Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Spirt Black Saddow


__ADS_3

Dendam sang putri


Part # 26- Spirt Black Saddow



Malam itu setelah terjadi Huru hara, Satsuki terlelap nyenyak tak berktik.


Sudah tiga hari Satsuki tidak tidur karna terlalu lelah saat melebur Cincin ruang penyimpanan.


Memurnikan cincin ruang sangat melelahkan dan banyak menguras tenaga, Selain harus fokus Satsuki juga harus menemukan Tungku yang sesuai, Jika tungku tidak sesuai maka akan terjadi kegagalan terus menerus .


Satsuki sudah memakai lebih dari empat tungku , Bahkan tingku hadiah dari kerajaan Xi Zhi saja tidak mampu memuaskan keinginannya untuk membuat cincin ruang penyimpanan.


Satsuki kali ini adalah dalam mode rentan nya, Jika seseorang berniat jahat, maka takan ada yang menghalangi niatan itu.


" Zzzzzzzz! " Lelapnya tidur satsuki hingga membentuk dengkuran keras sepanjang malam ini.


Di tengah lelepanya, Seseorang memanggil-manggil.


" Xitaaaan"


" Xitannnn"


" Xitan!"


Tiga kali Suara itu terdengar, hingga akhirnya Xitan terbangun dan membuka matanya. Matanya kini terbuka lebar dan membelalak.


" Dimana ini? Pekiknya.


Xitan pun merubah posisi rebahannya menjadi duduk. Di lihatnya sekeliling , Tempat gelap itu seakan membuatnya familiar.


" Siapa di sana!" Xitan bangun dari duduk dan berdiri.


" Xitan, Selamat tinggal..." Sebuah tangan melambai , Xitan menyimak di ibu jari tangan kanan itu terlihat cincin belitan - gambar naga , Ia ingat cincin tersebut pernah ia berikan pada sahabat tersayang.


" Zerro!" Pekik Xitan seraya berlari.


" Selamat tinggal Xitan..."


" Tunggu!" Meski wajah Zero tak nampak, tapi Xitan terus mengejarnya dan mendapatkan, Gyuut! Xitan meraih jemari Zerro dan menempelkannya di pipinya.


" Zerro! Apakah kau baik-baik saja?!" Tanya Xitan sedih, Tiba-tiba saat tangan tersebut hinggap di pipi Xitan, Terlintas bayangan naas tentang tragedi bom Laut Hindia .


Apa ini? Bathin Xitan.


Xitan lihat adegan itu bah melihat layar bioskop. Setelah Luxcor membidik Xitan hingga hancur, Fedrix datang dan bertanya... Luxcor menangis tak henti karna penyesalannya. Sementara Zero , ia sampai di kota Chuang Chun tergesa-gesa hingga Jet pribadi milik Xitan menabrak pesawat komersil dan hancur, Sesaat sebelum ledakan menjalar pesawat Zerro, Zerro teriak " Xitan! Tunggu , Aku akan menyusulmu!" Degh! Xitan terbelalak, zerro hancur bersama peswat yang ia lajukan.


Sementara jasad Zerro, sengaja Luxcor dan Perdix , makamkan di samping ibunya di Beijing.


Degh! Bayangan itu kembali meredup dan menghilang, Kini ruangan tempat Xitan bernaung kembali gelap gurita.


Hiks " Zerro ... Jangan pergi, tunggu aku pulang, ada hal yang ingin ku ungkapkan padamu, selama ini... sudah hampir lima belas tahun ini, aku sungguh menyukaimu... hiks"


Didunianya, Xitan berusia dua puluh satu tahun.


" Meski aku tergolong wanita angkuh dan tidak cantik , Tapi aku juga adalah seorang wanita tulen, hingga kebaikanmu padaku setoap detik itu, membuat aku nyaman berada di sisimu... Aku sungguh menyukaimu, Zerro...hiks, Meski terlambat, tapi kau harus tahu!" Xitan menangis di dalam hatinya yang gelap, Tak ada secercah cahaya meski itu sekecil cahaya kunang-kunang.


Tangan Misterius masih di cengkram erat Xitan di pipinya, Tangisan cengeng seorang perempuan pecah di antara kenangan kelam pristiwa ledakan.


Clak!


Clak!

__ADS_1


Clak!


Suara tetesan air menetes di sela-sela duka seorang perempuan yang menyatakan cintanya pada sahabatnya itu.


Hmmmmmmmm! Suara erangan terdengar. Xitan mulai membuka matanya yang sembab.


" Siapa?!" Tiba-tiba saja lengan yang Xitan Cengkram erat itu berubah menghitam dan di penuhi kuku runcing yang mulai membesar.


" Apa ini?" Saat Xitan Sadar, Xitan menghempas tangan tersebut dan melompat mundur.


Hahahahahaha! Ternyata meski berjuluk master kau tetap bisa bersikap manis juga rupanya?


" Kau! Nae Jime! kenapa kau ada di sini!!"


Hahhaha, bodoh, seharusnya aku yang berkata. Kenapa kau ada di sini?" Tanya Nae jime.


" Aku,,, ( Xitan mulai mencari alasan, Namun ia sadar bahwa ia telah di permainkan seseorang yang berpura-pura jadi orang yang di cintai Xitan) Jangan- ini semua adalah ulahmu ya!!" Bentak Xitan menunjuk.


Hahahaha, Ya. Aku merasakan kekuatan yang berbeda saat kau jatuh cinta, Detak jantungmu tak beraturan dan membuatku mempunyai kekuatan baru. Aku bisa berubah menjadi apapun sekarang. Bentuk monster menyeramkan ini bisa ku ubah menjadi pria itu. Ucap Nae Jime.


" Jangan bercanda, Aku takan biarkan kau melakukan itu! Enyahlah!"


Kau bisa bersikap angkuh padaku, Tapi kau tidak bisa terus mengabaikan keberadaanku dalam tubuhmu. Jika kau ingin tahu cerita kematian ibumu, Nampaknya ibu dari dayang kesayanganmu tahu... kerajaan Kui sangat tidak suka pada ibumu, terutama Ratu Zhang yang menjadi nenekmu.


Deg! Xitan terkejut dan tidak percaya .


Akan ku beri saran, tanyakan langsung pada pelayanmu. Ia akan berbaik hati menjadi saksi kunci kematian Ibumu, yang membunuhnya bukan hanya Kluarga Coi hong nam, Tetapi kluarga kerajaan Kui dan kluarga kerajaan Nam pun terlibat. Jika semua terbukti benar, kau bisa tanyakan apapun padaku lagi.


" Nae jime! Jika dugaanmu ini salah maka aku akan membakar mu dalam jiwa satsuki dengan Pil pelebur aura hitam, Aku akan memakan itu setiap waktu untuk memusnahkanmu"


Hahahaha aku tahu kau tak pernah main-main dengan kata-katamu, baiknya kau pastikan dulu kebenarnya sebelum memakan pil itu, karna kelak kau akan membutuhkan bantuanku lagi, kau paham kan?"


" Cih, kuharap tidak"


" Tak perlu sungkan, aku akan sering-sering membuatmu benci agar kau secepatnya musnah dari tubuh ini! Kau tahu, aku tak suka berbagi apapun pada musuhku"


Sungguh naif! Pergilah atau aku akan memakan seluruh auramu saat ini juga!


* * *


" Nona- Nona. Ayo bangun. Anda bisa kesiangan pergi kesekolah ..." Xing An membangunkan Nonanya tergesa-gesa .


Satsuki terdiam sesaat dan menatap nanar Xing An dalam-dalam. Matanya membulat dan sedkit canggung di hatinya.


" Ada apa nona?"


" Ah, tidak,,, Siapkan pakaianku, aku akan cepat"


Satsuki bergegas begitupun Xing An yang sedang berkutat menyiapkan kebutuhan nonanya.


* * *


Setelah siap , merekapun pergi... Satsuki terus memperhatikan kelakuan Xing an , ia menunggu saat yang tepat hingga waktunya tiba, dan bercerita tentang hal yang terlalu rahasia dengannya.


Academy Croos Kultuvatum ( ACK)


Kereta kuda kerajaan Kui sampai di muka sekolah itu. Satsuki keluar kereta kuda di iringin pelayan kesanyangannya. Seluruh mata tertuju pada kedatangan Satsuki. Mata mereka mengiaskan Takjub juga benci.


Saat sedang berjalan , Qiang Gu dan Qiang Qia datang menghampiri.


" Satsuki. Ayo masuk, akan kutunjukan kelas baru untukmu..." Qiang Qia senang dan menyeretnya pergi. Qiang Gu hanya bisa terdiam melihat kelakuan adiknya yang kekanak kanakan.


" Ayo!" Satsuki hanya bisa terpana melihat ke lakuan Adik nya itu dengan wajah datar.

__ADS_1


#Kelas kultivatum...


" Ayo duduk kau akan berdekatan denganku sepanjang jam pelajaran, jika kau tidak paham, Ayo bertanya padaku aku akan siap membantumu"


Cerewet! Sampai pusing mendengarnya, ingin kusumpal mulut wanita ini dengan penghapus papan tulis. Bathin Xitan.


Saat mereka duduk bersama, Satu pangeran dari kerajaan Xi datang, Anak imut dengan segala kenakalannya itu menghampiri Satsuki dan Qiang Qia.


" Hai putri Qiang Qia, Kau sedang apa?"


" Tentu sedang duduk, ayo ku perkenalkan... Ini adalah sahabat baru kita. Putri Satsuki dari.kerajaan Kuai" Xi zhau zhau tercengang , ia ingat rumor bahwa anak tersebut berhasil membunuh Xi Wen Wen.


" Apakah kau adalah Satsuki yang membunuh Putri Xi Wen Wen dari kerajaan Xi Zhi?" Tanya Xi Zhau Zhau polos.


Anak ini, dia polos sekali dengan bertanya ke intinya, jika dia tidak berlaku baik padaku tempo hari, sudah kurobek mulutnya dengan tanganku! Bathin Xitan.


Satsuki tersenyum seraya mengangguk. Ada rasa malu di hatinya karna ia jadi terkenal karana telah membunuh Xi Wen Wen di areana tanding.


" Benarkah?" Xi Zhau Zhau menggenggam jemari Satsuki erat, matanya berbinar, iapun mulai selingukan melihat sekeliling, Lalu berbisik ketelinga Satsuki " Terimakasih putri satsuki karna telah membunuhnya, sebenarnya aku tidak suka padanya karna dia terlalu angkuh dan semena-mena pada anak berkultivatum rendah seperti aku. Meski ia memiliki gelar ketua, tapi sipatnya sungguh tidak berwibawa, aku tak suka dengan tingkahnya yang selalu menindas anak baru"


"Husss! Jangan menghujat, nanti ada yang dengar dan menyampaikannya pada Raja Xi Zhi, kita bisa mati di hukum cambuk" Lerai Qiang Qia.


" Guru besar tiba!"


Seketika para Murid yang berada di luar berhambur masuk ruangan " Xi Zhau Zhau duduklah!" Ucap Guru besar " ingat putri satsuki, jangan beritahu ini pada siapapun ya, ini adalah rahasia kita.


Xi Zhau Zhau mulai duduk di kursi belakang di samping Go Eun " Hahaha anak yang imut kan putri satsuki?" Gurau Qiang Qia , Satsuki membalas ketus " Anak yang merepotkan" Degh! jawaban itu membuat Qiang Qia sanggung dan sedikit kecewa, hingga ia menghentikan guraunnya yang tak Satsuki sukai.


Waktu belajar berlangsung, Saatnya praktek...


Halaman Hutan sekolah ( ACK)


Sang guru menjelaskan , Tapi satsuki malah jelalatan mencari sekeliling, ia menyimak halaman hutan Sekolah sangat misterius, di tambah lagi beberapa menara aneh menjuntang tak terawat.


" Putri Satsuki! Apa siapa yang kau cari. Gurumu ada di depan, kenapa kamu mencari kebelakang?" Pekik Sang Guru Besar Young. Sarsuki merasa tertegun dan memberi hormat " Ampun guru, Bisakah anda jelaskan menara apakah yang ada di belakang hamba itu?" Sang guru tertarik, seraya mengelus jenggot putihnya yang panjang ia mulai menjelaskan .


" Anak pintar, rupanya dia sangat tertarik pada apa yang ada di dalam sana"


" Menara yang pertama, Adalah menara melatih tapa pembuka raga, yang kedua tempat bertapa membuka ponasion tingkat pertama, yang ketiga... tempat bertapa pendekar dalam tahap pemurnia, Yang ke empat...tempat meracik Alcemic dengan beberapa tungku obat yang legendaris, yang kelima...Tempat penyucian Yin dan Yang Kau hanya tak boleh memasuki Menara ke enam dan ketujuh" Sementara anak lain bosan dengan penjelasan sang guru besar. Satsuki makin tertarik dan ingin tahu apa alasan yang membuat seseorang di larang masuk ke area tersebut.


Saat sedang mengikuti pelajaran , tiba-tiba saja seseorang teriak " GYAAAAAAAAAAAAA!" Teriakan dengan nada melengking itu membuat siapapun mengalihkan titik pokus mereka.


" Apa itu? Tanya anak lain " Arahnya di menara nomber tujuh!" Pekik Satsuki, saat ia berlari, Guru besarnya memperingatkannya untuk tak berlari lebih jauh apa lagi mewati menara ke enam karna itu sangat berbahaya.


" Putri satsuki jangan pergi!" Teriak Qiang Qia.


Drap! Drap! Drap! Tak menghiraukan apapun, Satsuki berlari dan akhirnya sampai di hutan belakang menara nomber tujuh.


Dilihatnya Xi Yu Yan tergeletak di tanah bersana Shamonsomnya tak berdaya.


" Apa yang terjadi? " Teriak Satsuki mengangkat tubuh Xi Yu Yan dan mendudukannya.


" Putri Sarsuki, aku kalah duet dengan orang itu" Tubuh Xi Yu Yan sedikit gosong tapi ia masih dalam posisis sadar. Xi Yu Yan menunjuk seseorang, Satsuki menengok tapi tak ada siapapun di area hutan itu.


" Siapa yang kau maksud?!"


Saat ia berusaha membawa Xi Yu Yan ke lapang terbuka yang jadi tempat berlatihnya tadi, Tiba-tiba saja sebuah goncangan hebat terjadi, seketika langit mulai gelap dan angin berhembus kencang dan meliuk-liuk, hingga pepohonan di sekitarnya roboh dan jatuh " Putri satsuki, lari! Selamatkan dirimu"


Deg! Mata satsuki membulat saat memperharikan sesuatu yang lekeluar dari dalam menara bomber tujuh.


GROOOOOOOAAAAAAAGGGGRRRRRTH!!!


" apa itu!"

__ADS_1


- Spirt Black Shaddow The End-


__ADS_2