
Saat peperangan terjadi...
Kesedian! Amarah! dan dendam bertumpuk jadi satu di benak para kesatria... Setiap orang yang ada di sana memperjuangkkan hal yang mereka sayangi. Kepedihan terasa di hati mereka kala bertarung melawan orang-orang yang mereka cintai.
"Lakukanlah! Putri! Aku tak ingin melawan mu seprti ini! Kau adalah masterku! Ku mohon! bebaskan aku!" Imbuh Hei Lian hua memohon sejadi-jadinya.
"Cang Un! Keterlaluan kau! Kenapa kau malah memanfaatkan orang-orang yang tak berdaya ini?" Teriak Satsuki menangkis serangan dari dua orang sekali gus. Ya, dua orang, ibunya dan Hei lianhua.
"Hohoho, kenapa?! Apakah kau risih hingga menghujatku begitu?! Hahahaha kau sungguh kucu" Balas Cang Un.
"Kau..." Geram satsuki. Kini suasana genting makin menjadi.
Xi Zhau Zhau, Qiang Qia dan Tang Jhan jhu mengikuti intruksi Satsuki untuk tak berpencar saat melawan para jasad itu.
"Rasakan ini!" Teriak Xing An menghujani tentara alam baka itu dengan ribuan anak panah, seraya berpindah-pindah tempat di bantu Huli jing, Xing An menunggangi Huli Jing seperti seekor kuda terbang.
"Bagus Xing An! Lakukan lebih cepat! Agar mereka cepat berkurang!" Teriak Tang Jhan Jhu. Xing An mengangguk "Mmm! Baik! Akan ku lakukan!" Balas Xing An.
"Sisanya biar kami yang bersekan!" Ucap Qiang Qia mantap.
"Hohohoho, ironis sekali kata-kata kalian, tapi... tentara ku tidak selemah yang kalian bayangkan!" Teriak Cang Un kembali melempar bom asap misterius itu.
Boam! Whuuuuassh! Asap kembali menyeruat "Mau apa lagi dia!" Teriak Qiang Qia.
"Hahahaha..." Tawa Cang Un terdengar menggelitik bak puas.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau lakukan lagi! Pria payah!" Teriak Tang Jhan Jhu menghujat Cang Un.
"Apa?! Pria payah! Heh... akan ku buktikan siapa itu yang payah!" Teriak Cang Un di kejauhan saat membalas kata-kata Tang Jhan Jhu.
Sssshhh... Asap mulai menipis, Kini setiap mata terbelalak dan hampir copot dari tempatnya.
"Apa-apaan ini!" Bisik Tang Jhan Jhu kaget.
"Apakah kiamat akan segera tiba..." Tambah Qiang Qia.
"I-ini tidak mungkin..." Gumam Xi Zhau Zhau.
"Bagai mana! apakah kalian sanggup melawan mereka semua?! Hahahahaha"
Rupanya Cang un mulai mengeluarkan seluruh kekuatannya dengan memanggil puluhan Bast spirt level sembilan yang telah tewas di medan perang bersama para pemiliknya.
Kini ibu Satsuki dan Hei Lianhua terlihat komplit, Mereka berdiri di atas kepala best spirt milik mereka "Sekarang! Serang lah... aku ingin tahu kemampuan kalian sampai di mana! Dan aku yakin... takan ada satupun yang bisa lolos dari karya seniku kali ini! Hahahaah" Tawa beriringan dari Cang un terdengar amat puas.
Di sisi lain, Hong She telah sampai di medan petempuran besar itu, ia bergidig ngeri ketika netranya menyimak hal apa yang terjadi di sana.
"Ini sungguh mengerihkan! Keadaan di sini sama persis seperti apa yang di katakan Tuanku Jade long yang agung!" Bisik Hong She. Ia memantau situasi genting dan melaksanakan apa yang di perintahkan Jade Long.
"Tidak-tidak! Jika aku memberikan informasi mengerihkan ini pada tuanku! Maka akan sangat gawat, tuanku saat ini sangat tidak berdaya, jika dia tahu... maka dia akan tewas. Aku harus melakukan sesuatu tanpa harus ikut campur kehendak dewa!" Imbuh Hong She. Ia mulai merubah dirinya menjadi ular besar dan menggeliat melewati peperangan itu. Ia seakaan mengabaikan peperangan yang terjadi, ia hanya perlu meneruskab langkahnya ke suatu tempat dan tempat itu bukanlah hutan kematian.
"Gyaaaa!" Teriak Satsuki menghindar saat semburan api milik Jade long terhempas begitu saja.
__ADS_1
Dia bukanlah Jade Long! Jade long yang asli tidak memiliki kumis di moncongnya! Karna kumianya telah ku potong habis hanya untuk pedang kembar ini! Bathin Satsuki.
"Kenapa? Serang ibu nak! Ibu tak ingin bertahan lama dan membuatmu resah!" Ucap Sammoro.
"Benar putri! Lakukan hal yang sama! Bunuh aku juga, karna aku tak ingin menyerang mu! Aku ingin terus menghormatimu!" Jelas Hei Lianhua.
Satsuki sungguh sedih, tak ada yang ingin ia lakukan untuk mempertahankan diriny. Apa lagi moment langkah yang tak mungkin terulang untuk kedua kalinya sangat menyakitkan.
Ia tak ingin membunuh ibunya sendiri, khayalannya sangatlah simpel, ia hanya ingin tukar pendapat dan syering pada ibunya. Seperti yang di lakukan anak-anak perempuan lainnya. Ia hanya ingin pertemuan yang menyenangkan bersama sang ibu. Dan bukan pertemuan menyedihkan yang terulang kembali.
Ibu, apa salahku! Kenapa dewa mempertemukan kita dalam keadaan yang tidak semestinya. Aku sungguh terluka... aku tak bisa melakukan apapun! Apa yang harus aku lakukan!" Bathin Satsuki.
"Master awas!" Teriak Xi Zhau Zhau mendorong tubuh Satsuki yang tampak terpuruk. Dan kali ini Satsuki terselamatkan oleh aksi Xi Zhau Zhau yang sigap mendorong Satsuki. Hampir saja Satsuki tersembur api dari rahang naga itu.
"Xi..." umpatnya terbelalak, Satsuki tak bisa menyembunyikan titikan basah di pelipisnya.
"Master! Ayo kita lawan mereka semua! Bukankah kamu sendiri yang bilang! Bawa mereka tidak nyata! Mereka hanyalah bayangan! Mereka hanyalah ilusi!!" jelas Xi Zhau Zhau mengulang kata-kata yang sama untuk menyemangati Satsuki.
Satsuki pun mengangguk "Ehm! Kau benar! Mereka semua hanyalah ilusi! Mereka tak nyata sama sekali!" Ucap Satsuki lantang seraya mulai berdiri tegak dan mengacungkan pedangnya ke arah musuh di depannya.
"Benar! Master' Bunuh aku dengan segenap kekuatanmu! Karna jurus ini sangatlah menyakiti kami" Imbuh Hei Lianhua.
"Aku akan membesaskan kalian!" Pekiknya mulai mengayun pedang bersama teman-temannya.
Next episode...
__ADS_1
Bersambung...
Berjuanglah! Satsuki dan teman-temannya, karna purnama bulan merah akan segera terjadi...