Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Aura penyatuan jiwa


__ADS_3

ISTANA KUI


"Uhuk' Uhuk!" Suara terbatuk seorang pria membuat Xing An terperanjat "Ah! Anda baik-baik saja?" Xing An panik. Pria itu mulai menyimak suasana kamar tersebut. Matanya menelisik setiap bagian kamar yang ia tempati. Kini retina matanya mulai berhenti di langit-langit kamar tersebut, ingatannya mulai berkumpul hingga ia terbelalak.


"Nggh! Master!" Pekiknya seraya bangun sigap tanpa aturan, hingga otot-otot yang baru di satukan beberapa tabib lewat ilmu totok syaraf dan akupunturpun memacu efek kejut. Degh! "Uhuk!" Darah dari mulut Hei Lianhua mulai berhambur "Tuan! Jangan gegabah! Anda baru saja mengalami patah tulang leher!" Jelas Xing An. Hei Lian hua pun mulai meremas dadanya dan menyeka bibir yang di penuhi sisa percikan darah. Pikirannya mulai panik, ia resah... sedangkan di kamar tersebut, ia tak rasakan adanya tanda-tanda bau aroma tubuh Satsuki.


"Master..." Lenguhnya, Hei Lianhua mulai merenung.



"Tunggulah sebentar, aku akan panggilkan tabib istana untuk merawat lukamu!" Xing An sigap berdiri. Lalu membuka pintu kamar tersebut, iapun bergegas dengan langkah kaki pendeknya. Saat sampai di lorong istana, tanpa sengaja ia menabrak dada bidang seseorang. BRUGH! "Ahk!" Pekik Xing An, Seseorang pun mengerang "Agghh!" Suara pria yang halus dan lembut membuat Xing An segera mendonggakan wajahnya ke arah pria di hadapannya.


"Ahk! Ma-maafkan saya Putra mahkota!" Gugup Xing An gelagapan. Qiang Gu menurunkan tatapannya "Xing An, ada apa? Kenapa kamu tergesa-gesa? Apa ada hal buruk?" Tanya Qiang Gu. Xing An menggelengkan kepalanya "Tidak pangeran... Saya terburu-buru karna ingin memanggil tabib istana" Jelas Xing An.


"Tabib?" Qiang Gu bingung, Xing An pun mengangguk "Kau sungguh membutuhkan tabib istana ya?"


"Ia pangeran, Tuan Hei lianhua sudah tersadar dan ia muntah darah"


"Benarkah?!" Qiang Gu segera berjalan cepat.


"Pangeran, apakah saya harus ke pusat medical?" Tanya Xing An. Qiang Gu menghentikan langkahnya "Tak usah, meski kamu pergi kesana pun, Para tabib tak ada di sana. Mereka telah pergi ke kerajaan Tang. Sebaiknya kita ke pafiliun milik Hei lianhua saja. Aku sedikit menguasai ilmu pengobatan" Jelas Qiang Gu. Xing Anpun menangguk dan mulai mengikuti langkah Qiang Qia.


Favilun Hei Lianhua ...


Sesampainya di sana Qiang Gu memasang wajah heran nya "Pintu terbuka? Apakah tadi kamu lupa menutupnya kembali?" Tanya Qiang Gu pada Xing An. Xing An menggeleng "Tidak pangeran, saya tak lupa menutupnya"


"Jangan-jangan seseorang telah masuk!" Pekik pangeran Qiang Gu. BATS! Iapun segera masuk dan menelisik seluruh sudut di kamar tersebut "Ahk! Hei Lianhua!" Pekik Xing An tak percaya. Ia simak keadaan kamar tersebut telah kosong tanpa adanya tanda-tanda Hei Lianhua ada disana.


"Kemana dia!" Panik Pangeran Qiang Gu, tubuhnya ikut berputar seraya mata jeli Qiang Gu yang sibuk mencari. Xing Anpun terbelalak "Jangan-jangan! Ia mencari putri Satsuki?!"


"Apa?!" Qiang Gu pun berdegug.


"Ia, Hei Lianhua memanggil satu nama saat ia mulai bangun. Master katanya" Jelas Xing An.


"Master? Bagai mana bisa dia mencari putri Satsuki, Kami saja yang baru pulih dari peperang tak bisa menemukannya"

__ADS_1


"Tapi... Hei Lianhua punya indra penciuman yang sangat kuat. Di manapun putri Satsuki berada, dia pasti menemukannya" Jelas Xing An. Qiang Gu mulai berfikir "Tunggulah, Aku akan menemui guru besar Young dan Tetua Li sung untuk membicarakan hal ini.


Xing An mengangguk "Hati-hatilah pangeran" Qiang Gu menangguk dan segera beranjak dari hadapan Xing An.


AKADEMI CROSS KULITIVATUM...


.


.


.


WHOOOSSSGHHH!!


Qiang Gu yang menaiki punggung Bai Xinpun sampai di akademi tersebut, nampaknya sisa peperangan dengan klan iblis tempo hari itu berhasil membuat sekolah tersebut mati untuk beberapa smester. Tak ada tanda-tanda murid yang datang belajar atau pun canda gurau di halaman sekolah itu.


"Master, apakah kita akan masuk?" Tanya Bai Xin. Qiang Gu mengangguk, iapun mukai turun dari punggung bast spirtnya itu "Masuklah kembali, aku akan memanggilmu saat aku membutuhkanmu" Jelas Qiang Gu. Bai Xin mengangguk dan segera menutup matanya lalu masuk kedalam cincin ruang milik pangeran tersebut.


"Guru besar pasti ada di sana" Qiang Gu pun mulai melangkah ke arah tangga untuk masuk ke dalam aula utama akademi tersebut. Seluruh keadaan pulau tersebut telah banyak berubah setelah insuden penyerangan klan iblis, Apa lagi... suasana nya belum kembali kondusif. Beberapa bangunan di sekeliling istana Kui hancur, Terutama sekolah tersebut.


"Tetua! Guru besar" Seru Qiang Gu pelan. Ia mulai melangkah lebih dekat ke antara kerumunan tersebut. Tak ada respon dari ke tiga guru besar di akademi tersebut.


"Lepaskan! Lepaskan aku!" Pekik seorang wanita yang terdengar mendayu-dayu "Suara yang tak asing?" Pikir Qiang Gu. "Pangeran Qiang Gu! Tolong aku! Bantu aku keluar dari tempat terkutuk ini!" Suara itu pun mulai terdengar lagi. Qiang Gu mulai mengingat suara yang tak asing itu "Tolong aku!! Tolong buka penutup segel ini! Izinkan aku keluar dari sini!" Teriak suara tersebut. Qiang Gupun menoleh ke arah sebotol guci anggur yang cukup kecil. Ia mulai menyentuhnya dan merasakan hawa negatif di dalam guci tersebut.


"Go Eun? Kau kah itu?" Tanya pangeran Qiang Gu lewat ilmu telepattynya. Suara yang tak memampakan wujudnya itupun mulai merespon "Ia!! Kumohon! Bantu aku keluar dari sini! Guci Shu Feng ini sangat menyakitkan! Banyak AsapRacun dan jat asam yang termulai mengikis Roh ku! Jika kau tidak secepatnya mengeluarkan ku! Maka Rohku akan musnah dan tak akan bisa beringkar nasi!" Jelas Go Eun merengek.


Qiang Gu mulai membuka matanya. Tiba-tiba seseorang membuka suaranya "Hentikan! Jangan ikuti permintaan dari guci itu, jika kau melanggarnya. Maka ia tak akan menyadari kesalahannya" Qiang Gu pun menoleh ke pusat suara itu "Guru besar Young?" serunya.


"Hmm... Guru, panjang umur! Hormat guru, Senang bertemu lagi denganmu. Sudah lama kita tidak bertemu, sejak insiden peperangan melawan klan iblis, aku tak pernah bisa menemuimu" Imbuh Qiang Gu bersimpuh di hadapan sang guru.


"Berdirilah putra mahkota, Kau benar! Ayo... ikut bersamaku, simpan kembali guci Shu Feng itu" Ujar sang guru. Qiang Gu mengngguk "Tidak! Guru! Tolong lepaskan aku! Aku mengaku salah! Tolong keluar aku dari sini! Hiks aahhhh! ini sangat menyakitkan!" Tangis Go Eun seraya merintih, Rintihannya terdengar sangat menderita.


"Guru!" Seru Qiang Gu. Kemudian Guru Young menlerai seruan Qiang Gu "Jangan memohon untuk mengeluarkannya dari dalam guci Shu feng, Dia pantas menerimanya. Go Eun yang ada di dalam sana bukanlah Go Eun muridku. Tubuhnya telah berbaur dengan klan iblis hingga menjadi siluman sejati. Dia sudah bukan manusia lagi. Apa lagi... di telah berani memporak-porandakan neraka hanya untuk mengambil sebutir pil pelebur Roh!"


"Apakah sekeji itu kelakuan Go Eun?"

__ADS_1


"Ya. Dosanya terlalu berat, bahkan... Raja nerakapun enggan membantunya bereingkanasi, Ini setimpal dengan dosa-dosanya" Penjelasan Gurunya itu sangat membuat Qiang Gu tak percaya.


"Putri Go Eun. Kenapa kau melakukan ini semua? Kenapa kau mau memusnahkan klan manusia dan bersekutu dengan klan iblis, Bukankah di antara kami masih ada saudaramu? Xi Jai, Satsuki, dan Coi Mo Sha? Juga Coi Hong nam? Apakah kau sungguh egois pada mereka? Bahkan kau memberikan Ragamu begitu saja dengan klan iblis hanya untuk menjadi siluman?"


"Hentikan! Kau tak akan mengerti apa yang ada dalam benakku!" Bantah Go Eun menangis histeris.


"Justru aku memang tak mengerti kenapa kau berhianat pada kami!" Bentak Qiang Gu.


"Itu karna Satsuki! Dia sudah menghancurkan kluarga ku! Ayah! Ibu! Kakak dan kakekku, Mereka telah pergi meninggalkanku! Mereka telah musnah seiring tangan kotor satsuki mengahncurkannya sekejap saja!" Jelas Go Eun. Qiang Gu mulai mengepalkan tangannya erat-erat "Bukan putri Satsuki yang memulai segala kehancuran itu! Tapi kluargamulah yang memulainya. Putri Satsuki yang malang harus kehilangan orang tuanya sedari kecil karna keserakahan kalian! Bahkan aku saja tak bisa memaafkan ibu suri dalam insiden ini!"


"Kenapa kau malah membela ****** itu!"


"Heh! Kau bilang dia ******! Bukankah yang pantas menyebut nama menjijikan itu adalah dirimu? Kau berani menghukum saudaramu demi napsu balas dendam? Tidakkah kau paham apa artinya sakit hati? Aku tahu betul bagai mana sakitnya putri Satsuki saat harus menerima kenyataan bahwa ibunya telah tiada di tangan ibunya sendiri. Lalu... tubuhnya sengaja di beri segel kutukan untuk menahan jiwa raja iblis? Tidak kah itu menyakitkan? Jika saja putri Satsuki tidak memiliki semangat hidup yang besar! Sudah pasti ia akan mati! Sebab, Jiwa Raja iblis yang menanggung kekuatan yang besar itu sangat haus akan tenaga dalam, ilmu pelatihan dan kulivatum yang sangat besar. Lantas saja, ia tumbuh tanpa bisa melakukan apapun!" Jelas Qiang Gu mendetailkan kebiadaban kluarga kerajaan yang saat itu dengan sengaja menindas putri Satsuki bersama ibunya.


"Sudahlah... tak baik mengenang masa lalu. Biarkan kehendak langit yang bertindak dan memberi hukuman. Kita hanya perlu megikuti aturannya saja" Jelas Thai San sang guru ke dua.


"Aku tak perduli! Aku hanya ingin dia mati! AAAGHHH! keluarkan aku dari sini!" Amuk Go Eun terus meringis.


"Mari... kita mulai pormasi kembali" Ucap Guru besar. Qiang Gu heran "Formasi untuk apa? Apakah kalian sedang menyerap ilmu alam murni?" Tanya Qiang Gu. Para guru mengangguk "Ya. Daratan kita hampir sepenuhnya di penuhi kabut hitam milik sang Raja iblis"


"Raja iblis? Apakah dia telah bangkit?" Merekapun mengangguk "Keterlaluan! Lantas saja Qiang Qia sangat terpukul saat aku dalam keterpurukan, Ini sebabnya... Heh! Kita akan sangat kerepotan jika begini" Pekik Qiang Gu.


"Kalau begitu. Mari kita buat formasi untuk mendatangkan Aura penyatuan Jiwa" Qiang Gu pun mengangguk.


Mereka pun memulai formasi penyerapan energi murni dari alam yang masih bersih. Jika mereka terlambat mengumpulkan stok energi sedikit saja. Maka mereka sudah pasti mereka takan memiliki waktu lain untuk menyerapnya, sebab... lambat laun aura hitam mulai menghancurkan sebagian energi alam yang murni itu. Kini hanya ada aura hitam yang mulai mengotori energi murni tersebut.


-Formasi penyatuan jiwa-


Hai Readers, salam hangat dari autor receh wkwk. makasih udah baca cerita ini, autor minta maaf karna cetitanya sedikit ngawur ya. Soalnya tiba-tiba sebagai judulnya hilang.



kakak-kakak semua bisa lihat kan? urutannya anjlok, itu sebabnya autor musti mikir lahi ekek.😁😁😁😂🙏


__ADS_1


__ADS_2