
JAKARTA
"assalamualaikum yah,bun aku pulang"ucap Najwa sesampainya dirumah.Tidak ada balasan perkataan dari orang tuanya,akhirnya Najwa mencari orang tuanya diseluruh ruangan, Najwa berhenti disudut ruangan ketika ia melihat adik dan kakaknya yang sangat dicintai oleh kedua orangtuanya,berbeda dengan Najwa bagi orangtua Najwa, Najwa hanya anak pembawa sial yang hadir di kehidupan mereka.hingga Najwa diperlakukan sangat tidak adil.
Najwa berlari menuju kamarnya,didalam kamar Najwa "kenapa kehidupanku tidak adil ya Allah?aku harap suatu saat orang tuaku bisa membuka hatinya untuk kehadiran diriku dirumah ini,aku mengerti bahwa Allah sudah menentukan takdir ku dikemudian hari"air mata Najwa mengalir deras hingga Segaram yang dipakai Najwa basah.
sore hari akhirnya Najwa mempunyai tekad untuk memberanikan diri berbicara kepada kedua orang tuanya dengan maksud dia akan melanjutkan pendidikannya dipesantren Paman yang ada di pelosok desa.
__ADS_1
disaat makan malam..
"ayah,Awa berniat untuk melanjutkan pendidikan Awa dipesantrennya paman,apa boleh ayah?" ucap Najwa "boleh saja,biar kau tidak merepotkan kami dirumah ini, tidak berguna kau dirumah ini"timpa ayah Najwa
//deg//
keesokan harinya
__ADS_1
Najwa yang diantar supir ke pondok pesantren yang ada di Yogyakarta.Setelah beberapa jam akhirnya Najwa tiba dipesantren milik pamannya.Didepan pesantren Najwa melihat kakak sepupunya mengajar ngaji anak kecil dibawah pohon yang teduh,Najwa segera menemui kakaknya itu dengan wajah yang sangat berbinar.
"Assalamualaikum pak ustadz"ucap Najwa
"Waalaikumsalam"ucap Faris yang belum menyadari itu Najwa karena Najwa mengenakan hijab. "kak Faris...."pinta Najwa."Adeknya kakak,kapan sampai disini dek?sebentar ya dek kakak bubarin kelasny dulu nanti Adek kakak ajak ketempatnya Abi sama umi,Abi sama umi sedang mengajar dikelas"kata Faris dengan senyumnya yang merekah,karena Faris baru saja pulang dari luar negri untuk pendidikan.
"dek,kamu kok bisa disini dek?ngga bilang sama kakak lagi,ada apa dek?"tanya Faris ke Najwa,jawaban Najwa hanya tersenyum sambil berkata "Nanti Awa jelaskan kalau kita sudah ketemu dengan Abi dan umi ya kak" Najwa memanggil paman dan bibinya itu Abi dan umi ,karena Najwa sangat dekat ke keluarga paman nya dibanding ke keluarga aslinya. "ya sudah ayo kakak antar ke tempat Abi dan umi,mungkin masih jadwalnya mengajar dek,tapi kemarin Abi dan umi bilang kalau hari ini pelajaran nya dibuat kuis dek,mungkin kita bisa kekelas,soalnya kakak juga diberi tugas Abi untuk membantu Abi dalam pengawasan dek" ucap Faris yang panjang lebar,memang Faris terlihat dingin jika dengan ornag yang tidak akrab dengannya,tapi kalau dengan keluarga nya,ngga perlu ditanya lagi,dia sudah kayak ibu-ibu kalau arisan ,apalagi kalau dengan Najwa adinya yang tersayang itu,pasti dia seperti ibu-ibu arisan.
__ADS_1
disepanjang jalan menuju kelas banyak pasang mata yang melihat keakraban Faris dan Najwa ,pada dasarnya sebagian santri tidak mengetahui bahwa Najwa itu keponakan sang kyai. "kak,dilihatin santriwati sampai segitunya kak,aku risih"ucap Najwa yang agak canggung ketika dilihat banyak santriwati.