
Dendam Sang Putri
Part #51-Masalah Baru#2-
" Bunga Camomille!" Pekik Sang pria buta, Satsuki yang sadar bahwa pria tersebut mengikutinya mulai waspada.
______ _______ ______
" Nona, Ayo nyalakan lilin mu..." Pekik Xing An. Satsuki berdegug, Ia mulai bergeming, Sedari tadi sudut matanya memperhatikan pria yang ia temui di kedai tadi sore.
" Ah... Lalu, Apa yang harus ku lakukan?" Tanya Satsuki mulai menyalakan lilin berbentuk bunga teratai di sungai hening.
" Setelah itu, Ucapkan permohonanmu , Lalu lepaskan lilin itu, Biarkan mereka menghiasi sungai Lou Hao ini..." Jelas Xing An tersenyum manis.
Bahkan senyuman Xing an yang tulus tanpa beban itu membuat Satsuki iri. Ibu Xing An pun meninggal saat usianya sembilan tahun. Pihak kerajaan tak ingin Rahasia kematian ibu Satsuki bocor dan menimbulkan sebuah dendam yang takan padam di hati putri Satsuki. Namun Xing An tak pernah mendendam pada mereka yang telah membunuh ibunya, Hati Xing An tak seperti Satsuki yang selalu di penuhi dendam.
" Nona!" Tepuk Xing An, Satsuki terperanjat dan hampir mengeluarkan pedang dari sarungnya.
" A-ada apa Nona? Ayo... Lilinmu sudah menyala, Sebaiknya kau ucapkan permohonanmu..." Xing An polos memperingatkan kembali.
Wanita bodoh, Aku sama sekali tak berfikir jika ulahku ini akan membuatmu susah nanti. Dengan kemampuanmu yang tak bisa menggunakan ilmu bela diri, Apa yang bisa kau lakukan untuk melindungi dirimu sendiri. Bathin Satsuki .
Satsuki mulai mengayunkan tangannya di sungai dan lilinnya pun mulai maju melaju menjauh. Cahaya indah itu menghiasi sepanjang sungai Lou Hou . Langit Chang Chun di penuhi Cahaya lampion yang di biarkan terapung ke angkasa.
" Nona, Ayo... kita segera kembali" Ucap Xing An. Satsuki mulai berbalik untuk kembali ke istana.
Degh!
Saat Retina mata mereka menyimak. Satsuki Sungguh Kaget, Ternyata pria itu terus berdiri di belakang Satsuki tanpa bergerak.
" Kau, Kenapa kau tidak pergi?" Tanya Xing An dengan nada tinggi.
" Kenapa kau tak pergi? Bukankah aku sudah membantumu?" Tanya Satsuki.
" Bunga Camomile!" Pekiknya, Kakinya mulai di tekuk dan ia pun berlutut.
Di tengah kerumunan , Dan di tengah orang yang lalu lalang, Pria tersebut tak malu menjatuhkan harga diri seorang pria di hadapan seorang wanita yang baru ia temui tadi sore.
" Berdiri, Apa kau tak malu menjatuhkan harga dirimu di depan wanita sepertiku?" Pekik Satsuki, Xing An hanya bisa menutup mulutnya karna kaget.
" Mohon jadikan aku anggota aliansimu"
" Anggota-aliansi?" Tanya Satsuki bingung .
" Ya, Anda adalah orang yang telah saya cari, Anda adalah pemilik Sang penguasa Hutan iblis kegelapan!" Jelas Pria tersebut.
Degh! Satsuki Bingung. Ia mulai mengangkat tubuh pria tersebut dan mulai membawanya ke sebuah penginapan.
PENGINAPAN ZING LOUNG....
__ADS_1
Ruangan penginapan yang terasa hening...
" Apakah ada yang ingin kau katakan padaku?" Tanya Satsuki. Pria tersebut mengangguk.
" Ya, Saya adalah Hei Lianhua, Saya lahir di pulau iblis kegelapan. Saya di tugaskan untuk mencari Sang penguasa hutan iblis kegelapan"
" Heh, Apakah kau ingin menipuku? Apa yang kau inginkan!"
" Saya ingin Pimpinan Kami kembali, Dia adalah Tuan Nae Jime..." Jelas pria tersebut.
" Nae Jime? Apakah kau bodoh! siapa yang akan percaya pada kata-katamu, Lagipula... Siapa Nae jime itu" Elak Satsuki.
" Nona, Anda bisa saja mengelak. Tapi selama ini, Saya selalu mengikuti langkah Coi Hong Nam. Dan ternyata, Saat dia berusaha membunuh anda di hutan tujuh pagoda suci. Tanpa sengaja, anda bertepathy pada Pimpinan kami... di sanalah, Saya tahu bahwa Pimpinan kami di kurung di tubuh anda"
Cih. Apa yang laki-laki ini inginkan? Jangan-jangan ada hubungannya dengan batu Giok itu. Bathin Satsuki.
" Tuan Nae Jime, Jika anda mendengar Saya bisakah anda menjawab hormat saya?" Tanya Hei Lianhua.
" Cih, Sudahlah pembicaraan kita tidak penting... Jika kau belum punya tempat tinggal, Disini akan lebih baik... aku harus kembali ke kediamanku" Satsuki berdiri dan pria tersebut mulai melangkah dan merendah kembali.
" Ku mohon, Jadikan aku anggotamu... Aku tak butuh apapun, Aku hanya ingin dekat dengan pimpinan Hutan Iblis kegelapan, Aku hanya perlu mengawalnya hingga hari kebangkitannya tiba!"
" Bangkit?!" Pekik Satsuki.
" Ya, Kami terus menjaga tubuh Pimpinan Hutan Iblis kematian, Hingga ia bisa bangkit kembali"
Nae Jime... Kau !!! apa yang kau rencanakan?!" Bathin Satsuki Geram.
Hmmmm, Apa yang aku rencanakan? Aku tak merencankan apapun, Tadinya aku ingin kau mati hingga aku bisa keluar dari kurungan ini. Tapi sekarang aku tak tertarik pada apapun selain batu giok Suci itu. Cukup ada di dekatnya saja sudah membuatku puas. Bals Nae jime.
Percakapan mereka rupanya di dengar oleh Hei Lianhua.
" Sebaiknya, Kita bicarakan besok saja... Soal kau ingin menjadi anggotaku, Akan ku pikirkan baik-baik, meski Wajahmu nampak bodoh, Tapi aku tak bisa percaya begitu saja padamu, Ini... Ambilah" Cring! Satsuki berdiri dari duduknya seraya melempar sekantung emas untuk Hei Lianhua.
" Apa ini? Baunya tidak enak" Ucap Hei Lianhua.
" Jangan di buang, itu adalah uang, Jika kau lapar... pakailah satu koin emas itu, berikan pada pemilik kedai, Baru kau bisa kenyang" Jelas Satsuki, Mereka mulai membuka pintu dan Lagi-lagi di hentikan Hei Lianhua.
" Tapi anda akan kemari lagikan ?"
" Hmmm, Jika kita berjodoh, maka kita akan bertemu kapanpun itu" Ucap Satsuki. Ia mulai membuka pintu dan keluar.
Hei Lianhua terdiam...
" Bunga... Camomille" Pekik Pria tersebut menekuk Wajahnya, Ia terlihat sedih, Tangannya mengepal sekantung emas yang di beri satsuki padanya.
BLAM...
Pintu berhias kertas mulai tertutup dan Satsukipun berlalu meninggalkan penginapan tersebut.
Baru berjalan beberapa langkah , Ia mulai di hadang seseorang yang paling ia benci.
" Kau..." Pekik Satsuki.
" Wah, Sungguh berjodoh sekali... Kenapa kebetulan kita bisa bertemu di sini ya?" Gurau Lee Dong Feng.
__ADS_1
" Berhenti bergurau, Minggir... Aku sedang terburu-buru" Balas Satsuki dingin.
Hmm, Sungguh wanita yang angkuh, Inilah yang membuat aku tertarik padamu... Bathin Lee dong Feng.
Master, sebaiknya abaikan saja pria itu. Aku sungguh tak suka padanya. Dia nampak memiliki niat buruk padamu. Mungkin saja dia tahu bahwa kau memiliki Giok naga Suci itu. Nae Jime.
" Kau benar..." Tanpa sadar Satsuki menjawab Nae Jime secara lisan.
" Aku? Benar? Apakah kau setuju jika kita benar-benar berjdoh? Jangan-jangan dewa You Lau memang mengikat tali merah itu padamu dan aku" Gurau Lee Dong Feng Kembali.
" Jangan bermimpi, Kau tampak seperti pria tua yang mesum" Ucap Satsuki seraya berjalan mengabaikan pria tampan tersebut.
" Hei, Tunggu!" Pekik Lee Dong Feng, Satsuki Abai dan Xing Anpun angkat bicara " Tolong Pangeran, Putri hamba sdang lelah, Bisakah anda membiarkannya pergi?" Pinta Xing An lemah lembut.
" Xing An. Abaikan saja dia, Sungguh perdebatan yang tak perlu" Pekik satsuki di kejauhan. Lee dong Feng tersenyum lalu terkekeh " Haahahahha, Sungguh keterlaluam, Hei putri kepala batu, Jangan lupa... besok adalah hari kesepakatan kita, Jangan Sampai Cermin pusakaku membongkar semua rahasiamu ya!!" Seru Lee dong Feng.
Degh!
Sial, Aku sungguh lupa pada kesepakatan satu minggu yang lalu, Apakah besok adalah hari pelelangan Pil tingkat tinggi di GRAInya? Jangan-jangan Sungai Lou Hou ini yang akan di jadikan tempat lelang itu? Sungguh masalah yang akan menghambat rencanaku! Menyebalkan! aku sama sekali tidak memikirkan masalah itu. Lee Dong Feng! Kau sungguh menyebalkan. Bathin Satsuki.
" Xing An. ayo... kita harus bergegas...!"
" Jangan Lupa, Kau harus datang. Jagan Sampai kau menyesal!" Teriak Lee Ding Feng.
Satsuki bersama Xing An mulai menghilang di keramaian.
Bersama hujan Salju yang tipis, Namun sangat dingin... Lee dong feng mulai patah hati kembali, untuk kesekian kalinya. Kenyataan bahwa wanita yang ia sukai itu tak pernah meresponnya membuatnya sedikit sedih.
" Putri Satsuki ... apakah kau akan datang?" Pekik Lee Dong Feng menekuk wajahnya.
.
.
.
.
.
Sedangkan suasana di Istana Kuai...
" Biarkan aku masuk!" Teriak Go Eun. para penjaga sengaja menghentikan langkah Go Eun.
" Kenapa kalian tak membiarkan ku masuk! Aku adalah putri Go Eun! Apakah kalian tidak tahu! Ayah Biarkan aku masuk!" Rengek Go Eun.
" Tolonglah... Biarkan saya menyelesaikan tugas saya! Ana sudah bukan putri kerajaan Kuai lagi, Ny Atara telah di turunkan menjadi budak... Oleh Tuan Besar Coi Hong Nam"
Degh!
Go Eun Terbelalak.
Tidak mungkin... ini sungguh tidak mungkin. Bathin Go Eun.
Saat Go Eun termenung, Para pengawal mulai menghempas tubuh Go Eun hingga ia bersimpuh di tanah.
__ADS_1
Ini pasti Ulah wanita itu! Beraninya dia mengusik ketenangan kluargaku! Satsuki! Xitan! Atau siapapun dirimu! Aku bersumpah, aku akan membunuhmu! Akan kukirim kau ke neraka tingkat sepuluh! Bathin Go Eun mulai menguak sumpah serapah.
- Masalah Besar#2 The End-