu nggak bisa menceraikan aku begitu saja Mas. Aku akui aku memang bersalah, tapi kamu lupa?? Kamu juga menduakan aku di saat pernikahan kita baru beberapa hari. Aku diam, aku menerima semua itu. Kamu juga terang-terangan menghamili dia. Apa itu juga tidak di sebut sebagai pengkhianatan??"
Viola mulai takut jika Erland akan terpengaruh dengan pembelaan yang Sarah lakukan. Dia takut jika Erland akan mengubah keputusannya. Impian untuk hidup bersama Erland harus kandas untuk keduakalinya.
"Tentu saja beda Sarah!! Aku melakukan semua itu jelas di depan matamu, dan juga aku susah meminta ijin dari mu. Aku juga tidak menyembunyikan apapun darimu. Aku terbuka tentang masalahku dengan Viola. Aku menjemput Viola kembali juga kamu tau. Sedangkan kamu apa??" Erland tersenyum kecut pada Sarah. Jelas salah tapi masih keras kepala.
"Kamu sengaja menyembunyikan tentang pengangkatan rahim kamu. Kamu sembunyikan hubungan kamu dengan pria itu sejak awal pernikahan kita. Kamu bahkan diam-diam menemuinya di belakangku. Apa kamu masih mau membandingkannya denganku?? Tolong jangan keras kepala Sarah, agar semua ini cepat selesai"
Sarah menggelengkan kepalanya dengan kuat. Masih tidak bisa menerima semua ucapan Erland di dalam otaknya.
"Aku tidak peduli!! Kalau kamu sampai menceraikan ku, aku akan mempersulit semuanya. Tidak akan semudah itu menceraikan aku Mas!!" Sarah tertawa dengan seringaiannya.
"Aku juga tidak peduli Sarah!! Aku akan melakukan apapun asal bisa terlepas dari wanita sepertimu. Aku juga tidak takut memberikan sebagian harta ku untukmu kalau itu yang kamu tuntut. Jadi silahkan lakukan apapun sebisa mu. Aku tetap tidak akan merubah keputusanku!!"
Erland benar-benar berubah mengerikan tak seperti yang Sarah kenal selama ini. Erland dulu termasuk pria yang lembut dan selalu memanjakan Sarah. Tapi semuanya berubah saat ini.
"Mas!! Ak..."
"Ayo masuk sayang, Abang sudah lelah" Erland sudah tak mau mendengarkan Sarah lagi. Dia justru menarik tangan Viola untuk mengikutinya masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Namun baru beberapa langkah Erland berhenti untuk menatap Sarah.
"Aku tidak akan mengusir mu untuk saat ini karena kamu masih istriku sampai detik ini. Aku memberimu waktu sampai surat gugatan ku masuk ke pengadilan baru kamu keluar dari sini. Tapi kalau kamu sampai berani menyentuh Viola dan juga membahayakan kandungannya. Aku tidak akan segan lagi kepadamu. Ingat itu!!"
Kali ini Erland tidak main-main dengan ancamannya. Karena dia merasa Sarah akan berbuat sesuatu yang akan mencelakai Viola dan calon anaknya.
Erland kembali berjalan meninggalkan Sarah bagaikan seonggok sampah yang sudah tak berguna.
Viola terus menatap Erland setelah mereka masuk ke dalam kamar. Melihat wajah suaminya yang terus kaku tanpa ada tarikan bibir sekalipun di sana.
"Kenapa sayang??" Erland merasa jika Viola terus saja memperhatikannya.
"Apa Abang sudah yakin ingin menceraikan Sarah??" Tanya Viola sedikit ragu dengan pertanyaannya. Dia takut Erland akan berprasangka jika Viola begitu ingin menyingkirkan Sarah dari hidup Erland.
"Kenapa kamu tanya seperti itu sayang??"
"Aku hanya berpikir Abang mengambil keputusan ini karena sedang emosi saja. Aku takut kalau keputusan itu bisa berubah kapan saja. Mengingat Sarah adalah wanita yang Abang cintai. Jadi bisa saja Abang akan memaafkannya lagi"
Erland meraih kedua pundak Viola, menariknya hingga menghadap ke arahnya.
"Dulu memang Sarah wanita yang Abang cintai. Sekarang ini Abang juga tak menampik kalau masih ada setitik rasa untuk Sarah. Namun sebagian besar sudah dikuasai sama kamu. Abang juga sudah benar-benar memikirkan keputusan ini sejak beberapa hari yang lalu. Abang juga sudah mempertimbangkan berbagai hal termasuk arti keberadaan Sarah dalam hidup Abang saat ini. Jadi ini bukan keputusan yang Abang ambil secara mendadak"
Erland menarik Viola kedalam dekapannya. Mengusap lembut surai Viola yang panjang dan halus itu.
"Kali ini percayalah sama Abang sayang. Setelah ini kita akan hidup bahagia bersama. Abang tidak akan lagi membagi cinta Abang untuk siapapun selain kamu"
Viola langsung melepaskan diri dari pelukan Erland.
"Kenapa sayang??"
"Abang bohong!!" Cibir Viola.
"Bohong apalagi sayang?? Abang tidak akan bohong lagi sama kamu" Erland tidak tau apa yang di maksud bohong oleh Viola.
__ADS_1
"Abang bohong kalau Abang tidak akan membagi cinta Abang. Besok kalau anak kita sudah lahir, pasti Abang lebih mencintainya kan??" Viola memicingkan matanya pada Erland.
Erland langsung terkekeh karena Viola. Erland sampai tak ingat jika akan hadir buah hati yang begitu ia tunggu kehadirannya.
"Tentu saja tidak sayang, cinta Abang sama kamu dan anak-anak kita pasti akan sama. Tidak akan ada yang lebih besar atau lebih kecil karena kalian adalah harta Abang yang paling berharga" Erland kembali memeluk tubuh Viola. Erland senang karena kini Viola sudah tak menolak segala bentuk sentuhan Erland.
"Anak-anak??" Gumam Viola.
"Kenapa?? Kamu nggak mau punya anak lagi dari Abang??" Tanya Erland yang mendengar gumaman Viola.
"Memangnya Abang mau punya berapa anak??"
"Dua aja, tapi kalau lebih ya nggak papa. Abang nggak mau nolak rejeki" Jawaban Erland itu sukses membuat Viola menjepit otot perut Erland dengan kedua jarinya.
"Awww, sakit sayang" Keluh Erland.
"Makanya jangan asal kalau ngomong"
Omel Viola pada Erland yang masih meringis karena cubitan di perutnya yang bersekat-sekat itu.
"Tapi sayang, sampai saat ini Abang masih nggak nyangka loh kalah kamu jodoh Abang"
"Kalau aku sebenarnya sudah yakin dari dulu kalau Abang memang jodohku tapi semua itu sudah pupus saat melihat Abang bersanding dengan perempuan lain saat itu"
Balasan dari Viola langsung membuat Erland menciut.
"Maaf sayang"
"Sudah tidak udah di bahas lagi" Viola tau kalau tidak akan sesingkat itu jika membahas masa lalu mereka.
"Abang mencintaimu"
Viola hanya membalas Erland dengan senyuman terbaiknya saja. Belum juga ada kata cinta balasan dari Viola selama ini.
__ADS_1
"Maaf Bang, bukan aku tidak mempercayaimu. Tapi aku masih menunggu kamu membuktikan omongan mu kali ini"