Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Mengejutkan?!


__ADS_3

Sementara Raja iblis Nae Jime dan Hanbu menghilang melewati ruang dan waktu dengan ilmu teleportasi. Satsuki masih berkutat melawan para kelalawar Ilusi milik Kallen.


"Sial! Sampai kapan mahluk menjijikan ini akan mengerumuniku seperti ini! Menyebalkan!" Seraya menggumam ekor mata Satsuki menyimak ke arah kanan, di kejauhan ia lihat Huli jing meringis kesakitan.


Satsuki belum bisa membatu melepaskan Sang rubah itu dari kurungan jaring berapi milik klan iblis.


"Sial!" Pekik Satsuki.


"Hahahaha..." Tawa Kallen, ia pun mulai membidik, ia meregangkan panah itu lalu menariknya dan hendak melepas anak panah itu.


Tapi nampaknya nasib baik sedang berpihak pada Satsuki. Plak! Kepakan sang kelalawar itu menepuki topi cadar milik Satsuki hingga topi tersebut terlepas dari kepala sang Master misterius itu.


Pluk! "Sial cadarku!!" Pekik Satsuki, tangannya sibuk menepis para klalawar ilusi itu, sedang pedangnya menyayat beberapa kali ke arah sang klalawar. Hingga ia tak bisa menjangkau topi miliknya.


Kallen tetap memanah ke arah Satsuki yang sibuk berkutat itu. Kini gerakan Satsuki tak teratur dan cenderung aktif.


"Hmm... apakah rencana cantikku terbaca oleh bocah kerdil itu?!" Tanya Kallen menurunkan panah daun persik miliknya, Ia membuka sebelah matanya yang sedari tadi membidik di kejauhan itu. Pupil matanya membesar hingga matanya menatap dengan Seksama.


Dilihatnya, wanita itu tak asing di benaknya


"Siapa dia? Aku merasa tak asing...?" Bathin Kallen menggumam. "Ah, tapi aku tak perduli. Hari ini aku harus memburunya, sudah ku kira, dalam tubuh anak itu, banyak tersimpan pusaka pisis yang cukup banyak dan berharga mahal" Bathin Kallen.


Whuuusshhh! Tap! Tap! "Suara tapak kaki berpijak"


Disaat bersamaan, Hanbu datang di tempat yang tak jauh dari Kallen. Kallen masih mempokuskan matanya dan mulai menarik kembali panah daun persik miliknya.


"Kallen, kau dapatkan buruanmu?" Tanya Hanbu. Kallen membalas dengan senyuman, lalu mengangguk.


"Dapatkan buruanmu sekarang, Bunuh dia!!" Ucap Hanbu oftimis. Kallen makin bernapsu dan menikmati detik-detik terakhir Satsuki.


"Aku dapat!" Ucap Kallen melepaskan anak panah dari busurnya.


SYUUUTT! kecepatan tinggi panah itu tak bisa di abaikan, apa lagi titik pusat yang di buru Kallen adalah jantung Satsuki. Jika sampai kena, maka habislah riwayat Satsuki saat ini juga.


SYUUUUT!!! panah hampir mendarat tepat di jantung Satsuki, Satsukipun tak dapat mengelak karna ia terlalu sibuk oleh ilusi yang di buat Kallen, Namun di saat bersamaan, sebuah tusuk rambut berwarna kuning keemasan melasat cepat, secepat anak panah itu "Syuut!" tusuk rambut itu pun menepis lesatan anak panah itu "Plak!" Hingga anak panah itu meleset dari bidikan dan berbelok, lalu menempel di batang pohon pinus "Jleb!"


"Apa?!" Hanbu dan Kallen sangat kaget, mereka bertanya dalam hati mereka.

__ADS_1


"Bagai mana bisa, bidikanku meleset sejauh itu?!" Tanya Kallen bingung.


"Dasar payah" Ucap Hanbu. Sang Jendral perang pun tak melihat bahwa sebuah tusuk rambut emas lah yang membelokan bidikan paten Kallen.


"Bidik lagi sekarang!" Ucap Hanbu menunjuk, ia tak bisa lakukan apapun sebab pertarungan sengit tempo hari ia kalah telak. Akibat serangan brutal Satsuki tempo hari. Sebelah lengan Hanbu patah dan tak bisa berpungsi. Ia hanya akan menunggu hingga waktu pemulihan tiba.


"Baik!" Ucap Kallen kembali mengabil anak panah dan menempelkannya ke busur miliknya.


Whuuusshhh... Angin sejuk pun mulai datang dan menari-nari, Angin sejuk itu menghempas kelalawar hitam yang sedari tadi mengerumuni sang Master misterius itu.


"Apa!!!" Pekik Kallen teriak kekagitan, begitupun Hanbu.


"Apa yang terjadi! Kemana ilusimu pergi!" Tanya Hanbu. Satsuki mulai merasakan kelonggaran, Ia segera meraih topi cadarnya lalu memakaikannya sekencang mungkin agar tak jatuh kembali.


"Kali ini akan ku selesaikan secepat mungkin! Huli Jing tunggulah, aku akan segera melepaskanmu!" Pekik Satsuki. Satsuki mulai menyimpan pedang pusaka mendossa miliknya, ia segera menggantinya dengan pedang kembar kesayangannya. Pedang itu adalah pusaka pemberian Jade Long, kedua pedang itu adalah kumis naga miliknya. Jade Long sengaja memotong pusaka agung miliknya hanya untuk melindungi anak dari tuan terdahulunya itu.


Sreng! Bunyi pedang tersebut. Mata Satsuki mulai menyercit,ia pun mendongakan kepalanya ke atas pohon tua yang tinggi dan besar.


"Giliranku!" Teriaknya seraya berlari kencang, ia berlari menaiki pohon itu. Menuju Hanbu dan Kallen yang tertatih di sana.


"Dia datang, heh... kematianmu akan segera tiba..." Ucap Kallen, Kallen merubah pusakanya menjadi sebuah cambuk. Kallen berkehendak membuat barang apapun dengan barang pusaka miliknya. Pusakanya bisa berubah bentuk sesuai keingin hati kallen. Dan kali ini cambuk neraka milik Hong lian mulai menyambut Satsuki.


PLAK! Satsuki mengelak, ia terus berlari, mengelak dan terus mengelak ketika cambuk itu memburu langkahnya.


"Heh, gesit juja dia!" Ucap Kallen. Karna Satsuki sudah terlalu dekat. Kallen pun merubah pusakanya menjadi pedang. Kini Satsuki sudah ada di depan mata Kallen, Satsuki mengacungkan dua pedang kebarnya ke arah Kallen. Seketika Kallen menepisnya.


KLANG!!! Suara dentingan kedua pedang beradu, hingga menghasilkan hujan percikan api. Kallen menahan serangan tekan dari Satsuki.


"Heh. Hari ini kau sungguh beruntung! Apakah ada seseorang di balik semua ini? Apakah dia diam-diam bersembunyi untuk membatumu melawanku? Sungguh payah!" Gumam Kallen, ia bicara begitu dekat, hingga meski ia bicara dengan nada rendah pun. Satsuki tetap bisa mendengarnya.


"Heh. Aku tak tahu maksud ucapanmu itu. Tapi itu bukanlah tife ku! Aku tak serendah itu!" Balas Satsuki. Satsuki mulai melepas pedangnya dari pedang Kallen, Lalu memutar tubuhnya kekiri. Iapun mencoba menebas urat syaraf Kallen. Namun lagi-lagi langkahnya terbaca oleh sang kandidat Perang klan iblis.


"Payah!" Ucap Kallen seraya menepis Pedang kembar Satsuki. Satsuki kembali terhampas, ia mulai terbang di udara lalu menggigit satu pedangnya, untuk merogoh beberapa belati dan kunai di saku nya.


Syut! syut! Kunai dan belati di lempar ke arah Kallen, Satsuki segera mengambil pedang ia gigit. Lalu kembali menapaki batang pohon dan menyerang Kallen.


"Sungguh usaha yang gesit!" Ucap Kallen. Kallen berhasil menangkis serangan kunai dan belati milik Satsuki. Namun nampaknya saat mata Kallen terpokus pada Kunai-kunai dan belati itu. Tak sadar Satsuki datang di arah belakng dan menggoreskan kedua pedang Satsuki di punggung Kallen, hingga Kallen tersayat.

__ADS_1


"BRET!" Darah mulai berhambur setelah Satsuki menyayat punggungnya.


"Ahhh! Sial! Bocah Tengik. Beraninya kau merusak tubuh indahku!!!" Teriak Kallen marah besar.


"Tubuh indah yang kau sebut itu hanyalah sampah sekarang. Dan aku akan membuat sayatan baru di perutmu!" Ucap Satsuki seraya terus menyerang dan mengelak saat Kallen kembali menyerang.


"Kau! Aagghhhhhh!" Marah Kallen. Kini ia mulai mengeluarkan jurus ilusi mematikan tingkat dua.


Whuuussshhh!


Seketika, pepohonan itu berubah menjadi beberapa bangunan. Satsuki merasa dirinya saat ini ada di era tahun duaribuan.


Tinnn! Tinn! Mobil, sepeda dan segalanya serba modern. Hirup pikuk di dunia sana terasa begitu nyata. Satsuki memang mendambakan kepulangannya ke tahun modern itu.Kini Satsuki berdiri di pinggir trotoar dan menyaksikan pemandangan yang tak biasa.


"Apakah ini ilusi?! Tidak mungkin, jika ini ilusi. Maka aku akan segera melepaskannya!" Bathinnya, Tangannya masih siaga memegang dua pedang kembarnya.


Namun tiba-tiba kedua pedang kembarnya berubah menjadi ular besar yanh sangat ganas. "Apa ini!" Pekik Satsuki. Ular itu membelit Satsuki sekencang-kencangnya, hingga tangannya terasa seperti mau patah.


"Sial! Apa apaan ini!" Pekik Satsuki mengerang. Saat tak bisa meloloskan diri, Mobil besar bermuatan penuh datang dengan kecepatan tinggi. Satsuki terbelalak dan tak bisa mengelak.


"Hahahahaha... aku akan membunuhmu sekarang. Pendekar kerdil!" Ucap Kallen menaiki mobil box besar tersebut.


Mobil makin cepat dan hendak menabrak Satsuki. Namun seseorang dengan gema suara indah mirip seorang laki-laki segera membuka segel ilusi itu.


"放开幻想 (Fàng kāi huànxiǎng)!" Manta yang di ucap pria tersebut seketika membuyarkan pertarungan cantik Kallen.


BOMMM!


Satsuki kembali ke dunia yang telah membuatnya banyak berubah itu. Tapi kali ini penyamarannya telah di ketahui seseorang.



Satsuki mulai di bawa pergi oleh seorang penyelamat yang entah siapa itu. Satsuki hanya bisa terdiam beberapa saat sebelum ia sadar akan tindakan pria misterius tersebut yang tiba-tiba saja membawanya pergi dari sebuah pertarungan sengit itu.


"Akhirnya aku menemukanmu...! Setelah sekian lamanya" Bathin pria tersebut.


Next episode Guys...

__ADS_1


"Pertanyaannya, siapa ya yang membantu Satsuki meloloskan diri hingga tiga kali. Tunggu kelanjutannya ya guys.. jan lupa tekan like yang banyak"


Bersambung...


__ADS_2