Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Semi Final


__ADS_3

Dendam Sang Putri


Part # 38- Semi Final-



Babak Semi Final di mulai...


Master Xitan dan Master Ruan Ming Mulai saling Berhadapan, Sorak Sorai terdengar memecah dinginnya malam.


Satsuki Risih memperhatikan Xing An yang terlihat sangat lelah.


*Ice. Bagai mana ke adaan Xing An? Apakah dia baik baik saja? Xitan dalam mode Telepathy.


Ice menjawab sesegera mungkin untuk mengabarkan kondisi Xing An " Master. Tubuhnya sudah sampai pada batasnya. Napasnya sudah tersenggal... apakah Kita menyerah saja? Tanya Ice.


Xitan berfikir... Setelah ia putuskan, Icepun tercengang " lanjutkan, Ini akan jadi latihan pemulihan jiwa untuk Xing An, Dia harus berlatih sedikit, agar kelak bisa berguna, meski itu untuk melindungi dirinya sendiri. Yang harus kau lakukan adalah, Jaga dia agar tidak jatuh, Kemungkinan... pertarungan kali ini adalah pertarungan udara. Kita tak perlu arena bertanding.


" Baik, Akan aku laksanakan*..."


Pertandingan di mulai. Dua kubu mulai bersiap, Xing An naik ke atas punngung Ice, Saat Aba-aba di teriakan , Ice dan Naga api mulai terbang ke udara.


Pak! Kepakan sayap keduanya mengguncang arena pertandingan.


Angin yang berhembus di antara keduanya berhasil memporak porandakan meja beserta kursi jamuan yang tersedia.


" Awas, Menyingkir! Cari tempat yang aman!" Pekik Kaishar.


Seluruh Tamu terhormat antar kerajaan mulai berbondong-bondong mencari tempat berlindung.


Kerasnya raungan kedua monster membuat suasana makin gaduh...


Ternyata rencana pertarungan dua monster tersebut bukanlah ide yang baik. Keadaan sangat kacau saat dua monster besar itu saling melempar Elment mereka.


Ice tak henti menghujani Naga api dengan bulunya, Namun seketika bulu tersebut meleleh saat terkena panas tubuh sang Naga.


Master. Bagai mana ini? Xing An sepertinya sudah tidak bisa bertahan. Pekik Ice.


Sial! Apa yang harus ku lakukan! Kelakuan Satsuki yang gelisah membuat Lee dong Feng tertarik untuk memperhatikannya. Tangan Lee dong Feng di taruh di bawah dagu dan tersenyum menyeringai.


" Hahahaha, Kau sungguh serius pada pertandingan ini ya?" Gurau Lee dong Feng, Satsuki menoleh dengan tatapan sinisnya " Berisik! Bukan urusanmu!"


Satsukipun kembali memasang pandangan siaganya, Ternyata bukan ide yang bagus saat melibatkan Xing An dalam misinya kali ini.


" Nona, Ayo minum dulu... " Ucap Yao seraya menyodorkan teh.


" Nanti saja, Aku sedang serius menyaksikan pergulatan kedua monster besar itu" Yao pun memilih mundur dan kembali ke tempat para dayang berjejer yaitu belakang kursi Satsuki. Lee dong feng pun tak ingin tertinggal dalam bagian istimewa ini.


Hmmm. Wanita ini sungguh menarik perhatianku, Aku tak ingin membuang pandangan ku sedikit saja darinya. Sekarang... apa yang akan kau lakukan Gadis misterius... Hehehe, Jika kau tidak turun tangan, Maka kau akan menerima kekalahan. Fufufufufu. Bathin lee dong Feng.


__ __ ___


WHOOOOSSSH!

__ADS_1


Ice Terus menyerang, Begitupun sang naga. Tangan Xing An sudah membeku dan kebas, Ia sudah tak sanggup meneruskan sandiwaranya itu.


SYUUUUUUUT!


" Ice! Aku sungguh tak sanggup! Sampai kapan kita akan bertarung!"


Koaaaakkkk! Ice tidak bisa membalas Xing An, Binatang kontrak hanya bisa berinteraksi pada tuannya, Selain tuannya mereka tak bisa membalas nya begitu saja.


Kepakan ICE beradu di udara, Selain saling melempar element mereka. Ice dan naga Api itu saling Membenturkan tubuh besar mereka hingga dentuman terdengar menggebu.


BUAAAK ' Gyaaaaaa!! Xing An oleng dan hampir jatuh dari punggung Ice. Ia memegangi helaian bulu Ice.


Icee! Pekik Satsuki panik.


Waaah! Waaah! master Xitan hendak jatuh dari monsternya, Apakah ini artinya Master Ruan Ming adalah pemenangnya, Teriak para pengawas pertandingan.


Sial! Tak ada cara lain. Nae Jime... berikan kekuatan gelapmu padaku' Satsuki mengarahkan tangan kosongnya ke udara. Tepat ke arah Xing An yang hampir jatuh. Iapun mempokuskan Kultivatumnya ke ujung tangan tersebut. Seketika diantara pertarungan. Satsuki mendorong Tubuh Xing An kembali ke atas punggung Ice tanpa di sadari siapapun.


GYAAAA! Xing An mulai tersungkur di belakang kepala Ice. Iapun segera memegangi kepala Ice kuat-kuat, agar tak kembali jatuh saat terjadi goncangan. Xing Na sudah tahu, pasti ini adalah ulah dari Nonanya.


Nona satsuki. terimakasih...


Pertarungan Antara Ice dan Naga Api belum selesai , Master Ruan Ming tak puas jika lawannya belum tumbang.


" Zian Zya! Serang lagi! ( Nama naga api milik master Ruan Ming)!"


Pertarungan tak henti karna kedua monster tersebut sangat lah kuat.


Sial, jika terus begini... selamanya takan pernah ada akhirnya! Sebaiknya aku akhiri saja.


" Aku permisi ke belakang sebentar" Saat luput dari pengawasan yang lainnya, Satsuki melentangkan telapak tangannya ke langit malam. Seketika Aura Nae jime berkumpul di satu titik, Yaitu telapak tangan Satsuki.


Satsuki membayangkan tangan tersebut menyentuh ekor naga Milik Ruan Ming " Dapat!" Pekiknya, Jemari lentik yang terlentang itupun mulai ia kepal erat-erat " GYUUUTT" Seakan sedang mencengkram apa yang ingin ia sentuh.


Iapun segera menghempasnya kuat ke tanah " Syyuuuuut! BUAK! benar saja... Sang naga yang sedang bertarung sengit itu seketika jatuh dan terbanting di lantai seirama dengan hempasan tangan Satsuki.


WOOOOOAAAAAAHHHHHH.....


Ungkapan Riuh itu mulai terdengar dari para penonton. Mereka merasa heran pada monster Milik Master Ruan Ming Yang tiba-tiba seperti mendapatkan tarikan kuat menghempasnya ke lantai arena pertandingan dengan sangat keras.


Bahkan kerasnya hempasan tubuh sang monster berhasil mengguncangkan istana kerajaan Kui.


" Apa yang terjadi!!! Master Ruan Ming tak bisa bangkit kembali?!"


" Mari kita hitung bersama... Tiga! Dua! Satu! Pemenangnya! adalah Master X-I TAN!!" Teriak sang pemantau pertandingan.


Akhirnya selesai juga.. Bisik satsuki menghelan napas panjang, seakan puas.


Ice mulai turun bersama Xing An yang masih menyamar jadi Xitan. Xing An pun di bimbing sang wasit pertandingan menuju singgah sana Putra mahkota yaitu, Pangeran Qiang Gu.


Jubah Hitam yang menutupi jati diri Xitan , berhasil menarik perhatian semua orang, Terutama Pangeran Qiang Gu.


" Master selamat , Kau berhak membawa pulang hadiah mu" Ucap pangeran senang. Xing Anpun memberi hormatnya pada pngeran dan segera membawa sepeti koin emasnya menuju punggung Ice di bantu para pengawal.

__ADS_1


" Terimakasih Pangeran, Sebuah kehormatan besar bisa hadir di istana anda... terimakasih atas jamuannya" Setelah Xing An membuka suaranya, pangeran tercengang.


Master Xitan? Kenapa suaranya berbeda. bathin Pangeran Qiang Gu.


Terlambat di sadari , Xing An sudah naik.ke punggung Ice " Tunggu master, Mari... makan dulu bersama kami, Masih banyak acara yabg belum kau lewatkan..."


" Maaf pangeran, Saya masih banyak tugas, Terimakasih... lain kali saya akan mampir lagi"


Pak! Ice terbang menjauhi istana. Pangeranpun mulai sedih saat kepergian Xitan yang hilang di telan malam.


___ ____ ___


Satsukipun kembali setelah semuanya mulai tenang, Ia duduk kembali di kursinya bersama sang kakek Coi Moo Sha... Ia sungguh tenang, seakan tak terjadi apapun.


" Dari mana saja kau nak?" Satsuki tersenyum... Hei. Apakah pertanyaan khawatir ini adalah caramu menarik perhatian seluruh anggota kerajaan? heh murahan sekali. Trik kotormu hanya berlaku untuk seorang anak kecil saja.


" Oh. Ada apa? Apakah aku melewatkan bagian terbaiknya?" Tanya Satsuki tenang.


" Ya, Kau tak lihat bagian terbaik, saat Sang master menjatuhkan Naga yang jadi lawannya ke lantai area pertandingan. Bahkan. lantai arena pun berlubang akibat hantaman tubuh raksasa itu"


" Begitu ya, Syukurlah jika sudah ada pemenangnya keluaar, karna jika mereka terus bertarung, entah sampai kapan akan terhenti"


" Kau benar... " Balas Sang Kakek. Ia mendelik saat Satsuki mengambil teh yang telah dingin di hadapannya.


Ayo minumlah... Bathin Coi Moo Sha. Saat hendak meneguk teh tersebut, Tiba-tiba Lee dong Feng menyeru " Kau sungguh luar biasa" Ucapnya, Satsuki kaget dan menjatuhkan gelas miliknya hingga tumpahannya membasahi gaun yang ia kenakan.


COI Moo Sha kaget, Ia pun mengepalkan Tangannya. Sial! Gagal sudah rencanaku untuk meracuninya, Ini semua gara-gara pangeran haram ini' Bathin coi moo sha.


Satsuki mengarahkan mata nanarnya pada pria di samping kanannya itu" Apa makasudmu!"


" Kau, Bukan manusia, biasa... Kau adalah, Siluman!" Bisik Lee dong Feng.


Degh! Satsuki mematung, ia tak bisa bicara sepatah katapun. Tangannya mengepal erat-erat.


" Besok, datanglah ke paviliun Milikku... jika kau tidak datang, maka aku akan mengungkap dirimu yang sebenarnya" Mendengar pernyataan tersebut membuat Satsuki tertawa.


" Hahaha, Apa? Mengungkap aku yang sebenarnya? Kau sungguh bercanda... dengan cara apa? Bahkan kau tak punya bukti sedkitipun tentang kebenaran yang kau ketahui!" Lee dong Feng tersenyum membalas tawa Satsuki.


Seraya mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya , dan memperliharkan nya pada Satsuki "Dengan pusaka ini" Ucap pangeran.


Degh! Satsuki Kaget saat sebuah pusaka berbentuk cermin di perlihatkan padanya.


Terlihat jelas wajahnya saat menjadi Xitan di cermin pusaka tersebut.


Sial! Aku sudah terjebak pada permainan pria aneh ini.


" Ini, Ambilah undangan ini... Aku mengundang mu secara resmi di acara pelelangan Pil tingkat tinggi hasil racikanku... bukankah kau ingin Xuang Yuem? Datang lah ke Grai milikku Sungai Yuang Chun... Kau akam dapatkan sambutan hormat saat mendapatkan undangan emas itu" Jelas Lee dong Feng.


Namun nyatanya semua itu tidak membuat Satsuki senang. Ia sungguh membutuhkan Xuang Yuem untuk meracik pil tingkat tinggi untuk memulihkan tubuhnya yang terkena racum sajak dirinya dalam kandungan sang ibu. Juga memberikan Hadiah untuk Ice, berupa Cincin Ruang yang harus ia buat sendiri.


" Baik aku akan datang saat hari itu tiba" Mendengarkan persetujuan wanita tersebut membuat Lee dong Feng tersenyum bahagia.


Malam pertarungan semi Finalpun berjalan seperti yang Xitan inginkan. meski ada cara curang dalam kemengannya.

__ADS_1


-Semi Final The End-


__ADS_2