
Telah hilang sebuah handphone Samsung A12 dikelas 10 MIPA 1 dan uang sebanyak 3
juta rupiah.
"Lo taruh dimana ponsel sama uangnya?" Tanya sheren pada Kania.
"Gue taruh di tas. Gue cuma tinggal sebentar di toilet. Habis itu ke sini lagi. Terus kenapa ini ga ada?" Ujar Kania panik. "Duuh,, dimana ya?" Kania menggeledah tasnya berulang kali, juga di kolong meja nya. Namun hasilnya nihil.
"Pasti ada yang ngambil ini. Gue yakin!!" Ujar sheren. "Geledah satu persatu tasnya" Perintah nya pada Kania untuk bertindak cepat. Melihat hal itu, Dava selaku ketua kelas pun tidak tinggal diam. Dia berlari keluar kelas, entah mau berbuat apa.
Sheren dan Kania memang teman dekat. Namun mereka berbeda. Sheren, dia salah satu orang yang juga tidak suka dengan Aisyah. Apalagi sheren juga sangat nge-fans dengan Fariz yang pasti merasa iri dengan kedekatan Aisyah dan Fariz. Berbeda dengan kania. Dia menganggap semua orang sebagai temannya. Dia juga sama sekali tak mempunyai rasa benci terhadap Aisyah. Sheren menarik paksa tas Aisyah. Lalu mengeluarkan barang-barang hingga terjatuh di lantai.
"Heh Lo kalau mau geledah jangan kasar, sampe jatuh ke lantai kayak gini" Tegur Syifa namun tak digubris oleh sheren yang terus menggeledah tas Aisyah.
Sheren berjalan ke arah Kania. "Gimana? Ada ga?" Tanya nya.
Kania menggeleng.
"Terus yang nyolong siapa,," Gumam sheren.
Aisyah membereskan bukunya yang berjatuhan dilantai, lalu memasukkannya kedalam tas. Berita akan hilangnya ponsel dan uang kania menyebar cepat,, seketika 10 MIPA 1 menjadi ramai. Seperti ada konser dadakan.
"GUE NEMU BARANGNYA!!" Teriak Dava dengan berlari memasuki kelas. "Ini kan ponsel sama uang Lo?" Tanya Dava.
Kania megambil alih ponsel dan uang dalam amplop cokelat. "Iya,,, ini uang gue" Ucap Kania dengan nada lega.
"Lo Nemu dimana?" Tanya sheren.
"Di loker Aisyah" Jawab Dava membuat suasana seketika riuh. Aisyah yang mendengarnya pun terkejut bukan main. Bagaimana bisa itu ada di lokernya?
Sheren menatap benci Aisyah, ia berjalan ke arah Aisyah dengan amarah yang membara.
Braak
Sheren menggebrak meja. "Berdiri Lo!!" Bentaknya.
Setelah Aisyah berdiri, sheren mendorong keras tubuh Aisyah. "Lo kalau ga punya uang ga usah nyolong punya nya orang!!" Bentak sheren.
"Lo apa apaan sih. Aisyah ga mungkin lakuin itu" Bela Syifa.
"Lo ga denger tadi Dava bilang apa ha? Ponsel sama uang kania ada diloker Aisyah" Jawab sheren. "Ga nyangka ya gue,,, luarnya aja polos. Taunya suka nyolong barangnya orang." Tambahnya lagi.
"Syah Lo beneran ngelakuin ini?" Tanya Syifa.
Aisyah menggeleng. "Aku beneran ga tau apa apa"
"Tuh kan,, Aisyah ga mungkin ngelakuin hal kayak gitu" Ujar Syifa. Membela.
"Halah mana ada maling ngaku!! Heh Syah, bener bener ya Lo. Tinggal di pesantren tapi kelakuannya kayak gini. Kayak anak yang ga pernah di didik" Ujar sheren. Seketika bisik bisik tak sedap pun mulai terdengar. Membuat telinga Aisyah panas seketika. Aisyah menatap Kania yang juga menatap Aisyah dengan tatapan yang sulit di artikan.
Aisyah terdiam. Jantungnya berdegup dua kali lebih kencang saat teringat kata kata Ghea. Apa mungkin Ghea yang melakukan ini padanya?
Kania melangkah pergi dari kelas. "Kania..." Panggil Aisyah. Aisyah juga langsung berlari mengejar Kania, tanpa mempedulikan semua orang yang memandang Aisyah dengan pandangan berbeda beda.
"Kania" Panggil Aisyah dengan memegang pergelangan tangan Kania. "Kania aku minta maaf, tapi aku bener bener ga tau apa apa. Aku juga ga tau kenapa uang sama ponsel kamu bisa ada di loker aku" Kata Aisyah meyakinkan.
Kania hanya terdiam menatap Aisyah. Aisyah memegang kedua tangan gadis yang kini dihadapannya. "Kania aku mohon kamu percaya sama aku"
Kania tersenyum kecil. "Gue ga tahu mana yang bener mana yang salah. Tapi,, kebenaran pasti bakal terungkap" Ujar kania. Lalu dengan lembut dia melepaskan tangan Aisyah. Lalu pergi begitu saja.
"DASAR PENCURI!!" Ucap salah seorang gadis. Membuat semua orang yang ada di sana bersorak riuh. Juga melontarkan kata kata pedas nya. Aisyah berlari menuju taman belakang, tidak mau lagi berhadapan dengan mereka yang kebenciannya saat ini sudah terlanjur memuncak terhadap dirinya.
•••••
"Syah gue yakin Lo kali ini di fitnah" Ujar Lina dengan melipat mukenanya.
"Iya,, gue juga yakin. Gak mungkin Aisyah mencuri kayak gitu" Timpal Syifa. "Apa jangan jangan ini ulah Sasa?"
"Nggak" Jawab Aisyah.
"Kok Lo bilang ga? Apa Lo tau siapa pelaku yang sebenarnya?" Tanya Syifa.
"Bukan itu,, maksutnya kalian jangan suudzon dulu. Nanti malah dosa" Kata Aisyah.
"Astaghfirullah,, iya ya. Gue gak nyadar" Ucap Syifa.
"Yang sabar syah, sebaik apa pun kamu pasti ada aja yang ga suka" Ujar Dinda.
"Iya bener. Mereka itu cuma iri sama Lo, jadi Lo ga usah pikirin omongan mereka. Mereka itu cuma kuker"
"Kuker itu apa?" Tanya Dinda.
"Kurang kerjaan"
Dinda manggut manggut.
"Ya udah balik ke kelas yuk" Ajak Syifa. Ketiganya mengangguk.
Mereka langsung bergegas pergi keluar mushola setelah selesai melaksanakan sholat Dzuhur. Aisyah dan Syifa langsung masuk ke kelas, yang di sambut dengan suasana dan wajah yang tidak mengenakkan dari mereka. Aisyah terkejut saat mendapati mejanya yang telah di coret coret menggunakan spidol juga Tipe-X dengan menggunakan kata kata kotor dan hujatan.
"SIAPA YANG UDAH CORET CORET MEJANYA AISYAH!!" Tanya Syifa kesal.
Sheren berdiri dengan santainya. "Gue kenapa? Ga terima?"
"Bener bener ya Lo" Balas Syifa.
"Yang gue tulis itu bukan mengada Ngada tapi sesuai fakta yang ada" Jawab sheren santai.
Aisyah mengusap lembut lengan Syifa, memintanya agar tidak tersulut emosi. Syifa membuang nafas kasar. "Yang sabar ya Syah" Ujarnya pelan.
•••••
Hari ini adalah hari Ahad, dimana hari tersebut semua siswa di liburkan. Setelah selesai mencuci baju Lina langsung membuka ponselnya. Kemarin juga tadi malam banyak chat grup yang masuk. Lebih dari 3000 chat. Lina membaca hanya sebagian dari chat tersebut, semuanya membicarakan Aisyah. Membully nya habis habisan.
"Fa,, fa lihat nih. Ni orang bener bener ya" Ujar Lina dengan menunjukkan chat grup nya. Syifa mulai membacanya satu persatu.
"Wah,, parah sih ini. Kenapa pada bully Aisyah semua sih" Kata Syifa kesal sendiri. "Kita ga bisa biarin semua ini. Kita harus bertindak buat selidikin kasus ini"
"Iya masalahnya kita ga punya bukti apa apa. Terus kita harus selidikin dari mana dulu?!"
Syifa terdiam. "Eh Lin semua chat grup sekolahan yang ada di ponsel Aisyah. Hapus semua,, jangan sampe Aisyah lihat. Nanti malah bikin dia sedih."
Lina mengangguk. Lalu mengambil ponsel yang tergeletak di tempat tidur Aisyah. "Layarnya Nggak dikunci" Kata Lina.
"Ya bagus. Cepet Lin, sebelum Aisyah balik kesini"
"Iya ya,, sabar"
Lina langsung menghapus semua chat dari grup sekolah maupun grup kelas. Setelah selesai, dia kembali mengembalikan ponsel Aisyah di tempat semula.
Sumpah sih ga nyangka gue sama si Aisyah.
Iya, kelihatannya aja polos, baik, alim taunya suka maling.
ih,, kecilnya aja udah pinter maling kayak gitu. Apalagi gedenya.
Hahaha, udah jadi penjahat kelas kakap mungkin.
Dia Licik banget ya ternyata.
Kalau gue jadi Kania udah gue marahin habis habisan dia. Kalau perlu gue minta biar dia dikeluarin dari sekolah.
__ADS_1
Iya bener,, malu malu in banget.
Lagian ngapain sih udah tau salah masih aja di bela sama temen temennya.
Iya tau tu,, kalau gue jadi temennya dia udah gue tinggalin duluan. Ngapain temenan sama pencuri.
ih,, tapi gue masih penasaran masa iya sih kak Fariz sampe suka sama dia.
Halah palingan juga diguna guna atau di pelet.
Kalau bener wah parah sih.
Udah usir aja dia dari sekolah. Buat nama sekolah kita tercemar aja.
Iya,, mau di taruh kemana muka kita kalau sekolah lain tau disini ada murid yang suka nyolong.
Bener banget!!
"Dasar Sampah!!" Umpat Fariz. Ia membuang ponselnya begitu saja di tempat tidurnya dengan mengacak ngacak rambutnya. Ah,, siapa yang sudah berani melakukan ini pada Aisyah.
"Parah ini Riz,, ga bisa dibiarin!!" Ujar Iqbal. "Lo harus cepet bertindak, atau Aisyah akan terus di bully kayak gini. Gue bantuin Lo deh"
"Sial,, siapa yang berani ngelakuin ini" Gumam Fariz kesal.
"Yang pasti dia orang yang ga suka sama Aisyah" Jawab Reyhan.
•••••
Hari ini tidak seperti biasanya, Aisyah berangkat sekolah dengan wajah lesunya. Ia meremas jemarinya sendiri saat mulai memasuki pintu gerbang sekolah.
"Syah, Lo tenang aja." Bisik Syifa.
"Aisyah, selama kamu ga salah ga usah takut" Tambah Dinda. Aisyah menghela pelan, baiklah apapun yang terjadi hari ini, akan dia hadapi.
Suasana yang tak di inginkan pun menyambut kedatangan mereka. Tidak ada pandangan positif dari tatapan mereka. Yang pasti ditujukan untuk Aisyah. Bisik bisik yang semakin jelas terdengar membuat suasana seketika menjadi panas. Langkah mereka terhenti tepat di depan Mading sekolah. Membaca semua hujatan dan hinaan yang tertempel. Aisyah menghela berat, apa benar Ghea yang sudah melakukan ini semua?
Tatapan mereka terhenti pada Sasa dan kedua temannya yang tengah berjalan mendekati mereka.
"Dia lagi....dia lagi" Gumam Lina.
Sasa bertepuk tangan keras beberapa kali membuat ke empatnya menjadi bingung. "Wow,, Lo bener bener pinter ya Syah. Bisa nipu kita semua hanya dengan wajah polos Lo" Katanya.
"Heh,, Kelihatannya aja alim, tapi dalemnya busuk" Timpal Rara. "Ternyata dia tukang maling hahaha" Timpal Carin.
"Heh kalian itu bisa ga sih sekali aja ga buat masalah sama kita!" Ujar Syifa.
"Buat masalah? Temen Lo itu yang buat masalah Mulu. Ya Syah, gue tahu Lo miskin. Tapi Lo ga harus nyuri kan?" Ucap Sasa.
"Mak lampir!!" Bentak Lina.
"Berhijab tapi munafik!!" Piciknya lagi.
"Kalau kamu ga suka sama Aisyah, jangan salahin hijabnya. Lagi pula kalau wanita yang berhijab kamu bilang munafik. Maaf, berarti selera kamu terlalu murahan untuk itu. Karena wanita berhijab justru wanita mahal yang dapat menjaga kehormatannya" Jawab Dinda.
"Lo bilang apa? Selera gue murahan. Kalian kali,, temenan sama pencuri. Udah tau salah tapi tetep dibela" Kata Sasa.
"Aisyah nggak mencuri, gue yakin dia difitnah sama orang" Kata Syifa.
"Terserah deh, ngomong sama kalian emang ga bakal nyambung. Ayok!"
Sasa berjalan dengan kedua temannya. "TENANG SYAH!! MEREKA ITU CUMA IRI. NAMANYA ORANG IRI,, APA APA JUGA BAKAL TERASA SALAH DI MATA MEREKA!" Teriak Lina tak tanggung-tanggung membuat semua orang yang mendengarnya menatap Lina tidak suka.
"Udah tau salah, masih aja dibelain"
"Iya nggak yang mencuri nggak temen temennya sama aja". Bisik orang orang yang sengaja melewati mereka.
"Aisyah, mendingan Lo ke kelas. Apa perlu gue anterin Lo?" Tanya Lina.
"Ga usah, kan ada Syifa" Jawab Aisyah.
Lina mengangguk.
"Waalaikum salam" Jawab Aisyah dan Syifa.
"Aku juga ke kelas ya. Assalamualaikum" Ujar Dinda.
"Waalaikum salam" Jawab ke duanya.
Mereka langsung pergi ke kelas masing masing. "Lo niat sekolah ga sih ha? Udah tau ada piket tapi datengnya telat!!" Bentak sheren saat Aisyah dan Syifa memasuki kelas.
"Iya maaf" Ujar aisyah.
"Maaf aja yang Lo bisa!"
"Lo bisa ga sih ga ngegas. Ngomongin baik baik kan bisa!" Ketus Syifa.
"Ngomong sama penjahat itu ga bisa baik!!" Ujar sheren. "Pokoknya gue ga mau ta..."
Kring kring kring
Bel berbunyi, menandakan semua murid harus berbaris ke halaman sekolah untuk melaksanakan upacara bendera. "Tuh kan udah keburu mau upacara. Gue gak mau tahu nanti habis pulang sekolah Lo bersihin ni kelas sendirian. Semua meja harus bersih, lantai juga harus Lo pel. Jendela juga dibersihin. Pokoknya semuanya harus bersih." Ujar sheren lalu pergi dengan sengaja menabrakkan bahunya ke bahu Aisyah.
"Nyantai dong jadi orang!!" Teriak Syifa kesal. "Heh,, pengen gue jadiin pecel tu orang" Gumamnya lagi dengan menatap kesal sheren.
"Udah fa, mendingan kita siap siap buat upacara" Ujar Aisyah.
Setelah berpuluh menit mereka di jemur dibawah teriknya matahari pagi, akhirnya upacara telah selesai dilakukan. Seketika semua murid langsung beranjak menuju kelasnya masing-masing. Siap untuk memulai pembelajaran pada pagi ini.
Bu Mila memasuki kelas dengan membawa beberapa buku di tangannya. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" Ujar bu Mila.
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab semua murid.
"Pagi anak anak"
"Pagi Bu.."
"Baik, pagi ini kita akan langsung mulai pembelajaran. Buka buku LKS bab 4 halaman 37" Ucap Bu mila dengan mengedarkan pandangan ke semua murid. Pandangannya berhenti saat melihat meja Aisyah yang kotor penuh tulisan.
Bu Mila berjalan menuju Aisyah. "Aisyah, kenapa meja kamu coret coretan kayak gini. Kamu kan tahu, di dalam peraturan sekolah itu dilarang untuk mencoret coret meja"
"Iya Bu,, Aisyah emang suka coret coret meja kayak gitu!!" Ujar sheren.
"Bukan Aisyah yang coret meja Bu." Ujar Syifa. Syifa mendekatkan dirinya pada Aisyah. "Lihat Bu,, nggak mungkin Aisyah bilang kalau dirinya itu pencuri, Aisyah juga ga mungkin sebut dirinya sebagai cewek najis. Buat apa Bu? Buat apa Aisyah nulis hal kayak gini tentang dirinya sendiri. Gak mungkin ada orang yang mempermalukan dirinya sendiri."
Bu Mila mengangguk paham. "Siapa yang udah berani coret coret meja Aisyah. Jujur ke ibu" Kata Bu Mila. Namun semuanya malah terdiam. Tidak ada yang mau mengaku.
"Kalau kalian ga ada yang ngaku, ibu hukum kalian semua. Kecuali syifa dan Aisyah" Ucap Bu Mila mengancam. Beberapa detik dalam kebisuan, akhirnya salah seorang gadis yang juga teman satu kelas Aisyah mengangkat tangan kanannya ke udara.
"Sheren yang ngelakuin ini Bu" Ujarnya.
Bu Mila menatap sheren. "Sheren, pokoknya ibu ga mau tahu, kamu harus bersihkan meja ini. Dan besok kalau ibu cek, meja ini harus sudah bersih. Kamu paham?"
Sheren mengangguk pelan. "Iya Bu"
"Baik kalau begitu kita lanjutkan pembelajaran pada pagi hari ini" Ujar Bu Mila dengan melangkah ke meja guru.
•••••
"Syah ke kantin yuk!" Ajak Syifa.
Aisyah terdiam dengan sedikit berpikir. "Udah ayok ga papa, kan ada Dinda, gue sama Lina disana yang bakal jagain Lo. Jadi Lo tenang aja" Kata Syifa. "Kalau Lo disini, nanti malah di apa apain sama mereka gimana? Terus ga ada kita bertiga?!"
__ADS_1
"Heh Aisyah!!,, pokoknya gue ga mau bersihin meja Lo. Titik" Ujar sheren yang baru datang bersama Kania.
"Ga bisa gitu dong!! Lo kan udah di kasih hukuman buat bersihin meja nya Aisyah!!" Kata Syifa sedikit geram.
"Sampai kapan pun, gue gak akan pernah mau buat bersihin meja pencuri kayak dia"
"Sheren, ga boleh gitu" Tegur Kania dengan sedikit berbisik.
"Kania gue mana mau bersihin mejanya dia. Najis tau ga."
"Bener bener ya Lo. Mulut lo pengen gue robek ha?" Bentak Syifa dengan mendorong sheren.
"Gue lagi ogah debat sama Lo. Ayok Kania" Ujar sheren dengan menarik tangan Kania Memaksanya agar segera pergi dari situ.
"Udah fa, biar aku aja yang bersihin mejanya" Kata Aisyah.
"Ya ga bisa gitu dong. Dia yang buat, dia yang tanggung jawab" Ucap Syifa emosi.
"Udah ga papa"
"Syah,, gue tau Lo baik. Tapi jangan terlalu baik. Jangan sampe kebaikan Lo itu dimanfaatin sama orang lain"
"Fa,, aku tahu sheren benci sama aku. Dan aku ga mau dia tambah benci sama aku cuma karena ini" Jawab Aisyah.
Syifa menarik nafas panjang, lalu menghembuskan nya secara perlahan. Berusaha untuk meredam emosinya. "Oke kalau gitu. Nanti gue bantuin ya" Ujar Syifa yang dibalas anggukan oleh Aisyah.
"Ayok ke kantin" Ujar Syifa dengan menyodorkan tangannya. Aisyah menghela pelan , lalu mengangguk. Ia mengaitkan tangan kirinya di tangan kanan Syifa.
"Inget ya, apapun nanti kata orang. Jangan Lo dengerin. Oke?" Kata Syifa. Aisyah mengangguk. Keduanya langsung berjalan keluar kelas untuk menuju kantin. Kali ini Aisyah berjalan dengan percaya diri. Baiklah dia tidak akan takut selagi dia tidak bersalah. Lagi pula, toh ada ketiga sahabatnya yang akan membela dan membantunya kapan saja ia butuh.
Lina melambaikan tangannya ke arah Syifa dan Aisyah. Membuat kedua gadis itu langsung berjalan ke arahnya.
"Udah lama Lin, Din?" Tanya Syifa.
"Nggak, baru aja sampe" Jawab Lina.
"Oke, kalian mau pesen apa? Biar gue yang pesenin" Ujar Lina.
"Gue mau jus melon aja deh. Lagi gak mood makan" Jawab Syifa.
"Oke. Yang lainnya?"
"Aku batagor satu sama es teh" Jawab Dinda.
Lina mengangguk.
"Aisyah mau pesen apa?" Tanya Lina.
"Es jeruk aja" Jawab Aisyah.
"Oke kalian tunggu di sini" Ujar Lina lalu berdiri dan berjalan ke arah mbak Windi untuk memesan makanan. Sembari menunggu mereka berbincang dan bercerita. Melupakan semuanya.
Beberapa menit berlalu, Lina datang dengan membawakan makanan dan minuman. "Ini" Ujarnya dengan menaruh makanannya di atas meja. "Disana masih ada. Gue ambil dulu ya"
"Gue bantuin" Ujar Syifa.
Lina mengangguk.
Lalu keduanya kembali berjalan ke arah mbak Windi untuk mengambil pesanan. Setelah semua ada di meja, mereka mulai menikmati sembari sesekali berbicara dan bergurau.
lihat deh, ga tau malu banget jadi orang. Udah ketahuan maling, tapi masih santai santai aja kayak gitu.
Bener bener parah si Aisyah
Iya, bisa bisanya dia ketawa ketiwi gitu. Berasa kayak ga ngelakuin apa apa.
Dih najis banget deh gue sama perempuan kayak gitu
Ogah banget ya, kalau harus temenan sama dia.
Ga tau malu banget jadi orang. Sumpah!!
Braak
Lina menggebrak meja mereka. Membuat tiga gadis yang tengah asik bergosip terpelonjak kaget. Lina datang dengan tampang menyeramkan.
"Ngomong apa Lo? Kalau mau ngomong, di depan, Jangan beraninya dibelakang!!" Bentak Lina.
"Punya mulut itu di jaga, jangan mentang mentang Lo bisa ngomong terus Lo ngehujat orang seenaknya" Ujar Lina. "Jadi orang itu jangan sok suci deh!!" Tegasnya lagi.
Lina melotot pada tiga gadis tersebut, lalu ia kembali ke meja. "Balik ke kelas aja yuk! Udah gak mood gue makan disini" Ajak Lina dengan nada kesal.
••••••
Seusai bel berbunyi, semua murid berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah masing masing. Kecuali Aisyah dan Syifa yang hari ini akan membersihkan kelas. Mulai dari menyapu, mengepel, membersihkan meja, menghapus papan tulis, membersihkan jendela dan lainnya.
"Makasih ya fa, udah mau bantuin aku" Ujar Aisyah yang sibuk membersihkan mejanya dari kata kata kotor yang tertulis di atasnya. Syifa mengangguk.
"Eh Syah,, gue capek nih..." Ucap Syifa dengan nafas ngos ngosan. Juga dengan mengibaskan tangannya di depan wajahnya. "Mana hari ini panas banget!"
"Ya udah aku beli minuman dulu ya" Kata Aisyah menghentikan pekerjaannya.
"Gue aja, Lo tetep disini"
"Udah ga papa, kamu kan lagi capek" Ujar Aisyah.
"Beneran ga papa? Tapi meja Lo gimana"
"Ini mejanya udah bersih kok. Ya walaupun belum bisa sebersih meja yang waktu kemarin kemarin. Tapi udah mendingan dari pada tadi"
"Ya udah, aku ke kantin dulu ya" Ucap Aisyah.
"Iya,, kalau ada apa apa langsung kesini. Lapor ke gue"
Aisyah kembali mengangguk.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam" Jawab Syifa.
Aisyah langsung berjalan pergi menuju kantin. "Syaaahh..."
"Kak Devan?!" Gumam Aisyah.
"Syah.. Assalamualaikum" Ujar Devan.
"Waalaikum salam. Ada apa kak?"
"Lo ga papa kan?" Tanya Devan.
Aisyah menggeleng.
"Lo jangan dengerin omongan mereka ya. Nggak ada orang yang berhak menilai Lo, karena mereka ga bener bener tahu apa yang saat ini Lo alami. Mereka mungkin pernah mendengar ceritanya, tapi mereka ga pernah merasakan apa yang Lo rasakan pada kenyataannya" Kata Devan.
Aisyah terdiam. "Iya kak, makasih ya udah mau percaya sama aku."
Devan mengangguk. "Oh ya, ini gue bawain minuman buat Lo. Yang satu lagi buat temen Lo. Kalian lagi bersih bersih kelas kan? Pasti capek"
"Kok kakak tahu?"
"Iya, gue gak sengaja lihat Lo bersihin kelas. Nih ambil aja" Ujar Devan dengan menyodorkan dua botol minum.
__ADS_1
"Makasih ya kak"
...*******...