Bukan Kutukan

Bukan Kutukan
150. KARMA


__ADS_3

SREKKK....


Baju yang di kenakan Mesya terkoyak begitu saja. Mesya juga sudah tidak berdaya berada di bawah kungkungan pria yang tampak seperti singa sedang memangsa buruannya itu.


"Bisma, aku mohon lepaskan aku!!" Tangis mesya dengan ketakutan.


"Jangan harap aku akan melepaskan mu!! Akan ku buat kau merasakan apa yang telah kau lakukan pada Alya!l"


Bisma kembali melucuti baju Mesya hingga tubuh wanita itu tak tertutup sehelai benang pun.


"Jangan tunjukkan wajah ketakutan mu yang menjijikkan itu, atau aku akan semakin menyiksamu!!"


Kini giliran Bisma yang membuka kancing kemejanya satu per satu. Bisma benar-benar seperti orang kerasukan saat ini. Dia berubah menjadi i*lis yang salah masuk ke dalam tubuh malaikat.


"Aku mohon jangan lakukan ini Bisma" Mesya terus menangis dengan mencoba menutupi area sensitifnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa hah?? Bukannya kau sudah sering melakukannya?? Sekali j*lang tetap j*lang!! Jangan sok suci!!"


Bisma menarik kaki Mesya hingga semkin mendekat ke arahnya.


Dengan tanpa perikemanusiaan Bisma lekas mengga gahi Mesya dengan kasar. Tidak ada kelembutan sama sekali. Yang ada hanya siksaan, siksaan yang di terima Mesya.


"AKKKHHHH...!!!"


Mesya berteriak karena Bisma memaksa menerobos pertahanannya. Daerah terlarang yang belum pernah di masuki siapapun kini sudah di dorong dengan paksa oleh Bisma.


Bisma yang merasakan sesuatu mengalir di bawah sana, bukannya berhenti malah justru menyeringai dengan keji.


"Kau masih Virgin ternyata!! Baguslah, dengan begini, kau akan lebih hancur setelah ini!!"


Bisma terus memacu pinggulnya dengan membayangkan wajah Alya yang sedang berada di bawahnya.


Jika dia merasakan kenikmatan karena baru pertama kali ini dia melakukan hal yang seharusnya di lakukan suami istri itu, maka berbeda dengan Mesya. Wanita itu terus mengerang kesakitan, dia merasa bagian intinya telah robek karena ulah Bisma.


Bisma yang sudah hampir mencapai puncaknya menahan erangan ken ikmatan karena ia tidak mau terlihat menikmati permainannya dengan Mesya.


Bisma mencampakkan Mesya begitu saja di atas ranjang setelah dia puas menyiksa Mesya. Wanita terlihat lemas tak berdaya dengan air mata yang terus mengalir dari matanya. Juga banyaknya gigitan di tubuh Mesya membuat Bisma tertawa puas. Gigitan itu memang benar gigitan karena bekas gigi yang keunguan masih tercetak jelas di kulit Mesya yang putih. Tak lupa juga bercak merah yang mengotori sebagian seprei putih itu menjadi saksi betapa kejamnya Bisma menyiksa Mesya.

__ADS_1


"Ini belum seberapa jika di bandingkan dengan apa yang kau lakukan pada wanita yang sangat aku cintai. Ini hanya awal dari kehancuran mu!!"


"Setelah ini jangan tunjukkan wajah menjijikkan itu lagi di depanku!! Jangan pula meminta tanggung jawab dariku atau menuntut ku saat ada anak yang tumbuh dalam rahim b*sukmu itu. Aku tidak akan sudi mempunyai anak darimu!!"


Bisma mulai memungut bajunya yang berserakan di lantai.


"Kalau kau sampai berani, aku akan benar-benar mele nyapkan kalian. Atau yang lebih parah, aku akan menghancurkan perusahaan Ayahmu. Sehingga tua bangka yang sudah sakit-sakitan itu akan m*ti karena serangan jantung!! Camkan itu!!"


Mesya tak menjawab, dia hanya bisa terus terisak tak berdaya. Dia tidak peduli lagi tubuh polosnya dilihat oleh Bisma. Dia juga tidak ada tenaga lagi untuk sekedar menarik selimut untuk menutupinya. Mesya hanya berharap jika setelah ini Bisma akan pergi dan tidak akan menyiksanya lagi.


Mesya menyesal karena tadi siang begitu bahagia karena Bisma tiba-tiba mengajaknya bertemu di sebuah Villa milik keluarga Bisma.


Siapa yang tak senang karena akhirnya cinta yang selama ini Mesya tunggu sudah ada di depan mata. Maka tak perlu berpikir panjang lagi, Mesya memoles dirinya secantik mungkin untuk menemui Bisma.


Namun tak di sangka, jika pertemuan dengan pria tampan yang begitu digilainya itu justru membuatnya masuk ke dalam lubang nestapa.


Setelah puas dengan mainannya itu, Bisma benar-benar pergi dari Villa miliknya itu.


"Terus awasi dia!! Jangan sampai dia berbuat nekat karena aku belum puas bermain dengannya" Ucap Bisma kepada anak buahnya.


"Baik Bos"


"Alya, aku akan membalaskan dendam mu. Kamu tenang saja, wanita itu akan mendapatkan balasan yang lebih kejam dari apa yang pernah dia lakukan kepadamu. Aku janji" Ucap Bisma sambil menambah laju kendaraannya.


FLASHBACK ON


Malam ini adalah malam ya g di tunggu Bisma. Pasalnya malam ini ia akan melamar kekasihnya di acara reuni SMAnya.


Semua sudah di persiapkan oleh Bisma. Cincin yang cantik juga sudah berada di kantungnya saat ini.


Ditengah-tengah acara, dengan bantuan semua teman-temannya. Bisma mulai membawa Alya ke tengah-tengah ballroom hotel itu. Sorot lampu yang terang hanya mengarah pada dua sejoli itu.


Dengan senyumnya yang tak memudar, Bisma bersimpuh dengan satu kakinya. Mengulurkan sebuah cincin cantik kepada Alya.


"Alya maukah kamu menjadi istriku?? Menjadi teman hidupku sampai ajal.menjemputku?? Maukah kamu menjadi Ibu dari anak-anakku??"


Alya yang tidak tau menahu tentang rencana Bisma yang akan melamarnya itu hanya tampak syok dan menutupi mulutnya yang terus terbuka tak percaya.

__ADS_1


"Terima!!"


"Terima!!"


"Terima!!"


Suara teriakan itu membuat Alya semakin gugup. Tentunya dia juga merasa bahagia saat ini.


"Iya, aku mau. Aku mau menjadi istrimu Mas Bisma" Jawaban dari Alya itu sontak membuat suasana menjadi riuh dengan teriakan dan tepuk tangan.


Bisma lalu memasangkan cincin yang di belinya sejak lama itu ke jari manis Alya. Memang sudah sejak dulu Bisma menyiapkan cincin itu dan ingin melamar Alya. Namun kekasihnya itu ingin mengembangkan butiknya dulu sebelum menikah. Dan saat ini sepertinya waktu yang tepat, dimana butik Alya sudah mulai lancar juga Bisma yang sudah menggantikan Ayahnya menjadi CEO di perusahaan milik keluarganya.


"Aku mencintaimu Alya"


"Aku juga mencintai kamu, Mas"


Setelah semua mata dimanjakan dengan keromantisan sepasang kekasih itu. Kini mereka kembali asik dengan diri mereka masing-masing.


Alya memilih bergabung bersama teman-teman lamanya, sedangkan Bisma kembali bersama teman-teman pergaulannya yang dari jaman SMA sampai sekarang masih terus bersama.


Namun Bisma baru sadar setelah teman-temannya satu persatu berangsur menghilang. Dia baru ingat kalau sudah terlalu lama meninggalkan Alya bersama teman-temannya.


Bisma kelimpungan mencari Alya. Ke seluruh penjuru Ballroom juga sudah Bisma cari namun tak kunjung menemukan Alya. Bisma juga sudah memasuki toilet wanita tapi hasilnya sama saja. Alya tak ada di sana.


"Ah sial!!" Bisma mengumpat karena tak bisa menghubungi ponsel Alya sejak tadi.


Bisma kemudian memutuskan untuk mengambil mobilnya, siapa tau Alya juga sudah menunggu di sana. Namun harapan Bisma pupus karena basemen hotel itu juga terlihat sepi tak ada siapapun.


"Mas" Bisma berbalik karena mendengar suara yang sangat di kenalnya.


"Alya??"


Alya langsung menghambur ke pelukan Bisma. Wanita yang sejak tadi dicarinya itu menangis di pelukan Bisma.


"Alya ada apa?? Katakan kepadaku!!"


Bisma baru sadar jika penampilan Alya sudah sangat berantakan, berbeda dengan tadi saat Alya datang bersamanya.

__ADS_1


"Antar aku pulang Mas!!"


Bukannya menjawab, Alya justru langsung melepaskan pelukannya pada Bisma dan berjalan mendahului kekasihnya itu.


__ADS_2