Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Pembalasan Xi Jai


__ADS_3

"Hahahaha..." Tawa lepas Hanbu terdengar mengalun ke penjuru kerajaan Xi...


"Aura apa ini... Rasanya menyesakkan" Ucap Huli Jing yang saat itu tengah berkutat dalam perang bersama Xing Er.


"Apakah kau merasakannya juga?" Tanya Xing Er menatap Huli Jing.


"Ya. Sebagai best spirt... Leherku seakan tercekik sesuatu... Bisa ada di tempat ini saja sangat mustahil bagiku. Apa lagi bertahan hingga detik ini melawan para mahluk yang tak bisa mati ini" jelas Huli Jing sedikit ke lelahan.


"...Kau benar. Apakah putri Satsuki dan yang lainnya masih selamat ya? Ku harap... Mereka segera datang dan menolong kita" Balas Xing Er seraya menghelan napas lelahnya.


Prang! Trang! Trang! Suara pedang beriringan di sebelah Xing Er berada "Apa yang kalian harapkan. Berjuanglah... Jangan mengeluh, lengah sedikit saja, terpenggelah kepala kalian... percepat ayunan pedangmu dan musnahkan mereka!" Teriak Qiang Qia.


"Anda benar putri! Huli Jing Ayo... Sebaiknya kita tetap bertahan hingga bala bantuan datang" Sambung Xing Er. Huli Jing pun mengangguk mantap "Emmm... Mari, berjuang bersama"


Jarak pandang di area tersebut sangatlah pekat, hingga jika selangkah saja mereka terpisah. Rasanya tidak mungkin jika mereka akan bertemu kembali. Huli Jing, Xing Er dan Qiang Qia melawan musuh yang sama, yakni tentara yang di turunkan Hanbu. Berupa siluman dan tentara yang tak bisa mati. Mereka terlihat seperti mayat hidup, hingga di tusuk beberapa kali pun mereka tetap hidup dan tak bisa mati.


Jhan Jhu bersama Xi Zhau Zhau pun tak kalah bersemangat "Bagus pangeran! Ayunan pedangmu tampak lebih cepat dan lihai..." Ujar Jhan Jhu memuji Xi Zhau Zhau.


"Trang!"


BREAT!! Zleb!


"Benarkah! Terimakasih kakak... Aku janji, aku akan tetap hidup dan membuktikan ke beradaan ku pada Master ku. Kelak, aku akan berlatih padanya dan menjadikannya Guruku!" Imbuh Xi Zhau Zhau begitu bersemangat.


Xi Zhau Zhau dan Xi Jhan Jhu bersemangat dan sangat antusias, meski lawan mereka tam ada habisnya sekalipun.


Master Xitan... Tunggu aku. Selangkah lagi aku akan bisa menggapaimu. Aku akan menjadi murid pertama mu yang mampu membuatmu bangga pada prestasiku. Aku janji... Ayah ku harap kau bisa bertahan. Bathin Xi Zhau Zhau.


Perang antara para pendekar dan klan iblis makin memanas... Kehancuran terlihat jelas di depan mata. Jika sampai Satsuki dan teman teman nya kalah. Maka, dunia akan hancur dalam sekejap mata... Hanya klan iblislah yang bisa menguasai dunia tersebut seutuhnya.

__ADS_1


"Hahahaha... Kau kaget melihatku? Putri sampah?" Tanya pria misterius itu.


Tidak mungkin pria di depanku ini adalah Xi Jai... Aku tak paham, jika dia Xi Jai... Maka, yang di sebelahnya adalah Go Eun?" Tanya nya dalam hati. Satsuki masih waspada...


"Kau pasti sedang berfikir tentang ku yang lemah dulu bukan? Tapi sekarang aku adalah bagian dari klan iblis... Aku datang kembali hanya untuk memenggal kepalamu! Hyaaaat!" Pekik Xi Jai seraya melompat ke arah Satsuki dengan sebuah pedang besar tampak seperti Golok panjang.


Heh jangan bermimpi. Bathin Satsuki dalam posisi siaga.


Xi Jai datang dengan hempasan goloknya yang panjang dan besar itu. Bahkan golok tersebut lebih besar dari postur tubuh Xi Jai yang sedikiy pendek berisi itu.


"Ini adalah balasan dari ibuku!!" teriak Xi Jai menyekat kepala Satsuki. Satsuki lekas menjongkok dan sebagian rambutnya teriris hingga jatuh di depan wajah Satsuki.


Cih Rambutku. Bathinya.


Saat berjongkok kaki jenjang Satsuki mulai menyibat pijakan Xi Jai "Kakak! Awas!" Pekik Go Eun memperingatkan. Xi Jai lekas menghindar, tapi Satsuki mulai mengarahkan kakinya ke atas hingga Xi Jai tersapu dan mulai terpental. Tendangan Satsuki mengenai dagunya "Kakak!" Pekik Go Eun menyiapkan ekornya untuk menangkap sang kakak.


Cih hanya banyak omong... Nyatanya kekuatannya tak seberapa... Kuat apanya? Dia masih bodoh dan ceroboh seperti setangah tahun yang lalu.... Bathin Satsuki.


Serangan keroyokan rupanya. Bathin Satsuki. Terlihat senyum sinis ketika ia menyungkin kan bibirnya.


Xi Jai dan Go Eun menyerang bersamaan lalu Satsuki meraih sesuatu di kantung penyimpanannya, lalu ia melempar beberapa Syuriken ke arah Go Eun dan Xi Jai.


Syut! Syut! Tapi nampaknya beberapa senjata itu bisa di hindari ke duanya. Xi Jai tampak bangga kala ia menghindari serangan Satsuki "Hahaha... Hanya itu kekuatanmu... Tak seberapa bagikuuuu!!" Pekiknya seraya kembali menyibat goloknya beberapa kali dengan alunan yang sangat cepat. Satsuki masih dalam mode bertahan dan terus mengelak dari serangan Xi jai yang membabi buta itu.


Satsuki terlihat beberapa kali berjongkok dan menundukan kepalanya lalu meliuk ke kiri dan kanan hanya untuk menghindari sayatan golok Xi jai yang gesit itu.


"Heh... Kau payah!" Pekik Xi Jai tanpa henti menyerang Satsuki.


Tapi terlepas dari itu, Satsuki terus saja melempar Syuriken dan beberapa belati kecil ke daerah tertentu tanpa perhitungan seakan asal asalan.

__ADS_1


Apa yang sedang dia lakukan? Aku yakin, dia menghindari seranganku ini hanya untuk mengulur waktu... Dan aku yakin, kelakuannya ini hanya untuk menguras tenagaku. Bathin Xi Jai bergemuruh seakan ia telah tahu apa yang sedang Satsuki rencanakan.


Trang!!!


Kini Satsuki mulai menggunakan pedangnya untuk menepis serangan Xi Jai yang membabi buta itu "Haha Akhurnya kau mulai lelah ya?" tanya Xi Jai menyeringai. Sementara Satsuki mulai mengembangkan bibirnya seraya berkata "Kena kau..." Ucapnya santai.


Xi jai tak paham lalu membelalakan matanya "Apa?" bisiknya. Satsuki mulai melesatkan tendangannya ke perut Xi Jai ketika ia lengah... Akhirnya Xi Jai lagi lagi terlempar. Dan lagi lagi Go Eun menangkap kakaknya sigap "Kakak..."


"Mantra pengurungan!" Pekik Satsuki. Sontak Xi Jai dan Go Eun terbelalak lagi.


"Apa?" Pekik keduanya.


Rupanya, syuriken dan beberapa belati kecil itu telah di beri kertas mantra pengurungan. Hingga Satsuki sengaja melemparnya semberawut agar tertancap di setiap penjuru pepohonan. Dan berhasil mengelilingi keberadaan Xi Jai dan Go eun.


PAWWW!


Kertas mantra mulai bereaksi dan Akhirnya Xi Jai dan Go Eun terpangkap dengan mudahnya.


"Sial! Kembali kau! Dasar licik... Dendam ku belum terbalaskan!" Teriak Xi Jai seraya memukul mukul fortal yang telah di buat Satsuki.


"Berontaklah sebisa mu... Sebab, setiap kali kau berontak. Prisai itu akan makin kecil dan makin mengecil... Setelah itu, kau pun akan menghilang dengan sendirinya. Dan lagi... Mantra itu, tidak mudah untuk di patahkan kecuali... Aku yang mengucapkannya" Jelas Satsuki. Sontak wajah Xi Jai dan Go Eun mulai pucat seketika itu.


"Apa??? Dasar wanita licik... Kenapa kau makin liar dan makin licik saja... Aku tidak mau mati sebelum memenggal kepalamu!" Teriak Xi Jai uring uringan.


"Heh. Mudah sekali kau berkata ingin memengal kepalaku. Sementara kau sendiri belum tentu bisa hidup setalah masuk ke dalam medan prisai yang aku buat. Sekarang, pikirkan lah cara untuk bertahan hidup... Karma hidupmu sedang ada di ujung maut..." Jelas Satsuki seraya menyungingkan bibirnya lalu melompat pergi menjauhi Xi Jai dan Go Eun.


"Oh tidak dia pergi! Satsuki! Kembali lepaskan aku!!" Teriak Xi Jai.


"Sial... Lagi lagi... Dia yang selalu menghancurkan rencanaku. Aku tidak mau mati untuk yang ke dua kalinya, bahkan aku belum sempat membalas budiku pada tuan Hanbu" Umpat Go Eun berusaha mencari cara untuk keluar dari prisai tersebut.

__ADS_1


Sementara Satsuki, dia sudah pergi kembali mencari musuh lain yang bisa ia serang.


__ADS_2