
"Mari... tunjukan kemampuanmu" Ucap Kallen mulai menyerang Satsuki. Satsuki yang dalam mode bertarungpun siap untuk menangkis juga menyerang Kallen kapanpun. Syuut! Satu kepelan tinju cepat milik Kallen terelempar ke wajah Satsuki. Setiap jari kallen di pasangu cincin besi yang di tanami batu alam, jika sampai terkena tinju itu, habislah dan pastilah terluka parah.
Syuut! Tangan Kallen terus melesat ke arah Satsuki. Satsuki mengelak beberapa kali, Kecepatan tangkisan dan pukulan mereka sungguh cepat hingga tak tampak oleh mata.
Syut! Tangan Kallen masih aktif menyerang. Kali ini tangannya meraih cadar yang menutupi wajah Satsuki.
BREAK! Cadar itu robek, Satsuki segera melompat mundur sembari memegangi wajahnya. Kallen pun mengikutinya dan mendesak nya.
"Heh! Jangan coba-coba kabur dariku!" Teriaknya. Satsukipun kembali menutupi wajahnya dengan topeng pusaka yang lebih mirip wajah hewan.
"Hahahaha, kau sungguh takut wajahmu terlihat musuh? Ku pikir wajahmu sungguh buruk rupa! Kembalilah dan hadapi aku" Ucap Kallen. Satsuki segera berlari lalu melompat sembri meruncingkan tendangannya ke arah kallen. Kallen melompat mundur, kemudian saat serangan Satsuki meleset dan tak jauh dari kallen. Satsuki pun kembali menyiapkan tendangan memutarnya. Kallen tak sadar jika satu kaki Satsuki mulai mengarahkan tendangan baru.
Buak! Satu kaki kiri Satsuki mendarat tepat di ulu hati Kallen. Tendangan tersebut sangatlah keras hingga Kallen terpental jauh.
"Kesempatan!" Teriak Satsuki. Satsuki kembali berlari cepat Syut! Seketika Satsuki ada di belakang Kallen. Whuush! Cepatnya gerakan Satsuki membuat Kallen sungguh kaget "Apa! Mana mungkin dia!" Padahal Kallen terpental dan belum terbentur, tapi dia malah di tinju kembali berkali-kali. Kali ini punggung Kallen terasa patah oleh serangan brutalnya.
Buak! Buak! Buak! " Aaghh! Kurang ajar!" Gumam Kallen masih terus di hajar Satsuki. Akhirnya Kallen memutar kakinya dan menjatuhkan diri ke bawah pohon.
Tap! Ia berdiri tertatih, Satsuki masih energik dan ia berlari menuruni batang pohon kembali menyerang kallen.
"Sial! Dia kembali! Kali ini... akan ku gunakan jursu ilusiku!" Bathin Kallen ia segera meraih kantong pusakannya untuk mengambil pil asap ilusi. Namun gerakan Satsuki cukup cepat dan segera menendang gerakan tangan Kallen yang saat itu sibuk mencari.
Buak! "Aggh! Sial!" Kallen mundur, Satsuki kembali menyerang bertubi. Karna kencangnya serangan tinju Satsuki, kallen sungguh kewalahan. Tangannya terus menangkis tinju tersebut hingga kakinya mundur beberapa langkah le belakang.
"Sial! Kupikir akan mudah mengalahkan pendekar kerdil itu dengan tangan kosong. Tapi rupanya pertarungan tanpa senjata adalah hal paling buruk untukku! Lantas saja Sakkon sungguh kelelahan di buat bocah ini!" Bathin Kallen terus menangkis beberapa serangan brutal Satsuki.
"Hahahaha, aku sungguh meenikmatinya" Kekeh kallen padahal keringat dinginnya terus bercucuran. Tentu saja ia sangat takut untuk mati di tangan pendekar di hadapannya.
"Berisik! Aku takan berhenti menyerangmu, sebelum salah satu di antara kita tewas. Begitu perjanjiannya bukan?" Tanya Satsuki sembari menjongkok. Lalu menendang kaki Kallen. Buak! Kallen sedikit lengah karna terlalu fokus pada serangan tangan Satsuki.
__ADS_1
"Sial!" Kallen terjatuh, Satsuki segera melompat untuk menginjak-injak tubuh Kallen. Namun Saat Satsuki mendarat di permukaan, Kallen malah menggulingkan tubuhnya dan kembali berdiri. Akhirnya sebelum serangan tinju Satsuki kembali menghujanninya. Ia segera mengeluarkan Pil asap ilusi. Lalu melemparnya ke tengah-tengah pertarungan.
Syut! Pil di lempar, Satsuki melompat dengan kaki runcingnya dan siap menendang Kallen. Tapi kemudian saat pil itu mendarat sebuah ledakan asap pun terjadi. BOAMM!!! Seketika Satsuki tertelan asap itu dan tak bisa menghindarinya.
"Hahahahaa.... selamat datang, mari kita bertarung hingga salah satu di antara kita tewas. Begitukan perjanjiannya" Kallen terkekeh, iapun melangkah perlakan dengan kaki tertatih-tatih. Kallen mulai masuk ke dalam asap putih yang pekat itu.
Dalam asap pekat itu...
"Uhuk! Uhuk! Sial... apa ini, rupanya dia menggunakan cara yang curang. Aku yakin, asap ini adalah asap yang sangat berbahaya" Bathin Satsuki. Ia segera mengeluarkan dua belati dari kantong pusakanya.
"Hahahaha, kau sungguh payah. Pertarungan kita adalah pertarungan tangan kosong! Beraninya kau memakai dua belati murahanmu dalam pertarungan ini" Teriak Kallen tak kasat mata. Tapi tiba-tiba pukulan cepat mendarat di punggung Satsuki hingga membuatnya terseret ke depan.
Buak! "Aggh!" Erang Satsuki, secepatnya Satsuki menyunkan satu belatinya ke arah belakang punggungnya.
"Sial! Tak ada apapun di sini!" Bathin Satsuki menggumam.
"Apa? Kau takut melawanku? Sekarang... akan ku balas beberapa pukulan yang tadi kau hempaskan di tubuhku dan membuat tubuhku jelek karna memar di beberapa bagian..." Jelas Kallen. Sungguh, pertarungan itu membuat Satsuki sangat muak. Sebab, Kallen selalu menyerang di balik ilusi-ilusi bodohnya.
"Aku bisa merasakannya!" Bathin Satsuki seraya melompat dan mulai bersiap menusuk. Kedua lengannya ada di kepalanya dan kedua ujung belati itu mengarah ke bawah.
Siiiiiiing! Jleb! Di tengah asap yang menyeruat, meski pandangan Satsuki terhalangi pekatnya asap ilusi yang di lancarkan Kallen. Nyatanya Kallen tetap tertusuk dan ia hanya bisa terbelalak.
"A-apa?! Ba-bagai mana bisa kau... kau...!" Kallen terbelalak Matanya membulat sempurna, lalu pupil matanya membesar.
Dua belati itu menancap pas di dua pundak kekarnya. Satsuki menyungingkan sebelah bibirnya lalu. Ia pun menarik paksa dua belatinya secepat mungkin. Dalam kakunya pergerakan Kallen yang syok. Satsuki segera melancarkan serangan nya kembali.
Syut! Syut! Syut! Belati itu terus menyayati beberapa bagian tubuh Kallen hingga darah dari tubuh kallen berhambur.
Kallen yang syok saat melihat tubuh indahnya itu berlumuran darah pun marah besar.
__ADS_1
"Bagai mana kau bisa... menemukanku?!" Erang Kallen sedikit tersendat saat bernapas.
"Heh, kau pikir cara yang sama akan mempan padaku. Kau selalu bersembunyi dalam mainan-mainan bodohmu. Tapi satu yang tak bisa kau sembunyikan. Aroma tubuhmu yang berbau Cinnamon itu" Jelas Satsuki.
"Apa!!! Beraninya kau!"
"Sudahlah... cepatlah mati lalu berikan pil mustika rohmu padaku..." Pinta Satsuki semabri mengeluarkan pedangnya dan menusuknya ke perut Kallen.
Jleb! Satsuki memutar pedangnya saat pedang tersebut ada di dalam perut Kallen.
"Uughh! Ku-kurang ajar... ak-aku takan pernah memaafkan mu karna kau telah menghancurkan tubuh indahku!" Ucapnya. Satsuki tersenyum lalu mencabut pedang yang sedari tadi di pegangi Kallen.
Jrat! Darahpun keluar seperti air yang di semprotkan dari sebuah selang. Darah itu Kallen memuntahkannya ke wajah Satsuki. Hingga topeng Satsuki penuh dengan darah Kallen.
"Cih menjijikan..." Ucap Satsuki. Kallen bergetar. Kakinya mulai lemah bersujud, darah kallen yang berwarna hitam itu tak kunjung habis. Kallen kehilangan kesadarannya. Iapun jatuh ke tanah dan memejamkan matanya.
Whoooossshhhhh.... Angin mulai berhembus. Tubuhnya mulai berubah menjadi kelelawar-kelelawar kecil.
Syuuuutttt... tiba-tiba sebuah mustika jiwa putih dan merah dari sisa kallenpun muncul. Satsuki segera meraihnya dengan tangan kanannya. Ia pun segera mengambil pusaka isti mewa milik kallen dengan mudahnya.
"Aku tahu. Ini pasti milik klan iblis lain yang kau sebut Hong lian... boleh juga..." Bathin Stsuki. Selesai membantai, Satsuki lihat dengan mata kepalanya, jika tubuh Kallen berubah menjadi Kellelawar besar. "Heh... Kellelawar sombong sepertimu lebih baik tiada saja" Ucap Satsuki, Satsuki segera kembali ke arah api unggunnya. Tak terasa hari mulai terang. Malam itu, satsuki sama sekali tak tidur selelappun.
Satsuki hanya tersenyum saat melihat rekan seperjalannya telah terlelap seraya memeluk belatinya.
"Dasar merepotkan!" Bathin Satsuki mengolok Huli Jing.
Perjalanan masih jauh, apakah setelah ini Satsuki mampu menembus hutan kematian yang di penuhi marabahaya...
Next episode...
__ADS_1
Bersambung...
Love You para leaders...