
Dendam sang Putri.
Part#53 - Insiden penyerangan-
Tap! Tap! Tap!
Suara langkah kaki cepat berusaha bersembunyi dan menyelinap.
Di ruang Koridor istana malam itu. Go Eun mengendap masuk ke dalam Faviliun milik ibunya. Ia mulai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
____ _____ _____
Diruangan Lain...
CTAAAKKKK!!!
" Agghhh!!"
PLAAAAKKK!!!
" Akkkhhhhh!! Sakit!" Erangan pria tua merintih di antara suara cambukan yang tak henti.
" Cepat katakan! Apa sebenarnya yang terjadi!enam belas tahun yang lalu?!!" Satsuki murka. Setelah kepulangannya dari Grai milik Lee Dong Feng. Ia terus menggali info tentang rahasia di balik kematian ibunya yang mengenaskan itu. Bahkan ia tak segan mencambuki Ayahnya dengan tanngannya sendiri.
" Ampuni aku! Aku sungguh tak tahu apapun! Aku hanya menerima mandat dari ayahku, Untuk menikahi ibumu demi Istana ini!" Jelas Coi Hong Nam.
" Pembohong!" Teriak Satsuki Murka .
CLAAAAKKK!! suara cambukan kembali Menggema di ruang sepi itu.
" Agghhhh!!' Ampuni aku! Aku sungguh Salah, Aku minta maaf, Tak seharusnya aku membuatmu menderita"
" Cih Terlambat!"
" Tolong berikan aku kesempatan!" Tangis Coi Hong Nam.
" Baiklah... Jika kau mau membuka suaramu, Akan aku biarkan hidup ... umurmu akan lebih panjang dari yang kau inginkan"
" Sebenarnya... Ini adalah permainan istana, Ta-tapi aku sungguh tak tahu. Yang tahu asal usulmu adalah Spirt Jade Shaddow. Ia tertidur di menara Tujuh pagoda suci. Jika kau ingin jawaban yang jelas, tanyakanlah padanya... dia adalah Mahluk yang tahu apapun tentang ibumu. Sebab Ibumu adalah pengendali Spirt tersebut" Jelas Coi Hong Nam.
Naga yang keluar tiba-tiba itu? Benarkah dia tahu segalanya? Tapi bagai mana caraku menemuinya? lagipula waktuku menggali informasi hanya sampai malam ini, Toh pagi ini aku harus memberi ratu Zhang kejutan yang cukup besar. Bathin Satsuki.
" Jika kau ingin tahu, Aku hanya bisa menngarahkanmu, selanjutnya... aku tak bisa membantumu lagi" Suara lemas mulai terdengar lagi.
" Hehehe, Bertahanlah hingga besok lusa... Aku akan membebaskanmu bersama kesaksianmu" Ucap Satsuki.
Satsuki mulai berdiri dan pergi dari hadapan Coi Hong Nam yang tak berdaya. Kedua tangannya di ikat Rantai besi yang berat, Dan di atas pundaknya di taruh beban yang berat pula. Pakaian nya Comapng Camping dengan darah di beberapa bagian tubuhnya dan daging yang mulai terkelupas dari tulangnya.
KETERLALUAN!! bathin Go Eun merintih sedih saat melihat Ayahnya yang tak berdaya. Ia ingin mengeluarkan Ayahnya tapi ternyata ia tak mampu melakukannya. Sebab penjagaannya sangat ketat.
" A-air... aku minta air..." Ucap Coi Hong Nam.
Go Eun tak kuasa melihat keadaan ayahnya. Tapi ia tak bisa lakukan apapun. Yang Go Eun bisa hanyalah menangis tanpa henti.
_____ ____ ____
KE ESOKAN HARINYA...
Istana Kui di selatan Chang Chun sungguh Ramai. Berbagai hiasan mulai menempel di sepanjang jalan menuju istana tersebut.
Seluruh tamu dari kerajaan Luar dataran monster mulai berdatangan sejak dua hari yang lalu.
__ __ __
.
.
__ADS_1
.
Langit Istana Kui...
Seekor burung besar dan tuannya menyimaak di ketinggian, Mereka berputar-putar seakan memantau di kejauhan .
Sial, penjagaannya ketat sekali... heh, Tapi itu takan menghentikan rencanaku ini...
Kooaaakk!! *MASTER, apa yang sedang kau rencanakan??" Tanya Ice.
" Dia dan perhatikanlah. Aku takan memanggilmu dan kau harus ikuti arahanku, sebelum hari ini berakhir mengerihkan. Aku bersumpah, Akan ku binasakan seluruh anggota kerajaan Kui, Termasuk pangeran Zhang Qiang Gu dan Kaishar Zhang Xio Kui "Balas Satsuki dingin, Sorot matanya tajam dan menusuk. Penuh dendam dan amarah di hatinya.
Di bawah langit kerajaan Kui...
Visual Ratu Kui Hye Mei ( Ibu Suri)
" Panjang umur Ratu Zhang!" Seluruh perdana mentri di kerajaan tersebut memberi hormat dan tunduk.
Ratu Zhang hye Mei mulai berjalan menuju Halaman istana tempat Jamuan besar di gelar.
" Horamat kami pada ibu suri Ratu Zhang Mei, Selamat Ulang tahun..." Hormat seluruh Anggota kerajaan tetangga, Termasuk Raja Tang yang adalah kakak dari Ratu Zhang sendiri.
" Sudah-sudah. Ayo duduk semua, Kita akan mulai merayakan hari hikamat ini bersama-sama" Ucap Ratu Zhang mulai mempersilahkan dan membuka acara jamuan tersebut.
Suara Orlament mulai terdengar. Irama mendayu-dayu terasa menenangkan hati.
Ratu Zhang mendapatkan ucapan selamat doa dan hadiah yang beragam.
Putra mahkota mulai mendekati Ibu suri dan membungkuk dengan tangan di kepal dan memberi hormat "Nenek, Selamat ulang tahun" Ucap Putra mahkota ( Qiang Gu)
" Oh , Cucukku, Terimaksih... apakah keluarga kerajaan Kuai datang kemari? Putri Satsuki, Aku tak melihatnya" Ucap Ibu suri.
" Ia, Sudah lama aku tak melihatnya" Satu persatu para raja dan putra putri mereka menghampiri Ibu Suri dan mulai mengucapkan hormat juga menyerahkan kado sebagai hadiah di hari bahagia itu.
Di pertengahan Acara....
Master! Pekik Ice.
Satu jam yang lalu satsuki kembali ke istana Kuai untuk membawa Coi Hong Nam dan Permaisyuri Atara Suinan. Mereka di ikat dan di gantung pada paruh ice. Mulut mereka di sumpal sebuah kain yang cukup padat. Hingga satu suarapun tak mempu di deteksi oleh para penjaga.
Ice, aku akan mulai turun ... Setelah aku berteriak. Kau langsung jatuhkan mrreka ke hadapanku, aku akan menangkap mereka dari bawah. Jelas Satsuki .
" Baik master" Balaa Ice.
Satsuki mulai melompat dan mendarat di atas pohon, lalu masuk semak belukar.
Syuuuut...
Satsuki mulai keluar dari semak dan segera mendekati area jamuan.
Di kejauhan seluruh mata tertuju pada pesona gadis manis yang sangat cantik itu. Wajah tanpa dosa milik Satsuki di masa itu seakan menyembunyikan aura kekejaman gadis tersebut.
GLUK! suara tegukan saliva para putra mahkota seakan memperjelas bahwa wanita yang tengah berjalan menuju singgah sana ratu Zhang sangatlah menggairahkan. Hingga mulai timbul rasa ingin memiliki wanita tersebut di hati para putra mahkota tersebut .
A-astaga... Apakah itu putri satsuki yang dulu aku campakan? Ba-bagaimana dia bisa jadi secantik ini hanya dalam waktu singkat. Apakah aku telah menyesal, karna telah menceraikannya? Bathin Xi Yu Yan .
Lee dong feng tersenyum di kejauhan,
Wanitaku sungguh mengesankan, Aku makin merasa tertantang untuk terus mendekatinya. Bathin Lee dong Feng.
Sedangkan dalam hati Pangeran Tang Yuan Cheng ; Itukah anak kecil yang sering ku asuh saat ia kecil? Satsuki berhasil tumbuh dengan cepat, Apakah aku yang terlalu tua. tapi dia sungguh cantik sekali.
__ADS_1
Ibu suri menatap di kejauhan, senyum tulus mulai terukir di wajah keriputnya.
" Satsuki, Putri satsuki akhirnya kamu datang juga... Aku sudah mengira, kau pasti akan tiba" Ucap Ratu Zhang. Satsuki tersenyum menyringai .
" Hormat pada yang mulai ibu suri, Semoga anda panjang umur-panjang umur" Sapa Satsuki .
" Oooh sayang, Kemarilah nak... Sini, nenek ingin memelukmu... kau tumbuh dengan cepat, bahkan kau tampak sangat mirip sekali dengan ibumu... " Jelas Ratu Zhang , Ia terlihat sedih, Sudut mata Ratu Zhang di penuhi cairan basah yang mulai hendak tejun.
Di peluk lah satsuki di dalam dekapan ibu suri, Suasana haru pilu itu membuat siapapun terhibnotis dan ikut menitikan air mata.
Cih, berhenti bersandiwara. Kau takan pernah membuatku luluh dengan air mata palsumu itu. Sebaiknya kau lihat saja , Kado apa yang akan ku berikan padamu... Bathin Satsuki. Senyum menyeringai lagi-lagi menghiasi wajah cantiknya.
" Ibu suri, ada yang ingin saya persembahkan untuk anda, Saya tak punya apapun untu kado di hari istimewa ini, Tapi izinkan saya memetik sebuah Begong untuk anda" Pinta Satsuki.
Ibu suri menyeka air matanya dan mulai mempersilahkan putri satsuki memetik Alat musik tradisional tersebut.
Nada suara yang keluar dari alat musik tersebut sangatlah mengiris hati. Terdapat beberapa nada yang terdengar menyedihkan. Saat ini Sartsuki Seakan bercerita tentang kepedihan hatinya.
Tak ada yang bisa melawan alunan sendu itu. Hingga seluruh tamu terhormat menangis sejadi-jadinya, seakan ikut merasakan derita apa yang satsuki alami selama ini .
Nada berheti...
Tepukan tangan mulai riuh...
Satsuki membuka matanya dan membungkuk. Senyum menyeringai mulai terukir kembali.
Rasakan, Ini adalah Sihir penghilang rasa bahagia. Setelah mendengarkan nada ini, Kaluan semua akan mulai berhalusinasi. Takan ada yang akan menggalkan rencanaku.
" Sayang, kemarilah nak, kau sungguh berbakat.Mari naik ke sini. Aku ingin memelukmu"
" Tunggu, Ibu suri, sebelum aku naik kesana. Ijinkan aku memberi kado kedua, Mungkin dengan ini anda akan senang"
" Apa? Oh manisnya, kau sungguh perhatian padaku, Baiklah perlihatkan, Apapun itu aku pasti akan suka"
" Terimakasih" Satsuki mulai memanggil ice dalam hatinya.
*Ice, Jatuhkan!
Baik master*.
Syuuut! Ice melepas tali yang sedari tadi ia gigit. Lalu satsuki melompat dan melempar sebuah boom Asap yang cukup tebal di hadapan Ratu Zhang.
" Apa apaan ini' Bentak Raja Zhang. Seluruh antek-antek kerajaan mulai terpekik. Tapi apa daya setelah mereka mendengarkan irama lagu yang alunkan Satsuki. Mereka tak dapat bergerak. Seluruh Orang yang ada di kerajaan tersebut terdiam dan hanya bisa bicara dan melihat.
Saat asap mulai menipis, Terlihat jelas di sana. Bahwa Satsuki mengikat tangan Coi Hong Nam besama permaisyuri atara .
" Apa??!" Teriak Ratu Zhang,Putra mahkota Zhang Qiang Gu dan permaisyuri Ling Ling.
" Inulah kado kedua dariku... kalian pasti akan suka !" Jelas Satsuki.
Seluruh pengawal hanya bisa menatap, mereka tak bisa membuka sihir yang telah menempel pada tubuh mereka, Kecuali Satsuki atau ada yang berilmu tinggi.
" Putri Satsuki, Apa yang kau lakukan!" Pekik Qiang Gu, Sementara ibu Ratu hanya terdiam dan menerima hinaan itu.
Satsuki menyunggingakan senyumannya " Apa yang aku lakukan, Sebaiknya kau tanyakan saja padany" Balas Satsuki seraya menunjuk wajah ibu suri kasar .
" Hentikan , Jnagan tidak sopan pada ibu Suri" Pekik Kaishar Zhang.
" Heh, akan ku uak kebusukannya saat membunuh ibuku!" Bentak satsuki. Sementara kaishar zhang hanya bisa terbelalak .
" I-ibu suri... Apa maksudnya" Tanya Kaishar Zhang. Ibu suri hanya bisa terdiam seribu bahasa. Wajah pucat mulai menghiasi nanarnya.
*Cepat bicara yang sejujurnya, Tak ada waktu lagi. Sihir ini akan segera hancur dan mulai mengembalikan situasi. Bathin Satsuki.
- Insiden penyerangan. The End*-
__ADS_1