Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Cang Un si pemanggil jiwa


__ADS_3

Cang Un berhasil membangkitkan Lon Ge bersaudara untuk menuntut balas dendam mereka pada Satsuki.


"Hei... Kita bertemu lagi, kali ini... aku akan membunuhmu, benarkan adik?"


"Tentu saja, kalau begitu, ayo kita serang!"


Heh, begitu rupanya?! Mengapa mereka sangat sulit di singkirkan... Jawabannya adalah Cang Un, dan juga, Ini adalah serangan serentak. Aku yakin, seseorang sedang mengawasi pertarungan ini dengan jurus ilusi yang dia miliki. Karna tak mungkin... Cang Un melakukannya sendirian" Bathin Satsuki. Lon ge bersaudara mulai menyerang. Satsuki menangkis hantaman pedang longe dan Lon ce. Kali ini lon ce pun ikut menyerang satsuki.


Satsuki menangkis dua serangan sekaligus. Kakinya mudur beberapa senti karna terseret ritme penyerangan kedua saudara itu*.


"Hahahahaha... kenapa? Apakah kau takut melawan kami hingga tak mempunyai kemampuan untuk bertarung?" Tanya Lon ge terkekeh.


"Heh, mana mungkin! Simpanlah mulut besarmu itu untuk bertemu raja neraka nanti! Bodoh!" Imbuh Satsuki seraya mundur dari pertarungan, ia meloncat ke arah batang pohon lain dan menggit salah satu pedangnya. Iapun mulai mengeluarkan kunai-kunai miliknya dan menghujani keduanya dengan kunai-kunai itu.


Syut! Syut! Syut!


"Hehehehe, bersembunyi dan menyerang seperti itu! Takan mungkin membunuh kami! Hyaaa!" Lon Ge menyerang balik. Kunai yang di lempar Satsuki tak membuat mereka tumbang, meaki beberapa kunai-kunai itu menancap pas di jantung mereka.


Lon ge dan lon ce makin marah hingga melesat dan menghajar Satsuki dengan kekuatan yang lebih besar.


"Rasakan ini! Srang!" Pedang keduanya di ayunkan ke arah yang sama. Satsuki hanya bisa menangkis dan bertahan dalam situasi bahaya ini.


"Oh, setalah kau mati rupanya kau jadi makin kuat!" Gumam Satsuki pada lon ce, ia masih bertarung dalam jarak dekat dengan kedua mayat itu.


"Ini bukan urusanmu!" Bentaknya menekan pedannya makin kuat dan iapun berusaha menendang Satsuki dengan kakinya yang panjang.


Wuussh! Kaki Lon ce mengayun dan Satsuki mulai menghempas pedang mereka sekuat tenaganya, Iapun meloncat ke belakang.


"Kau sungguh penakut juga!" Bentak Lon ce, ia kembali aktif menyerang.

__ADS_1


"Tidak-tidak, aku tidak perlu melawan mereka bukan? Mereka hanya wadah untuk mengecoh ku. Yang seharusnya aku serang adalah cang Un dan si pengguna jurus ilusi" Bathin Satsuki. Sasaran yang perlu ia hadapi hanyalah Cang Un.


Lon Ge dan Lon ce datang membawa serangan yang bertubi. Lagi-lagi Satsuki hanya bisa balik menangkis serangan itu.


Srang! Trang! Trang! Begitulah bunyi pedang yang saling beradu di udara. Serangan dua sodara kembar itu sungguh dasyat. Bahkan Satsuki kewalahan saat menangkis serangan-serangan cepat dari keduanya.


***


Sedangkan di bawah pepohonan itu, Xi Zhau-zhau dan Huli Jing terus bertarung lewan pasukan tentara alam baka yang tak pernah mati.


"Pangeran bertahanlah... aku akan membantumu melawan hantu-hantu ini!" Ucap Huli jing, Huli terus berada di samping pangeran itu dan ikut melawan para prajurit alam baka dengan kibasan kuat dari ekor-ekornya.


"Kau hebat juga rubah!" Puji Pangeran, huli tersipu dan makin bersemangat mengubaskan ekornya juga ia mengigiti para prajurit itu lalu membantingya, hingga tubuh mereka berhamburan.


Bruk! Brak! Tubuh yang terpisah itu kembali berterbangan dan saling melengkapi kembali, tulang-tulang itu bersatu kembali membentuk tengkorak utuh Plek! Plek! Itulah bunyi yang timbul akibat persatuan sendi-sendi mereka yang terpisah.


"Ini sungguh buruk, apakah pendekar itu baik-baik saja?!" Tanya Xi Zhau zhau pada Huli jing. Huli jing yang sibuk menyerang mulai berbalik dan menjelaskan "Simpanlah kekhawatiranmu untuk kerajaanmu saja. Aku yakin, tuanku pasti akan menuntaskan tujuannya. Ia akan menolong kita dengan membunuh si pembangkit jiwa-jiwa ini. Kita hanya perlu bertahan dan melawan mereka, saat waktunya tiba... jiwa-jiwa prajurit ini, akan tenang dan tertib menunggu giliran bereingkarnasi berikutnya" Jelas Huli Jing, pangeran mengangguk dan kembali mengayunkan pedangnya dengan penuh percaya diri. Mereka bertarung bersama untuk melawan klan ibliis yang tak ada habis-habisnya.


***


Satsuki masih berkutat melawan Lon ge bersaudara, beberapa kunai, syuriken dan belati telah memancap di tubuh para musuh itu, tapi nampaknya belum ada tanda-tanda bahwa keduanya akan tumbang.


Satsuki kembali melompat mundur kebelakang. Ia mulai mengeluarkan kertas mantra dari Saku tas pusaka miliknya.


Syuut! Kertas mantra di lemparkan seraya berucap "Mantra peledak!"


Kertas mantra menempel di tubuh salah satu lawannya, itu adalah lonce. Plek! Buuummm! Kertas mantra meledek saat menempel di bagian tangan kiri Lonce, asap tebalpun membumbung tinggi.


Belum sempat asap menipis, Satsuki di kejutkan dengan serangan longe yang tiba-tiba. Longe datang dengan serangan cepatnya.

__ADS_1


Srang! Satsuki kembali menangkis serangannya. Satsuki mengayunkan kakinya lalu menendang perut Longe hingga ia terpental jauh.


"Ini saat nya!" Satsuki kembali melempar keras mantra ke arah kedua saudara itu berada. Dan kertas mantra kembali meledak.


"Itu dia!" Satsuki melihat jelas pisisi Cang Un yang tertatih di batang pohon lain, Ia pun berlari cepat ke arah tersebut.


SYUUT! Tapi, cerdiknya Cang Un. Ia tak penah membiarkan dirinya di dekati Satsuki, hingga dua saudara itu kembali menghadang dan dengan langkah cepatnya, mereka mulai membuat benteng pelindung untuk Cang Un.


"Takan kami biarkan kau lolos begitu saja" Ucap Lon ce. Padahal tangan lonce sudah hancur akibat ledakan.


"Heh! Kalian lagi, kenapa dengan tanganmu lon ce? Apakah tanganmu hancur hingga tak bisa meregenerasi (kembali utuh) kembali!" Tanya Satsuki mengolok.


"Simpanlah omong kosongmu itu!" Teriak Lon ce. Lon ce mulai menyerang Satsuki dengan satu tangan, Sedangkan Lon ge bersiap menyerang satsuki dari belakang.


Ini sangat buruk, bagai mana caraku menggapai Cang un jika aku saja terpojok begini. Aku harus pikirkan hal lain... aku pasti bisa membunuhnya, jika tidak... maka selain Cang Un membangkitkan peajurit perang, ia juga bisa saja membangkitkan Kallen dan yang lainnya. Jika itu sampai terjadi, habislah riwayatku. Bathin Satsuki menggumam.


Di tempat lain...


Putra mahkota dan yang lainnya berhasil menemukan rakyatnya yang bersembunyi di kegelapan.


Mereka baik-baik saja, Qiang Qia dan Xing An kembali ke istana untuk mengabarkan apa yang ia temukan itu. Usai memulangkan para rakyat ke kerajaan Kui, merekapun kembali ke rombongan putra mahkota dan meneruskan perjalanan.


Perjalanan yang cukup jauh itu membuat mereka harus menempuh medan yang terjal dan melewati hutan kematian terlebih dahulu, akankah pertarungan Satsuki yang melelahkan itu usai, ataukah malah Satsuki yang terancam.


Sedangkan rombongan putra mahkora baru saja melangkah ke sperempat hutan itu. Jika mereka tak sengaja bertemu di hutan kematian itu, maka rekan seperjalanan Satsuki akan bertambah beberapa orang. Itu sangat mempermudah Satsuki saat melawan musuh yang paling kuat.


Next episode...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2