
Dendam sang putri
Part #44 - Hutan Iblis kematian#5-
* * *
Satsuki berhasil selamat dari maut, Kini Lee dong Feng menggendongnya menuju lahan yang sedikit terbuka. Lee dong Fengpun merebahkan tubuh Satsuki di area yang sedikit sejuk agar mempermudahnya dalam tahap siuman.
Namun, Ada sesuatu yang ingin Lee dong Feng pastikan. Entah apa yang ia inginkan Hingga ia menggeledah tubuh Satsuki yang sedang tak berdaya itu.
Mnnggghhh! Erang Nae Jime geram... Erangan Nae Jime tak bisa terdengar oleh siapapun termasuk Lee dong Feng.
Aku tahu, apa yang pria kurang ajar ini inginkan. Dia pasti tahu tentang apa yang di miliki masterku! Takan ku birakan dia mendapatkan apa yang ia inginkan
Nae jime mulai mempokuskan kekuatannya ke pikiran Satsuki.
Master! Cepatlah sadar! Lihat apa yang ingin di lakukan pria yang paling kau benci itu! Kau harus hati-hati padanya. Nampaknya dia sudah tahu keberadaan Giok Suci di tanganmu itu. Teriak Nae Jime.
Benarkah?! Tanya Satsuki.
Satsuki yang masih dalam mode pemulihanpun mulai membuka kelopak matanya yang masih tertutup rapat itu.
Saat matanya terbuka pelan. Jelas saja ia saksikan tingkah Lee Dong Feng yang berusaha mengutil sesuatu dari tubuh Satsuki yang tak berdaya.
Sontak Satsuki bangun tiba-tiba dan berdiri lalu mengayunkan kakinya ke arah lee dong feng terdiam.
Syuuuuut! Kaki Satsuki mulai di hempas keras dan Lee dong feng berhasil mengelak.
" Tu-tunggu, Apa yang kau lakukan!" Pekik Lee dong feng. Satsuki tak hentikan serangannya.
" Apa yang ku lakukan? Seharusnya aku yang bertanya, Apa yang kau lakukan? Apakau ingin mencuri barang pusaka milikku'' Seraya meninju wajah Lee dong Feng. Namun Lee dong Feng berhasil merunduk.
" Hei, Jangaan salah paham. Aku hanya mengoleskan daun Obat di berutmu agar peredaran darahmu kembali lancar!" Elak Lee dong Feng berusaha mendamaikan suasana.
" Tidak Percaya! kau adalah pria yang sangat berbahaya!" Satsuki terus menenang, Meninju Memukul dan menyalto berulang-ulang hingga napasnya tersenggal. Namun rupanya semua kelakuannya berhasil di tepis oleh Lee Dong Feng. Hantaman kemarahan Satsuki seakan tak mampu menumbangkan laki-laki aneh dan misterius itu.
" Hentikan! Jangan pancing aku untuk melawanmu!"
" Kenapa? Kupikir kau adalah lawan yang sepadan dengan ku, Apa kau takut?!"
Mereka Bicara seraya hantaman pukulan dan tendangan saling berbalas. Mereka sakan dekat saat bercengkrama dengan cara baku hantam, Bagaikan sedang melangsungkan latihan pormal antara guru dan murid.
Tak' Pak! Buak! Tak! Tak! Tak! Buak Suara itu yang menghiasi percakapan mereka.
" Hentikan, Kau akan membuat para Best Sprit
yang ada di sini mengamuk... Apakah kau tak ingin tahu apa penyebab kau tak sadarkan diri?"
' Untuk apa?"
" Aku tetap akan menceritakannya!" Lee dong Feng Mulai serius, Ia menngenggam tangan Satsuki erat dan menendang kakinya hingga Satsuki kehilangan Ke seimbagan dan meraih Bahu Lee Dong Feng. Seketika pergerakan tersebut. membuat mereka terjatuh dalam situasi saling mengunci satu sama lain. Akibatnya, Lee dong Feng jatuh dan menghimpit tubuh Satsuki.
__ADS_1
BRUKK!!
Mereka terjatuh bersamaan . Mata Satsuki dan mata Lee dong feng saling berpauatan satu sama lain.
Sesaat, mereka nampak tersipu satu sama lain...
" Apa yang kau lihat! Enyahlah!'' Pekik Satsuki. Pipinya mengembung dan bibirnya mengkrucut.
" Apa?" Tanya Lee domg Feng, ia belum beranjak dari situasi canggung itu.
" Enyahlah, Kau bodoh atau kurang faham!"
" Oh , Ah... Ia, ma-maaf!" Lee dong feng mulai beranjak, Satsukipun terbangun dan mengepuk-ngepuk pakaiannya yang telah kotor karna tiduran di area tanah yang di penuhi dedauan kering.
" Ayo bangun! " Ucap satsuki pada lee dong Feng. Lee dong Feng tersenyum dan mulai mendekatinya
" Hati-hati, Gara-gara ulah mu memanggil Best Spirt di daerah ini. Para monster di tempat ini mulai waspada dan mencium keberadaan kita. Mereka mulai aktif menyerang lho... " Jelas Lee dong Feng membisikan apa yang ia ketahui di telinga satsuki mesra.
Degh!
Satsuki mulai berbalik dan memutar tendangan kakinya ke arah Lee dong Feng
Wuuuut! Dak! Lee dong Feng menahan tendangannya. Kemudian tersenyum " Kau benar-benar bukan wanita yang mudah di goda!"
" Brengsek! " Teriak Satsuki menghindar, Ia seakan merinding mendengar ucapan aneh dari mulut lee dong feng .
" Sudahlah, ayo kita mulai kembalinke area rombongan kita, Kami masih bisa hidupadalah sebuah keberuntungan besar. Kau tahu apa yang terjadi saat kau kabur bersama Go Eun dengan burung Arc mu itu?"
" Hahahaha hidupmu egois sekali, Lalu diman adikmu sekarang?!"
" Dia sudah ku buang ke pulau Iblis kegelapan! Lagipula ia takan bisa kembali dengan mudah ... Jarak hutan iblis kematian dan pulau Iblis kegelapan sangatlah jauh, Tambah lagi... Go Eun sudah memutuskan binatang kontraknya. Ia adalah manusia sampah sekarang. Sama seperti aku jang dulu"
" Wah, Kau sungguh menakutkan, Tapi aku yakin, Cepat atau lambat, Ia akan kembali pulang ke kota Chang Chun terutama ke istana Kuai" Pekik Lee dong feng terkekeh.
Tak terasa obrolan mereka membawa mereka menuju ke area pusat hutan Iblis kematian.
Saat kaki mereka hendak melangkah ke area rombongan yang di aping Guru besar Young, Satsuki tiba-tiba saja mendengar erangan yang menyayat hati. iapun memutar langkahnya menuju pusat erangan itu.
" Hei, Kau mau kemana? Jangan melangkah semabarangan, Sekali tersesat, kau takan bisa pulang kembali "
Semak-semak bergerak-gerik. Hingga satsuki membukanya pelan dan mengintif. Lee Dong Feng yang habis pikir mulai kehilangan akalnya dan mengikuti langkah liar sang wanita yang menurutnya misterius itu.
Saat Satsuki menyimak apa yang ia lihat, Ia sungguh takjub. Seekor Bast Spirt berjenis Harimau putih bersayap White Kirin bermoncong perak telah beusaha meloloskan diri dari sebuah jerat penuh duri.
" Luar biasa..." pekiknya seraya melangkah maju.
" Tunggu! Jangan di dekati... jau bisa mati!" Lee dong feng menciba menghentikamnya. Namun upayanya gagal. Satasuki terus mendekati mahluk garang hang sdang agresip itu.
" Hei mahluk jelek!" Pekik Satsuki. Best Spirt itu menoleh dengan sangat marah.
Hwwwwaaaaaoooong! Ia mulai waspada. Namun saat harimau bermoncong perak itu bergerak , Jerat besi itu makin mencekiknya erat, Hingga ia terluka parah .
__ADS_1
" Apa kau bisa bicara?!"
" Hwaaaaoooong! Menyingkir dariku mahluk kotor!" Pekik Sang Monster.
" Kotor? Lalu sesuci apa dirimu, Baiklah..
aku tahu kau sedang emosi karna jeratan itu. Aku akan membantumu lolos dari sana!"
" Kau... Benarkah?" Tanya Sang monster seraya menyematkan senyum licik.
Astaga... apa yang wanita itu lakukan? Apakah dia ingin membuat masalah baru Di hutan ini!" Bathin Lee dong feng berkecamuk. Ia tak ingin beranjak dari posisinya. Sebab ia bukankah tife orang yang mudah memperdulikan apapun di sekitarnya, kecuali satsuki. Hnya Wanita itu yang mampu membuatnya bergeming dari ke cuekannya.
" Lakukan sekarang! Bantu aku melolosakan diri...!" Ucap nya memelas.
" Mudah, tapi aku ingin imbalan yang berarti dari mu" Balas Satsuki. Sontak pernyataan tersebut membuat sang monster marah besar hingga ia berontak.
" Kurang Ajar!! Kau adalah manusia rendah yang memanfaatkan kelemahan kami!" Teriak Best Spirt yang menderita itu.
" Jika kau tak ingun ya sudah, Aku takan menolongmu... mudah kan? Dah, sebaiknya tak ada pemburu monster yang lebih serakah dariku!"
" Kau, baiklah, apa yang kau inginkan!!!" Satsuki yang mulai acuh itupun berbalik dan kembali menatap bnatang sbesar itu .
" Aku ingin kau jadi mahluk kontrakku!"
" Apa!! Jnagan bercanda!"
" Lakukan atau kau mati!"
" Apa! Kau sungguh rendah sekali"
Master, Cincin Monstermu sudah sempit!! jangan kau tambah penghuni baru lagi! Ular merah sangatlah galak, dia menyerobot tempat tidurku seenaknya!" Pekik Ice Iri.
SATSUKI tersenyum, Tenang Ice... aku akan segera memberimu cincin Ruang agar kalian bisa berbagi tempat lebih luas.
Baik master... semoga janjimu tidak meleset lagi.
" Ayo... Ikat janji denganku!"
" A-apa... baiklah, Sekarang apa bedannya aku yang terjerat besi runcing ini. Dan terjerat oleh besi rantai yang akan kau ikat ke leherku!"
" Hahahah, Setidaknya kau akan nyaman saat punya pemilik"
Satsuki mulai melakukan uparaca pengikatan kontrak dengan sang monster. Ia selalu menggit jemarinya hingga berdarah dan kontrakpun berlangsung.
Satsuki mulai menghancurkan besi yang melilit sang monster dengan mudah. Akhirnya Bast Spirt level Tujuh itu masuk cincin monster dengan mudah.
Wanita yang sungguh mengerihkan batin Lee dong feng berkecamuk.
Tak berselang lama, lee ding Feng menemukan Best spirt penghancur Titik pokus, Iapun tersenyum dan berfikir untuk menghadiahkan Spirt tersebut kepada wanita serakah itu.
- Hutan Iblis kematian#4 The End-
__ADS_1