
Dendam Sang Putri
Part #67 -Serangan-
HEI LIANHUA bersama Satsuki sampai di daratan pulau Teratai.
WHOOOSSSHH!
Seketika Satsuki dan Hei Lianhua menepi di daratan tersebut hingga beristirahat sejenak.
" Anda baik-baik saja master?!" Tanya Hei Lianhua.
Satsuki menatap pelan , Atensi nya mulai nampak pucat " Ada apa denganmu Master" Tanya Hei Lianhua panik.
Satsuki mulai berganti topiknya " Ah tidak..
Aku hanya sedikit mabuk perjalanan. Aku sungguh tak percaya pada ilmu berpindah dimensi itu, Kau hebat juga... Aku heran, kenapa Aliansimu menyingkirkanmu begitu saja..." Ucap Satsuki, Padahal dalam hatinya ada rasa kecewa yang besar.
Setelah ia tahu sosok asli kaishar kegelapan itu ia sungguh Syok dan tercengang.
" Master! Kau baik-baik saja? Kenapa kau sedikit terlihat pucat? Apakah kau lapar?" Tanya Hei Lianhua.
" Tidak, Aku sama sekali tidak lapar..." Balas Satsuki mulai merengut.
Hei Lianhuan sadar akan sesuatu, Iapun mulai membiarkan Satsuki menenangkan diri " Maaf master, Sepertinya aku akan pergi sebentar" Ucap Hei Lianhua.
" Kemana?" Tanya Satsuki.
" Aku akan mencari buah-buahan. Dan tumbuhan obat-obatan"
" Begitu ya..."
" Ngh! (Angguk Hei Lianhua) Kalau begitu diamlah beberapa menit di sini... Aku akan segera kembali, Mungkin akan ada banyak makanan , Setidaknya pulau ini akan cukup aman dan sedikit nyaman untuk bersembunyi, Sebab pulau... ini adalah pulau kelahiranku" Ucap Hei lianhua.
" Baik, Pergilah... Kuharap tempat ini akan sedikit aman untukku..." Bisik Satsuki.
__ADS_1
" Kalau begitu... jaga dirimu, Jangan khawatir master. Aku pastikan, Pulau teratai ini akan sedikit aman untuk persembunyian kita, Ingat... Jangan pergi kemana pun!" Hei Lianhua mulai melompat dan terbang bersama Spirt miliknya.
WHOOOSSHHH'
Kini... Satsuki diam dan sedikit termenung.
Sial' Apa yang kupikirkan! Bagai mana bisa aku berpikiran buruk ! Lagi pula... Aku tak perduli jika dia orang jahat. Tapi kenapa ada rasa sakit di dadaku. Sial! Jika dia sungguh musuhku. Aku takan segan lagi padanya. Bathin Satsuki Geram , Tangannya mengepal erat seakan melampiaskan sesuatu.
Sementara Satsuki bersembunyi sejenak... Di Kota sangatlah Gempar, Para master dari setiap kerajaan berkumpul untuk menghadang serangan para Klan iblis yang tiba-tiba saja mengendangkan Genderang perang. Hingga terjadi peyerangn yang membabi buta.
* * *
KEADAAN DI KOTA ....
" Oh tidak! Amankan Warga Sipil sekarang!" Ucap Para panglima perang dan para Master yang tergabung dalam Sebuah aliansi Perang Kerajaan.
" Baik' Balas Para Kasim istana dan beberapa prajurit perang mulai mengamankan seluruh warga sipil beserta anggota kerajaan.
Dentuman dan ledakan yang bertubi-tubi itu berhasil membuat kota itu sedikit mati. Kota indah Itu nampak hancur dan Porak poranda.
Kepanikan di tengah serangan sudah terjadi sejak beberapa jam yang lalu...
SEGEL PERLINDUNGAN...
" Bagai mana ini! Lagi-lagi para iblis menyerang Kota! Pasti ada yang mereka incar! Pristiwa ini mirip dengan perang di masa lalu!" Pekik Guru Besar Young Dan beberapa Aliansi perang yang ada di dalam istana Kui.
" Mungkin mereka sedang mengincar Batu Misterius yang maha dasyat itu!" Tanya Guru Li sung.
" Tidak! Bukankah batu itu telah lenyap seraya permohonan sang Dewi Perang terkabul! Lagi pula, Satu-satunya yang bisa membuka segel permohonan itu adalah Dewi Perang yaitu Putri Kuai samoro, Tapi sekarang dia sudah tiada kan?" Jelas Guru Besar. Tangannya masih bersinar dan menengadah ke langit istana untuk menyalurkan kekuatan bersama Sihir pembuat mantra Prisai tersebut.
Guru Lisung yang panik mulai berfikir seraya rasa heran terus berputar-putar di benaknya" Itu Benar! Meski mereka mendapatkan batu itu , Tapi... Tanpa jurus pembuka segel , Batu itu takan mungkin bisa berguna apa lagi untuk memanggil Sheanlong yang agung memerlukan Rirual Pembuka segel, Tampa itu... Meski mereka telah mendapatkannya, Semua takan ada untungnya...!" Jelas Guru Besar Young.
" Tidak, Masih ada seseorang yang bisa membuka segel itu selain Putri Kuai Samoro!" Tiba-tiba ibu suri berjalan menghampiri medan perang . Guru besar Young dan Guru Lisung kaget Atas kedatangannya.
" Ratu! Kenapa anda datang kemari? Ini adalah Zona terlarang, Sebab tempat ini sangat berbahaya sekali bagi anggota kerajaan! Anda bisa terluka! Sebaiknya anda cepat pergi bersama para kasim istana ke Tenggara pulau monster!" Pekik Guru Young, Ia bicara tanpa mengalihkan posisinya yang masih menahan Segel yang telah melikupi istana tersebut.
__ADS_1
" Masih ada yang bisa membuka segel! Dia adalah Raja iblis kegelapan!" Ucap Ibu Suri.
" Ra-raja iblis kegelapan? Tapi bukankah ia sudah di segel dalam tubuh putri Kuai dan ikut mati bersamanya?"
" Tidak, Se-sebenarnya ... Raja iblis kegelapan belum musnah, Dia masih tersegel dalam tubuh Cucukku, Putri Satsuki..."
Degh! Mendengar penjelasan dari ibu suri yang mendadak, Semua mata yang ada di atap Benteng istana itu mulai terpana.
" Mana mungkin semua itu bisa terjadi?!" Guru besar Young sangat syok dan kecewa pada kebenaran tersebut.
" I-itu karna putri Satsuki terlanjur lahir... Jika saja dulu putri Satsuki meninggal bersama ibunya, Tentu... Ritual penyegelan takan terjadi, Ini adalah salah ku, Aku terlalu malu saat mengakuinya sebagai Cucuk yang tak di harapkan keberadaannya, Hingga Saat kematian Putri Kuai, Coi Moo Sha mengikat Jiwa Nae Jime dalam Tubuh Putri Satsuki untuk menghambat Ke kuatan spiritual Sang putri" Jelas Ratu Zhang.
Semua kebenaran itu sangat menyakiti Guru Besar Young. Ternyata perasaannya sangat benar, Saat pertama kali mengangkat putri satsuki sebagai muridnya, Hal yang ia rasa dari anak tersebut adalah... aura hitam dengan segala hawa membunuh.
Lantas Saja putri satsuki nampak sangat berbeda, Saat di sentuh saja siapapun akan tahu, Bahwa dalam dirinya terdapat aura hitam yang sangat mendominasi. Bathin Guru Besar.
" Ini sangat mengecewakan. Ternyata di balik penyerangannya beberapa hari yang lalu, Terjadi karna Putri satsuki mengetahui kebenarang tentang sebuah konspirasi dari pihak istana yang dengan sengaja menghancurkan masa depannya. Apakah anda tahu... Jika raja Iblis di sisipkan dalam sebuah wadah tanpa kekuatan , Atau pun pelatihan... Wadah itu akan mati?! Karna seluruh energinya tersedot habis?" Tanya Guru Besar Young marah.
" Aku memang tahu, Aku melakukan hal terlarang itu hanya demi menyingkirkannya. Satsuki dan putri Kuai adalah termasuk aib kluarga yang harus di enyahkan!" Balas Ratu Zhang menyesal.
Kemudian Guru Besar Young menggelengkan kepalanya" Tapi, Apakah anda tahu Ratu? Raja iblis bisa lenyap saat menyedot energi manusia awam . Dan mati bersama sang pemilik tubuh. Tapi jika sebaliknya bagai mana? ... Jika sang pemilik tubuh memiliki kekuatan yang tiada tara seperti Putri Kuai sammoro Bagai mana?... Meski sang Raja iblis menyedotnya berkali-kali lipat... Tapi ia malah semakin kuat, dan berdampak pula pada pemilik tubuh. Semakin kuat Raja iblis di dalam raga sang wadah. Maka semakin kuat pula Wadah yang ia hinggapi. Bahkan... kekuatannya akan lebih besar dari Para tetua yang telah menempuh tahap pemurnian sekali pun, Raja iblis mampu membunuh tanpa menyentuhnya secara langsung!" Jelas Guru Besar Young, Ia sangat marah pada kelakuan ibu suri yang tidak manusiawi, Saat membuat sebuah expedisi yang merugikan umat manusi. Apa lagi semua itu di lakukan pada murid sang guru tersebut.
BUUUAAMMMM! Dentuman makin keras. Asap mulai membumbung tinggi. Sedangkan di luar prisai mantra, Ribuan prajurit perang mulai tergeletak tak bernyawa. Sisanya yang masih aktif berperang adalah para master dari setiap Kerajaan yang ikut dalam aliasi perang kedamaian pulau monster.
BUUUAAMMM! DUARRR!" Semakin siang, Semakin semarak... Dentuman yang saling beradu di udara membuat situasi makin gawat, Apa lagi para guru besar sudah tak mampu menahan amukan dari monster yang di bawa oleh klan para iblis itu.
" Oh tidak! Situasi makin gawat! Bagai mana ini Tetua! Guru besar! Sepertinya jumlah kita akan semakin berkurang!"
" Bagai mana ini?? Sebaiknya! Amankan Para pihak istana, Kita akan tunggu bala bantuan dari kerajaan sebrang untuk membatu kita! Ini sangat Gawat sekali!" Pekik Guru young.
" Ibu Ratu, Sebaiknya anda segera bersembunyi! Kita sudah terdesak!"
" Aku tidak akan meninggalkan benteng ini! Aku sudah terlanjur berlumuran dosa... Maka biarkan aku yang menebusnya!" Ucap Ibu Suri mulai menengadahkan wajahnya ke arah langit istana yang di penuhi gelapnya asap yang membumbung tinggi di udara.
" Ratu! Jangan Bodoh! Kami tak bisa menyelamatkan mu jika kami mulai bertarung secara langsung. Lagipula ... Prisai pelindung ini sudah sangat menipis, Sebaiknya anda cepat pergi"
Namun Ratu Zhang tetap di posisinya dan tak ingin mengghindar. Ia tampak pasrah jika suatu saat dia akan mati mengenaskan. Setidaknya ia berpikir bahwa itu akan setimpal dengan dosa dosanya.
__ADS_1
- Serangan The End-