
***
Setelah pemberontakan yang Lee Dong Feng lakukan akhirnya ia di asingkan di sebuah pulau yang sangat mengerihkan. Lengangnya di ikat dan ia di lemparkan ke dalam sebuah sumur tua yang cukup dalam. Lalu lubang sumur tersebut di tutup dengan batu besar juga beberapa lembar kertas mantra. Saat ini, nasib Lee Dong Feng entahlah...
Di tempat lain...
Tujuh pagoda suci, di tempat itu pun terjadi sebuah pertarungan sengit. Pasukan yang di pimpin oleh pangeran Tang Jan Jhu berusaha menerobos masuk ke pintu benteng dasar menara tersebut. Seluruh pasukan yang berhasil masuk ke dalam pagoda tersebut di bantai sadis oleh ular merah raksasa yang menjaga tempat tersebut selama ribun tahun (Hong She).
"Keterlaluan!" Pekik Tang Jan Jhu. Para pasukan mulai mundur dan terpojok.
"Pangeran! Sekarang kita harus bagai mana?!" Tanya beberapa prajurit yang masih bisa bertahan dari serangan ular merah tersebut.
"Aku yang akan melawan nya!!" Ucap Tang Jan Jhu mulai menghadang.
"Hahahaha" tawa sang ular berirama cukup puas. Tang Jan Jhu seakan tak gentar, padahal hatinya sungguh gemetar, apa lagi ia melihat beberapa jasad terpotong dan tampak mengerihkan. Kali ini, situasinya lebih parah dari pembantaiyan yang di lakukan klan iblis.Tang Jan Jhu mulai kelapakan, kini tak ada jalan lain, ia berusaha untuk menyerang ular besar itu. SRENG! Saat pedang ia keluarkan dari dalam sarungnya, tangannya sudah mulai lemas dan tak bertenaga, seketika jiwa ksatrianya mulai menciut tersapu oleh rasa takut yang berdasar dari hatinya.
"Sudah ku bilang pergilah!" Ucap Hong She lantang dengan nada menentang.
"Aku harus masuk apapun yang terjadi! Hanya putri Satsukilah kunci dari segalanya! Aku hanya ingin bertemu dengannya!" Teriak Tang Jan Jhu lantang seraya menjayunkan pedangnya ke arah sang ular itu.
"Putri Satsuki? Dia sudah tewas! Dan jasadnya sedang di awetkan di dalam! Jadi... kau tak bisa melakukan apapun meski kau berhasil masuk! Pulanglah!" Jelas Hong She. Seketika mata Jan Jhu terbelalak.
"Apa? Tewas? Mana mungkin!" Bentak Tang Jan Jhu, Ia tak percaya pada apa yang ia dengar.
"Ya. Kiranya jawaban itu sudah cukup untukmu! Pulanglah, jika hanya itu tujuanmu. Maka kau tak dapatkan hasil apapun! Pergi, sebelum aku berubah pikiran"
__ADS_1
"Tidak mungkin! Aku tak percaya! Jika dia mati! Jika dia benar-benar mati! Aku yakin, Aku yakin... kalian pasti menyimpan Giok misterius itukan! Berikan padaku! Berikan padakuuu!!! Aku harus menyelamatkan kakakku! juga negaraku dengan batu itu!!" Lantang Tang Jan Jhu menghampiri sang ular besar. Hong She yang sadar akan serangannya mendadak itu mulai menoleh dan menghempaskan ekornya ke arah pedang itu dan pedang tersebutpun terhempas. PYANG!! Kini Tang Jan Jhu polos tanpa senjata.
"Apa!!" Pekiknya tercengang. Matanya mengarah ke telapak tangannya yang kosong.
"Pergilah! Jangan sia-siakan nyawamu. Setidaknya seorang pangeran memang sangat di perlukan dalam sebuah kekaisharan. Kehancuran daratan kali ini adalah takdir, klan iblis berkuasa adalah kehendak langit. Kembalilah... suatu saat, akan ada jawaban atas semua hal yang telah terjadi di dunia ini. Tapi jika kau bersikeras mencari putri Satsuki, maka jawabannya adalah tidak mungkin" Jelas Hong She.
Pangeran Tang Jan Jhu masih tak ingin pergi, kakinya berat saat ia berfikir tentang rasa malu yang sangat besar yang akan ia terima, Kali ini ia tak ingin kembali tanpa membuahkan hasil. Oleh karna itu, ia harus berusaha lebih keras lagi.
"Aku tak mau!!!" Pekiknya mulai melompat ke arah pedang nya yang tergeletak itu. Kemudian ia mulai mencengkram dan segera berlari kemudian melompat ke arah Hong She. Dan dengan penuh waspada Hong She terpaksa melukai Tang Jan Jhu dengan bisa yang ia miliki. Ia menembakan bisanya ke arah Tang Jan Jhu yang berusaha menyerangnya itu.
SROOT! Seketika, setelah bisa itu di lepaskan, tubuh Tang Jan Jhu yang mulai basah oleh bisa itu tak berdaya. Ia jatuh dan tergeletak, beberapa prajurit yang tersisa mulai panik, mereka kelapakan wara wiri. Hingga kemudian, mereka memutuskan untuk mundur dan membawa pangeran tersebut kembali ke kerajaan Tang.
Seketika, menara itu mulai hening setelah Tang Jan Jhu dan para prajuritnya meninggalkan menara tersebut. Hong She yang tak puas mulai kembali ke wujud manusia dan mulai masuk ke dalam inti menara tersebut. Ada perasaan bersalah di hatinya. Ia sangat menyesal dengan ke gentingan yang terjadi itu, tapi ia juga sangat marah. Marah karna ia tak bisa melakukan apapun, selain menonton detik-detik ke musnahan klan manusia.
Pelatihan telah di mulai...
Satsuki tampak sangat menderita, ia menerima pelatihan pertama, yakni penguasaan jiwa. Tubuhnya di lebur di dalam tungku api yang sangat panas. Namun karna tubuhnya telah menerima pil pemulihan raga, tubuhnya tak bisa hancur meski ia terasa di masak hidup-hidup.
Ia terduduk bersila di dalam kobaran tersebut, ia tampak sangat tenang dan memusatkan pikirannya ke dalam satu titik. Sesekali ia meringis, matanya yang terpejam itu mencercid beberapa kali saat ia merasa sangat tersakiti. Namun apapun yang di perintahkan gurunya, kali ini ia tak bisa melawannya.
Semua pelatihan itu adalah demi dirinya sendiri, Satsuki harus berpikir lebih dewasa agar tak melakukan kesalahan ke duanya. Satsuki harus menerima pelatihan itu selama kurang lebih lima tahun.
Meski demikian, hatinya sangat tak tenang, apa lagi... setelah kebangkitan klan iblis, jiwa para manusia sangatlah tak berharga. Apapun akan di lakukan klan iblis untuk memusnahkan klan manusia. Di saat itu, para ksatria sangatlah di butuhkan.
Seluruh kerajaan yang berdiri kokoh di daratan tersebut tengah berjibaku melawan klan iblis. Sangat banyak para prajurit yang tewas dalam insiden tersebut. Mungkin saat Satsuki selesai dengan pelatihannya. Klan manusia sudah punah oleh keserakahan klan iblis yang telah bangkit dan membalas dendam.
__ADS_1
Kerajaan Xi Zhi...
"Ayah sebaiknya kita tinggalkan kerajaan ini! Kita harus bersekutu! Jika tidak, kita akan mati! Aku tak kau mati begitu saja!! Ayah! Demi kebaikan, biarpun di tukar dengan harga diri! Tapi kita harus melakukannya!!" Pinta Xi Yu Yan (Jika lupa, Xi yu yan adalah mantan tunangannya Putri Satsuki). Ayahnya nampak syok saat mendengar pernyataan anaknya yang mulai menjadi seorang pengecut.
"Aku tak bisa meninggalkan rakyatku. Mereka akan sangat di rugikan"
"Omong kosong! Aku tak mau ambil resiko! Aku akan menyerah! Biarpun akan turun derajat dan menjadi seorang budak! Asalkan aku hidup! Aku tak akan menyesal!"
"Hentikan! Jaga ucapanmu! Kita semua dalam ke adaan genting! Jika kau melakukan hal bodoh itu! Bagai mana bisa aku menghadapi rakyatku kelak! Kau tak boleh memiliki hati seperti itu! Kau adalah pangeran kerajaan Xi Zhi! Kelak kau akan menjadi raja dan mewarisi tahta ku setelah penobatan putra mahkot!"
"Aku tak butuh semua itu jika aku harus mati di usia muda! Aku akan pergi! Jangan halangi aku!" Ucap Xi Yu Yan. Ia melangkah pergi ke luar istana yang siang itu masih tertutupi prisai mantra para aliansi perang.
"Hentikan! Kau akan menyesal jika kau bersekutu dengan mereka!" Bentak Kaishar Xi Zhi. Lalu Xi Yu Yan menoleh di balik benteng istana.
"Aku takan menyesal dengan pilihanku" Balasnya seraya tersenyum menyeringai. Di luar istana tengah siap Ukonni yang menyambut kedatangan penghianat itu. Ukonni mulai menghampiri Xi yu Yan. Xi Yu Yan mulai bersujud. Ayahnya sangat terluka dengan pilihan anaknya yang sangat memalukan itu. Kaishar Xi Zhi. sedikit kecewa hingga ia menitikan air mata. Ukonni terlihat membisikan sesuatu di telinga anaknya. Kaishar Xi Zhi melihat jelas telah terjadi sebuah keseapakatan di antara mereka berdua. Kemudian setelah itu, Xi Yu Yan mulai berdiri dan membalikan wajahnya ke arah sang Ayah. Xi Yu Yan mulai membungkuk ke arah Ukonni dan mulai kembali ke benteng istana. Ayahnya merasa heran, Kaishar mulai menyibat air matanya dan menyapu air matanya.
Ia sedikit senang saat anaknya kembali. Xi Yu Yan berjalan cepat menerobos prisai para aliansi perang. Saat langkah lebarnya makin dekat ke hadapan ayahnya. Tiba-tiba dengan cepat dan teliti, ia mengeluarkan pedang dari sarungnya dan segera megibaskannya ke arah Ayahnya dan menusuknya. Serangan tanda silang dan tusukan pun tak bisa di hindari. Para tetua yang ada di sana mulai berhambur menghampiri sang raja. Namun nyatanya, perjanjian yang terjadi antara Ukonni dan Xi Yu Yan sepakati adalah membunuh orang tercinta untuk bertahan.
Seketika, kegentingan di kerajaan tersebut mempermudah satu kelompok untuk melancarkan aksinya. Kini, Ukonni dan pasukannya mulai menerobos masuk setelah para tetua aliansi perang penik dan meninggalkan bentengnya untuk menghampiri Kaishar Xi Zhi.
Prisai mantra telah hilang dan ribuan siluman juga para iblis pun menguasai benteng, Xi Yu Yan telah salah memilih. Dan ia pun menerima konsekuensinya, kesepakan yang terjadi anatara Ukonni dan dirinya tam berlaku. Iapun tewas di bunuh dalam insiden mengerihkan itu.
Satu kerajaan di barat pulau monster telah di kuasai oleh para klan iblis yang kehausan akan pertarungan. Mereka berlomba-lomba membunuh para manusia yang luput dari perlindungan. Nyawa manusia di dalam genggaman klan iblis yang baru-baru ini membentangkan sayap kegelapannya demi membalas dendam.
BERSAMBUNG...
__ADS_1