Dendam Sang Putri

Dendam Sang Putri
Pelatihan 1


__ADS_3

Srang! Sreng! Suara dentingan benda saling beradu hingga menimbulkan percikan api yang cukup mengerihkan.


"Dasar lemah! Bagai mana bisa tenaga dan kecepatanmu tidak meningkat sedikitpun" Cela Jade Long.


"Berisik!" Satsuki kembali mengayuh pedangnya dan menyelinap ke balik punggung sang guru. Lalu menusuk bagian leher sang guru.


"Heh!" Pekik Satsuki seraya tersenyum menyeringai. Selangkah lagi pedang tersebut hinggap di leher sang guru.


"Dasar ceroboh!" Jade Long. mulai mengelak cepat dan malah meninju perut Satsuki.


BUK! uughh! Pekik Satsuki.


"Sial! Bagai mana bisa kecepatannya tak bisa terbaca oleh ku!" Bathinnya.


"Ayo serang lagi. Lemah! Kau tak boleh lengah sedikitpun. Bukankah kau berniat menantang dunia? Bagai mana bisa kau menatap masa depanmu dengan kemampuan serendah itu" Jelas Jade Long. Satsuki makin marah dan terus menyerang membabi buta.


"Bukan hanya menyerang, kau juga karus merasakan pergerakan lawanmu. Singkirkan hati gelap dalam dirimu. Selama ini hatimu terlalu kotor"


"Berisik! Aku tak akan membiarkan siapapun menghalangi keinginanku!" Pekik Satsuki terus menyerang Jade Long gesit. Lengannya tak lelah mengayun pedang tajam. Ia ingin sekali menebas leher Jade Long apapun yang terjadi.


Sementara Satsuki menyerang dengan sebilah pedang di cengkramannya. Lain lagi bagi Jade Long. Ia hanya perlu menghindari serangan gadis mungil itu ketimbang balik menyerangnya.


"Dasar gadis ceroboh! Dalam hatinya penuh napsu membunuh. Tapi rupanya otaknya sungguh bodoh! Ia malah menyerang membabi buta begitu. Membuang-buang energi saja. Dia memang berbeda dengan mu, Putri Kuai sammoro, putrimu cenderung ceroboh dan egois. Apakah aku sanggup merubah sikapnya yang tak mau di nasihati ini?" Bathin Jade Long. Tak beselang lama, Jade long mulai menyerang Satsuki dan memukul telapak tangannya cepat. Bahkan pergerakannya tak di sadari sama sekali.


BUK! "Apa?!" Pekik Satsuki terbelalak. Pedangnya mulai jatuh dan di saat bersamaan Jade Long datang dengan beberapa pukulan. Satsuki menahan pukulan-pukulan itu cepat, namun nyatanya ia belum bisa melampaui kecepatan gurunya itu.


"Uhuk!" Satsuki terkena beberapa pukulan di perutnya hingga memuntahkan darah dari mulutnya beberapa kali.


"Payah!" Ucap Jade Long.

__ADS_1


"Uhuk! Sial!" Satsuki kesal dan menunduk, ia mulai mengepalkan telapak tangannya dan memukul lantai sekeras mungkin dan melampiaskan amarahnya di sana. Jade Long hanya bisa tersenyum melihat gadis itu yang telah telihat sangat Flustrasi.


"Latihan hari ini selesai... istirahatlah, jangan banyak berfikir... Kau harus mengumpulkan energimu lebih banyak lagi. Besok kita akan keluar dari menara ini untuk berlatih di luar" Ujar Jade Long seraya memalingkan wajahnya. Satsuki yang mendengar penjelasan Jade Long mulai mendonggakan wajahnya ke arah Jade Long yang terlihat sedikit menjauh.


"Benarkah?" Tanya Satsuki mulai berdiri. Ia sedikit tersenyum saat melihat punggung gurunya yang mulai sedikit menjauh.


"Jangan terlalu senang, jika kau kalah lagi saat berlatih denganku. Maka... kau akan ku jebloskan ke dalam pusaka pagoda pisis. Dan setelah masuk ke sana, kau tak akan bisa keluar dengan mudah, Ingat itu" Ucap Jade Long.Satsuki mulai mencercudkan alisnya dan merengut, sedangkan Jade Long sedikit tersenyum ringan. Entah apa yang ada di benaknya, entah senang atau malah puas atas kekecewaan yang di terima satsuki.


"Anak bodoh! Dia tak pernah membuatku bosan" Bathin Jade Long.


Ketika Satsuki merengut, ia mulai kembali mengayun-ngayunkan pedangnya, ia berhayal orang di depannya adalah gurunya. Hingga beberapa kali ia memainkan pedangnya dengan sangat brutal. Rasa kesal di hatinya pada sang guru membuatnya sangat bersemangat. Meski saat itu peluh yang basar bercucuran sangat di keningnya lebat.


Di kejauhan, Hong She menatap aura pelatihan Satsuki yang makin hari makin meningkat drastis, iapun mendekat dan menyaksikan kegigihan gadis itu dari dekat.


"Master... apakah anda belum beriatirahat?" Tanya Hong She. Satsuki abai dan tak menghiraukan Hong She yang menyerunya.


"Master..." Ucapnya lagi. Satsuki masih fokus dan enggan menoleh. Akhirnya saat pedangnya menebas pohon di belakang tubuhnya. Iapun mulai menoleh ke arah Hong She.


BRUAK! bunyi pohon tumbang.


"Hebat..." Bisik Hong She.


"Kenapa kau datang kemari?" Tanya Satsuki menyeka peluhnya yang hampir melintas ke matanya. Hong She gugup.


"I-itu... aku, aku membuatkanmu sup bunga teratai, jika kau lapar... sup itu akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan energi dalam tubuhmu. Ayo... istirahat dulu" Pinta Hong She. Tapi Satsuki nampaknya tak tertarik dan lebih memilih mengambil pedangnya lagi dan mengayunnya bersamaan. Kini, dua tangannya memegang pedang tajam yang kembar.


"Pergilah ... aku akan datang saat aku mulai lelah" Balas Satsuki.


"Ta-tapi ..."

__ADS_1


Satsukipun kembali melangkah ke area bunga sakura yang masih nermekaran. Entah itu ilusi atau memang Jade Long kuasa merubah tempat tersebut menjadi tempat yang sangat indah.


"Pargilah..." Ucap Satsuki kembali mengayunkan pedangnya dan menebas-nebas pedang tersebut ke arah beberapa helai bunga sakura yang berguguran. Satsuki sangat cepat dan cekatan, hingga membuat Hong She terpesona.


"Master... tapi tuan ku yang memintamu untuk istirahat dan memakab sup teratai buatannya" Tambah Hong She. Satsuki pun mulai berdegug. Ia sesikit mematung dengan kedua pedang di sipangkan.


"Tuanmu? Apa guru yang memintaku istirahat?" Tanya Sasuki sedikit menoleh ke arah Hong She. Hong She pun mengangguk. Satsuki mulai menunduk, pikirannya mulai berputar-putar kemana-mana.


"Cih, tua bangka itu... apa yang dia pikirkan? Tadi dia sangat galak, sekarang memintaku makan... cih, dia pikir dia itu siapa? Mengesalkan" Bathin Satsuki menggumam


"Master..." Hong She menatap. Satsuki mulai memutar ke dua pedangnya di pundak kemudian berbalik ke arah Hong She.


"Baiklah... karna sudah terlalu lama aku berpuasa, apa salahnya makan sesuatu. Perutku mungkin tak akan menolaknya" Ucap Satsuki berjalan pelan dan mulai menyesuaikan langkahnya.


"Uaaah! Senangnya! Kalau begitu ayo!"


Waktu berjalan sangat cepat hingga tanpa terasa, seluruh pelatihan yang di pelajari Satsuki mulai ia cerna setiap hari dan jadi kebiasaan. Cacian, cibiran, cemoohan, juga hukuman dari sang guru membuatnya tumbuh dewasa dan sedikit berwibawa dalam bertindak. Sikap angkuh dan sombongnya mulai hilang sedikit demi sedikit.


"Bagus..."Ucap sang guru.


"Bagus? Terimakasih guru" Balas Satsuki senang, ia menundukan tubuhnya di depan sang guru. Jade Lonb melangkah mendekati Satsuki. Kemudian telapak tangannya mulai menepuk pundaknya.


"Hari ini kau sangat hebat, pertahankanlah" Ucapnya seraya melepas dan pergi. Satsuki yang mendapatkan perlakuan lembut dari sang guru mulai tersenyum. Iapun kembali mengakan tubuhnya dan mulai menyentuh area yang di sentuh gurunya. Iapun mulai tersenyum hingga wajahnya sedikit memerah.


"Terimakasih guru..." Bisik Satsuki.


Latihan demi latihan di pelajarinya setiap hari tanpa henti, kini tubuh satsuki sedikit mantap jika ia benar-benar di utus untuk keluar dan menjalankan misi yang ia inginkan. Yakni mencari sosok ayahnya, dan jika ia menemukan tempat yang indah seperti tempat Jade Long saat ini, Ia ingin mengubur biji Lotus Hitam milik Hei Lianhua dan menanamnya di tempat tersebut. Bagai manapun juga, Hei Lianhua tewas gara-gara kecerobohannya. Dan lagi rasa bersalah itu sering sekali menghantuinya setiap waktu. Apa lagi, jika ia ingat... Seandianya waktu bisa di putar, ia tak ingin Nae Jime bangkit dan mengacaukan seisi dunia. Ia merasa penyebab dari segala ke kacauan yang ada di dunia ini adalah salahnya. Jadi ia berharap ia bisa memperbaiki segala kesalahan patalnya di masa lalu.


"Akan ku perbaiki segala kesalahanku di masa lalu..." Ucap Satsuki seraya meremas kepalan tangannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2