
Dendam sang putri
Part#41-Hutan Iblis Kematin#2-
Para pelajar menengah mulai tiba di Depan hutan iblis kematian.
Belum masuk saja aura hitam sudah menyeruat keluar area hutan tersebut seakan melerai mereka untuk masuk.
Setelah aura hitam di sekitaran rombongan di netralisir. Akhirnya para pelajarpun mulai bisa masuk, Mereka di kelilingin mantra prisai dari sang Guru besar, untuk menjaga mereka agar tidak di ganggu oleh para monster yang ada di daerah tersebut.
" Hati-hati, Jangan ada yang keluar dari lingkaran suci mantra pengaman ini, Jika kalian sampai keluar dari pengawasan kami... maka kami tidak bisa memanstikan keselamatan kalian"
" Baik Guru!"Seru para pelajar sigap.
" Baiklah, Tujuan kita msih jauh, teruslah berjalan... jaga pikiran kalian, Jangan sampai tidak pokus...! Kalian harus konsentrasi pada tujuan kalian datang kemari. Jika kalian punya niat lain selain memburu ilmu pengendali jiwa, Maka kalian akan berada dalam bahaya" Jelas sekali aba-aba yang lontarkan oleh para senior yang ada di tempat tersebut. Mereka ferpack karena keselamatan junior mereka adalah tugas utama mereka.
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN...
" Lelah..." Keluh para pelajar lain.
" Kakak Senior kami lelah!" Seru yang lainnya.
" Terus berjalan, jangan mengeluh, tujuan kita adalah pusat hutan iblis kematian. Jangan sampai kalian tumbang di sini... jika kalian kalah oleh godaan lelah kalian , maka kita akan dalam bahaya" Tambah para ketua kelompok dan senior rombongan tersebut .
Setelah beberapa menit berjalan, tiba-tiba ...
HYYYYHHHAAAAA! Kuda yang di tumpangi seluruh pelajar tiba-tiba berontak. Para kuda seperti ketakutan hingga melompat-lompat tak beraturan.
" Apa yang terjadi!!" Riuh para pelajar berginding ngeri, mereka mulai ketakutan.
" Lepaskan kuda kalian! Bahaya!" Kudapun mulai di lepas hingga kabur tak belaturan menuju keluar hutan iblis kematian tersebut.
" Tetap berkumpul, Jangan sampai lengah!" Para senior terus-menerus memperingatkan junior mereka untuk tidak berpisah meski selangkah saja. Sebab, Mantara prisai suci telah robek oleh komplotan kuda yang kabur tadi.
______ _____ _____
Master... hati-hati, banyak iblis mengintai mu... Mereka kehausan. Mereka ingin meminum darah mu yang telah bercampur Batu Giok Suci itu. Nae jime.
Benarkah?
__ADS_1
Tentu saja... hawamu tercium wangi, hingga memancing napsu makan mereka untuk melahapmu. Nae jime memperingatkan.
Cih... Mereka takan mungkin bisa menyentuhku! Bathin Satsuki.
WHOOOOSSSHHHH!!! Angin kencang mulai menghadang. Angin yang datang tiba-tiba itu membawa banyak daun kering dan debu yang berputar-putar di pelupuk mata, hingga mengganggu penglihatan para pelajar yang ada.
" Jangan sampai kalian terpancing, Tetap pokus pada apa yang jadi tujuan kita!"
Angin tersebut mulai berhenti meliuk-liuk, Seketika para pelajar mulai ada di pusat Hutan Iblis kematian itu.
Lee dong Feng mulai memastikan bahwa hutan tersebut bukanlah ilusi yang di buat oleh para Siluman, Monster, Roh halus dan para iblis.
Aneh, ssharusnya masih harus menempuh jarak seratus kilo meter lagi. Tapi kenapa tiba-tiba Kami mulai ada di sini. Ini sngat mencurigakan... pikir Lee dong feng.
" Baiklah, Kami tahu kalian sangat lelah. Ini adalah zona aman. Zona di mana kalian berhasil menempuh misi pertama yaitu pokus pada satu tujuan kalian. Sekarang, Istirahatkah sesaat. Minum sepuas kalian , setelah itu , kita akan memulai pelatihan pertama yaitu, Pengendalian jiwa. Setelah kalian lulus dalam menyerap ilmu alam dan menyempurnakan ilmu pengendalian jiwa. Maka kalian akan berendam dan mensucikan hati kalian di air terjun Tujuh neraka. Kalian akan merasakan perih yang tak berujung. Namun, setelah kalian keluar dari air terjun itu. kalian akan memiliki hati yang bersih dan lebih berwibawa. Apakah kalian siap mengemban pelatihan ini?!"
Meski terdengar mengerihkan , tapi para pelajar sigap, menerima apa yang akan jadi konsekuensinya pelatihan tersebut.
__ ___ ___
Istirahat beberapa menit...
Satsuki jeli memperhatikan sekeliling, Matanya menelisik seluruh seluk beluk hutan tersebut.
Satsuki mulai berjalan...
Go Eun dan Xi Jai yang sedang duduk di bawah pohon itu tak memperhatikan sekeliling , hingga pergerakan Satsuki yang mengendap-endap tak terdeteksi oleh mereka.
Telepathy on;
Nae Jime, Apakah aku bisa mencubit perut saudaraku tanpa menyentuhnya? Tanya Satsuki.
Ya, lakukan lah. Kekuatanku adalah kekuatan hitam. Aku bisa membunuh tanpa menyentuh mereka . Balas Nae jime.
Haahahahah, Tawa Satsuki mulai menggema dalam penjara Nae jime.
Apa yang sedang kau rencanakan? Tanya Nae jime.
Aku akan balas dendam di tempat ini pada orang-orang yang akan membunuhku! Bals Satsuki.
Satsuki mulai mengarahkan tangan kosongnya ke bagian perut Go Eun. Ia mencubit perutnya keras hingga Go Eun menheluarkan apa yang tadi ia makan.
__ADS_1
" Uhuk! Oek! Uhuk!" Go Eun terbatuk, Dan akhirnya Xi Jai panik.
" Go Eun ada apa? Kau kenapa? Ini Minumlah...!" Go Eun menolak sodoran minuman yang di berikan Xi Jai.
" Tidak apa , Aku hanya mual, Aku mau mencari sungai sebentar"
" Jangan, Biar aku yang mengantarmu"
" Kau gila! Aku sudah dewasa, Dan meski kau kakakku kau adalah pria dewasa. Aku tak mau!" Go Eun marah dan segera berlari ke arah semak. Satsuki tersenyum, Rencananya sudah berhasil. Akhirnya Go Eun dan Xi Jai terpisah.
Yang lebih parah lagi, Satsuki memisahkan Go Eun dari rombongan (ACK)
" Go Eun, Hati-hatilah, Aku akan menunggumu disini, jangan lama-lama!" Teriak Xi Jai . Satsuki mulai melompat ke arah pepohonan dan mengikuti Go Eun dengan menyelinap di antara rindangnya pepohonan.
Syuuut! Syuuut! Go Eun, Mulai hari ini, kau harus pergi keneraka... minta maaflah pada ibu Satsuki atas apa yang telah kau lakukan pada anak lemah ini. Gumam Satsuki.
* * *
Perkemahan...
Rombongan mulai berkumpul...
" Tunggu! Saudaraku belum pulang! Sebaiknya pelatihannya di tunda sesaat" Ucap Putri Qiang Qia panik. Napasnya terengah dan sendu sedan.
" Siapa? Bukankah Pangeran Qiang Gu masih dalam masa pelantikan putra mahkota?" Tanya Pangeran Lee dong Feng.
" Bukan! Putri Satsuki! Maksudku putri Satsuki, Tadi dia izin ingin ke kamar kecil, tapi hingga saat ini dia belum kembali juga!" Saat semua berfikir cara menemukan Satsuki. tiba-tiba Xi Jai berlari ke pusat kumpulan Dan teriak kepanikan.
" Hosh' Hosh! Tolong bantu carikan adikku! Putri Go Eun belum kembali sejak satu jam yang lalu!"
" APA!" para senior panik dan mulai membuat mantara perisai suci kembali. Mereka mengumpulkan adik didik mereka dalam satu garis bulat yang sama.
" Ingat! Apapun yang terjadi, jangan keluar dari lingkaran ini! Apapun yang terjadi! Jika kalian melihat apappun, Abaikan saja. Anggap semua itu adalah ilusi belaka, Sekali kalian keluar dari lingkaran ini. Maka prisainya akan robek dan kalian semua dalam bahaya. Satu orang ceroboh, Seluruh nyawa akan musnah. Ingat itu! " Jelas para senior.
" Apakah kalian paham?!"
" Paham Senior!"
" Bagus, Nyawa kalian ada di genggaman kalian sendiri!" Jelas kembali para Senior tersebut seraya menghilang.
Syut! Syut! Syut!
__ADS_1
-Hutan Iblis kematian#2 The End-